
"Alena pamit Bu "
Memeluk ibunya lalu pergi meninggalkan rumah itu dengan tangisan yang menyayat hati
"Iya Nak, hati-hati ibu berdoa semoga kau bahagia "
memegang dadanya
Di sepanjang perjalanan di dalam taksi menuju bandara ,Alena berkali -kali menangis memegang dadanya jauh di lubuk hatinya yang terdalam ia sangat sayang pada Arya bahkan ia memang tak bisa hidup tanpa Arya ,namun tekadnya sudah bulat ia tau jika Arya tak semudah itu akan menerimanya
"Pak lebih cepat lagi "
Alena memaksa sopir taksi agar membawanya lebih cepat agar hatinya tak goyah untuk pergi
"Baik Nona "
Kurang lebih sepuluh menit akhirnya Alena sampai di bandara , terlihat Tuan Romeo sudah menunggunya dengan tersenyum melihat Alena yang datang dengan membawa tas di tangan nya
"Akhirnya kau datang juga,aku pikir kau tak bisa meninggalkan suami tersayang mu itu "
Tuan Romeo tertawa bahagia melihat Alena berada di depannya namun tiba-tiba ada pengumuman dari pihak bandara jika penerbangan di Bali di tunda karena ada gempa dari kedalaman laut Bali yang tidak berpotensi
tsunami
Alena terdiam namun setelah itu ia ingat jika Arya sedang berada di Bali
"Kak Arya "
Salah satu televisi di bandara menyiarkan langsung bagaimana kejadian dan para korban dan gedung yang runtuh dan yang mengalami tingkat keparahan adalah gedung yang berada di samping pantai tentu saja gedung mewah dan banyak para pejabat penting yang menjadi korbannya nama-nama semua korban luka dan yang belum di temukan di tulis disamping televisi dan salah satunya adalah nama Arya petinggi Bratawijaya grup
Setelah membaca berita tersebut , Alena langsung memegang tasnya kembali perasaannya tak bisa di bohongi ia memangi ia sungguh tak bisa meninggalkan Arya apa lagi dalam keadaan terburuk
"Tuan aku minta maaf sepertinya ,aku tidak bisa ikut denganmu ya aku kalah dan aku merasa kalah aku tak bisa mengendalikan perasaan ku , aky kalah aku lebih memilih suamiku Arya "
Tuan Romeo pun tersenyum dengan sangat tenang
"Ya sudahlah tak masalah aku tak ingin memaksamu juga , ini pilihan hidup mu,aku berdoa semoga kau bahagia Alena "
"Terimakasih Tuan Romeo atas pengertian anda aku pamit dulu "
Dengan cepat Alena berlari naik ojek karena dengan naik ojek maka semuanya akan cepat sampai ,Alena ingin cepat-cepat sampai di rumah ia tak mau meninggalkan ibu Arya seorang diri
"Ya Tuhan semoga saja ibu belum menonton televisi ,jika sampai ibu menonton televisi aku tak tau bagaimana hancur nya perasaan ibu , karena tau kak Arya masuk dalam daftar orang yang hilang di dalam reruntuhan tersebut "
__ADS_1
Alena menangis sejadi-jadinya di dalam mobil
"Pak cepat ya ...."
Terkadang seseorang memilih bertahan bukan karena ia tak sanggup mencari pengganti yang lain namun satu hal rasa cintanya yang besar mengalahkan rasa sakit yang ia pendam
Meski Arya tak mencintainya namun Alena tak mau pergi meninggalkannya dalam keadaan seperti ini
Jalanan yang sesak di penuhi kemacetan membuat Kota tersebut benar-benar terasa sesak sekali , belum lagi cahaya matahari yang begitu panas menusuk kulit , mungkin karena efek ozon yang semakin tipis
Alena terus berdoa meminta keselamatan agar suaminya Arya baik-baik saja
"Ya Tuhan tolonglah selamatkan kak Arya aku tak meminta apapun kecuali keselamatan untuknya "
Mobil melaju kencang hingga akhirnya sampai didepan rumah Arya ,ia berlari memeluk ibu Arya
"Alena ,kau kembali Nak "
"Iya Bu,aku tidak jadi pergi dan hati ku sudah memutuskan untuk tetap bertahan dirumah ini dan menemani ibu"
Rupanya televisi belum di matikan ibunya ,Suara pembaca berita Terdengar sampai keluar Alena langsung berlari kedalam membesarkan volumenya ia melihat gedung runtuhan tersebut ambruk tak bersisa hanya keajaiban saja yang bisa menyelamatkan orang-orang di bawah sana
"Kak...Arya....."
