
Malam itu mereka duduk berdua ntah apa yang ada di pikirkan Siska dan Arjuna tapi Siska masih merasa sangat kesal sekali karena di sepanjang mereka makan Arjuna selalu saja membicarakan Silvi dengan segala kelebihan nya
"Ya jadi kenapa kau tidak menikah saja dengan Silvi "
Siska merasa sangat kesal sekali
"Benarkah jadi kau setuju aku menikah lagi ?"
Arjuna nampak sangat senang sekali
Siska langsung menarik nafas
"Menurut mu apa dari wajah ku ini terlihat setuju ?"
"Tentu saja , bukankah kau tidak menyukai ku "
Siska langsung meninggalkan meja makan
"Aku rasa kau tak perlu jawaban dari ku, aku merasa selera makan ku mendadak hilang"
Arjuna langsung saja tersenyum
"Tak selera makan tapi habis juga satu kepiting berukuran besar "
Arjuna menahan tawanya
Siska langsung masuk kedalam kamar nya
"Argghhhhhhhh menyebalkan bisa-bisanya ia bertanya pertanyaan seperti itu sudah tentu ia tau jawabannya apa , mana mungkin seorang perempuan bisa menyukai hal itu kecuali dia yang kuat iman "
Arjuna menghabiskan makanannya ia juga tak mau terlalu percaya diri sekali. jika Siska sudah mulai menunjukkan tanda-tanda jika ia sedang cemburu ,tapi sebagai seorang laki-laki dan juga seorang suami ,sudah sewajarnya Arjuna mengharapkan hal seperti itu
"Semoga saja rencana ini berhasil , mungkin ini memang jahat cuma tak ada salahnya mencoba untuk tetap melakukan hal yang baik untuk rumah tangga ini "
Siska keluar dari dalam kamar nya untuk mandi karena terlalu kesal ia sampai lupa membawa handuk
"Lebih baik mengguyur tubuh ku dengan air saja Agar otakku tenang aku harus membuktikan jika aku juga bisa seperti Silvi lihat saja Arjuna apa lah perkara Silvi masalah kecil yang bisa sangat mudah aku kalahkan "
Arjuna masih duduk di meja makan ,ia memang makan dengan lambat dan tidak tergesa-gesa seperti Siska
"Apa dia mandi tidak membawa handuk ,atau hanya buang air saja "
Arjuna sangatlah hapal dengan semua gerak-gerik Siska dan apa saja yang dilakukan istrinya itu , ia memantau semua nya lewat laptop di dalam kamarnya ,
__ADS_1
Siska tau batasan ia tak pernah berdekatan dengan laki-laki lain ,bahkan jika ia mau ia bisa saja mengajak Arya untuk bepergian berdua namun tidak ia lakukan sama sekali
"Dia itu sungguh menarik hati apapun yang ada pada dirinya aku suka , pantas saja playboy saja bisa bertekuk lutut padanya , istimewa "
"Uh segar sekali , ternyata mandi bisa menyegarkan otak pantas saja banyak yang suka mandi "
Selesai berendam Siska meraba-raba mencari handuk nya
"Mana handukku , Astaga aku tak membawa handuk ,lalu bagaimana aku keluar"
Ia melihat kebawah pakaian yang tadi ia kenakan sudah berada di lantai dan basah terkena air
Tok...
tok..
Arjuna tau jika Siska sudah lama didalam kamar mandi ,Siska hanya membutuhkan waktu lima menit saja untuk mandi dan ini sudah lebih dari sepuluh menit
"Iya.. sebentar aku .."
Tok..
tok..
