
"Benarkah ? "
"Iya benar mobil papaku ada disebelah mobil mamamu itu berarti papaku ada didalam bersama mamamu "
"Dan itu tandanya mereka berdua !"
Saling berpandangan dan berteriak dengan keras sekali
"Aaaaaaa mereka ketemuan "
berteriak dengan kencang
"Aku ingin turun saja untuk melihat mereka berdua !"
Alea hendak membuka pintu mobilnya namun dengan cepat Arika menahannya
"Alea hentikan sudah tidak perlu kita lihat saja Dari sini dulu setelah itu kita pantau kemana arah pergerakan mereka "
"Wah kau memang cerdas sekali Arika aku sangat setuju dengan mu bayangkan saja kita akan menjadi detektif yang mengikuti kegiatan orang tua kita "
"Yupps tos dulu dong kawan !"
"Jangan kawan dong biasakan panggil aku kak Arika "
Arika Tersenyum geli
"Walah enak aja tidak bisa seperti itu juga aku p
tidak mau Arika memanggilmu kakak karena nanti aku ini yang akan menjadi istri Mas rajamu jadi kau yang harus belajar memanggil aku Mbak "
"Yayaya terserah kau saja tapi aku merasa lebih baik jika kita main detektif-detektifan "
"Ya sudah kalau begitu kita parkir mobil agak jauh saja jangan sampai mereka tau "
"Kalau agak jauh kita tak akan tau kemana arah mereka "
"Iya benar juga ,kalau begitu kita parkir disamping mobil itu saja aman"
"Ka benar sekali ayo.."
Arika dan Alea langsung menggeser mobil mereka ketempat yang lebih aman
Sedangkan didalam Arya mulai beraksi untuk mengajak Siska pergi makan siang yang hampir kesorean
Cepat Arya katakan ingat yang dikatakan oleh Aditya kesempatan tidak akan datang kedua kalinya , berjuang atau tjnggalkan
Siska dan Arya sama-sama berdiri tapi Siska lebih santai saja karena tugas perempuan hanya menunggu kan
"Siska ..."
terdiam
"Iya kak Arya "
Menundukkan kepalanya
Aduh bagaimana cara nya agar aku bisa mengatakan yang sebenarnya pada Siska
apa dia mau aku ajak untuk makan siang yang hampir jam dua ini ,aduh ...
"Siska ..."
panggilan kedua
Hampir sepuluh kali mereka melakukan hal itu ,'Siska ? ya kak Arya '.
begitu terus berulang kali sampai pegawai Siska yang berada disana heran
*Hei apa kalian tau apa yang sedang dilakukan Bu Siska
Iya aku dari tadi melihat mereka mengobrol ,lebih kurang ada satu jam mereka berdiri dan seperti itu
Iya apa itu kekasih Bu Siska ya ?"
Aku juga tidak tau ,tapi aku melihat tadi ia datang dengan membawa bunga
Benarkah ? bunga yang mana ?
Bunga yang seperti papan ucapan belasungkawa itu kah* ?"
