Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Mulai bekerja


__ADS_3

Siska terdiam tak berani menjawab lagi ,


"Lepaskan aku sekarang juga "


"Kau butuh uang ?"


Siska mengangguk "Iya aku butuh uang ,tapi aku tak mau meminta dengan mu !"


Arjuna langsung melepaskannya ,"Baik ,jika begitu bekerjalah untuk ku ,mulai hari ini kau akan di gaji , Sebelum aku bangun semua pekerjaan rumah sudah selesai,masak , mencuci dan menggosok pakaian "


Siska terdiam di sisi lain ia memang butuh uang saat ini tapi batin nya tak mau di suruh-suruh oleh Arjuna,apa lagi keuangan keluarga nya sedang memburuk


"Baiklah satu hari seratus ribu , aku akan memberikan upah setelah pulang Kerja,tapi jika ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan ku aku akan memotong nya , bagaimana ? jika setuju kerjakan jika tidak maka kau tak punya uang !"


"Kembali kan tas ku ,dan ponsel ku!"


Tapi Arjuna hanya memberikan tasnya , ponsel dan juga perhiasan ia ambil


"Ini ambil , ponsel hanya boleh di ambil setelah matahari terbit,jika matahari sudah terbenam maka akan kembali kepada pemilik nya "


"Hei tapi itu ponsel milik ku tak ada sangkut pautnya dengan mu ,mami yang membelikannya "


Arjuna terdiam, "Oke baiklah jika kau tak mau mengikuti ku, aku akan mengantarkan mu pulang kerumah mamimu saat ini juga ,agar kau bisa nyaman "


Siska terdiam , ia tak mau Arjuna mengantarkannya pulang kerumah maminya


ia tak mau jika Arjuna tau jika keluarganya sedang ada masalah besar , bisa-bisa Arjuna akan semakin semena-mena padanya


Tidak ada pilihan lain baginya selain bertahan untuk sementara waktu di rumah ini ,sampai ia menamatkan pendidikan nya lalu bisa membalas Arjuna dengan berbuat sekehendak hati nya


Awas saja aku pasti akan membalasnya nanti


Siska terdiam lalu masuk kedalam kamar nya


kali kedua ia menangis terisak-isak


"Mami.. aku ingin pulang saja, ternyata dia tak seperti yang kalian ceritakan,dia tidak sabar menghadapi ku, aku tak akan bahagia hidup bersama nya jika Terus-menerus di paksa Seperti ini ,apa aku berteriak memanggil kak Arya saja di sebelah ,Ahhh Siska hentikanlah pikiran mu kau tak lihat kemesraan ia dan Alena tadi !"


Tak bisa di pungkiri bayangan Arya masih sering menghantui nya ,bukan perkara mudah bagi nya untuk bisa secepat itu melupakan Arya apa lagi perpisahan mereka pada saat sedang sayang-sayangnya satu sama lainnya


Siska berteriak membenci hidup nya , namunia tak pernah mau mencoba menerima kenyataan dan mencoba untuk membuka sedikit saja hati nya untuk Arjuna ,Andai saja Siska lebih mengerti jika terkadang cinta itu memang tak harus saling memiliki


"Ternyata ia tak segarang yang aku kira , hmm"


ucap Arjuna sinis


Selesai menangis Siska pun langsung mengerjakan tugas di kamar nya , meski ia tak begitu yakin dengan hasilnya tapi ini pertama kalinya juga ia mengerjakan tugasnya sendiri

__ADS_1


"Cukup mudah,meski aku tak tau apa hasilnya nanti ,salah atau benar setidaknya aku sudah mencoba "


Tak lama Arjuna Kembali masuk kedalam kamar nya


Tok...


tok..


"Ada apa lagi !"


"Ini ponsel mu berbunyi "


Siska keluar dari dalam kamar nya


"aku akan menunggu di depan jangan di tutup pintu kamarnya , kalau tidak aku akan memaksa menerobos masuk , jangan lupa ini rumah ku " menunjuk dengan jarinya


Siska semakin kesal saja "cepat berikan !"


