
Pulang dengan sebungkus nasi goreng di tangan nya sambil mengendarai mobil nya.
hati nya senang karena akhirnya ia menemukan kelemahan perempuan itu agar ibunya tau
Sorot lampu mobil terlihat dengan jelas memasuki perumahan tersebut , hanya mobil nya saja yang masih berada di luar saat malam ini .
Arya langsung memarkir kan mobilnya. tak munafik jika perasaan nya masih sakit .
apa lagi saat melihat kearah rumah yang berada di samping nya , berpikiran jika saat ini Siska sedang tidur berduaan dengan mesra di dalam kamar , tentu saja itu adalah hal yang wajar baginya jika berpikiran seperti itu ,lagi pula Siska dan Arjuna adalah suami istri dan manusia normal juga , sangat mustahil jika sepasang laki-laki dan perempuan berdua tinggal satu atap tapi tak melakukan hal yang semestinya terjadi
Dengan berat hati Arya benar-benar tak sanggup melihat rumah yang berada tepat di sebelah kamarnya itu
"Assalammualaikum "
Masuk kedalam rumah tapi tak ada sahutan dari dalam , terlihat ibunya telah tertidur di kursi dengan tersenyum-senyum sendiri
"Suamiku..."
Ucap ibunya . Arya kaget , kemudian tersadar
"Hmm mungkin ibu bermimpi indah tentang suami nya "
Arya tersenyum
"Suaminya ? hmm ya iyalah kan ayah ku "
menggaruk kepalanya
Arya tak tega membangunkannya ,tubuh tua itu tampak tergeletak di kursi ,
"Ibu untuk semua lelah mu , maafkan aku belum bisa membahagiakan mu seutuhnya "
Arya mengelus wajah ibunya ,dari dahi sampai ke mulut ibunya . lalu menaruh nasi goreng di atas meja , dan tersenyum bahagia karena sekarang ibunya sudah sembuh dan bisa berkumpul bersama nya lagi , Karena hanya tinggal ibunya saja di dunia ini ,
ia memang sengaja membiarkan ibunya yang tertidur di atas kursi dengan kepala yang tampak miring kesamping , Arya hanya membiarkannya saja ,tak memberikan bantal atau selimut , alasannya satu. tak mau menganggu mimpi indah ibunya
(Woyy Arya bangunin nape ,emak loe ,tega bener biarin orang tua tidur di kursi , nggak tega ,nggak tega cuma caranya itu loh ,hadeh....noh kepala emak loe sampai miring ,nggak keseleo nape !"
Arya yang tak tega melihat ibu nya tidur di luar sendirian pun langsung berinisiatif berbaring di lantai dengan mengambil bantal di kamar ia pun langsung tertidur di bawah kaki ibunya
seperti seekor kucing yang bergelantungan pada tuannya
__ADS_1
Keesokan harinya
Ibunya kaget saat mendengar suara dengkuran Arya yang besar sekali , mungkin karena efek ia terlalu kelelahan apa lagi malam tadi ia harus keluar untuk mencari nasi goreng
,"Aastaga suara apa itu ? ada ba*i ngepet di sini !"
ibunya memegang dadanya sambil beristighfar , ibunya masih percaya hal-hal yang seperti itu maklumlah dahulu ibunya adalah anak kepala desa di pelosok daerah Jawa , yang selalu mendengar kan, kisah-kisah Seperti itu
Saat hendak berdiri melihat jendela ia mendapatkan kakinya tertahan Karena di pegang oleh kedua tangan Arya ,
ibunya kaget dan melihat jam sudah subuh saja "Astaga anak ini ,hampir saja jantung ku mau copot ,kenapa ia tak membangun kan aku , lihatah wajahnya begitu tampan dan lucu sekali , dasar buaya "
ibunya tertawa geli karena memang ia tau jika Arya memang suka sekali berganti-ganti perempuan , sampai-sampai ia sering menyebut kan salah nama wanita-wanita yang sering ia bawa kerumah
"Tapi sepertinya kau tidak lagi seperti dahulu ,putraku , baguslah itu tandanya kau mengerti jika itu sama sekali tak berguna "
mengecup kening Arya
Ibunya berdiri dan menyiapkan sarapan di dapur , sedang kan nasi goreng yang di bawa kan oleh Arya tadi langsung ia bawa .had
....