Mereka pun tertawa geli
*Bukan yang itu , tolonglah berhenti tertawa ada setangkai mawar merah yang ia bawakan tadi
Wah aku rasa itu memang kekasih bos kita
Ya tak apa-apa jugalah Bu Siska memang baik orang nya
Iya kau benar ia tak hanya cantik wajahnya tapi juga cantik hatinya
Lagi pula aku melihat lelaki tersebut juga tampan
Semoga saja laki-laki ini adalah jodoh Bu Siska ,aku sebagai perempuan saja mendengar cerita hidup Bu Siska membuat aku sampai tersayat-sayat apa lagi ia yang menjalaninya
benar ,aku tak akan sanggup jika menjadi Bus Siska
Tapi tunggu dulu apa mereka masih berdiri disana*
Mereka semuanya sama -sama menengok ke arah Siska dan Arya
*Ternyata masih juga
Hai aku tau bisa jadi mereka berdua gugup ya kan
Kau benar , maklum faktor umur ya kan
meskipun bentuk fisik sangat muda tapi kan mereka bukan anak muda lagi
Sebaiknya kita harus segera melakukan sesuatu juga kita tak bisa terus menerus berdiam diri seperti ini melihat bos kita seperti itu
aku setuju*
Sementara itu diluar Siska dan Arika sudah lelah sekali menunggu diluar
sampai-sampai membuat Alea ketiduran didalam mobil
"Ya Tuhan lama sekali mereka didalam apa mereka sedang mengobrol ya , Aduh kalau begini ceritanya apa yang aku lakukan bersama Alea hanya sia-sia saja ,benarkan Alea"
Arika dari tadi tak berkedip sama sekali karena ia sangat konsisten dengan ucapannya
jika mereka memantau satu sama lainnya maka ia benar-benar harus melihatnya
"Alea apa kau punya rencana cadangan, Lea"
Arika memanggil-manggil Alea tapi sama sekali tak ada jawaban ,saat ia menoleh ia kaget saat menemukan Alea sudah bersandar dikursi dengan mulut ternganga
"Astagaaaaa Lea , bisa-bisanya kau tertidur didalam mobil dengan bentuk yang mengerikan seperti itu "
Arika yang kesal langsung mendadak memiliki ide brilian
"Baiklah kakak ipar Poto seksi mu yang sangat mirip sekali dengan Dinosaurus lapar itu akan aku kirimkan pada Mas Raja untuk jadi penangkal nyamuk dikamarnya"
Arika tersenyum-senyum sendiri
"Baiklah aku akan menekan tombol yes dan pesan pun terkirim "
Arika tertawa terbahak-bahak melihat Poto Alea yang sangat seksi tersebut
"Aku tak menyangka jika kau memiliki bakat model terpendam Lea"
Arika terus menerus tertawa cekikikan hingga akhirnya pada saat ia sedang senyum-senyum sendiri tapi saat a melihat Mamanya keluar dari dalam toko dengan papanya Alea ia langsung menundukkan kepalanya
"Astaga mama "
ia langsung menarik kepala Alea
"Alea cepat menunduk "
"Kebakaran ... kebakaran "
Alea kaget dan langsung berteriak
Arika dengan cepat menutup mulutnya Alea
"Lea jangan bersuara ,mama dan papa kita ada disebelah sana mereka baru saja keluar dari dalam toko Seperti nya mereka akan pergi "
Alea langsung membuka matanya "Oke baiklah , kenapa kau tak membangunkan aku dari tadi"
bisiknya
"Bagaimana aku bisa membangunkanmu jika dari tadi kau sibuk bermimpi indah "
Alea tertawa "Iya habisnya aku ngantuk , tidak bisa ditahan lagi "
"Ya sudah jangan berisik suaramu besar sekali bisa kacau nanti kalau dia muncul "
"Dia siapa Arika?"
"Dia papa dan mama kita"
Arya yang hendak mengambil mobilnya langsung berhenti
"Kenapa Kak Arya "
Arya melihat sekeliling
Ntah kenapa aku merasakan kehadiran Alea dan juga suaranya terdengar begitu jelas tadi "
"Kak Arya ..apa yang sedang kau cari?"
tanya Siska heran
"Oh tidak ada santai saja ,ayo kita pergi "
Arika dan Alea saling berpandangan
"Jangan bersuara ,gila ya papamu Alea apa dia punya Indra keenam ?"
"Kenapa memangnya ?"
"Kau tak dengar tadi papamu bisa merasakan kehadiran mu Alea , bagaimana caranya "
__ADS_1
Alea tertawa "Hah kalau itu jangan kau tanyakan aku , dulu waktu aku masih kecil aku suka sekali bermain dan terkunci didalam lemari dan jika tak ada papa yang menyelamatkan aku ntah bagaimana nasibku itu karena feeling papa juga ,aku kadang juga heran , memangnya papamu tidak seperti papaku apa Arika?"
