
Sama halnya setiap kehidupan , melihat orang-orang yang kita anggap sempurna dan bahagia dengan wajah dan tampilan hidup yang benar-benar membuat orang iri namun ternyata ,balik lagi kedalam hati , sedangkan mereka yang memiliki ekonomi biasa-biasa saja dengan segala macam kebutuhan hidup yang kekurangan terlihat begitu bahagia , balik lagi kuncinya masalah hati , kenapa ?
ada satu daging didalam tubuh yang menentukan banyak hal , yaitu Qolbu ,Hati. jika seonggok daging itu baik maka baik juga lah semuanya
Arya yang selesai berbelanja pun langsung masuk kedalam mobilnya , didalam mobil ia berusaha untuk menghilangkan bayangan Siska dari dalam otaknya ,
berkali -kali ia mencoba menenangkan dirinya dari bayangan perut Siska yang semakin membesar
"Nanti perut Alena juga akan membesar seperti itu "Arya Tersenyum membayangkan ia akan menimang seorang bayi yang sangat lucu sekali
Mobil pickup pembawa perlengkapan bayi sudah berjalan lebih dulu didepan mobil Arya sesuai dengan alamat yang ia berikan
wajahnya nampak berbinar-binar menantikan seorang bayi yang akan segera hadir dirumahnya
"Kamar yang dijadikan gudang itu akan aku bersihkan dan akan aku sulap menjadi kamar bayi yang sangat cantik sekali lihat saja nanti "
Jam menunjukkan pukul setengah enam , kebetulan setiap sore ibunya dan Alena akan berdiri diluar untuk menyirami bunga-bunga
"Bu bunga ini sudah tumbuh lihatlah cantik sekali "
"Iya benar nak warnanya.juga cantik persis secantik hati menantu ibu ini "
Memegang wajah Alena
"Ibu terimakasih karena selalu memujiku padahal ibu jauh lebih cantik dan lebih baik segalanya dari aku "
Mereka berdua pun langsung berpelukan kembali ,ya begitulah Alena dan ibunya selalu berpelukan dan tertawa berdua sejak pertama kali bertemu , mereka benar-benar cocok sekali
Tit..
tit.
Sebuah mobil pickup berhenti didepan rumahnya
"Bu mobil itu jualan apa Bu ? tumben bisa masuk kedalam komplek kita ?"
Alena menoleh kearah abang-abang sopir yang memainkan matanya pada Alena
"Ee busyett kenapa Abang itu matanya terus -menerus menatap kearah ku ya ?"
Abang sopir pun turun dan langsung menanyakan alamat "Apa benar ini Blok D nomor 7"
Ia bertanya sambil mengedipkan matanya pada ibu Arya
Sontak saja ibu Arya sampai meloncat karena Syok
"Astaga ,kenapa dia ?!"
Rupanya mata Abang Tersebut sarafnya memang sudah tidak bagus jadi jika ia berbicara matanya dalam beberapa menit akan selalu berkedip terus-menerus
namun ibu nya dan Alena tak menyadarinya mereka menyimpan diam-diam perasaan aneh itu
"Iya benar ini alamatnya.ada apa ya pak anda mau menjual barang-barang ya ?"
Dari belakang mobil pick up Tersebut tak lama muncul mobil Arya ia tampak membuka kaca jendelanya dan langsung Tersenyum kearah Alena dan ibunya
"Nah itu dia orang yang membeli semua ini "
"Apa ?!"
Alena dan ibunya kaget mendengar ucapan sopir tersebut
"Sebanyak ini untuk apa ?"
Arya turun dari mobilnya
"Sudah Pak ayo cepat turunkan semua barang-barang yang ada diatas sini "
"Baik Tuan"
sopir dan kernetnya pun mulai menurunkan barang-barang tersebut kebawah
Ibunya kaget saat melihat semua barang-barang yang banyak itu adalah perlengkapan bayi yang dibelikan oleh Arya
"Arya apa-apaan ini ?"
