Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Malam pertama


__ADS_3

"Mesra sekali mereka ,tapi tak apa lah sekarang bukankah aku juga sudah melepaskan masa lajang ku,dengan nya "


menatap dengan tatapan ingin menerkam Alena


bukan terkaman nafsu tapi Benar-benar terkaman seekor singa yang siap memangsa makanan nya


Lampu sen berbelok memasuki teras rumah Arya , Arjuna dan Siska pun berdiri dan langsung menyapa


bukan Siska yang menyapa tentu saja Arjuna


"Sore ibu ,wah baru kelihatan tetangga kita ini kemana saja "


Ibu Arya yang ramah pun langsung turun dari mobil mengajak Alena juga seperti seseorang yang baik-baik saja padahal ia hampir saja melepas kan roh dari badannya hadeh...


...*Aduh ibu kau ini tak usah terlalu akrab dengan mereka ,apakah ibu tau aku ini sedang terluka...


di tambah lagi aku harus menikah dengan cara buruk sekali, di hajar dan di tuduh telah melecehkan nya*


Wajah Siska berubah saat melihat Siska yang turun dari mobil mereka


namun ia tau jika Alena barusan kehilangan ayahnya tapi ia masih tetap terlihat ceria


"Hai Siska "


"Halo juga Alena , apa kabar mu ?"


Alena langsung memeluk ibu Arya


"Aku sungguh baik sekali ,semenjak menjadi istri kak Arya dan menantu ibu kebahagiaan ku semakin lengkap "


Plak..


Siska menjatuhkan gunting rumput di tangannya


Arjuna langsung merangkul nya


"Jika kau beruntung menjadi istri Arya maka aku juga sama seperti mu Nona aku sungguh beruntung memiliki istri yang cantik dan mulus seperti dia "


Siska sebenarnya ingin marah tapi membiarkan nya saja setidaknya rangkulan tangan Arjuna mampu menenangkan nya untuk saat ini


rangkulan yang menahan tubuhnya agar tak goyah ia sempat berpikir jika ia sedang bermimpi namun kenyataannya memang benar saat ibu Arya langsung mengucapkan kata-kata yang menusuk jantung nya


"Iya nak ,kalian akan menjadi tetangga ya.. dia sudah menikah dengan Arya ibu juga berniat untuk mengundang para tetangga dan juga teman-teman Arya untuk melaksanakan syukuran kecil-kecilan , semoga kalian bisa menjadi tetangga yang baik ya nantinya "


"Ibu ayo masuk "


ucap Arya dengan ketus


Alena langsung menggandeng tangan Arya


"Iya suami ku sayang "


Dari raut wajah Arya sudah kelihatan jelas jika ia sedang tersiksa batin


Lepaskan tanganmu atau aku akan melepaskan tanganmu itu dari tubuhmu


Arya tampak berjalan seperti robot begitu kaku sekali saat Alena memegang lengannya


"Ayo kita masuk "


Arjuna menggendong Siska

__ADS_1


"Awwwww"


Badan Siska nampak benar-benar lemas sekali saat di gendong oleh Arjuna


ibu Arya yang melihat langsung tersipu


"Mesra sekali ya pasangan pengantin di sebelah rumah kita ini , hmm ibu jadi teringat waktu masih muda dulu , waktu kau belum lahir Arya "


Langsung menghempaskan tangan Alena dengan keras untung saja ibunya tak melihat nya


"Ibu sabar ya ..tapi pasti sekarang papa sudah bahagia di sana "


"Kau yakin dari mana jika papa mu bahagia ?"


"Soalnya aku tak melihat hantu papa saat ia meninggal "


"Dasar anak kurang ajar!"


