Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 173


__ADS_3

Karin tersenyum-senyum melihat wajah Arika yang nampak keheranan dengan apa yang ia lihat , tebakannya berhasil dan sesuai rencana ia dan mamanya


"Hmm kak Arika pasti sedang terpukau dengan suara kak Bian "


Arika bahkan langsung memegang dadanya


"Kak Arika , Karin tinggal sebentar ya "


Arika bahkan sama sekali tak berkedip mendengar lantunan ayat suci Alquran yang ia dengar tersebut


"Ya ampun mama kalau lelaki yang seperti ini yang akan mama kenalkan pada Arika ,Arika bersedia untuk menikah muda saat ini juga , bayangkan saja dia yang menjadi imamnya dan Arika adalah makmumnya , mama suaranya saja sudah menggetarkan jiwa apa lagi wajah nya , sebaik-baiknya lelaki , tentu saja lelaki yang bagus agamanya adalah laki-laki pilihan terbaik untuk menjadi suami idaman "


Karin sengaja memperlambat jalannya , lalu ia mengagetkan Arika


"Duarr..."


"Karin kau mengagetkan kakak saja "


mengelus dadanya


"Kak Arika masih ingin berdiri disini ya ?"


Arika langsung tersipu malu


"Eh tidak,tadi katanya Karin mau minta ditemenin nggak "


Sambil mengangkat tangannya ia menunjukkan boneka kelinci yang berada ditangannya


"Nah ini lihatlah kan kak Bonekanya sudah Karin ambil "


Bian yang sedang mengaji menjadi tidak fokus karena mendengar ribut-ribut dibelakangnya dengan cepat ia menutup bacaan tersebut


"Shadaqallah hal adzim"


ucap Bian


Arika dan Karin pun langsung buru-buru meninggalkan tempat itu


"Kak Karin akan mengajak kakak ketempat yang sangat bagus sekali dari rumah ini , biasanya mama,papa ,Karin dan kak Bian akan duduk disini untuk melihat kelinci "


"Mm jadi kak Bian juga suka kelinci ya Karin ?"


Karin mengangguk "Kak Bian itu sangat lembut sekali perasaannya kak , bahkan ia memotong ayam saja tidak tega , padahal kan ia seorang laki-laki , papa sampai marah-marah sama kak Bian , waktu hari raya idul adha juga kak Bian sampai menangis tersedu-sedu melihat sapi yang dipotong "


Lagi-lagi Arika langsung memegang dadanya


sambil tersenyum membayangkan betapa bersyukurnya jika ia bisa menjadi pendamping Bian

__ADS_1


"Baru pertama kali aku jatuh hati pada seseorang hanya dengan mendengarkan suaranya saja, bayangkan saja ia sampai menangis melihat sapi dan ayam yang dipotong ! dengan hewan saja ia tak tega apa lagi dengan manusia "


Arika tersenyum-senyum sendiri


"Nah kak Arika lihat itu , yang merapikan taman , membersihkan kandang kelinci dan memandikan kucing itu kerjaan kak Bian ,ia langsung turun tangan , kak Bian juga jago olahraga kak ,karate, bulu tangkis , tenis meja ,dan banyak lagi "


Arika tak henti-hentinya merasa kagum dengan apa yang ia dengar barusan


"Jago Olahraga ,kaya , anak laki-laki satu-satunya , pintar ngaji , lembut hatinya , kesayangan di keluarga ,dan aku yakin ia juga tampan , Lihat saja Tante Ana dan Karin pastilah wajahnya tak jauh beda dari mereka , ya ampun mimpi apa aku semalam mendapatkan seseorang seperti ini , aduh tapi tunggu dulu apa ia akan tertarik denganku "


Karin Sepertinya paham apa yang ada di pikiran Arika


"Kak Arika sangat cantik dan cocok sekali dengan kak Bian , apa lagi kak Bian itu sama sekali tidak pernah pacaran , ia bahkan paling anti jika ada perempuan yang mendekatinya "


"oh ya ,aduh Karin bisa aja"


