
Siska menarik nafas panjang ia langsung berpikir panjang sekali , memikirkan nasib Rima dan mami nya
Didalam mobil Rima terus -menerus menangis
sambil memegang ponsel bututnya
Kak Dimas memang keterlaluan bahkan selama ini ia tak terpikirkan untuk membeli ponsel untuk Rima , apa jangan-jangan benar kak Dimas belum iklas melepaskan perasaannya pada Ana , keterlaluan kak Dimas ini
tapi aku tak akan mungkin membuat Rima menangis terus-menerus ,
"Rima kita sudah sampai , ayo cepat hapus air mata mu , jangan sampai menangis lagi kasihan ayah dan ibu mu "
"Siska jika memang kak Dimas tak ada uang tak apa , aku bersedia untuk menikah saja di KUA tanpa resepsi "
Siska menarik nafasnya
"Rima masalah nya bukan hanya tentang ijab kabul dan sah nya pernikahan , tapi kehidupan kalian setelah menikah ,apa kau sanggup jika kak Dimas belum mendapatkan pekerjaan , apa kau bersedia ikut tinggal dengan mami ku , bayangkan "
Rima menarik nafas dalam-dalam
"Jika sudah menikah maka mami kalian adalah ibu ku juga , aku tak gampang jatuh cinta Siska, tapi jika hanya karena kak Dimas takut tak bisa menghidupi ku , ia salah besar ,bukankah kesulitan adalah makanan sehari-hari ku "
Mata Siska berkaca-kaca , ia tak menyangka jika sahabat nya itu memiliki hati yang sungguh luar biasa , tapi memang benar jika seseorang telah jatuh cinta pasti akan mengIyakan segalanya ,namun mereka yang jatuh cinta itu lupa jika hidup ini tak cukup hanya makan cinta saja , ada tindakan dan juga kehidupan yang begitu keras di depan nanti
"Aku percaya padamu , Sekarang kau istirahat lah dulu ,aku berjanji padamu jika semuanya akan baik-baik saja "
"Terimakasih adik ipar "
Ucap Rima
"Hmm ya.. ya "
Panggilan adik ipar semakin membuat Siska menjadi terbebani , bagaimana tidak ,jika sampai panggilan itu tak terjadi ia takut Rima akan bunuh diri ,
Jangan lupa Rima adalah adik kandung Amanda , satu ikatan darah biasanya memiliki satu keterikatan yang sama , Amanda dan Rima sama - sama lemah soal hati
Rima ingin sekali berteriak ia pun langsung menelpon Arjuna , dengan bersusah payah ia mendapatkan nomor telepon yang tak ia simpan itu , untung lah Arjuna pernah mengirim kannya pesan saat itu , setelah itu ia memblokir nomor Arjuna
Suara ponsel Arjuna berdering
"Mas telpon mu berbunyi "
"Angkat saja ,mas lagi sibuk"
Arjuna lagi makan berdua dengan Silvi , kebetulan Siska juga telah mengganti nomor telepon nya
"Nomor baru mas "
"Angkat saja dek , mungkin saja itu klien kita "
Silvi pun langsung mengangkat ponselnya
"Iya halo "
Siska syok mendengar suara seorang perempuan
__ADS_1
*Astaga ia sedang bersama seorang perempuan! ini yang kalian baik ,Kak Dimas ,mami kau lihat kelakuan menantu kesayangan kalian !*
ucap nya dalam hati
Siska menahan amarahnya karena ia sedang membutuhkan Arjuna untuk menolongnya , tak mungkin ia menemui Ana , karena yang kaya dan berduit itu bukanlah Ana tapi Aditya, walaupun Ana memiliki wewenang atas harta milik Aditya tapi tak mungkin Siska meminjam uang lima ratus milyar kan pada Ana ,itu bukanlah jumlah uang yang sedikit
"Halo.. apa masih ada orang di sana "
Tanya Silvi
"Kenapa dek "
"Nggak ada jawaban mas "
"Ya udah matikan aja ,orang iseng itu nggak penting "
Siska mengurut dada nya
*Fix ia sedang bersama Silvi ,hmm apa mereka berada di dalam apartment Silvi , oh ya ..
benar-benar munafik sekali kelakuan nya
di depan agamais tapi di belakang roh halus *
Siska langsung membiarkan ponsel tersebut di mati kan ,tapi akhirnya Siska memutuskan untuk menelpon kembali karena ia memang sedang butuh sekali bantuan Arjuna dengan menahan segala egonya ia kembali menelpon
Kring..