"Ah dia ini tidak sabar sekali sih ,ingin sekali aku menghajar wajah nya ,jika saja aku tak berhutang Budi padanya maka sudah di pastikan aku akan memberikan ia pukulan ninja ku "
"Tunggu sebentar kenapa ,sabar "
"cepat lah buka apa yang harus kau takutkan dari ku , bukankah kita sudah sama-sama saling mengenal luar dalam "
Arjuna menahan tawanya ,dan sudah di pastikan Arjuna tau apa yang akan di lakukan oleh Siska di dalam tempat itu
"Jika kau hendak memukuli pintu ,aku yakinkan itu hanya sia-sia saja karena semua benda yang ada di sekeliling mu itu sama sekali tak salah ,ayo cepat keluar jika tidak aku akan mendobrak nya "
"Sialan bagaimana mungkin ia tau "
Arjuna berdiri di depan pintu, lalu sekitar lima menit Arjuna tak bersuara lagi
Siska menempelkan telinganya di daun pintu
"Sepertinya sudah aman , baik lah aku akan melihat nya , lagi pula ia juga tak akan betah berlama-lama di depan pintu , kerjaan nya kan banyak bukan hanya mengurusi aku saja apa lagi jam segini jadwal ia menelpon Silvi
Arjuna sengaja mematikan lampu agar Siska terjebak dan berjalan keluar dari kamar mandi
__ADS_1
Cletak...
Bunyi kunci pintu terbuka ,Siska langsung mengeluakan kepalanya
"Gelap ? apa mati lampu , ah kebetulan ini merupakan rezeki aku bisa keluar tanpa khawatir "
Siska langsung keluar dari kamar mandi lalu pertengahan jalan Arjuna dengan isengnya menghidupkan lampu
"Awwwwwwwwwww"
Siska langsung tiarap ke lantai
"Astaga cepat matikan lampunya "
Arjuna tersenyum-senyum geli
dan melemparkan handuk
"Lain kali jangan lupa bawa handuk lagi pula tak usah sok malu juga mbak Siska bukankah kita sudah sering saling terbuka "
Arjuna memegang celananya lalu berjalan masuk kedalam kamar
Siska langsung bergegas berdiri dan masuk kedalam kamar nya
"Huh... aku tak menyangka jika iman ku cukup kuat selama ini , untunglah benteng keimanan ku ini lumayan jika tidak rezeki halal Milkku itu sudah aku santap dengan liar "
Arjuna langsung berbaring telungkup
Siska langsung menutup pintu nya lalu menguncinya
"Gila.. sudah tak aman lagi di rumah ini aku tak bisa bebas bergerak , Harga diri ku tercabik-cabik ia sudah tak memberikan aku ruang lagi "
.Jika saja Siska tau hal yang barusan terjadi telah membuat ia panen pahala dari suaminya , membuat suami merasa tertarik dan birahi nya memuncak sudah mendatangkan pahala untuk istri nya ,apa lagi jika ia melakukan kewajibannya
Sejenak Siska tak teringat dengan Arya lagi ia sekarang lebih fokus pada Arjuna dan Silvi
maksud Dimas kenapa mereka bertetangga adalah agar Arya dan Siska bisa melawan rasa yang ada dan juga menerima kenyataan jika memang mereka tak akan bisa bersama
terkadang ada banyak hal di dunia ini yang tak cukup di jelaskan oleh hati , lagi pula pernikahan adalah sakral ,belajar untuk Siska dan Arya menghadapi kenyataan yang terjadi ,tapi jika mereka lulus ujian ini merekapun akan bahagia ,balik lagi jodoh akan selalu menemukan takdir nya , tapi jika tak jodoh mau di paksakan bagaimana pun ia akan. terpisah juga , manusia hanya bisa berusaha namun hasil akhir adalah tuhan yang menentukan nya
"Sial...sial... bahkan ia sudah berapa kali melihat semua lekuk tubuh ku , aku merasa sudah tak suci lagi Tuhan , apa dia juga merasa kan hal yang sama ,ini sama sekali tidak lucu!"
Selesai mengganti kan pakaiannya , mereka berdua malam ini saling berpikir satu sama meski berada di kamar masing-masing
__ADS_1
Arjuna terlanjur bahagia beberapa hari ini karena bisa merasakan berduaan dengan Siska , sedangkan Siska masih tak menentu perasaan nya