Wajah Arika langsung tertunduk ,Alea benar-benar tak tau bagaimana hubungan papanya Arika dan dirinya ,yang ia tau semua papa orang lain pastilah memiliki perilaku yang sama dengan papanya
Wajah Arika yang awalnya ceria dan bahagia langsung berubah menjadi murung dan tak bersemangat lagi
"Arika kau kenapa seperti itu ? kau kenapa jadi sedih apa pertanyaan ku salah ?"
Arika menggelengkan kepalanya
",Ayo sekarang kita lanjutkan perjalanan lihat itu mobil papamu sudah melaju didepan "
"Eh iya ayo"Mereka berdua tampak sangat bersemangat sekali hingga mereka tak menyadari jika para pegawai Siska lah yang membuat mereka akhirnya pergi dari tempat itu
*Hah untunglah ada kau Butet
Benar sekali Butet adalah penyelamat bagi kita
bukan hanya kita tapi masa depan Bu Siska
Kau Benar bayangkan saja dengan kentut Butet akhirnya mereka sadar dan langsung ingat untuk makan siang
Benar aku sangat bersyukur padamu Butet*
Prootr...
Butet kalau ini bukan waktu yang tepat untuk kau mengeluarkan senjata rahasia mu itu
semuanya menutup hidungnya dan kabur
Didalam mobil pertama
Siska dan Arya
"Kau mau makan apa Siska ?"
"Apa saja kak Arya , terserah aku ikut saja"
Siska tersipu malu
Sedangkan wajah Arya jangan ditanya lagi warnanya sejak awal bertemu dan sampai sekarang masih merah sekali seperti udang rebus
"Oh apa aja ? kalau begitu aku akan memesan nasi putih saja "
jawab Arya salah tingkah padahal jelas-jelas sebelum berangkat tadi ia sudah merencanakan semua ucapan untuk mendapatkan perhatian Siska
Semua nya jadi kaku begini padahal aku sudah menyiapkan semuanya bahkan aku menghapal semua catatan untuk berbicara dengan Siska tapi kenapa jadi blank begini
"Kak Arya suka makan apa?"
tanya Siska mereka seperti anak remaja yang baru saja mengenal cinta mungkin karena sudah canggung lama tak berjumpa apa lagi mereka dulu memiliki kisah cinta yang belum usai jadinya saat bertemu perasaan itu masih sama hanya saja status mereka bukan single lagi tapi Double dengan anak masing-masing
"Apapun yang aku makan asal bersamamu nasi putih saja terasa manis"ucap Arya dari dalam hatinya
Ayo lah Arya kau rayu dia ...
Ucap Arya dari dalam hatinya
Tapi lagi-lagi semuanya tak sesuai harapan Arya hanya menjawab singkat dan padat
"Suka makan nasi"ucapnya
Siska langsung tertawa "Hahahaha kak Arya lucu sekali kau sumpah sudah jelas memang bangsa kita ini makan nasi , aduh tak mungkin juga kak Arya hanya makan daun-daunan saja kan"
Melihat Siska yang tertawa mencairkan suasana yang beku ,Arya pun juga ikut tertawa
Hanya dengan melihatnya tertawa saja aku sungguh sangat bahagia sekali
maafkan aku Alena ternyata memang aku tak bisa menyingkirkan Siska dari hatiku tapi percayalah kedudukan putri kita diatas segalanya
Arya langsung ikut tersenyum
"Senyum saja manis sekali ya "
ungkap Arya keceplosan
Siska langsung tersipu malu saat mendengarkan ucapan dari mulut Arya tersebut
suasana pun kembali hening dengan wajah mereka yang malu-malu kucing padahal anj*ng
haahahah wkwkwkwkwk..
