
Bian nampak sangat akrab sekali dengan perempuan yang sangat cantik itu, sepertinya ia seorang model.
Arika yang diam-diam memperhatikannya langsung menutup wajahnya dengan tas yang ia bawa itu
"Astaga dia ternyata sungguh seorang buaya ya, aku tak menyangka laki-laki seperti ini Tan akan dijodohkan Mama untukku "
Arika nampak kesal, bukan karena ia cemburu tapi karena Bian yang kelakuannya itu sungguh seperti malaikat Dimata keluarganya tapi di luar seperti seorang manusia tak beradab
" Baiklah aku akan mengambil poto mereka berdua, untuk berjaga-jaga saja, mana tau bisa digunakan saat dibutuhkan dalam waktu yang dekat ini"
Makanan datang dihadapan Arika, kebetulan ia hanya memesan nasi goreng saja tapi mendadak semua rasa laparnya menghilang saat Tas milik perempuan itu terjatuh dan Bian mengambilnya, tak sengaja juga terlihat tangan Bian menyentuhnya
"Sungguh selera makan ku langsung menghilang, aku sudah tak sabar ingin menunjukkan pada keluarganya bagaimana kelakuan anaknya ini"
Arika langsung berdiri setelah menaruh uang diatas meja
"Baiklah Mama, ini adalah senjata yang utama karena kalian akan menikahi aku dengan laki-laki yang sama sekali tak tau malu,ia memiliki kekasih lain di luar sana"
Arika tersenyum sekaligus kesal juga karena melihat Bian yang tepat dihadapannya itu
Tak lama Arika pergi, seorang laki-laki menghampiri Bian dan perempuan itu
"Sayang," mencium pipi perempuan itu, ia adalah seorang pilot
"Nah ini kenalkan Bian, sahabat baikku, sekaligus juga sepupuku"
Masih ingat sepupu Aditya yang juga mantan Arya dulu? yang berprofesi sebagai dokter kandungan? nah indah ini adalah anaknya, otomatis ia adalah sepupu Bian juga
"Wah jadi ini laki-laki yang beruntung itu?"
Bian menjabat tangannya " Haah kau bisa saja, aku yang beruntung mendapatkannya"
"Aku heran bagaimana mungkin kau bisa mau dengan perempuan jadi-jadian ini kawan..."..
__ADS_1
Calon suami indah langsung tertawa
"Dia sangat original, makanya aku sangat senang sekali dengannya"
"Wah, mantap itu "
"Bian aku akan ikut dengannya terbang dulu ya, ingat jangan lupa nanti acara pernikahanku kau harus datang dengan calon istrimu juga,. bye ..."
"Mari Bian" sapa lelaki yang akan menjadi calon suami indah itu dengan baik
Bian langsung melambaikan tangannya dengan tersenyum
"Baiklah aku akan segera kembali ke kampus saja"
Di luar rupanya Arika tak kunjung mendapatkan taksi juga, hingga ia tampak kesal
"Aduh mana sih taksinya"
untunglah ada tukang ojek pengkolan yang sedang lewat, dengan cepat ia langsung memanggilnya, walaupun seumur hidupnya baru kali ini Arika naik ojek
"Iya Neng"
"Bisa antarkan saya pulang ke alamat raya putih?"
"Oh iya Neng bisa, ayo neng pakai helmnya dulu"
Memberikan Arika helm dan ia langsung memakainya, ia tampak seperti seorang bule yang sangat cantik naik di atas motor tersebut
Sialnya Arika yang naik di atas motor, berpapasan langsung dengan mobilnya Bian yang sedang menunggu lampu berubah menjadi hijau
"Aneh sekali perempuan itu memakai helm, kenapa terbalik" Bian tertawa
"Tapi bentuknya seperti aku tak asing dengannya"
__ADS_1
Bian memperhatikan secara seksama
"Astaga, benar itu Arika?"
Bian langsung menyalip motor tersebut yang tepat berada dihadapannya
Sitr...
bunyi rem tukang ojek berbunyi
"Aduh pak, pelan-pelan!".Arika sampai hendak terjatuh dari motor tersebut
"Ini Neng ada mobil yang berhenti mendadak di depan kita!"
Menunjuk mobil yang berada didepannya
Arika langsung turun dari motor tersebut
"Hah, mobil itu? sepertinya aku pernah lihat, tapi dimana ya?"
Bian langsung keluar dari dalam mobilnya
dan langsung membayar ongkos ojek tersebut
"Nih pak, ambil saja kembaliannya"
"Hei, kau...."
Arika tampak syok sekali
"Sudah Pak, pergilah sana"
"Hei helm nya ini bagaimana?"
__ADS_1
"Tak apa ambil saja untuk Neng, ini sisanya banyak sekali, terimakasih ya ..."
Sekarang hanya ada Bian dan Arika saja