Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
kejutan


__ADS_3

Keesokan pagi nya


Arjuna bangun lebih awal dan ia langsung kembali bersikap seperti saat pertama kali ia bertemu dengan Siska


Rumah sudah rapi dan makanan sudah terhidang di atas meja


"Aku kekantor dulu ya "


Arjuna mengecup kening Siska yang sedang tertidur


"Ya..ya .. pergi sana sekalian langsung keneraka "


Menyadari tak ada siapa-siapa di rumah Siska langsung bangun dan melihat rumah sudah bersih dan rapi dengan makanan yang sudah terhidang di atas meja


"Tumben dia seperti ini dasar...."


Saat sedang menikmati sarapan pagi , bulu kuduk Siska terasa merinding


rupanya ia sedang menahan rasa sakit di bagian perut nya


"Ahh sakit sekali !"


Rasa mulas yang benar-benar sangat dahsyat sekali


Ternyata di kaki nya keluar bercak darah


Siska kaget dan langsung Berteriak keluar rumah


saat itu juga suara teriakan Siska membuat Arya langsung terbangun dari tidurnya


"Siska... "


Membuka pintu dan langsung keluar dari dalam rumah


Kebetulan hari ini Alena pagi-pagi sudah kekampus ia sedang melaksanakan gladi resik acara wisuda yang akan di adakan besok pagi


Arya dengan cepat langsung keluar dan melihat Siska yang sedang dalam keadaan lemah dan darah yang menetes


"Siska kau tidak apa-apa ,mana suamimu ?"


"Dia sudah pergi tadi "


"Ayo cepat "


Arya dengan sigap langsung menggendong Siska dan memasukkan nya kedalam mobil


Ibu Arya tak bisa berkata apapun ,tapi dari cara Arya terlihat begitu panik ibunya sangat tau seberapa besar cinta anaknya pada Siska


"Bu aku akan membawakan Siska kerumah sakit terdekat dulu "


Siska Benar-benar lemah sekali mata nya tampak benar-benar sayu sekali


"Tenangkan dirimu dulu ya ..jangan khawatir kita sebentar lagi sampai , Arya memegang tangan Siska sepanjang perjalanan

__ADS_1


Siska yang kesakitan pun memegang erat tangan Arya dengan sangat erat sekali


"Sakit sekali kak "


"Sabar bertahan lah Semua nya akan baik-baik saja "


Arya menerobos lampu merah dan bahkan harus berkejaran dengan polisi karena ia beberapa kali melanggar lalu lintas ,tapi itu semua tak masalah baginya , tujuannya hanya untuk segera membawa Siska sampai kerumah sakit


Akhirnya sampai juga ia dirumah sakit dalam keadaan Siska yang berceceran darah


"Dokter tolong selamatkan dia "


Pakaian Arya pun sudah di penuhi darah


"Kak Arya terimakasih "


"Tak masalah "


Arya langsung keluar menemui para polisi yang mengejar nya dari tadi , ia pun menunjukkan SIM dan STNK lalu meminta maaf karena ia dalam keadaan darurat sekali


Polisi pun langsung memberikan surat tilang. karena pelanggaran tetaplah sebuah pelanggaran dan ia tetap harus membayar denda nya


Siska langsung diberikan pertolongan tim medis


Arya yang masih menunggu di luar di panggil oleh salah seorang tim medis


"Tuan maaf anda di panggil oleh Dokter "


"Oke baiklah "


"Tuan istri anda mengalami pendarahan yang cukup banyak,namun karena fisiknya yang kuat janin di kandungan nya yang masih berusia dua Minggu masih bisa di selamatkan "


Mendengar kabar tersebut Hati Arya hancur berkeping-keping sekali , membayangkan Siska yang sedang mengandung anak dari Arjuna


namun ia berusaha bersikap tegar


"Terimakasih Dokter "


"Tolong tuliskan semua data nama lengkap istri anda dan nama anda sebagai penanggung jawab nya "