__ADS_1
"Ini perlengkapan bayi dan ibunya Bu , itu lihatkan semuanya sudah lengkap nanti gudang di belakang akan Arya bersihkan untuk dijadikan kamar bayi ini "
Ibunya langsung menggelengkan kepalanya
"Arya ya ampun Nak tidak baik kata orang Jawa ini pamali nak ,ya ampun jangan membeli perlengkapan dulu Astaga "
"Emangnya kenapa Bu , ah ibu dikit-dikit pamali ,pamali sudah dong Bu ini jaman modern hentikan mitos-mitos tak jelas itu sekarang ibu anggap saja ini sebuah Doa dengan seperti ini tandanya adalah mendoakan agar cucu ibu cepat keluar dalam keadaan baik-baik saja "
Ibunya tak bisa berbicara apapun lagi dan pasrah saja saat Arya berbicara seperti itu
"Baiklah Mas saya permisi dulu"
"Oke terimakasih Mas atas waktunya "
memberikan uang pada sopir Tersebut saat sopir itu berpamitan ia kembali mengedipkan matanya,kali ini Arya ,Alena dan Ibunya serentak meloncat kaget
"Awwwwwwwwwww astaga"
Mereka berdua saling berpandangan
"Ya ampun ibu apa dia ?"
"Hah ibu pikir ia hanya mengedipkan matanya kepada ibu saja rupanya memang matanya begitu "
Arya langsung tertawa "Hmm apa ibu menduga jika masih ada juga yang tertarik pada ibu ya kan ..."
Puk...
Ibunya memukul Arya
"Keterlaluan sekali ya, hadeh.. cepat bawa semua barang-barang ini masuk "
"Ibu tapi Ini terlalu banyak mau ditaruh dimana?"
Tanya Alena pada ibu mertuanya
"Jangan khawatir itu urusan suamimu kau jangan ikut memikirkannya nak cukup duduk manis saja melihat ia mengerjakannya nanti setelah beres baru bertanya siapa yang membeli maka ia bertanggung jawab atas semua yang ia beli "
"Tapi ibu kasian kak Arya "
"Sudahlah jangan khawatir biar aku saja , kau duduk didalam jangan kelelahan dan ini aku juga membelikanmu Bra khusus untuk ibu menyusui pakailah "
"Ya Tuhan Arya kau ini memalukan sekali ya ,apa kau tau jika sekarang kau menyuruh Alena mengenakan Bra itu , lihatlah apa ukurannya sama ? "
Arya langsung mengambilnya dan mengukur didadanya "Aku rasa cukup ibu "
"Cukup apa bukan dadamu tapi dada Alena itu ukurannya besar sekali "
Arya langsung memandangi dada Alena
"Lumayan besar "
Alena langsung menutup dadanya karena malu
"Ibu...."
Wajah Alena memerah
Ibunya langsung melotot dan menjewer Arya
"Keterlaluan sekali kau ini Arya , cepat bereskan semuanya ini sudah seperti toko saja rumah ini "
Dengan cepat Arya melihat jam "Sebentar lagi sholat magrib berarti ada waktu setengah jam untuk membereskan semuanya "
Dengan cepat Arya bertindak dengan melepaskan pakaiannya ia seorang diri membereskan perlengkapan Tersebut
Alena yang melihat dari kejauhan pun langsung mengelus perutnya
"Nak kau harus kuat dirahim ibu ya , lihatlah ayahmu begitu bersemangat sekali menyambut kedatanganmu didunia ini Nak , ibu melihat ia benar-benar begitu tulus sekali Nak , apa kau tak melihat jika ia begitu senang menantimu, ibu yakin nanti kau akan menjadi manusia paling bahagia karena mendapatkan kasih sayang sempurna dari seorang ayah dan nenek yang akan melakukan segalanya untukmu , walaupun nanti ibu sudah tak ada di dunia ini , ibu akan sangat bahagia sekali jika kau dapat menjadi perisai kebahagiaan untuk semua nak "
Alena pun duduk dan berbaring kembali namun tiba-tiba terdengar bunyi suara ambulance yang lewat
"Suara ambulance ? besar sekali Magrib-magrib begini "
"Ada kecelakaan beruntun didepan , cepatlah lihat didepan "
__ADS_1
Mereka yang berada didalam rumah sama sekali tak berani untuk melihat kearah kecelakaan namun semuanya hanya bisa berdoa dari kejauhan saja
"Ada apa Bu?"