Ibunya langsung memukuli nya


Arya langsung tertawa


Lalu pandangan nya tertuju pada Alena yang sedang memegang kantong kresek berisi pakaian nya itu


"Hai istri ku "


Arya berdiri di depan pintu kamarnya dengan senyuman khasnya


"Alena lihat lah ,Suamimu sedang memanggil mu saat ini,ayo cepat kesana dan berikan ibu cucu yang lucu ya "


Langkah Alena tampak sangat berat sekali ia sama sekali tak bisa bergerak hingga akhirnya Arya menarik nya


"Dagh ibu "


Pintu tertutup , Arya langsung membuka bajunya dan kelihatan tubuh nya yang ideal dan putih lengkap dengan bulu ketiak nya yang lebat


"Kak..sabar dulu aku mohon kita jangan terburu-buru dulu ,aku masih belum pulih pasca operasi aku butuh tenaga yang banyak untuk melayani mu "


Bibir Alena pucat ,Arya langsung mendekat dan memegang wajah Alena


"Kau sungguh licik dan cantik ,tapi sayang sekali aku tak berniat untuk tidur dengan mu ,kau lihat aku sama sekali tak berhasrat dengan mu , coba kau lihat bentuk wajah dan gaya rambut mu yang urakan dan bau ,bahkan bulu ketiak ku lebih wangi dari pada rambut mu !"


Gedebuk....


Terdengar bunyi Arya memukul pintu lemari


Ibunya yang mendengar nampak tersenyum-senyum


"Ya ampun mereka ganas sekali ,aku jadi ingat masa muda ku dulu , Arya benar-benar persis seperti papanya "


Padahal yang terjadi di dalam adalah Arya memukul pintu lemari hingga bolong


sampai Alena berteriak


"Awwwwwwwww!"


Mendengar suara teriakan Alena ibunya langsung mendekati pintu


Tok..


tok..

__ADS_1


"Nak.. nak.. apa kalian baik-baik saja !"


"Jangan khawatir ibu kami baik-baik saja "


"Lalu bagaimana dengan Alena ?"


"Tenang ibu Alena sedang sibuk aku harap ibu Segera istirahat saja "


Padahal Arya sedang menaruh wajah Alena di bawah ketiak nya


"Kak Arya aku tak bisa bernafas !"


"Sekarang cepat katakan apa hubungannya kau dengan Dimas ? apa kau seorang perempuan bayaran ?!"


Alena langsung pucat tapi ia tetap saja tak mau mengakui nya


"Dimas mana kak ,aku tak tau !"


"Dimas mana kau bilang , kau pura-pura tidak tau "


"Kak Tolonglah lepaskan aku, ketiakmu pahit sekali !"


"Tapi tak sepahit kehidupan ku karena kehadiran mu paham !"


Arya melepaskan Alena ,ia langsung berkacak pinggang dengan wajah yang ngos-ngosan


Alena pun langsung memegang kakinya


"Kak aku berjanji akan menjadi istri yang baik untuk mu , aku akan melakukan apapun untuk mu dan ibu ,meski kau tak pernah mencintaiku ,atau jika kau mulai bosan padajku kau boleh mencampakkan aku !"


"Tidak semudah itu !, aku tak akan pernah melepaskan mu , sampai kau sendiri menyesal pernah di lahirkan di dunia ini "


menarik rambut Alena


"Sekarang keluar dan cepat sediakan makanan"


"Baik kak "


Arya lupa jika Alena baru saja melakukan operasi besar , dengan rambut acak-acakan Alena membuka pintu kamar ,tapi sepertinya ia tak setangguh mentalnya


Brak..


tubuhnya jatuh dan ambruk di lantai


"Alena!"


Ibu Arya yang melihat langsung Berteriak dia kaget saat mendapati menantu nya yang tergeletak dengan rambut acak-acakan dan baju yang sobek


Arya langsung sadar jika ia benar-benar kehabisan rasa sabar sehingga bertindak sebrutal itu


tapi untungnya ibunya berpikiran jika Arya yang terlalu ganas


"Arya ,kau ini kasar sekali jangan seperti itu nak ..aduh lihat lah dia ini masih perawan harus sabar ,dan tenang jangan tergesa-gesa ,ayo cepat bawa dia kedalam dulu "


Kamar Arya tampak acak-acakan baju berserakan , untung nya ibunya tak melihat lemari kayu yang bolong karena hantaman tenaga dalam Arya


"Cepat ambil minyak angin kasihan istrimu "


"Ini Bu "


"Sayang bangun lah..sayang...."

__ADS_1


Ibunya benar -benar khawatir sekali


__ADS_2