
Arjuna yang selesai melakukan ibadah nya , langsung keluar dari kamar
"Lapar ,aku mau makan dulu ,hari ini dia masak apa ya , untuk makan malam ku , dia benar-benar memiliki keahlian memasak , Kirana saja tidak ada apa-apa nya di bandingkan dia ,ya walaupun ia agak geblek soal pelajaran "
Arjuna tersenyum geli ,
karena waktu sholat isya sebentar lagi maka ia memutuskan untuk keluar kamar dengan menggunakan pakaian itu saja .
ia pun langsung duduk di meja makan,masih dengan menggunakan sarung dan baju kokonya
benar-benar tampan dan manis sekali
apa lagi saat ia tersenyum , alis nya yang Hitam menambah kesempurnaan di wajah nya ,
"Waw lezat sekali , sebenarnya dia ini begitu istimewa hanya keras kepala saja "
Posisi meja makan yang membelakangi kamar Siska , membuat Arjuna tak menyadari jika perempuan itu telah berdiri di belakang nya dalam keadaan yang menantang
Siska memejamkan matanya , ini kali pertamanya ia merasa dirinya seperti seorang penjaja cinta , pakaian yang ia kenakan pun itu adalah kado pernikahan dari mama mertua nya , seorang Siska tak akan mungkin memiliki pakaian sevulgar itu ,namun sekali lagi hanya itu satu-satunya yang bisa ia lakukan ,
ia tak pintar jadi tak mungkin ada perusahaan yang mau memperkerjakan nya lagi pula tak akan mungkin bisa mengumpulkan uang sebanyak itu hanya dalam beberapa bulan saja mustahil
Siska melangkahkan kakinya mendekati Arjuna
dan langsung berdiri dihadapannya
"Aku sudah siap "
Arjuna yang sedang makan langsung terbatuk dan syok melihat Siska yang sedang berdiri di depan nya
"Astagfirullah "
Ia langsung menundukkan pandangan nya
meski itu adalah pahala untuk Siska apa lagi jika seorang suami sampai membangkitkan nafsu istrinya maka berlipat-lipat lah pahala baginya
sambil menundukkan pandangan nya
untuk pertama kalinya ia melihat bentuk tubuh wanita yang hampir setengah bugil tersebut , ya Arjuna adalah pria baik-baik yang selalu menjaga pergaulan dan pandangan matanya
"Apa yang sedang kau lakukan ha "
Siska langsung meneteskan air mata ,harga dirinya sudah tak ia perdulikan lagi
"Aku sedang membutuhkan bantuan Mu, kondisi keluarga ku sedang memburuk , semua nya sudah di gadaikan , aku tak terlalu memperdulikan diriku bagiku mami adalah satu-satunya harta paling berharga di dunia ini adalah Keluarga apa lagi selama ini mami adalah tulang punggung keluarga , semenjak perceraian dengan Daddy ku "
Arjuna langsung berdiri dan melepaskan pecinya
Lalu ia masuk kedalam kamar dan mengambil kan handuk
__ADS_1
"Cepat tutup tubuhmu "
Dengan menunduk
"Tapi....aku .."