Sahut Arya sambil terlihat berkeringat
"Ada kecelakaan beruntun didepan , Suara ambulance Terdengar begitu besar sekali "
"Benarkah ?"
"Iya Nak , semoga saja tak ada keluarga atau kerabat yang kita kenal menjadi korbannya "
"Aaamiinn smoga baik-baik saja Bu , sudahlah Arya mau mandi dulu ,mau siap-siap untuk Sholat magrib "
Tapi ternyata kecelakaan beruntun itu melibatkan Arjuna dan Siska
karena ada lubang dijalan yang tak bisa dielakkan sebuah truk harus mengerem mendadak dan terjadilah tabrakan beruntun
"Sayang awas..."
Tangan Arjuna memeluk Siska saat mobil yang dikendarainya ikut menabrak mobil didepannya
darah segar langsung mengalir deras dari kepala Arjuna
"Mas Arjuna !!"
teriak Siska saat mendapati darah yang keluar mengenai wajahnya
"Jangan berteriak seperti itu sayang ,kau harus tersenyum bahagia karena takdir manis sedang menantimu istriku , kau adalah bidadari yang sangat aku cintai dan cinta yang selalu aku banggakan "
"Tolong...tolong... "
Teriak Siska ditengah himpitan mobil yang saling bertabrakan itu
Nampak diluar para korban tabrakan sudah banyak tak sadarkan diri , ambulance pun langsung membuka pintu mobilnya dan membawa ia keluar dari dalam mobilnya bersama Arjuna
"Mas.. bangunlah aku mohon bangun !"
"Tersenyumlah aku mohon aku hanya ingin melihatmu tersenyum ,jangan bodoh menangisi sesuatu yang tak bisa kita kendalikan , karena takdir itu hanya kehendak Tuhan "
"Mobilnya terkunci dari dalam dan tak bisa dibuka !"
ucap salah satu petugas saat mencoba membuka mobil Arjuna
"Tolong suami saya tolong, ia bisa kehabisan darah kalau begini terus !"
Siska menangis dan menjerit histeris saat melihat suara Arjuna mulai menghilang sementara itu tubuh Arjuna Masih berada didepannya untuk melindunginya
"Kenapa kau harus melakukan ini padaku Mas , seharusnya kau biarkan saja aku yang mati ,tak pantas aku mendapatkan perlakuan istimewa ini dari laki-laki baik sepertimu , aku tak bisa Mas ,kau terlalu baik untukku bahkan segalanya sudah kau lakukan untukku tapi kenapa masih saja mas mengorbankan segalanya untuk ku !
Dengan suara yang lirih dan juga terbata-bata
Arjuna masih berusaha untuk berbicara dengan suara yang berat
"Stop menyesali yang terjadi , aku adalah imammu pemimpinmu yang berkewajiban atas segala yang terjadi padamu didunia dan akherat aku mencintaimu karena Allah dan menyayangi karena takdir , berjmpa denganmu adalah anugerah dan menjadi suamimu adalah hadiah terindah dari Tuhan atas segala anugerah "
"Cepat buka pintunya dan tolong suamiku , cepat "
Suara Siska berteriak terdengar begitu besar sekali
"Sabar nyonya kami sedang berusaha untuk melepaskan pintu mobil ini ,jangan khawatir semuanya akan bisa teratasi ,anda tolong tenang "
"Cepat !!!? suamiku bisa kehilangan banyak darah nanti ! cepat Tolong !"
Dengan sangat hati-hati petugas pun akhirnya berhasil membukakan pintu mobil
tapi Arjuna masih sempat-sempatnya memikirkan Siska
"Tolong cepat selamatkan perempuan ini terlebih dahulu mas ia sedang hamil "
Mereka langsung mengevakuasi keduanya , Syukurlah Siska tak mengalami luka berat hanya mengalami cedera ringan saja di tangannya
Arjuna pun langsung diberikan bantuan dan membawanya masuk kedalam mobil dengan oksigen yang sudah terpasang dimulutnya
ia nampak melambaikan tangan pada Siska saat hendak masuk ambulance
__ADS_1
"Mas bertahanlah semuanya pasti akan baik-baik saja "
Tangis Siska kembali pecah