Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 201


__ADS_3

Siska pun berlanjut pulang kerumahnya , namun rupanya kejutan demi kejutan tak sampai disitu saja , saat ia pulang kerumah terlihat begitu ramai sekali dengan orang-orang dirumahnya


"Ada apa ramai-ramai sekali ?"


Siska langsung memarkirkan mobilnya perasaannya mulai cemas ia sudah memikirkan hal yang tidak-tidak


"Apa yang terjadi atau jangan-jangan Mami ?"


Jantung Siska memompa lebih cepat dan bunyi detak jantungnya berdegup sangat kencang sekali


"Ya Tuhan semoga pikiranku salah "


Siska langsung memarkirkan mobilnya


Flash back


beberapa jam sebelum keberangkatan


Arya yang langsung pulang kerumah nampak sangat bahagia sekali apa lagi ia tau ia mendapatkan dukungan dari Alea dan ibunya juga


Didalam mobil ia kembali merapikan rambutnya


"Benar aku masih kelihatan sangat tampan sekali ,apa lagi jika rambutku aku rapikan dengan begini pesonaku benar-benar masih kelihatan sekali , pantas saja Siska langsung meng-iyakan saat aku akan mengajaknya untuk menikah,ya aku memang sangat mempesona sekali bukan "


Tak lama ia sampai didepan rumahnya namun ia tak kunjung keluar , ya itu tadi ia sedang asyik -asyiknya memandang wajahnya di kaca"


Alea yang sedang berdiri diruang tamu langsung memanggil neneknya


"Nek ,ayo cepat kemari "


"Ada apa ? "


"Cepatlah dulu Nek "


"Ada apa sih "


Ibunda Arya langsung buru-buru mendekati Alea


"Nek lihatlah itu bukannya mobil Papa?"


"Iya memang mobil Papamu , lalu kenapa ?"


"Tapi kenapa papa nggak keluar -keluar ya Nek?"


Saling berpandangan "Nenek juga tidak tau atau jangan-jangan papamu ..."


neneknya kembali berpikiran negatif


"Haduh Nenek sembarangan "


Mereka masih berdebat namun tiba-tiba pintu mobil terbuka


"Alea papamu turun dari mobil ,ayo cepat "


Dengan cepat mereka langsung kembali pada posisi masing-masing , karena sangking paniknya ketahuan ibu Arya langsung masak air didalam wajan , sambil diaduk-aduk tanpa menyalakan kompornya


"Cepat Nek"


Sedangkan Alea langsung mengambil koran dan membukanya seolah-olah ia sedang membaca koran namun ia tak menyadari jika posisi koran tersebut terbalik


ibunya langsung berlari kedapur seolah sedang memasak padahal mereka sudah selesai memasak makanan


Terdengar langkah kaki berbunyi didepan pintu rumah mereka dan tak lama Arya langsung mengucapkan salam dengan sangat panjang sekali


"Assalammualaikum warohmatulhhi wabarakattu"


"Paapaa"


ucap Alea dengan tersenyum


Arya pun langsung memeluk Alea yang sedang duduk tersebut


"Putri kesayangan papa "


"Papa kesayangan Alea "


mereka berdua saling berpelukan satu sama lainnya


"Nenek mana ?"


"Oh ibu lagi mengaduk ini Nak"


"Mengaduk apa Bu ?"


"Mengaduk air "


ucapanya perlahan


"Oh iya .. iya"


ucap Arya ,namun ia kembali bertanya


"Mengaduk air"


Alea langsung memanggil Neneknya


dengan sebuah kode


"Nenek cepatlah kemari"


Ibunya pun langsung datang dan duduk disampingnya Arya lalu ia mengelus punggung Arya "Selamat anakku semoga semuanya berjalan dengan lancar akhirnya kau menemukan kembali belahan jiwamu ya ,ibu merasa sangat bahagia sekali "


Mendengar ucapan ibunya secara langsung membuat Arya dengan spontan memeluk ibunya apa lagi ia sudah lama sekali memendam perasaan ini