Alena berteriak histeris sekali "Alena ada apa nak "
Menunjuk televisi
"Kenapa dengan Arya nak ?"
Wajahnya mulai pucat ia juga takut jika sesuatu terjadi pada putranya itu
"Ada apa dengan Arya Nak , katakan ?!"
"Hotel tempat kak Arya menginap ambruk Bu ,karena gempa ,dan sekarang nama kak Arya termasuk dalam korban yang belum ditemukan !"
Brag...
Ibunya langsung terduduk ,matanya nampak berkaca-kaca. bulir-bulir air mata berjatuhan sekesal dan semarah apapun seorang ibu ia akan tetap sangat merasa terpukul jika sesuatu yang buruk terjadi pada Arya apa lagi Arya adalah putranya satu-satunya yang selama ini selalu menjaga dan mendampinginya
"Arya anakku ,Ya Tuhan cobaan apa lagi ini ,tak henti-hentinya kau berikan padaku ,aku mohon selamatkan putraku dia adalah putraku yang sangat baik ,jika ada di masa lalunya orang-orang yang tersakiti karena sikapku ,aku mohon Ya Tuhan maafkanlah aku atas segala khilafku dan putraku ia sudah cukup banyak menderita atas semuanya "
Tangisan keduanya pecah hingga akhirnya Alena jatuh pingsan , ibunya panik dan keluar meminta pertolongan tetangga
__ADS_1
"Tolong..tolong..."
Tak ada yang keluar namun akhirnya muncullah beberapa orang tetangga yang kebetulan juga seorang Dokter
ia dengan cepat menghampiri ibu Arya "Ada apa Bu"
"Tolong anak menantu saya pingsan"
"Baiklah Bu, tunggu sebentar saya akan mengambil perlengkapan sebentar di mobil "
Dengan cepat ia memeriksa Alena
selesai memeriksa Dokter bertanya
"suaminya mana Bu?"
"Tidak ada belum pulang "
Ibunya hendak menangis karena tidak tahan lagi mendengar berita yang terus -menerus menyiarkan masalah gempa tersebut
"Ya baiklah kalau begitu,ini saya berikan resep vitamin secara gratis Karena kita tetangga , ini menantu pertama ya Bu"
"Terimakasih Dokter maaf merepotkan ,ya ini adalah menantu saya satu-satunya karena anak saya cuma satu "
Senyumnya melebar "Belum ada cucu juga ya .."
"Iya Dokter padahal saya sudah renta dan sudah sepuh teman-teman seusia anak saya sudah banyak yang menikah dan mempunyai anak ,ya itulah namanya juga belum rezeki "
Dokter perempuan yang masih muda dan cantik itu manggut-manggut dengan tersenyum bahagia
"Baiklah Bu, sepertinya Doa ibu didengar oleh Tuhan ya,jaga baik-baik menantu ibu karena usia kehamilannya baru satu Minggu ,jika ia banyak pikiran takutnya nanti terjadi sesuatu "
"Apa Dok, maksudnya bagaimana?"
Ibu Arya tak mengerti karena tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan
Alena perlahan membukakan matanya ia melihat dengan tatapan yang sayu karena kebanyakan menangis dari tadi sepertinya
"Iya Bu menantu ibu sedang hamil cucu ibu jadi tolong di jaga dengan baik ya , kehamilannya ,jangan banyak pikiran "
Dokter Tersenyum
Ibunya langsung tersenyum mengucapkan syukur karena berita bahagia tersebut
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu aku sangat senang mendengarnya , terimakasih Dokter "
"Mari ibu ,saya permisi dulu ".