Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
awal yang baru


__ADS_3

"Oke tak masalah aku akan mengirimkan ke rekening mu "


Aditya tanpa bertanya untuk apa lagi pula yang segitu bagi nya tidak ada apa-apa nya


Arya duduk dan menunggu semuanya


operasi berjalan cukup lama , hingga dokter akhir nya memberikan kabar jika operasi nya berjalan dengan lancar


Arya langsung bersyukur dan tersenyum bahagia ,namun sayang sekali kondisi kedua orang tua Alena kritis pasca operasi , karena melihat kondisi ibu nya yang sudah membaik maka ia berbesar hati untuk membiayai Semua biaya kedua orang tua Alena , Arya percaya jika apapun kebaikan yang kita tanam maka akan kembali kepada pemilik nya , tak masalah baginya ,ia bisa saja menceraikan Alena setelah ia sadar , karena ia merasa tak melakukan apa yang di tuduh kan


"Tuan Arya semoga saja besok keduanya sudah siuman "


Dokter mengucapkan selamat dan ia sangat berbahagia sekali


Sekarang ibunya terbaring lemah tak sadarkan diri namun Arya merasa jijik saat membayangkan semua kelakuan Alena padanya


Andai Arya tau jika Alena tak seburuk itu terkadang dalam hidup ini kita harus mencoba sesuatu yang terkadang menurut kita salah , bukankah jodoh cerminan diri , atau kita sama-sama berubah agar bisa memanfaatkan diri


Arya memang tak sempurna begitu juga Alena mereka harus berjuang untuk orang tua mereka masing-masing


"Permisi ini keluaga nona Alena ya "


Arya tampak kebingungan untuk menjawab sesaat seorang perawat memberikan sebuah ponsel Kepadanya , Arya merasa sangat jijik sekali untuk melihat nya


tapi karena perawat tersebut memberikan pada nya lalu pergi mau tidak mau ia memegang nya


"Hii..."


Arya melepaskan ponsel tersebut dan langsung menaruh nya di samping dan duduk memegang ibunya


Tiba-tiba terdengar suara kentut yang besar sekali


Brottt...prottt ,puttttt...breeetttt


Arya langsung memegang pantat nya


"Astaga apa aku kentut dan tak sadar lagi dengan suaranya " berkali-kali ia memegang Boko*gnya


namun ternyata suara tersebut berasal dari ponsel milik Alena


ya suara itu adalah suara kentut milik Arya yang sengaja ia rekam saat Arya berada di rumah nya , Alena sangat memperhatikan segala hal kecil yang di miliki oleh Arya , memang terkesan lebai namun Arya akan bahagia jika hidup bersama orang yang sangat mencintai nya walaupun sebenarnya dalam hidup ini kebahagiaan sebenarnya jika bisa hidup dengan orang yang saling mencintai ,namun jika itu amatlah sulit kenapa tidak mencoba untuk memberikan kesempatan hati kita pada yang lain saja , sesungguhnya di cintai itu sangat lah menyenangkan ,


mungkin itu berlaku bagi wanita namun perasaan laki-laki itu tak bisa di paksakan


ntahlah... kalau sudah menyangkut masalah hati tak ada yang bisa menjawabnya

__ADS_1


Ponsel Alena yang sangat memekakkan telinga tersebut membuat Arya merasa kesal ia langsung mematikannya namun pada saat ia mematikan ia melihat di layar yang memanggil nya muncul nama Dimas


"Kak Dimas "


Arya langsung menaruhnya kembali namun lima menit kemudian ia langsung mengambil ponsel tersebut karena tergelitik ingin tau apa yang sedang di sembunyikan oleh gadis itu


Lama.Arya memegang ponsel tersebut


"Aku sangat penasaran dengan isinya namun tak penting juga ,lagi pula nama Dimas itu banyak bisa saja itu lelaki yang bersamanya kala itu ,heh dia kan murahan "


Arya meletakkan kembali ponsel nya , lalu terdengar suara pesan masuk yang unik nya suara pesan masuk itu lagi-lagi adalah suara nya yang menyebutkan 'Halo '


"Bagaimana mungkin ia bisa mendapatkan rekaman suara ku?"