Dengan bibir yang masih bergerutu ia pun langsung mengangkat telpon nya


"Rima ? kenapa dia menelpon malam-malam begini ha ?!


terdengar suara isakan tangis di dalam telpon


"Rima ada apa ?"


Siska kaget dan langsung memegang dadanya


Astaga yang aku takutkan terjadi ,


"Siska aku tak bisa hidup tanpa kak Dimas aku lebih baik mati saja jika tak jadi menikah "


Siska yang sedang tak baik-baik saja juga malam itu langsung syok ,ia tak tau harus bagaimana karena ia tau jika Dimas pasti sedang memikirkan biaya pernikahan ,belum lagi ia juga bertanggung jawab atas mami


"Rima kau tenang kan saja diri mu dulu ya , nanti aku akan berbicara dengan kak Dimas ,kau jangan khawatir ya semuanya akan baik-baik saja, sekarang kau istirahat dulu , percayalah padaku semuanya akan baik-baik saja "


Mematikan ponselnya ,lalu ia terdiam , satu-satunya jalan hanya Arjuna yang bisa menyelesaikan masalah ini , tapi ia sendiri sudah berbuat tak baik pada Arjuna ,lalu ia kembali mondar-mandir


"Baiklah satu-satunya jalan aku harus pura-pura baik pada nya , demi kebaikan semuanya "


Siska menarik nafas dalam-dalam , lalu keluar dari kamar , untuk pertama kalinya ia tersenyum begitu manis pada Arjuna


"Ini ponsel milikku , terimakasih ya "


Deg..


Arjuna memegang dadanya seakan tak percaya dengan apa yang baru ia lihat barusan , Siska tersenyum manis pada nya ,

__ADS_1


"Iya "


Sahut Arjuna dengan bersikap biasa, ia takut jika apa yang ia lihat barusan hanya lah perasaannya saja


Siska menutup pintu kamarnya lalu


"Selamat malam "


"Astaga secepat itukah efek uang, sampai-sampai ia bisa seramah itu malam ini padaku"


Arjuna berusaha menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya sedang berbunga-bunga karena di perlakukan Siska seperti itu


"Baiklah ayo segera tidur,besok kau harus bangun pagi untuk menyiapkan segala nya untukku "


"Baik ,aku akan melakukan semuanya dengan sangat baik "


Siska tersenyum manis sekali dengan sangat lebar .


Setelah masuk kedalam kamar Siska langsung menghela nafas panjang


"Setidaknya seperti ini akan lebih baik untuk sementara saja , setelah itu aku dan ia akan menjalani hidup masing-masing "


Siska menghidupkan alarm untuk satu jam sekali sampai ia terbangun jam lima pagi sesuai perjanjian ia dan Arjuna , pokoknya saat Arjuna sudah bangun semuanya sudah tersedia , hanya itu satu-satunya jalan agar Siska bisa bertahan karena ia sadar akan kemampuannya ,belum lagi Waktu kuliah yang mepet tak ada waktu lagi baginya untuk buang-buang waktu lebih baik mengorbankan perasaan dulu dari pada ia harus kehilangan pendidikan nya


.....


Arya tertawa saat sampai di rumah karena ia membayangkan Alena yang tertidur di depan pintu ruangan nya


"Haha rasakan makhluk itu , ia akan kaget saat terbangun tak ada satu orangpun di kampus ,aku merasa sangat senang hari ini , akhir nya bisa membalas nya "


"Arya.."


Suara ibunya yang memanggil nya membuat nya cemas "Aduh kenapa ibu memanggil ku ya , atau jangan-jangan makhluk itu.."


Ibunya langsung menerobos masuk pintu kamarnya yang tidak terkunci itu


"Nak apa kau menyimpan nomor telepon Alena ?"


Pertanyaan ibunya langsung membuat nya menarik nafas dalam-dalam


"Ibu salah bertanya jangan kan nomor ponsel nya ,nama lengkapnya saja aku tidak tau "


"Ibu cemas kenapa nomor telepon nya tidak aktif ya nak..."


Bukan urusan ku Bu !!


ucapnya dalam hati

__ADS_1


__ADS_2