
Akhirnya Siska dan Arjuna sampai juga di kota kelahiran Arjuna untuk yang kedua kalinya , wajahnya nampak kelelahan padahal baru beberapa langkah saja ia berjalan
Arjuna Seperti biasa jika sudah sampai di Jogja ia akan selalu bersikap cuek pada Siska
sampai-sampai Siska memanggil nya
"Tunggu ,jalanmu cepat sekali "
Pikiran Arjuna sudah sangat kacau sekali apa lagi jika sudah soal ibunya tak akan mungkin bisa membuat ia merasa tenang
"Oh maafkan aku ayo "
Arjuna langsung menggandeng tangan Siska
seperti biasa sopir sudah stand by untuk menjemput Tuan Arjuna yang tampan dan rupawan
"Tuan ,Nona Siska apa kabar "
sopir itu berbicara dengan sopan dan ramah dengan logat khas orang Jogja pada umumnya
"Baik " ucap Siska perlahan dengan tersenyum ramah ,ia belajar lebih sopan lagi kali kedua ini
Arjuna tak berbicara sepatah katapun di dalam mobil ,di sepanjang perjalananpun juga tak ada bunyi suara musik sama sekali yang terdengar hanya suara tarikan nafas saja yang terdengar
Siska tak berani untuk membuka obrolan duluan karena wajah Arjuna benar-benar tidak bersahabat sama sekali
Semakin hening semakin tenang , sialnya perut Siska sedang tak bersahabat , apa lagi matahari sudah mulai tenggelam dan langit yang terang benderang langsung berubah menjadi gelap gulita,soalnya di dalam keheningan mobil tersebut
sesuatu mulai mengusik penciuman mereka semua
termasuk Arjuna yang sedang serius sekali memikirkan ibunya
"Seperti bau bangkai"
Ucap sopir yang membawa mobil itu
ia mulai menaik turun kan hidung nya seperti sedang mengendus sesuatu
Siska langsung terdiam karena sebenarnya memang ia yang buang angin , mungkin karena kembung atau masuk angin
jadi ia sampai buang angin berkali-kali untung saja tidak berbunyi ,namun ini yang di namakan diam-diam tapi mematikan
ya .. mematikan baunya
Serangan bawah tanah dari tubuh Siska ini membuat Arjuna pun langsung menurunkan kaca mobilnya
namun tak ada yang berani berkata apa lagi sopirnya tersebut , mereka sama sekali tak mau menuduh siapa pun , hanya satu ucapan dari sopir keluarga tersebut
"Seperti nya barusan ada yang masuk kedalam mobil kita Tuan "
Arjuna menganggukkan kepalanya
__ADS_1
"Seperti bau menyan "
Siska langsung tersinggung
*Kurang ajar sekali apa dia tidak bisa membedakan bau menyan dengan bau telur
kurang ajar sekali supir ini , secara tidak langsung berarti ia mengatakan aku setan dong berarti "
ucap Siska dalam hati
Tidak lama mereka pun sampai juga akhirnya
di rumah besar dan megah milik keluarga besar Arjuna
Siska menarik nafas dalam-dalam ia masih teringat bagaimana sambutan ibunda Silvi padanya saat itu ,benar-benar sombong dan merencanakan ia sekali , tapi kali ini ia berjanji akan membuat ibunda Silvi malu jika berani macam-macam padanya
Arjuna langsung turun dan ingin meninggalkan nya , tapi Siska menarik tangan Arjuna"Jangan buru-buru aku sendirian di belakang mu "
Menarik tangan Arjuna
"Ayo "
Memegang tangan Siska dan mereka pun langsung masuk kedalam rumah ,dengan para pelayan yang berjejer menundukkan kepalanya
"selamat datang Tuan dan Nona "
Siska langsung mengucapkan banyak terimakasih
"Terimakasih ,ayo angkat kepala kalian ,tidak usah bersikap seperti itu "
Siska sampai harus berteriak memegang dinding karena Arjuna terlalu cepat melangkah