"Mas nomor yang sama menelpon lagi "
"mungkin ia hanya ingin berbicara dengan mas ,ayo angkat mas "
Silvi memberikan ponsel miliknya
"Sini ,lagian siapa sih dek orang iseng yang mau menelpon Mas "tutur Arjuna dengan lembut
"Lama sekali ia mengangkat nya , sok jual mahal sekali,heh atau ia tak mau di ganggu karena sedang berduaan dengan perempuan genit itu !"
Baru saja Siska ingin mematikan teleponnya
terdengar suara menjawab di ujung telepon
"Halo "
Siska langsung kaget saat mendengar suara Arjuna
"Halo... maaf jika tak mau menjawab maka dengan terpaksa nomor anda akan saya blokir "
menjawab dengan lembut , sopan namun pasti menyakitkan
Huh sok setia padahal kau juga buaya darat kan ,hah..
"Heh tunggu dulu jangan di matikan "
Arjuna langsung kaget karena ia sangat mengenali suara tersebut ,hanya saja ia tak mau terlalu percaya diri sekali
__ADS_1
Silvi di sebelah nya menempel kan telinga nya ke ponsel milik Arjuna sambil berbisik
"Siapa mas ?"
"Seperti suara Siska "
ucap nya berbisik
Wajah Silvi langsung tampak bahagia
"Kau dimana "
Arjuna memilih pura-pura tak mengenali suara tersebut
"Maaf ya anda siapa , berani sekali bertanya seperti itu padaku "
"Sialan sok sekali dia ,sudah seperti orang paling penting saja di dunia ini "
Menarik nafas dalam-dalam menahan emosi nya ,jika bukan Karena ia sedang membutuhkan bantuan Arjuna jangan kan untuk menelpon nya ,ia akan memaki balik Arjuna Karena kelakuan nya itu sangat menjijikkan sekali baginya
"Ini aku Siska "
Singkat , padat dan jelas
Tapi kenyataan sungguh berbeda dengan faktanya karena Arjuna hanya menjawab
"Oh kau, ada apa ? dari mana kau mendapatkan nomor telepon ku ?"
Brerngse*! , Sialan bisakah aku memakimu saat ini juga Arjuna ,bisa tidakkkkkkkkkkk ?!
sok selebritis sekali Jawaban mu hah!.
"Tidak ada ,aku hanya ingin meminta bantuan mu ,apa kau ada waktu untuk ku "
Berusaha mengontrol nada suaranya yang sebenarnya sudah meledak-ledak sekali itu
" Apa aku tidak dengar , bagaimana"
Siska menahan amarahnya dengan menggigit giginya
"Aku ingin meminta bantuan mu , bisakah kita berbicara sebentar "
"Oh bantuan , maaf untuk saat ini aku tidak bisa Karena pekerjaan ku masih banyak , jika kau mau ,kau berbicara saja dengan Silvi kebetulan ia bersama ku saat ini "
"Oh tidak usah aku tidak butuh bantuan Silvi aku saat ini perlu dengan mu , itu saja ,jika kau sibuk tak masalah aku akan menunggu mu pulang nanti "
Arjuna dan Silvi sedang tertawa mengibarkan bendera kemenangan,merasa keberhasilan sudah di depan mata
"Mas harus tegas jangan kelihatan lemah ,ayo "
ucap Silvi memberikan semangat
Arjuna mengangkat tangannya untuk memberikan kode "Jangan khawatir "
"Aku pulang agak lama ,tapi jika kau memang sangat membutuhkan bantuan ku ,kau langsung saja datang kekantor ku ,aku akan menunggu mu di sini sekarang !"
__ADS_1
"Oke baiklah aku akan kesana ,kirim alamat nya sekarang !"