Dalam sepuluh menit didalam mobil hening sekali tak ada suara diantara mereka berdua hingga akhirnya Arya menghidupkan lagu lawas ungu yang lirik nya seperti ini
Di dalam gelapnya malam ku menatap hening
Dalam diam ku terjaga dan terdengar namamu
Seolah kini aku mengerti sungguh berarti kasih yang kau beri
Aku cinta kepadamu
Dari balik kalbuku berbisik
Aku rindu belaianmu seakan hasrat ini merintih
Kuyakini segalanya engkau memang tercipta untukku
Selalu ada cintamu yang putih
Barulah kini aku sadari begitu banyak kasih yang kauberi
Aku cinta kepadamu
Dari balik kalbuku berbisik
Aku rindu belaianmu seakan hasrat ini merintih
Kuyakini segalanya engkau memang tercipta untukku
Seolah kini aku mengerti sungguh berarti kasih yang kau beri
Aku cinta kepadamu
Dari balik kalbuku berbisik
Aku rindu belaianmu seakan hasrat ini merintih
Kuyakini segalanya engkau memang tercipta untukku
Uhuk...uhukk siapose yang tau lagu ini ayo acungkan jempolnya kita nyanyikan bareng-bareng tangan diatas yok... yokk..
Duh maaf author jadi baper gini .. yak..
Setelah mendengar lagu yang dihidupkan oleh Arya Seperti sebuah balasan Siska kembali memilih lirik lagu balasan
Lirik lagu ini
Dengarkan
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Tak bisa kutahan lagi angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi merobek hati
Meski raga ini tak lagi milikmu
Namun didalam hatiku sungguh engkau hidup
Entah sampai kapan
Kutahankan rasa cinta ini
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Dan kuberharap semua ini
Bukanlah kekeliruan seperti yang kukira
Seumur hidupku
Akan menjadi doa untukmu
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Andai saja waktu bisa terulang kembali
Akan kuserahkan hidupku ini disisimu
Namun ku tau itu takkan mungkin terjadi
Rasa ini menyiksaku sungguh sungguh menyiksaku
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
__ADS_1
Kau masih kekasihku
Kau masih kekasihku
Kau masih kekasihku
Kau masih kekasihku
Jauh dilubuk hatiku
Naff : Masih kekasihku
ya ampun Siska coo cweet banget sih ...
Dan semuanya terdiam mengungkapkan perasaan mereka dengan lagu -lagu romantis yang mereka putar meski mereka menatap kedepan tapi setiap lirik lagu yang diputar membuat masing-masing dari mereka saling meresapi satu sama lainnya
Siska dan Arya yang sama-sama saling mencintai tapi mereka butuh waktu untuk bisa bersama mereka takut jika Alea dan Arika tak menyetujui pernikahan mereka itu didalam hati mereka masing-masing padahal sebenarnya mereka berdua sangat mendukung sekali jika kedua orang tua mereka saling bersatu
Alea dan Siska juga berbesar hati karena mereka dilahirkan kedunia ini bukan karena cinta tapi karena tidak sengaja terpeleset kedalam sebuah ikatan suci tanpa cinta tapi keduanya tak pernah menyalahkan takdir atas apa yang terjadi karena mereka berdua anak-anak hebat yang selalu bersyukur dengan ketetapan yang telah diberikan oleh Tuhan pada mereka
"Melihat kedua orangtua kita yang berada di satu mobil yang sama aku merasakan kebahagiaannya sampai kesini Alea ".
"Iya benar aku juga merasakannya , Arika bayangkan saja kisah cinta paling rumit yang diberikan pada mereka "
"Tapi sungguh aku sangat iri melihat kau memiliki Papa seperti papa Arya "
Mata Arika terlihat berkaca-kaca
Alea langsung menatap kearah Arika
"Memangnya kenapa Arika dengan papamu , maafkan aku jika terlalu banyak tanya"
"Tidak apa-apa Alea santai saja"
"Jangan cerita aku juga tak mau mendengarkannya "
Tapi Arika langsung mulai bercerita
"Tidak Masalah kau juga akan menjadi saudaraku nantinya tak salahnya juga aku berbagi cerita padamu ,makanya aku tak mau dijodohkan dengan Bian aku takut nantinya pernikahan ku berakhir sama seperti mama dan papa yang menikah tanpa cinta ,
memang Tante Ana dan om Aditya memiliki kisah cinta yang mulus dan indah tapi itu hanya seribu saja orang yang beruntung "
Pada saat Arika mulai bercerita , ponsel miliknya Alea berdering
"Huss diam dulu ayo kecilkan suara musiknya Arika ini papa menelpon "
Arika mulai panik "Alea apa papamu melihat kita ?"