Rasa penasaran yang sangat tinggi membuat Arya membuka ponsel milik Alena


Layar ponsel nya terbuka dan saat ia hendak membuka pesan dari Dimas ponsel milik Alena tiba-tiba berbunyi kembali ,Arya langsung mengangkat nya ,


"Halo?"


"Halo "


Tut..Tut... ponsel langsung di matikan


"Suaranya mirip suara Dimas ,apa itu benar Dimas"


hanya terbaca "Aku tunggu di tempat biasa, rencana mu berhasil "


Arya tak berpikir jika laki-laki itu adalah Dimas temannya tapi ia yakin laki-laki yang mengirimkan pesan tersebut adalah laki-laki yang bersama Alena waktu itu


Tiba-tiba pikiran Arya menjadi penasaran akan siapa sebenarnya perempuan yang telah rela mendonorkan ginjal nya pada ibunya


"Tempat biasa ? apa mungkin tempat di pinggir jalan pada malam hari itu ?"


Semua pertanyaan nya mengenai Alena mulai bermunculan di kepala, ia tak mungkin juga meminta bantuan Aditya meski ia adalah tangan kanan Aditya tapi tentu saja ia butuh uang untuk mencari tau ,dan tak mungkin ia menggunakan uang untuk mencari tau hal yang tidak penting itu


"Aku akan mencari tau sendiri, jika ia benar-benar menyukai ku ,lalu apa hubungannya ia dengan laki-laki yang bernama Dimas ini ? atau ia memang ada maksud dan tujuan tertentu padaku "


Arya langsung meletakkan ponsel milik Alena di atas meja .


....


Arjuna dan Siska akhir nya sampai kerumah


namun ia melihat rumah Arya gelap lampu nya tak menyala

__ADS_1


Kemana Arya dan ibunya kenapa lampu nya mati ?


Astagaaaaa Siska berhentilah memikirkan nya lagi , benar-benar sebuah ujian bertetangga dengan nya , aku harus melawan perasaan yang berada di dada ini , ntah lah ...


Sesampainya di rumah Arjuna langsung menelpon Silvi untuk memberi tau jika mereka sudah sampai di rumah


"Iya mas udah sampai, syukurlah mas juga sudah membawakan makanan kesukaan mu , kau kesini saja dulu , atau mau mas yang mengantarkan nya kesana "


"Antar via ojek online aja ,kenapa lagian kita kan baru sampe , capek "


Siska Terdengar nyolot dari belakang sambil menyeret koper di tangan nya


"Tapi Silvi belum makan ,aku takut ia kelaparan "


"Aku juga belum makan dan aku rasa Silvi itu bukan lah anak kecil lagi yang harus di manjakan "


Siska menjawab ketus


Arjuna pun langsung membela "Kau tidak tau bagaimana Silvi ia sangat menyukai kepiting itu "


"Ah berlebihan sekali ,di sini kan juga banyak jualan kepiting , tinggal di pilih mau yang ukurannya bagaimana"


Arjuna belum mematikan ponsel nya


tapi Silvi tertawa geli di telpon saat mendengar suara Siska yang terus mengoceh-ngoceh itu


"Mas sepertinya mbak Siska sudah mulai cemburu dengan mu "


"Ah itu hanya perasaan mu saja ,hah "


"ya sudah cepat matikan ponsel nya "


"Baiklah "


Arjuna langsung melemparkan tubuhnya di atas sofa


"Ya sudah lah kalau begitu kita saja yang makan kepiting ini ,ayo cepat siapkan "


Sambil bergerutu Siska menyiapkan makanan tersebut


"Apa -apa Silvi apa hebatnya dia , perasaan otak nya sama saja dengan ku ,hanya beda tipis saja !"


....


Selamat malam reader..

__ADS_1


huhuhu pasti kalian kecewa ya karena Arya menikah dan belum ketahuan nya Dimas itu ...


Author mengerti bagaimana perasaan kalian ,semoga kalian masih terus bertahan ya ..salam hangat dan sayang untuk kita semua ya πŸ˜ŒπŸ€—πŸ€—


__ADS_2