
Didalam mobil Bian langsung mengobrol pada Ana "Mama itu ya yang namanya Tante Siska sahabat mama "
"Iya Nak.. kenapa ? cantik kan ?"
Ana Tersenyum
"Iya Cantik . sama seperti mama sama-sama cantik sekali "
"Itu baru namanya,belum lagi lihat anak Tante Siska "
Bian tertawa "Bian serahkan segala hidup Bian di tangan Mama ,bentuk bakti Bian pada ibu yang sudah membesarkan dan melahirkan Bian , Malaikat tak bersayap Bian "
Ana Sangat bersyukur memiliki anak seperti Bian yang sangat penurut dan tidak pernah sekalipun membuat kesalahan ia sangat lembut dengan adik dan kedua orang tuanya
Ana sangat yakin jika Arika pasti akan bahagia dengan Bian
"Jadi Bian berangkat besok Nak ?"
"Iya jadi Ma , pagi-pagi sekali karena sebagai ketua Bian harus bertanggung jawab atas semuanya , termasuk jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan "
Ana kembali memegang dadanya ,ia merasa sangat bahagia sekali "Mama sangat bersyukur sekali bisa melahirkan Bian kedunia ini , anak laki-laki kebanggaan mama "
__ADS_1
Padahal Bian sudah tidak sabar lagi ingin membalas Arika langsung dengan kedua tangannya
Lihat saja perempuan tengil itu akan tau betapa ganasnya seorang Bian
Mobil melaju dengan kecepatan sedang ,ibu dan anak itu terlihat terlibat obrolan yang santai sekali ,seperti tidak ada beban sama sekali padanya
Mereka tertawa , bercanda dan membicarakan hal yang sangat indah sekali
.....
Sepulang dari kampus Arika langsung menyiapkan segala kebutuhannya sendiri ,mulai dari koper , pakaian, obat-obatan dan cemilan padahal mereka sudah dikatakan Tidak boleh membawa banyak barang namun Arika dan Alea cerdas , mereka memanfaatkan situasi yaitu neneknya Alea . mereka nanti akan mengatakan Itu adalah barang-barang milik neneknya Alea apa lagi Alea dan neneknya adalah titipan langsung dari rektor di kampusnya , bisa dikatakan untuk urusan hukuman ospek ,Alea bakal aman saja
"Nenekkk...."
Teriak Alea kegirangan ,
"Apa ?"
"Besok pagi kita akan berangkat !"
"Alea besok pagi-pagi papa ada rapat jadi Alea pergi naik taksi aja ya Nak "
__ADS_1
"Ya... baiklah papa tidak Masalah tapi Alea mau bercerita ,di kampus Alea ada teman baru namanya Siska "
Wajah Arya berubah aneh , termasuk neneknya
sudah lama sekali nama itu tak pernah disebutkan dirumah itu lagi
Namun malam ini kembali disebutkan oleh Alea , ia sengaja ingin melihat reaksi orang-orang dirumahnya
Neneknya langsung berpura-pura masuk key kamar "Dimana tadi aku menaruh sisirku "
Alea menahan perutnya agar tidak tertawa , sedangkan Arya langsung masuk kedalam kamarnya dengan alasan ia harus istirahat cepat
"Hoammm papa mengantuk sekali, besok mau rapat pagi-pagi"
Melihat semuanya menghindar Alea langsung tertawa " Hmmm kalian semuanya pengecut sekali , kenapa harus menghindari aku hmm... payah . ada apa emangnya dengan nama Siska ha ...ckckck kalian semua nanti akan aku buat kaku ,Papa dan nenek pintar sekali menyembunyikan perasaan semuanya ckckckc "
Alea masuk kedalam kamar ,ia yang iseng juga sudah menyiapkan pakaian untuk neneknya ,
Neneknya hanya terima beres saja , Memang Alea ini sangat ceroboh sekali , perasaan pakaian yang ia masukkan kedalam kopernya adalah kebanyakan pakaian neneknya untuk kepengajian komplek , mana tempat kemah itu nanti sangat dingin dan berada ditengah hutan
"Aku akan berlibur tanpa papa dan tempatnya sangat bagus sekali ,aku sangat menyukainya ...."
__ADS_1