"Auwooooooooo....uwooooooooo"
Siska tertawa geli tapi Arjuna tak terlalu perduli dengan sikap kekanakan istri nya itu , pikiran nya hanya fokus dengan keadaan ibu nya saat ini
"Mama"
Arjuna masuk kedalam kamar dan benar saja ibunya terbaring lemah dengan selang infus di tangannya , kabel -kabel memenuhi tubuhnya
meski perempuan yang tergeletak itu bukanlah ibu kandungnya tapi perempuan itu menyayangi Arjuna lebih dari nyawanya ,begitu juga sebaliknya Arjuna yang mencintai istri pertama papanya itu melebihi apapun
namun semenjak Arjuna menikah dengan Siska rasa sayang nya pada Siska sungguh luar biasa
Arjuna memeluk mamanya "Anakku "
mamanya berharap ia datang bersama Siska
baru saja ia berkata "Kau sendirian saja putraku "
Siska langsung muncul dari balik pintu
__ADS_1
"Sungguh luar biasa ,kau putri ku , kemarilah "
Siska langsung memeluk perempuan yang terbaring lemah itu , tak munafik Siska merasakan kehangatan yang sama pada maminya saat ia memeluk ibu mertua nya itu
"Nak apa kabar mu sayang, apa kau sudah membawa kabar baik untuk mama nak ?"
memegang wajah Siska
Siska langsung meletakkan tangannya
"Doakan saja secepatnya ya Ma "
"Ma jangan banyak bergerak dulu , lihatlah kondisi mama masih sangat lemah sekali "
Arjuna berusaha memegang mamanya
"Mana adik mu tadi cepatlah suruh kemari , lihatlah ada mas dan mbak nya pulang kemari tapi ia malah pergi , apa dia selama bekerja dengan mu ,tak Melakukan kesalahan !"
Mendengar ucapan mamanya Arjuna mendadak panik mamanya ini pelupa , padahal sudah di katakan kemarin jika Kirana akan menjadi Silvi ,namun sepertinya karena faktor usia dan penyakit nya ia selalu saja mudah lupa jika tak diingatkan
"Adik mu ? aku baru tau ...."
"Ehemm.....Sayang sebaiknya kamu ganti baju dulu , bau sekali soalnya seharian ini belum mandi lagi pula nanti debu yang menempel di pakaian mu bisa terkena mami ,ayoo"
Arjuna langsung berdiri ,tapi untungnya Siska tak terlalu fokus dengan ucapan maminya itu
"Oh iya ma ,Siska mau mandi dulu "
"Nak tapi nanti malam ini kau bisa tinggal dengan mama dulu di sini ya "
"Oke ma ,jangan khawatir"
Mama mertua nya mengangguk sambil tersenyum
Arjuna langsung membuka pintu
"Tapi aku tak ada pakaian , lalu bagaimana"
"Nanti aku Carikan mandi saja dulu "
Arjuna langsung membuka pintu kamarnya yang sangat luas dan besar sekali
"Siska sepertinya aku akan lama di sini . apa lagi saat aku melihat kondisi mami yang seperti itu , mungkin sekita satu atau dua Minggu aku di sini , aku yakin kau tak akan betah berlama-lama disini ,jadi besok aku akan mengantarkan kau kebandara , tidak apa-apa ya "
Mendengar ucapan Arjuna .Siska langsung berpikir
Oh bisa-bisanya ia mau bermesraan dengan Silvi ya sampai-sampai mau mengusir ku ,enak saja ...
Padahal sebenarnya Arjuna takut jika sampai identitas Kirana akan terbuka ,pasti Siska akan sangat marah besar sekali
apa lagi Siska belum sempat berkeliling rumah besar itu , bisa-bisa ia nanti pingsan saat melihat Poto Arjuna dan Kirana tertempel mesra di dinding
__ADS_1
"Oh dua Minggu , Sepertinya aku akan betah di sini lagi pula aku kan masih lama masuk kuliah karena libur nya satu bulan , aku rasa aku tak masalah menemani mu ,di sini lagian aku juga ingin akrab dengan semua keluarga mu ,bukan kau saja "
Siska tersenyum manis