
'Oh tidak!' batin Nala. Namun, dia tidak bisa berkutik. Dia hanya bisa mengikuti langkah Zack menuju ke ruangan Laurie. Saat mereka sudah sampai di depan ruangan Laurie, Nala hanya terdiam. Lalu duduk di depan ruangan tersebut.
"Aku di sini saja Tuan," ucap Nala. Zack hanya diam, tanpa menjawab satu patah kata pun, lalu masuk ke ruangan itu.
Saat Zack memasuki ruangan itu, tampak Olivia sedang duduk di samping Laurie sambil memijit tangan dan membelai rambutnya. Melihat kedatangan Zack, raut wajah Olivia pun berubah.
"Ada apa kau ke sini?" tanya Olivia.
"Mama, tolong ijinkan aku untuk berbicara empat mata dengan Laurie."
"Hanya berdua? Tidak akan pernah kuijinkan!"
"Sekali ini saja, mulai besok aku tidak akan mengganggu Laurie lagi."
"Apa maksudmu?"
"Mama tolong tinggalkan aku berdua dengan Laurie. Aku tahu, aku manusia yang sangat kejam. Aku tahu, aku begitu terobsesi pada Laurie dan aku tahu yang ada di dalam hati dan pikiranku adalah memiliki Laurie seutuhnya."
"Yang kau rasakan itu hanya obsesi! Bukan cinta!"
"Mama, yang kutahu, aku sangat mencintai Laurie. Tapi sekarang aku baru sadar kalau ternyata cintaku membuat Laurie terluka."
"Oh jadi kau sudah sadar?"
"Iya ma, dan karena itulah aku minta tolong pada mama untuk kali ini saja, aku ingin bicara berdua dengan Laurie. Tolong ma, untuk kali ini saja biarkan aku berdua dengan Laurie."
"Apa ini artinya kau mau melepaskan Laurie?"
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak akan melepaskan Laurie secepat itu, aku hanya ingin bicara berdua dengan Laurie. aku ingin minta maaf pada Laurie dan menjauh untuk sementara dari hidup Laurie, agar dia merasa nyaman."
"Jadi, apa artinya ini? Kau sadar sudah menyakiti Laurie tapi tapi kau juga tidak mau melepaskan dia? Apa sebenarnya maksudmu Zack?"
"Ma, bukan mama tahu aku sangat mencintai Laurie. Aku tidak akan semudah itu melepas Laurie, tapi aku juga tidak mau Laurie tertekan karena sikapku yang menghambat kesembuhan Laurie, karena Itulah untuk sementara ini, aku akan menghilang dari Laurie sampai dia benar-benar sembuh. Untuk saat ini, aku hanya ingin minta maaf pada Laurie. Jadi, tolong ijinkan aku berduaan saja dengan Laurie."
"Baik." Olivia kemudian menghembuskan nafasnya, lalu keluar dari ruangan itu. Saat dia keluar dari ruang perawatan Laurie, Olivia melihat Nala yang kini duduk di depan ruang perawatan itu.
"Nala!" panggil Olivia.
"Oh Tante Olivia."
"Kau ada di sini Nala?"
"Iya, tadinya aku mau masuk. Tapi, aku lihat ada Zack di dalam. Jadi, aku menunggu di sini saja. Aku muak melihat laki-laki itu, Tante."
"Dan tante mengijinkannya?"
"Ya, sepertinya ada suatu hal penting yang ingin disampaikan pada Laurie."
"Iya Tante, emh tante. Bagaimana kalau kita tunggu di kantin saja?"
"Di kantin?"
"Ya, di kantin, kita bisa ngobrol sambil minum teh atau kopi," ucap Nala berharap agar Olivia menuruti kata-katanya, agar saat Zack keluar dari ruangan tersebut dia tidak melihat dirinya dan Olivia yang sudah saling mengenal.
"Baik, sepertinya itu ide yang bagus Nala. Ayo kita ke kantin sekarang," jawab Olivia. Mereka kemudian menuju ke kantin rumah sakit. Sementara Zack yang ada di dalam ruangan tersebut tampak duduk di samping Laurie.
