Bed Friend

Bed Friend
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

❣️ Tiga tahun kemudian ❣️


Sebuah mobil sport warna merah tampak berjalan menyusuri padatnya lalu lintas kota London. Cleo sesekali melirik ke arah Kenzo yang kini sedang mengemudikan mobilnya.


"Emmmhh... Kenzo..."


"Apa?"


"Kenzo...."


"Ada apa Cleo? Sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Kenapa kau terlihat seperti orang bingung seperti itu, Bukankah biasanya kau selalu ceplas ceplos."


"Kenzo sebenarnya ada yang ingin kukatakan."


"Apa?"


"Bolehkah nanti malam aku menghadiri pesta ulang tahun Jessica?"


"TIDAK, KECUALI KAU MENGHADIRI PESTA ITU BERSAMAKU!"


"Tapi Kenzooo, aku ingin datang ke pesta itu, bagaimana jika kau ikut saja ke pesta nanti malam."


"Cleo bukankah kau tahu aku sedang mengerjakan papper yang ditugaskan oleh Profesor Charlotte."


"Tapi Kenzo, aku ingin datang ke pesta itu, tolong ijinkan aku datang ke pesta itu, Kenzo."


"TIDAK CLEO! KAU HARUS MENGIKUTI KATA-KATAKU! JIKA AKU MENGATAKAN TIDAK MAKA KAU TIDAK BOLEH DATANG KE PESTA ITU! DI SANA PASTI BANYAK LAKI-LAKI YANG AKAN MENGGODAMU!"


"KENZOOOOOO AKU SUDAH LELAH!! MEMANGNYA SIAPA KAU! KAU TERLALU MENGATUR HIDUPKU! KAU BUKAN SIAPA-SIAPA BAGIKU KENZO!! AKU SUDAH LELAH SELALU MENJADI PACAR PURA-PURAMU! AKU SUDAH LELAH! MULAI BESOK TOLONG KAU JANGAN ATUR HIDUPKU LAGI!"


Mendengar teriakkan Cleo, Kenzo pun hanya terdiam. Sesekali dia melirik Cleo yang kini menatap ke arah depan dengan mata yang memerah.

__ADS_1


"Cleo maafkan aku, aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Kau tahu kan ini sudah memasuki musim dingin, aku takut jika kau pergi sendirian lalu tiba-tiba ada badai salju yang menghantammu."


"Kau terlalu berlebihan!" bentak Cleo kemudian keluar dari mobil Kenzo.


"Cleo dengarkan aku tolong jangan marah padaku, aku hanya tidak ingin sesuatu terjadi padamu," teriak Kenzo sambil berlari di belakang Cleo. Cleo pun bergegas mempercepat langkahnya lalu segera masuk ke apartemen mereka.


Namun saat membuka pintu apartemen, tiba-tiba dia melihat Sharen yang sudah berdiri di belakang pintu dengan membawa begitu banyak barang. Kenzo yang berlari di belakang Cleo pun menghentikan langkahnya lalu berdiri di belakang Cleo.


"Kak Sharen, kakak mau kemana?" tanya Cleo dan Kenzo bersamaan.


"Cleo, Kenzo. Kakak ada kegiatan magang di Manchester selama enam bulan, kalian bisa kan hidup sendiri di sini?"


'Kegiatan magangku sebenarnya hanya berlangsung empat bulan, sedangkan sisanya aku akan pulang ke Indonesia untuk menyelidiki tentang kebenaran ayah kandungku dan Kenzo,' gumam Sharen.


"Oh tidak, kenapa mendadak sekali, kalau kakak memberitahuku mungkin aku bisa mempersiapkan diriku untuk ikut denganmu, Kak. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana satu rumah dengan laki-laki menyebalkan seperti adikmu itu," gerutu Cleo.


"Kenapa Cleo? Kenapa kau tiba-tiba mengatakan seperti itu? Bukankah biasanya kau selalu senang jika berduaan dengan Kenzo?"


"Kalian kenapa? Apakah ada sesuatu yang terjadi pada kalian berdua?"


"Aku hanya sudah sadar akan kebodohan yang kulakukan selama ini, aku bahkan sudah sangat muak pada adikmu itu Kak," jawab Cleo yang membuat Sharen tersenyum.


"Cleo tolong jangan seperti itu, sebaiknya kalian selesaikan masalah diantara kalian berdua. Jika kalian membutuhkan sesuatu, kalian bisa menghubungiku. Aku pergi dulu ya, aku tidak ingin tertinggal kereta. Jaga diri kalian baik-baik."


"Ayo kuantar saja Kak."


"Tidak usah Kenzo, lebih baik kau jaga saja Cleo disini. Kakak sudah memesan taksi, dan taksinya sudah menunggu di bawah."


Sharen lalu memeluk Cleo sambil menarik bibirnya agar tersenyum. "Aku pasti akan sangat merindukanmu, Kak."


"Ya, aku juga. Hubungi aku lewat sambungan video jika kau merindukanku ataupun membutuhkan bantuanku."

__ADS_1


"Ya." Mereka lalu melepaskan pelukan mereka.


"Kenzo jaga Cleo baik-baik, aku pergi dulu."


Kenzo pun mengangguk, lalu menutup pintu apartemen saat Sharen sudah keluar dari apartemen tersebut. Dia lalu mengalihkan pandangannya pada Cleo yang kini sedang berjalan ke arah kamarnya.


"Cleo dengarkan aku, Cleo," teriak Kenzo, namun Cleo semakin mempercepat langkahnya lalu masuk ke dalam kamarnya sambil membanting pintu.


"SIAL!!" umpat Kenzo sambutan mengusap kasar wajahnya. Dia pun bergegas ikut masuk ke dalam kamarnya.


Saat hari memasuki waktu petang, akhirnya Kenzo pun keluar dari kamarnya saat merasakan perutnya terasa begitu lapar. Dia kemudian berjalan ke arah dapur, namun saat sudah sampai di samping meja makan dia tidak menemukan apapun di meja makan tersebut.


"Kenapa meja makan ini kosong, biasanya Cleo sudah membeli makanan," ucap Kenzo sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Apartemen ini sepi sekali, dimana Cleo? Jangan-jangam Cleo juga belum keluar dari kamarnya."


Kenzo lalu bergegas menuju ke kamar Cleo kemudian mengetuk pintu kamarnya. Namun beberapa kali dia mengetuk pintu kamar tersebut, tidak ada jawaban apapun dari Cleo. Akhirnya Kenzo pun membuka pintu tersebut, namun saat membuka pintu kamar itu, Cleo sudah tidak ada di dalamnya.


"SIAL!! JADI CLEO BENAR-BENAR PERGI KE PESTA ITU!"


"AKU HARUS MENCARI CLEO! TAPI AKU BAHKAN TIDAK TAHU DIMANA JESSICA MENGADAKAN PESTA ITU!"


🍒🍒🍒


Cleo memasuki sebuah cafe dengan mengenakan dress warna hitam yang membungkus kulit putih mulusnya disertai tatanan rambut half updo pada rambut loose wavynya serta riasan wajah bold agar terkesan glamor di wajahnya. Beberapa mata pun tertuju padanya sambil melontarkan siulan dan ledekan manja padanya.


"Lihat itu Cleo," ucap sebuah suara dari seorang lelaki bule yang menatap Cleo dengan tatapan mata nakalnya.


"Sepertinya dia tidak datang bersama kekasihnya yang arogan itu."


"Ya, sepertinya sekarang waktu yang tepat untuk bermain-main bersama Cleo. Cepat suruh Jessica untuk memberikan minuman ini padanya," ucap laki-laki itu sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2