Sementara itu Bian yang selesai mengaji langsung pergi menghampiri Siska dan Ana


"Mama , Tante Siska ". mencium tangan Siska , sungguh membuat hati Siska sampai meleleh bayangkan saja ditengah kemajuan teknologi masih ditemukan seorang pemuda yang tampan ,mapan dan sopan


"Astagaaaa menantu ".ucap Siska keceplosan


Bian langsung tersipu malu mendengar ucapan dari Siska


"Tante Siska bisa saja "


"Tak apa-apa Bian kau harus lebih belajar memahami Tante Siska , karena jika kau sudah wisuda maka mama dan Tante Siska akan menikahkan kalian berdua ,oh ya mana Karin dan Arika tadi ya "


saat mendengarkan nama Arika


"Sayang kenapa kau " Siska langsung memberikan air minum untuk Bian


"Nak pelan-pelan nanti tersedak "


Bian langsung berbisik didalam hatinya


Arika? kenapa namanya mirip mari itu , ah tapi mana mungkin ia anak Tante Siska , sudahlah ...tidak penting


"Minumlah nak , pelan-pelan kalau sedang minum nanti tersedak lagi "


"Makasih Tante "


"Panggil Mama juga tak apa-apa biar terbiasa nanti "canda Siska


Bian tersenyum-senyum malu , Bian yang selalu menuruti apa yang dikatakan oleh Ana nampak menunduk malu, ia selalu mempercayakan semuanya pada Ana , kelakuan Bian dengan segala prestasinya membuat Ana selalu membanggakan Bian dimanapun ia berada , padahal dibelakang Ana Bian kerap kali berlaku semena-mena pada orang yang tidak ia sukai salah satunya adalah Arika


Ana langsung menyuruh Bian untuk menyicipi kue yang dibawakan oleh Siska "Nah ini sayang Coba cicipi dulu Nak "

__ADS_1


Bian pun mencicipinya "Bagaimana rasanya "yg Tanya Ana pada Bian


"Enak sekali Ma , dimana mama belinya ini enak sekali Ma , mama tau saja selera Bian "


Siska langsung tersipu malu "Itu putri Tante yang membuatnya pagi tadi Nak , syukurlah kau menyukainya "


Ana langsung memeluk Siska


"Siska aku rasa aku ingin sekali memiliki cucu secepatnya "


Siska dan Ana tertawa geli cekikikan


wajah Bian langsung memerah


"Bagaimana Bian apa kau mau menikah dengan Anak Tante Siska , kau lihat kan Tante Siska saja cantik,nah anaknya pasti lebih cantik dari ibunya "


"Terserah mama dan Tante Siska saja ,Bian ikut saja , kalau anaknya Tante Siska mau ya Bian pasti setuju "


mendengar ucapan dari Bian . Siska dan Ana langsung berpelukan "Siska akhirnya persahabatan kita akan bersatu abadi hingga kapanpun "


"Benar Ana dan aku akan memiliki cucu dari mereka berdua "


Bian langsung menggaruk kepalanya karena ia masih menggunakan baju Koko ,ia langsung berpamitan untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu


"Ma,Tante Bian pamit dulu ya , mau ganti baju dulu "


"Oh iya sayang ,ganti baju yang paling bagus , agar anak Tante Siska langsung terpesona melihat mu Nanti"


Ana dan Siska amat sangat bahagia sekali


tak lama Bian naik keatas , Arika dan Karin langsung menghampiri Siska dan Ana


"Nah ini dia menantu ku "


Sambut Ana , melihat Ana yang begitu ramah dan welcome padanya


Arika pun merasa sangat senang apa lagi ia tau jika Bian yang dimaksud adalah laki-laki yang sangat ia idam-idamkan


"Maamaaa... kak Bian mana ?"


Mata Karin mencari-cari Bian kesepanjang penjuru rumah


"Kakakmu diatas lagi ganti baju "


"Lah kenapa harus diganti ,kak Arika suka kok melihat kak Bian pakai baju Koko iya kan kak Arika "


Wajah Arika pun kembali tersipu

__ADS_1


"Ya ampun Karin bisa saja "


Ana langsung tertawa "Karin lihatkan kak Arika jadi malu begitu"


__ADS_2