Tanpa pikir panjang Arya menuliskan namanya di kolom nama penanggung jawab yaitu sebagai Suami Siska


Tolong nanti bayar semuanya di bagian administrasi ya Tuan "


"Oke baiklah "


Dengan uang tabungan yang ia miliki ia merogoh kocek untuk Siska


Cinta tanpa syarat ,Arya melakukan nya dengan tulus sekali


"Istri anda berada di ruangan anggrek Tuan, untung saja anda cepat membawanya kemari ,jika terlambat satu detik saja mungkin ia akan kehilangan bayinya "


Ah sialan kenapa tadi aku buru-buru menolong nya , ya ampun apakah doa ku ini Salah ya Tuhanku maafkan aku yang belum bisa menjadi manusia yang benar-benar ikhlas dalam setiap cobaan yang kau berikan

__ADS_1


Arya duduk di luar kamar , ia tak mau masuk kedalam karena akan ada ia dan Siska saja berduaan di dalam ,Arya tak mau membuat perasaan cinta di antara mereka kian larut apa lagi dalam keadaan situasi yang mendukung , namun , sekali lagi Dokter meminta nya untuk menebus resep obat


....


Jam menunjukkan pukul satu siang ,Arya dan Siska sama-sama tak membawa ponsel karey terburu-buru pergi tadi ,


namun firasat Arjuna tidak enak jadi ia memutuskan untuk pulang kerumah lebih awal


Sampai di rumah ia melihat seseorang berdiri di depan rumahnya sambil membawa kan amplop yang berisi kertas


"Maaf anda mencari siapa ya ?"


"Oh maaf Tuan saya kurir dari klinik sehat Medika ingin memberikan hasil labor milik Nona Siska "


"Ya baiklah ,saya suaminya "


Arjuna langsung membuka amplop tersebut setelah kurir yang mengantar nya pergi meninggalkannya


"Semoga dia cuma masuk angin biasa saja "


Arjuna langsung membuka pintu sambil membaca hasil labor tersebut


"Selamat kepada Nyonya Siska atas kehamilan nya karena Janin yang anda di dalam perut anda masih sangat muda berusia empat belas hari , istirahat yang cukup dan jangan terlalu lelah " itu adalah catatan yang di tuliskan oleh Dokter


Arjuna langsung tersenyum bahagia ia benar-benar tak menyangka jika ia mendapatkan anugerah seindah itu


"Ya Tuhan Siska ..."


mencari Siska di kamar tapi tak menemukan nya


Arjuna pun langsung menelpon nya


dan mendapatkan suara ponselnya berdering dari dalam kamar mereka


"Hah ponselnya ada "


Lalu ia melihat tetesan darah berceceran di lantai , Arjuna langsung panik dan keluar rumah secara bersamaan ibu Arya keluar dan Segera menceritakan apa yang terjadi , Arjuna yang panik pun langsung tancap gas dan meninggalkan rumah dalam keadaan pintu yang terbuka


"Ya Tuhan semoga saja Siska dan janin nya tidak apa-apa , pantas saja dia begitu sensitif sekali , ya ampun kenapa aku tidak menyadari nya "


Macet di jalan raya membuat ia semakin tidak sabar untuk sampai kerumah sakit, namun ia tetap patuh terhadap aturan yang ada


Mulutnya terus berkomat-kamit berdoa tiada henti mendoakan Siska dan janin yang dikandungnya


"Aku serahkan semuanya pada engkau ya Tuhanku,jika memang takdir nya semua nya akan baik-baik saja ,tapi aku mohon tidak terjadi apapun "


Ibu Arya tak menyebutkan rumah sakit tempat Siska di bawa, namun insting nya kembali berfungsi dalam keadaan urgent pastilah Arya akan mencari rumah sakit terdekat


"Aku rasa Siska di sini "


Segera turun dari mobil dan masuk kedalam ruy sakit


"Maaf saya mencari pasien yang bernama Siska apa ada ?"

__ADS_1


"Oh Nona Siska ,ia di ruangan anggrek bersama suami nya "


__ADS_2