"Tidak tenang saja jam segini ia memang selalu menelponku ,tenang saja "
"Haloo Papa"
"Sayang apa kau sudah pulang Nak?"
suara Arya terdengar begitu lembut sekali
"Sudah Papa ini masih dijalan "
"Baiklah jangan lupa makan ya Nak"
"Baik Papa"
Arya mematikan teleponnya "Alea?"
"Iya Alea hanya dia dan ibu saja yang selalu aku telpon setiap saatnya , maklumlah Alea dari kecil sudah tak mendapatkan kasih sayang dari ibu ,jika bukan aku pada siapa lagi dia akan mendapatkan kasih sayang "
Mata Arya nampak berkaca-kaca
"Lalu kenapa kau tidak menikah lagi ?"
"Kau lama sekali berada disampingnya Arjuna bagaimana mungkin aku bisa menikah lagi"
Arya dan Siska kembali tertawa wajah mereka berdua langsung memerah
"Maafkan aku Siska aku hanya bercanda jangan terlalu dipikirkan "
Arya sadar diri jika ia tak sekaya papanya Arika
ia takut jika Siska tak akan memiliki rasa cinta yang sama seperti dulu
Namun apa yang dipikirkan oleh Arya itu rupanya tak sama dengan kenyataannya karena Siska tau jika Arya masih sangat mencintainya
dari rekaman yang dikirimkan oleh Ana itu salah satunya sebagai bukti ,jadi ia santai saja
"Kalau pun serius juga tak apa-apa "
jawab Siska menanggapi guyonan jujur Arya tersebut
Arya menggaruk kepalanya wajahnya memerah kembali
Ya Tuhan apa aku tak salah dengar ya , Siska mengatakan jika itu memang benar maka tidak masalah ? maksudnya itu bagaimana? apa itu artinya ia memberikan aku kesempatan lagi untuk mendekatinya?"
Sayangnya Arya belum memiliki nyali sebesar itu untuk mengungkapkan perasaannya
rnamun jika ia tak mengambil kesempatan ini
maka ia akan kehilangan Siska ,bisa saja Arjuna kembali menyesal dan memintanya untuk kembali bersama ya kan?
"Gawat aku tak siap untuk sakit hati yang kedua kalinya , sudah berbeda ceritanya jika sakit hati waktu muda itu aku masih kuat karena usia muda masih sehat ,namun jika sakit hati si usia tak lagi muda ini aku justru takut jika nanti langsung terbang kesyurga menyusul Alena "
Siska pun kembali memutar lirik lagu yang mewakili hatinya
Namun saat itu ponselnya berdering
"Kak Dimas ?"
Arya langsung mematikan musik dimobilnya
"Kenapa coba angkat saja "
"Siska kau dimana ?"
"Lagi pergi sebentar Kak ada apa ?"
"Kau pergi dengan siapa ? kata pegawai ditoko ini tadi kau pergi dengan kekasih mu , siapa memangnya ?"
Siska nampak tak enak karena Dimas marah-marah ditelpon
Arya juga mendengar sayup-sayup suara I
tersebut
"Berikan padaku "
Siska pun langsung memberikan telponnya
"Halo kak Dimas aku izin sebentar ya membawa adikmu untuk makan siang ,jika kau tak berkenan aku akan putar arah"
Dimas langsung tertawa "Ya aku sudah tau dari Aditya wah..wah..kau langsung saja ya jangan lama-lama kalau bisa segera halalkan jangan banyak cerita lagi "
Dimas tertawa geli
"Doakan saja lancar bossku yang terpenting restu sudah di ACC"
Wajah Arya langsung memerah kembali
"Syukurlah Kalau begitu"
"Apa yang dikatakan kak Dimas ?"