"Terimakasih ibu ,ini semua berkat doa ibu juga"


perasaan bahagia Arya memang tak bisa ditutupi lagi


"Doa Alea tidak ya Pa"


canda Alea


"Putri kesayangan Papa, kau adalah nafas hidup papa,tak akan mungkin papa bisa bahagia jika kau tak bahagia Nak "


mengelus rambut Alea yang panjang hitam tersebut ia menyadari jika Alea telah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik dan menarik


Alea sangat mengerti sekali bagaimana menjadi papanya ,meski ia tak pernah merasakan cinta seekstrem kisah papanya namun dari sikap papanya saja sudah bisa mencerminkan bagaimana bahagianya ia saat mendapatkan apa yang selama ini ia impikan


"Pa sekarang ayo cepat papa ,mandi karena kita akan langsung kerumahnya Tante Siska sama nenek juga biar papa sama Tante Siska jelas hubungannya , karena sudah tua juga malu kalau kalian ketemuan diluar seperti orang pacaran saja kan?"


Arya langsung kaget karena Alea mengatakan pertemuan diluar


Apa yang dikatakan oleh Alea barusan kenapa ia mengatakan hal yang tak biasa ,apa dia melihat aku dan Siska bertemu diluar berduaan saja ,atau bagaimana ya ?


atau ia diam-diam melihat aku bersama Siska tadi ya


Menyadari ia keceplosan mengatakan mengikuti Papanya diam-diam ia langsung menutup mulutnya


"Astaga apa ucapanku barusan membuat papa berpikir aku kemana tadi ya ?, aduh semoga saja papa tidak terlalu memikirkan hal sepele itu karena terlalu bahagia ,ya semoga saja "


Arya langsung bingung dan berbicara tidak enak dengan Alea


"Maksudnya bagaimana ?"


Alea terdiam


Astagaaaaa aku keceplosan ,bisa gawat kalau ketahuan papa tadi aku mengikuti dia diam-diam


meskipun kecemasan Arya beralasan tapi ia tetap saja penasaran ucapan apa lagi yang akan dilanjutkan oleh Alea padanya


"Baiklah aku harus memakai cara lain "


Alea langsung berdiri dan berpindah tempat kesamping neneknya lalu ia memeluk neneknya dengan sangat erat sekali


"Maksudnya ya begini Papa , papa ganti bajulu karena setelah itu kita akan berangkat kerumahnya Tante Siska untuk melamarnya saat ini juga , karena lebih cepat lebih baik ya kan Pa, jangan lama-lama ingatlah setan itu sangat membenci pernikahan , jadi jika papa lama-lama pasti setan akan mencari cara untuk menggagalkan niat baik Papa "


Arya terdiam


"Benar juga apa yang dikatakan Alea bagaimana jadinya kalau tiba-tiba Siska berubah pikiran dan kembali lagi pada Arjuna,atau ada laki-laki lain yang juga mengejarnya , oh tidak ,tidak bisa ,aku tak mau jika sampai terjadi sesuatu pada hubungan ku ini ,ya harus segera dihalalkan saat ini juga , tak ada cara lain , halalkan segera itu yang paling penting "


Arya langsung memeluk putrinya dengan erat


Seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan membuat Arya langsung kaget


"Alea apa kau serius Nak ? kenapa kau sangat ingin melihat papa menikah Nak? apakah kau benar-benar merindukan sosok seorang ibu ?


Alea langsung terdiam dan menarik nafasnya dalam-dalam "Papa, sebenarnya bukan hal itu yang membuat Alea untuk semangat untuk ini , karena kasih sayang papa dan nenek saja sudah sangat cukup dan berlebih sekali , Alea melakukan semuanya ini sebagai bentuk rasa kasih sayang dan cinta yang besar sekali untuk Papa, papa adalah lelaki terbaik, juga ibu yang terbaik, Alea rasa sudah saatnya papa juga merasakan kebahagiaan , papa juga butuh cjnta dan pendamping hidup "


mata Alea tampak berkaca-kaca saat berbicara


Seketika suasana menjadi hening dan penuh haru ,Arya tau jika putrinya sangatlah baik hatinya lalu dengan cepat ia langsung berdiri