Arjuna langsung mendekati Siska dan berbicara dengan menatap matanya
"Tatap aku "
Siska pun langsung mengangkat kepalanya , terlihat matanya merah dan basah
meski tak bisa di bohongi jika Siska sendiri sangat cemas namun ia berharap lelaki di depan nya ini bisa menolongnya
"Aku akan menjaminkan diriku untuk pinjaman ini "
Arjuna tertawa geli karena melihat betapa konyolnya ternyata sikap istrinya itu
lalu ia memberikan selembar cek
"Ambil ini dan tulis berapa yang kau butuhkan ,dan satu hal lagi kau tak perlu melakukan hal ini padaku, aku tak mau memaksa untuk yang kedua kalinya ,ganti pakaian mu ,nanti masuk angin"
Azan isya pun berkumandang
"Sudah azan aku mau sholat dulu "
Untuk pertama kalinya Siska terdiam karena melihat tatapan tulus Arjuna padanya , pertama kali. kedua pasang mata itu saling berpandangan selama itu
"Astaga , hampir saja uh "
Siska memegang cek di tangannya dan tersenyum "Syukurlah akhirnya semuanya baik-baik saja "
Lalu ia terdiam sejenak , tiba-tiba tatapan maya Arjuna tadi kembali menganggu pikiran nya , tak menutupi kemungkinan jika benar Arjuna itu memang tampan sekali
buru-buru Siska membuyarkan lamunan nya
"Astaga kenapa aku membayangkan nya , hmm tapi tunggu dulu kenapa ia tak tergoda oleh ku "
Siska berdiri di depan cermin
"Oh aku tau jangan-jangan karena ****** ***** di kantor tadi , tapi tak mungkin kan Arjuna melakukan hal sekeji itu , sedang kan ia sama sekali tak berani menatap kearah ku tadi "
Siska kembali duduk ,
"Ah sudahlah, otakku bisa rusak jika berpikiran terlalu keras seperti itu , bodo amatlah. apapun yang akan ia lakukan pada perempuan mana pun ,yang terpenting Rima bisa menikah ,dan mami selamat dulu "
Siska menutup wajahnya dengan bantal namun tatapan Arjuna itu pun kembali terbayang-bayang
"Astagaaaaa kenapa tatapan nya selalu terbayang-bayang di otak ku "
__ADS_1
Siska berdiri dan keluar dari kamar , ia lupa mengganti pakaiannya
"Aku harus menetralisir kan otak ku kembali "
Siska membuka pintu untuk mengambil air minum keluar dari dalam kamar , ternyata Arjuna juga tak bisa tidur , mereka pun saling bertatapan kembali ,hanya saja Siska tak terlalu memperdulikan penampilan nya di hadapan Arjuna
Bukan masalah seperti nya aku mau berpenampilan seperti apapun tak akan berpengaruh apapun padanya
Menurut Siska begitu ,tapi Arjuna itu laki-laki normal sekuat apapun ia menahan pikiran kotor itu tetap masih saja tak bisa jauh dari pikiran nya
Arjuna menggoyangkan kakinya terus -menerus seperti sedang menahan sesuatu
Suara air minum yang masuk ke tenggorokan Siska terdengar begitu jelas ,apa lagi kulit nya yang putih
Arjuna menelan air liur nya , tiba-tiba angin bertiup sangat kencang sekali ,
seperti nya mau hujan ,dan mendadak lampu mati seketika
terdengar suara Siska menjerit dari dapur rumah tersebut
"Awwwwwwwww "
Dengan cepat Arjuna langsung berlari menghampiri Siska dengan menghidupkan senter di ponselnya
"Sabar , tenang , jangan panik sebentar lagi lampu akan hidup ,ayo "
Arjuna memberikan tangannya kepada Siska
meski Siska tidur sering mematikan lampu tapi tetap saja ia takut jika lampu mati dalam keadaan ia belum mengantuk
"Apa hanya rumah kita saja yang mati lampu ?"
Tanya Siska
"Aku tidak tau ,apa kau mau aku antar kekamar mu " ucap Arjuna perlahan
Tangan Siska memegang lengan Arjuna ,dan sentuhan bola dunia itu tak sengaja menyentuh tubuh Arjuna
jreng...
Sesuatu berdiri dengan jelas sekali untung nya mati lampu , jika tidak bisa kacau di buatnya ,namun hanya Arjuna sendiri yang dapat merasakannya ,cuaca yang mendukung , membuat semua nya serba berdiri ,jika Siska berdiri bulu kuduk nya karena ketakutan , berbeda dengan berdiri nya sesuatu di tubuh Arjuna
"Aku belum mengantuk "
"Kalau begitu kita duduk saja di depan televisi ya "
"Baiklah "
ucap Siska perlahan
__ADS_1
Ujian seorang lelaki pun di mulai apa lagi Siska adalah istri yang ia cintai , berdebar jantung nya menahan segala gejolak rasa di dalam dirinya ia manusia normal namun tak mau melakukan hal -hal bersifat paksaan pada Siska