
"Ya tidur saja diluar sana, lebih aman daripada harus membuat aku cemas saat memejamkan mata"
Arika langsung tidur dengan tenang malam ini .
Bian yang galau karena sang pedang tak kunjung menemukan sarungnya langsung duduk manis menghadap kepantai dan menelpon Raja yang juga dalam kondisi galau tingkat Dewa
"Lebih baik aku tanyakan saja padanya apa Yang akan membuat ia takut, sepertinya ia menjadi manusia yang sangat super berani sekali"
Bian langsung menelpon Raja .
"Ya ampun kenapa harus aku yang mengalami hal ini, aku tak tahu jika laki-laki yang aku temui itu dan pembawa sial untukku itu adalah Papanya Alea dan juga suaminya Tante Siska, aku tak mengerti sekali, kenapa harus aku yang mengalami takdir buruk seperti ini?
bayangkan saja bagaimana sulitnya hidupku setelah ini, baru saja aku ingin berubah dan tak akan lagi main-main soal perasaan malah mendapatkan ujian sebesar ini"
Raja guling-guling di lantai
Kring ..
kring...
__ADS_1
Handphone berbunyi, ia berharap itu adalah Alea tapi tak mungkin karena Alea tak akan berani untuk menghubunginya lagi karena Arya suka mendadak memeriksa handpone milik putrinya itu
"Siapa lagi yang menelpon"
mengusap air matanya, yah benar Raja menangis sedih. ini adalah hal yang sangat langka sekali seorang laki-laki yang menangis
karena rasa cintanya yang tulus pada seorang wanita.
Raja langsung berdiri, dan melihat ada nomor baru, tiba-tiba ia langsung tersenyum dan bersemangat sekali
"Jangan-jangan ini Alea yang sengaja menggunakan nomor baru"
"Halo Alea", berharap jika itu adalah putri Arya
"Halo Raja, ini aku Bian anaknya Tante Ana, suaminya Arika"
"Hah, kau rupanya, sepupu" ucap Raja kecewa
"Lah kenapa kau jadi lemah begini sih, aku ni meminta pendapatmu tolonglah aku dulu Raja"
__ADS_1
Raja langsung menghempaskan tubuhnya diatas kasur "Astaga, kenapa bisa-bisanya kau menelponku meminta pendapat di saat seperti ini" Raja menghembuskan nafasnya
"Bukan itu masalahnya, aku hanya ingin memberikan mu take and give jadi kau bantu aku setelah aku pulang nanti aku dan Arika akan membantumu untuk menggapai hati om Arya, apa kau setuju?"
Raja terdiam, tapi apa yang di tawarkan oleh Bian itu pasti sangat membantu karena ia adalah menantu Arya
"Ayo lah Raja jangan terlalu banyak berpikir aku akan membantumu sepenuh hatiku, ayolah"
Raja langsung berucap tagas "Baiklah, apa yang bisa aku bantu sekarang?"
"Nah gitu kan enak, aku ini kan anak pertama jadi Papa dan Mama menuntut aku untuk segera memberikan cucu tapi Arika sepupumu ini sangat sulit sekali di taklukkan, ia bahkan sudah beberapa kali membanting tubuhku saat aku ingin mendekatinya, meski aku juga jago Bela diri tapi aku menjadi lemah saat bersamanya "
Raja langsung tertawa "Haduh Bian, dia itu kan istrimu sekarang masa iya kau tidak mengerti apa yang harus kau lakukan"
"Bukan itu Raja,aku bisa saja memaksanya tapi aku tak mau, aku ingin ia juga tak terpaksa aku ingin dia membutuhkan aku jadi aku gampang merayunya, dia benar-benar tak takut apapun"
Raja langsung mengangguk mengerti "Hmm baiklah ternyata kau memang sungguh baik sekali ya, baiklah aku mengerti, Arika itu takut gelap, kau suruh saja pihak hotel mematikan lampu, nanti saat kau dikamar, jangan lupa ia akan langsung menerkammu"
Bian tersenyum lebar "ide bagus...."
__ADS_1