Siska ingin tau sekali karena wajah Arya sudah merah padam
"Tidak ada ,ini ambil handphone mu "
memberikan ponsel Siska kembali
"Untuk apa ?"
"Untuk dijual "
Arya tertawa
"Kak Dimas ..kak Dimas halo..."
"Ya selamat bersenang-senang adikku ,jangan lupa jika tak lama-lama menjalin hubungan Karena setan suka berkelliaran , ingat "
"Kak Dimas apa-apaan sih"
"Jangan baper aku hanya mengingatkanmu saja" Dimas tertawa keras
Yah semenjak menikah dengan Rima Dimas tak pernah lagi marah-marah malahan ia suka sekali bercanda dan tertawa itulah yang menyebabkan ia berubah cinta
Dan tetap dari lubuk hati Dimas yang paling dalam ia sangat sedih sekali karena telah membuat Siska dan Arya terjebak dalam kisah cinta yang menderita
"Aku merindukan saat-saat itu Arya ,aku ingin kau lah yang menjaga Siska hingga akhir hayatnya sama seperti Alena yang kau jaga hingga ia menutup mata "
Dimas menyeka air matanya
"Aku adalah kakak yang gagal tapi aku tak mau kejadian serupa terulang kembali, kali ini Arya dan Siska harus halal "
Rima menepuk pundaknya Dimas"kak Dimas hebat aku mendukungmu , karena didunia ini adalah tempatnya manusia yang khilaf, lebih baik kita sadar Sebelum terlambat "
Sedangkan Arika dan Alea nampak berlinangan air mata
"Sudah Arika mungkin papamu dan papaku itu memang berbeda mengungkapkan rasa sayangnya pada anak ,kau jangan berkecil hati seperti itu "
"Apa bedanya padahal mereka sama-sama Seorang ayah ,papamu menjagamu bak sebuah berlian sedangkan papaku tak pernah menelepon hanya sekedar bertanya bagaimana kabar ku "
"Arika papamu itu bukan orang sembarangan , pekerjaannya tak hanya satu , wajar saja ia sangat sibuk apa lagi ia anak lelaki satu-satunya ,kau bayangkan saja satu perusahaan saja pusing nya tujuh keliling apa lagi banyak "
Alea adalah teman yang baik ia memberikan nasehat yang bijak sekali walaupun yang tau rasanya itu adalah Arika
"Hmm iya mungkin kau benar Alea tapi aku juga manusia , walaupun aku memiliki harta yang banyak apapun jenis mobil bisa papaku belikan namun satu yang tak bisa ia berikan ,ia tak pernah memberikan aku dan mama waktu,ia seperti robot yang tak punya hati menurutku"
Arika meneteskan air mata nya
"Kau sangat beruntung memiliki papa Arya meski ia tak sekaya papaku tapi aku yakin mamaku nanti bisa hidup bahagia bersama papamu , aku melihat aura kehidupan yang sangat kuat saat mamaku kembali betemu dengan papamu ,ia sangat bahagia sekali ,aku melihat pancaran matanya begitu bersemangat bahkan selama hidup bersama papa mama tak pernah sebahagia sekarang , makanya aku tak mau menilai seseorang dari luarnya saja benar-benar kehidupan rumah tangga papa dan mama ini adalah contohnya"
Alea memeluk Arika "Arika aku mengerti bagaimana menjadi dirimu, tapi kita manusia memiliki cobaan masing-masing sesuai kapasitas kita ,kau jangan melihat kekurangan yang ada pada papamu saja sehingga kau melupakan kelebihannya , karena papaku pernah mengatakan jangan pernah kita menilai seseorang dari sisi buruknya saja karena setiap manusia yang ada didunia ini selalu memiliki sisi baik yang tak pernah kita tau , karena ada tipe manusia yang menampakkannya dan yang kedua golongan orang yang menyembunyikan kebaikannya
......
__ADS_1
Huh....jangan lupa vote yang kencang ya..