"Baiklah Papa apa papa masih mau membuang-buang waktu berapa banyak lagi ha , dengan hanya duduk tanpa melakukan apapun lagi "

__ADS_1


Arya langsung berdiri


"Huh... baiklah kalau begitu paapaaa akan langsung bersiap-siap untuk mandi ,kau lihat ya papa akan menjadi seorang ayah yang tampan sekali hari ini "


"Begitu dong Papa, kalau papa berubah menjadi tampan dan bahagia kan Alea juga yang senang , bukan hanya Alea sih Tante Siska juga akan selalu terpana melihat keadaan papa dengan gaya dan style tua tapi tampan"


ejek Alea


Arya yang mendengar ucapan tersebut langsung saja bergegas untuk mandi tanpa banyak bicara lagi karena apa yang dikatakan Alea itu memang benar jangan membuang-buang waktu lagi


Baiklah Alea seperti permintaanmu ,papa akan


segera mandi dan kita akan pergi ketempat itu


melihat tingkah papanya Alea dan neneknya langsung geleng-geleng kepala


"Nek orang tua jatuh cinta seperti itu lah tingkahnya"


"Papamu itu masih muda Alea kalau Tua itu seperti nenek ini "


neneknya tertawa geli


"Ya..ya..tua ..tua , setengah muda "


Alea tertawa


Terdengar suara air yang diguyurkan ditubuh Arya


"Nek coba kita tebak kira-kira butuh waktu berapa menit untuk papa keluar dari dalam kamar mandi tersebut ?"


Belum sempat neneknya menjawab Arya langsung membuka pintu kamar mandinya


"Tidak sampai hitungan menit Sepertinya Alea"


Alea pun tertawa geli melihat tingkah lakunya


"Nenek kalau untuk ganti baju berapa lama ya Nek ?"


"Kalau itu nenek rasa ia pasti agak lama "


"Tapi alea tak yakin Nek"


Dan benar saja dalam sekejap Arya langsung bersiap-siap dengan aroma parfumnya yang sudah semerbak sekali


"Wihh bau parfum papa ,parah .. Wanginya mendunia "


Menutup hidungnya


di ikuti oleh ibunya Arya


"Asli nenek sampai pusing mencium baunya"


"Kalau begitu sekarang sebaiknya kita segera bersiap-siap sayang ,bisa pingsan nenek kalau begini terus "


"Baiklah papa sudah siap " ucap Arya yang sudah berdiri dengan kemeja yang rapi sekali


Alea langsung tertawa "Baiklah papa tunggu lima menit Alea dan nenek akan langsung bersiap-siap dulu "


Arya Tersenyum "Papa tunggu dimobil ya , jangan lama-lama ya "


"Oke bos".


...


Siska langsung turun dan ia sangat kaget sekali saat ia melihat ada mobil Arya juga diparkiran rumahnya "Mobil kak Arya , bukan ya ?" semakin cemas


"Iya benar ini mobil kak Arya , lihat platnya "


Ia berjalan sambil berdoa semoga tak terjadi apapun


"Ya Tuhan semoga saja perkiraanku salah aku tak mau sesuatu hal buruk terjadi "


Saat Siska melangkah masuk ternyata benar didalam sudah ada Arya ,ibunya dan Alea ,dan juga terlihat ada Dimas,ana ,dan Aditya


"Kalian ?"


Siska benar-benar kaget melihat semuanya sudah berkumpul didalam rumahnya


Semuanya nampak tersenyum-senyum bahagia sekali


"Surprise...."


Aditya langsung berdiri dan berbicara seolah ia adalah orang yang sangat bijaksana sekali


"Siska maksudnya kedatangan kami kemari sebagai perwakilan dari pihak Arya yang bermaksud untuk meminang adik dari Dimas agar bisa menjadi istri sah sahabat saya Arya "


Wajah Siska langsung memerah senyuman yang sudah lama sekali tak pernah ia tunjukkan seceria waktu dulu,hari ini kembali ia Tunjukkan , terlebih pada saat alea memberikan Siska setangkai bunga


parodi candaan tapi serius tersebut berhasil membuat Siska semakin bahagia ,meski terlambat tapi akhirnya takdir kembali menunjukkan jalan indahnya pada Siska dan Arya


sama halnya seperti Aditya dan Dimas Alea tak mau kalah juga dengan memberikan setangkai bunga yang sudah ia siapkan saat hendak berangkat kerumah Siska tadi ia langsung tersenyum manis