"Aku harus mengerjakan semuanya ,ayolah Siska kau pasti bisa "
Setelah mencuci muka ia langsung mengambil sapu ,baru beberapa kali menyapu ia langsung duduk dan tertidur sebentar sambil duduk , terdengar suara Azan subuh , Arjuna pun keluar bermaksud untuk mengambil air wudhu , dan ia kaget saat melihat Siska duduk dengan memegang sapu , ia sebenarnya merasa geli sekali melihat nya ,namun bukankah bangun pagi adalah hal yang sangat sulit bagi Siska sejak dahulu
Sebelum menikah Arjuna sudah mempelajari karakter dan seluruh kebiasaan Siska , tak semudah itu memutuskan menikah dengan sembarangan perempuan apa lagi status nya adalah bangsawan ,tak di pungkiri wajah cantik Siska telah mencuri hatinya ,
Salah satu kekurangan Siska yang di sebut kan ibunya adalah ia sangat sulit bangun pagi , biasanya ia akan terbangun jika di siramkan air
Arjuna berjalan dengan memegang sebuah gelas di tangannya ,lalu duduk dan memandangi wajah Siska
ia memang cantik tapi berduri ,jika ia sudah bangun maka jangan di harapkan lagi bisa melihat ia dengan posisi semanis itu lagi
Arjuna mengigit bibirnya menahan betapa indah nya makhluk di hadapannya ini
ya meski terpaksa ia menikah dengan Siska bukan kah pernikahan mereka halal,namun ia tak serendah itu memaksa apa yang menjadi haknya kepada Siska
karena ia yakin jika nanti Siska sendiri yang akan menyerahkan semuanya
"Hei tukang tidur bangun !"
__ADS_1
Siska langsung kaget sudah lama sekali ia tak merasakan percikan air tersebut pada wajahnya , Seperti tidak tau Siska saja jika ada orang yang berani membangun kan tidur nya pasti ia akan marah besar
saat ia membuka mata ia mendapatkan Arjuna berada di hadapannya ,
dan benar saja Siska langsung memakinya
"Hei apa maksudnya kau menyiram ku dengan air ha ?!"
Siska langsung berdiri dan berkacak pinggang , apa lagi ,yang semakin membuat ia kesal adalah saat membuka mata ada wajah Arjuna di hadapannya
Arjuna langsung memasang wajah datar
"Aku hanya mengingat kan mu jika terlambat menyiapkan pekerjaan mu maka gajimu akan aku Potong dari seratus ribu sehari menjadi lima puluh ribu "
Siska langsung menyadari jika malam tadi ia dan Arjuna sudah membuat peraturan
"Astaga aku lupa , sudah jam berapa ini "
Arjuna menjawab "Kau kan punya mata ,kau bisa lihat sendiri jam berapa "
Arjuna langsung meninggalkan Siska untuk mengerjakan sholat subuh di kamar nya
ia memang taat soal ibadah jauh sekali dengan Arya
Siska langsung panik dan seketika rasa kantuknya langsung menghilang
"Astagaaaaa aku ketiduran ,ya ampun .
mana tadi aku membentak nya lagi "
Dengan cepat ia memasak menyiapkan sarapan lalu membersihkan rumah ,soal tugas ia sudah mengerjakan nya tadi malam
"Ah selesai ,haduh capek sekali pantas saja biaya ART itu mahal , kerjaan nya melelahkan sekali "
Siska mengelap keringatnya
Terdengar sayup-sayup suara Arjuna mengaji tapi tak membuat Siska luluh juga selain hatinya yang membatu ia juga sangat tidak suka dengan segala apapun bentuk hal positif dari suami nya itu
Siska kemudian berdiri karena terlalu gerah akhirnya ia memutuskan untuk mandi sepagi itu
"Baiklah aku akan mandi , karena rasanya tubuhku benar-benar sudah gerah sekali !"
__ADS_1