__ADS_1
Dia kemudian membelai rambut dan wajah Lauri lalu mengecup keningnya. "Apa kabar Laurie? Aku harap kabarmu baik-baik saja. Ah, aku lupa, bukankah kau memang selalu baik-baik saja tanpa kehadiranku. Benarkan kan Laurie? Kau selalu baik-baik saja tanpa kehadiranku."
'Itu sangat benar, lalu untuk apa kau kesini? Menggangu hariku saja,' batin Laurie.
"Laurie, tahukah kau? Hari ini aku begitu sedih, bukan hanya sedih karena mendengar kondisimu dari Dokter Alvaro, tapi juga sedih karena aku baru sadar kalau ternyata keegoisanku telah membawamu pada sebuah penderitaan. Penderitaan yang aku tak tahu bagaimana ujungnya. Maafkan aku kalau ternyata keegoisanku telah membuatmu menderita Laurie. Sungguh aku tidak pernah ingin membuatmu merasa terluka ataupun menderita. Aku memang egois, tapi kau tahu kan siapa diriku? Aku seorang pimpinan mafia, yang selalu mendapatkan apa yang aku minta, aku tidak suka penolakan."
Zack kemudian menyeka air mata yang mulai keluar dari sudut matanya. Setetes air mata karena meratapi dirinya. Seorang Zack, laki-laki yang ditakuti oleh semua orang, tapi sebenarnya sangat lemah dalam percintaan, dan layaknya seorang pecundang. Zack yang mendapatkan semua yang diinginkan, tapi tidak pernah mendapatkan hati wanita yang dia inginkan.
"Laurie, aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan begitu pula dengan dengan wanita yang kucintai. Aku harus mendapatkan wanita itu dan menjadikan wanita Itu milikku seutuhnya, memang aku egois, aku tahu itu, dan ini memang salah. Aku memang gila, lebih tepatnya tergila-gila karena cinta. Inilah cinta, cinta yang begitu hebat yang pernah kurasakan pada seorang wanita dan itu kau. Meskipun aku tahu cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi aku sangat mencintaimu Laurie. Aku sangat amat mencintaimu."
'Dan aku sangat tersiksa oleh cintamu,' batin Laurie.
"Aku sebenarnya merasa sangat sedih saat dokter Alvaro mengatakan tentang kondisimu yang sebenarnya, aku sedih saat mengingat kebodohanku yang telah menyakitimu. Aku tahu, kau tidak pernah baik-baik saja saat bersamaku. Karena itulah mulai hari ini aku tidak akan pernah mengganggumu lagi Laurie, aku tidak akan pernah mengganggumu. Tapi aku akan kembali hadir saat kau sudah sadar untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatanku padamu. Saat kau sudah sadar, aku janji aku akan merubah semua sikapku dan menjadi suami yang baik bagimu. Suatu saat nanti, tolong beri aku kesempatan untuk mengabdikan diriku padamu. Laurie aku benar-benar merasa berdosa atas semua yang terjadi padamu, aku akan menunggumu sampai kau sembuh, tapi tidak disini, agar kau merasa nyaman hidup tanpa kehadiranku."
'Oh tidak, jadi dia tidak mau meninggalkan aku?' batin Laurie.
"Laurie, mulai hari ini aku akan pergi agar kau bisa tenang tanpa aku. Tapi aku akan kembali lagi untuk menebus rasa bersalahku padamu. Selamat tinggal Laurie, semoga kau bisa sadar secepatnya dan semoga kita bisa bertemu lagi untuk memperbaiki hubungan kita. Satu pesanku yang harus kau ingat, aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu sejak kita bertemu, hari yang telah berlalu, hari ini, dan seterusnya cinta ini hanya untukmu. Selamat tinggal Laurie," ucap Zack. Dia kemudian mengecup kening Laurie, lalu pergi dari ruang perawatan itu. Namun, saat dia keluar dari ruang perawatan Laurie, dia tidak melihat Nala.
"Kemana wanita siluman itu!" teriak Zack.
Sementara itu, di dalam ruang perawatan tampak Laurie menghubungi Alvaro melalui ponsel rahasia yang dipinjamkan Alvaro padanya.
"Halo Alvaro, bisakah aku bicara denganmu?"
NOTE:
Gaes, mampir juga ya ke karya Kak Chika, dijamin ceritanya keren abis. Keren banget loh imajnasinya, nyesel kalo ga mampir lohi
__ADS_1