"Tante bersediakah menjadi ibu sambungnya Alea dan juga pendamping hidup papa,hingga ia menutup mata "


Ucapan Alea membuat suasana dirumah itu semakin haru saja , Rima dan Ana tak kuasa menahan tangisannya mereka saling berpelukan ,begitu juga dengan mami Siska dan ibunya Arya , Dimas dan Aditya juga saling berpandangan


tak menyangka jika Putri cantiknya itu bisa mengatakan hal yang sangat manis tersebut


Siska langsung memeluk Alea dengan sangat haru sekali "Iya Nak aku bersedia menjadi ibu sambungmu " sambil mencium pipi Alea


"Alhamdulillah "


Semuanya langsung berucap syukur gembira


"Selamat Siska akhirnya cinta kalian bersatu kembali "


ucap Rima dan Ana


"Sekarang tinggal kita tentukan kapan hari pernikahan mereka berdua , tak usah menunggu lama-lama lagi dalam beberapa hari ini mereka harus segera menikah "


"Ya aku setuju "


ucap yang lainnya


Arya tak bisa berkata apapun lagi ia sudah tak bisa mengungkapkan perasaannya didepan khalayak ramai tersebut karena terlalu bahagia sekali


"Ibu terserah kalian saja ,lebih cepat memang lebih baik ,tak ada lagi yang harus ditunggu lagi saat ini "


ungkap Dimas


"Segera halalkan , karena mereka sudah sama-sama sudah tua , takutnya nanti sudah tak berfungsi lagi "


goda Aditya


Dimas langsung tertawa geli ,


"Hei ada Alea "


senggol ana pada suaminya tersebut


Alea hanya tertawa saja karena ia juga sama sekali tak mengerti apa yang sedang dikatakan oleh Aditya


"Dia tak mengerti lihatkan ia hanya tertawa saja"


Akhirnya mami Siska membuka suaranya


"Mami setuju dalam beberapa hari ini kalian harus segera menikah , kita tidak tau umur kita sampai kapan ya kan ,apa lagi mama juga sudah tua ingin melihat Siska dan Arya bahagia juga , setelah banyak sekali yang sudah kalian hadapi akhirnya semuanya kembali lagi ,itulah yang namanya takdir , mami berharap ini menjadi pernikahan terakhir untuk kalian berdua , hingga maut saja yang dapat memisahkan "


"Amiiinnnnn "


ucap mereka serentak


"Ayo Siska jawab bagaimana "


Desak Rima dan Ana


"Siska ayo kami meminta kepastianmu mengingat ada seseorang yang sudah lama tidak mengasah pedangnya takutnya sudah tumpul dan berkarat"


Aditya benar-benar keterlaluan sekali ia seperti tak kehabisan bahan saja untuk menggoda Arya


"Kalian benar-benar kurang ajar Sekali "


ucap Arya dengan perlahan


Siska pun langsung tertunduk enunduk dengan malu-malu menjawab pertanyaan tersebut " Baiklah pernikahan ini akan di laksanakan setelah Arika pulang dari Jogja"


"Yap baik lah ,pas sekali , sementara itu kita disini mulai menyiapkan semuanya ,ya kan aku setuju "


"Baiklah ,siapp "


Aditya dan Dimas langsung memeluk Arya


"Selamat kawan sekarang pedang mu akan memiliki sarung kembali "

__ADS_1


Tertawa terbahak-bahak dengan sangat keras sekali


dan lirikan mata Arya pada Siska sudah membuat Siska semakin deg-degan saja


Hari ini Siska dan Arya begitu sangat bahagia sekali setelah lama perjalanan cinta mereka melewati banyak rintangan akhirnya ,hari yang ditunggu-tunggu itu akan segera tiba juga .


.....


Arika masih duduk termenung disamping Raja didalam pesawat


"Arika apa ada masalah yang sangat besar ?"


tanya Raja heran karena tak biasanya Arika murung Seperti itu


Arika menggelengkan kepalanya


"Tidak ada mas,hanya merasa sedikit sedih saja kenapa tiba-tiba Panji menyuruhku untuk kembali "


"Oh hanya itu namanya juga saudara memiliki rasa rindu atas sesama itu adalah hal yang wajar lagipula kalian kan satu ayah "


Ya Mas aku dan Panji Memang satu ayah ,tapi papa lebih sayang dan mengutamakan Panji daripada aku , semenjak kelahiran Panji ,papa bahkan sama sekali tak pernah mengajakku main Seperti dulu , kemanapun ia selalu mengajak Panji ,meski awalnya aku tak merasakan hal itu namun lambat laun akhirnya aku merasakan juga apa yang terjadi, kasih sayang papa berkurang saat Panji lahir ,aku hanya manusia biasa Mas ,yang juga bisa sedih dan merasakan sakit yang amat dalam


Sebenarnya Raja tau bagaimana perasaan Arika ,meski ia tak pernah merasakan posisi Arika namun dari cerita yang ia dapatkan dari mamanya pasti sangat sulit dan menderita sekali jika menjadi Arika, melihat dari cara ia berbicara dan juga tatapan matanya yang sudah mewakili isi hatinya , didalam pesawat pun Arika tak banyak bicara hingga akhirnya pesawat pun mendarat di kota cantik nan indah tersebut


Seperti biasa saat kedatangannya di bandara ,tak ada yang menyambutnya, karena Arika sengaja memang tak memberi tahu keluarga papanya ia tak mau mendapatkan perlakuan khusus karena itu percuma saja ia lakukan , status sebagai orang kaya dan terpandang di kota itu tak membuat ia merasa bahagia ,


langkah kakinya nampak gontai , karena kembali menginjakkan kaki disana sama saja dengan merasakan sakit yang amat dalam sekali , walaupun baru satu tahun ia tinggalkan


Berbeda dengan Raja saat ia sampai ia langsung merasa senang


"Kota ini yang sering disebut kota kerajaan yang masih terjaga, hmm benar-benar istimewa rasanya "


Raja langsung bersemngat sekali


"Arika ayo kita naik apa?"


"Naik taksi saja Mas"


jawab Arika pelan


Baru beberapa langkah mereka berjalan , Terdengar seseorang memanggil mereka


"Kak Arika ?"


"Arika ada yang memanggilmu disana ?"


menunjuk kearah laki-laki muda yang tampan


"Panji ?" Arika heran melihat Panji ada disana


"Kamu kenapa ada disini?"


"Panji sengaja menunggu kak Arika ,tadi udah ngecek sama petugas disana kalau keberangkatan kak Arika berangkat sore ini ,jadi Panji langsung kemari"


Arika langsung kaget tak menyangka jika adik laki-lakinya itu akan melakukan itu padanya


"Baiklah kalau begitu ayo , oh ya tapi sebelum berangkat kak Arika mau mengenalkan ini sepupu kakak dari kota namanya Mas Raja "


"Halo Mas Raja ,"


"Hai Panji , wajahmu mirip sekali dengan Arika ya ,aku pikir kalian kembar hanya beda rambutnya saja , kalau Arika rambutnya seperti mu dia mirip sekali dengan Mu "


Panji langsung tertawa ,tapi tidak dengan Arika


Hal yang biasa terjadi aku selalu dikatakan mirip sekali dengan Panji ,hmm memang benar


dia adalah adik kandungku meski beda ayah


huh...


"Namanya juga saudara Mas"


ungkap Panji sambil mengenalkan dirinya pada Raja


"Oh iya ya "


Panji tersenyum bahagia


"Akhirnya Raja kakak sepupunya Arika , sengaja ikut dengannya karena takut anak gadis tak baik bepergian seorang diri "


"Terimakasih Mas, sudah menjaga kakaknya Panji , tapi jika kak Arika tadi minta jemput Panji pasti akan menjemput kak Arika langsung "


"Sudah sekarang jangan banyak bicara lagi , ayo cepat kita pulang ,mana mobilnya Panji"


"Iya Kak , disebelah sana"


"Kakakmu cerewet ya ,ucapannya nggak enak didengar "


Pandji tersenyum , sebenarnya Raja sengaja untuk mencairkan suasana saja padahal ia tau jika Arika begitu karena rasa sakit yang ada didalam hatinya , karena tak akan pernah mudah menjadi Arika


"Mas Raja ,kak Arika itu tidak pernah marah sama sekali ,ia tak mau jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada keluarganya "


",Mmm baik sekali dia ya "


Canda Raja


"Hmm ayo cepat "


Arika langsung naik kedalam mobil yang langsung dikendarai oleh Panji


"Loh mana sopirnya?"


"Panji saja Kak ,masa iya kak Arika di sambut sopir kan ada Panji juga "


"Hmm..kenapa nggak suruh sopir saja yang jemput Kakak ,dek, capek kan kalau kamu yang supirin kakak"


"Kenapa harus sopir ,Panji tak mau menyuruh orang lain untuk menjemput kakak kesayangan Panji "


Raja langsung terbatuk-batuk


"Ternyata hubungan kakak adik seperti kaliaj romantis juga ya , hmm nasib anak tunggal "


Arika Tersenyum meski ia menyimpan rasa sakit yang terdalalam namun ia memang sangat menyayangi Panji sebagai adiknya


"Sepi kek kuburan nggak ada musik"


bisik Raja sambil menaruh tangannya diatas kepala


"Hehe memang peraturan dikeluarga kita begitu Mas, selama perjalanan tidak boleh menghidupkan musik, kecuali suara ayat suci Al-Quran atau lagu nasyid dan qasidahan "


Raja langsung kaget "Serius ?"


Arika langsung tertawa " Ya Sudah Panji coba saja hidupkan mas Raja mau dengar itu "


"Tidak ..jangan tidak usah ,biar saja sepi itu lebih baik "


Raja mengusap wajahnya


"Kenapa Mas, ini lebih baik sekali agar sel-sel darah diotak lancar , Panji hidupkan ya Mas?"


Arika kembali terkekeh "Tidak usah dihidupkan mas Raja suka kepanasan kalau mendengar orang mengaji , meski cuma rekamannya saja "


"Sialan Arika , Mana ada , mas itu hanya merasa tidak enak kalau dengar hal itu , takutnya bawaan ingat dosa aja , kan jadi tak enak kalau mau melakukan sesuatu dulu "


Akhirnya didalam mobil tersebut masih kembali diam dan lengang ,hanya terdengar suara mesin mobil saja ,


didalam perjalanan menuju rumahnya tak ada yang bersuara , termasuk Raja


Kenapa jadi horor begini ya ,


Raja melihat sekeliling , takutnya orang-orang yang berada didalam mobil ini sudah berubah menjadi hantu , seperti di film-film yang ia bayangkan


akhirnya Raja memilih untuk menutupi wajahnya


Hingga pada saat sudah mendekati rumahnya Panji langsung berkata


"Papa selalu menyebutkan nama kakak setiap hari ,apa lagi semenjak kak Arika pergi dengan mama Siska ,kami sampai bingung mau menjawabnya bagaimana "


Arika hanya tersenyum saja , sementara raja ia tertidur dengan pulas sekali didalam mobil


efek ketakutan yang ia rasakan membuat ia tertidur dengan pulas


"Kenapa Papa tak menelpon kakak?"


"Kenapa bukan kakak saja yang menelpon Papa kak , bukannya sudah menjadi kewajiban kita sebagai anak untuk mengetahui dan menanyakan kabar orang tua , Panji saja sering menelpon Mama Siska , meski hanya sekedar menanyakan kabar Mama , tapi mama kadang sering tak mengangkat telponnya "


Ya mama sangat sakit sekali Panji saat mendengar suaramu , jangan salahkan mamaku juga


Tak terasa mobil masuk kedalam pagar besar tersebut


"Kita sudah sampai "


ucap Panji .

__ADS_1


"Mas bangun " membangunkan Raja yang sedang tertidur pulas


"Oh ya " mengelap ilernya


__ADS_2