Bed Friend

Bed Friend
Bersikap Dingin


__ADS_3

Cleo kemudian mematikan ponselnya, lalu mendekat kembali ke arah Kenzo.


"Siapa yang meneleponmu?"


"Kenzo, bisakah kita bicara lebih serius sebentar?"


"Ya, ada apa Cleo?"


"Emhhh... Begini Kenzo, saat di Bandara apakah kau ingat aku mengatakan padamu jika aku sudah memiliki seorang pacar?"


"Ya aku masih ingat, kupikir kau berbohong padaku. Apa kau benar-benar memiliki hubungan dengan laki-laki lain selain aku, Cleo?"


"Kenzo kau percaya padaku kan?"


"Ya, aku percaya padamu."


"Sebenarnya apa yang terjadi, Cleo?"


Cleo lalu memeluk Kenzo kemudian menangis dalam pelukannya. "Maafkan aku, saat di Paris aku sebenarnya sudah menerima lamaran seorang laki-laki tapi percayalah padaku, aku tidak pernah mencintainya. Saat itu aku menerima lamarannya karena dia terus menerus memaksaku, aku tidak punya pilihan Kenzo. Tolong percayalah padaku, aku hanya mencintaimu, aku bahkan tidak pernah bersentuhan dengannya karena aku tidak bisa bersentuhan dengan laki-laki lain kecuali dirimu."


Kenzo lalu mengangguk sambil membelai rambut Cleo. "Ya, aku percaya padamu. Tapi tolong kau putuskan hubunganmu dengan laki-laki itu secepatnya, karena aku juga akan menikahimu dalam waktu dekat. Aku tidak mau kehilanganmu lagi Cleo, itu terlalu menyakitkan."


"Iya Kenzo, besok dia pulang ke Indonesia. Aku akan menemuinya dan memutuskan hubungan dengannya."


"Kau mau menemuinya sendirian?"


"Ya."


"Kau yakin?"


"Ya, semua yang telah terjadi dalam hidup kita adalah karena kesalahanku dan kecerobohanku biar aku yang menyelesaikan semuanya sendiri."


"Tapi aku mencemaskanmu."


"Percayalah padaku Kenzo, aku tahu bagaimana menyelesaikan semua masalahku."


"Baik Cleo, besok setelah kau bertemu dengan laki-laki itu kau langsung menemuiku, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu."


"Ya, terimakasih Kenzo."


Kenzo lalu menganggukan kepalanya sambil memegang wajah Cleo dan mengecup keningnya.


"Kenzo, aku mau pulang dulu. Aku tidak mau mama curiga."


"Aku ikut, aku juga ingin bertemu dengan Shane."


"Ya, pakai bajumu dulu," ucap Cleo sambil mengenakan pakaiannya.

__ADS_1


"Cleo apa Tante Vallen sudah tahu siapa Shane sebenarnya?"


"Sudah, mama sudah tahu kalau Shane adalah putramu."


"Lalu bagaimana tanggapan Tante Vallen? Apakah dia marah padaku?"


"Kau lihat saja sendiri nanti bagaimana reaksi mama," jawab Cleo sambil tersenyum.


"Aku sudah siap kalau Tante Vallen marah padaku."


Cleo lalu tersenyum mendengar perkataan Kenzo, mereka kemudian bergandengan tangan keluar dari kamar Kenzo menuju ke rumah Cleo di sampingnya. Jantung Kenzo berdegup sangat kencang saat Cleo membuka pintu rumah itu, rasa takut dan cemas mulai merasuk ke hatinya saat memasuki rumah itu, apalagi saat melihat Vallen yang sedang berdiri sambil menggendong Shane.


"Shane, lihat itu papamu sudah datang," ucap Vallen saat melihat kedatangan Kenzo dan Cleo. Perasaan cemas yang dirasakan oleh Kenzo seketika pun hilang melihat senyuman di wajah Vallen.


"Mamamu tidak marah padaku?" bisik Kenzo di telinga Cleo.


"Tidak dia bahkan sangat bahagia aku hamil anakmu," ucap Cleo yang membuat Kenzo tersenyum. Kenzo lalu mendekat pada Vallen kemudian menggendong Shane.


"Dia sangat mirip denganmu, Kenzo. Wajahmu sangat mirip dengan Shane saat kau masih berumur satu tahun. Tante benar-benar tidak menyangka kalian telah memberikan seorang cucu padaku. Kau dulu sangat dingin Kenzo, Tante pikir kau tidak pernah bisa mencium Cleo tapi ternyata tante salah, ternyata kau bisa melakukan lebih dari itu, hahahaha. Aku benar-benar tidak menyangka, kalian ternyata sudah sangat pintar membuat seorang anak, hahahaha."


Kenzo pun hanya tersenyum canggung mendengar perkataan Vallen, dia kemudian duduk si sofa sambil menimang Shane dan menciumi wajah bayi mungil itu.


'Putraku,' gumam Kenzo sambil tersenyum.


"Lipstikmu berantakan sekali, pasti Kenzo sudah menciummu, iya kan?" bisik Vallen pada Cleo.


"Benar kan kata mama kau harus mengoleskan lipstik lebih tebal, mama tahu Kenzo pasti akan menciummu."


"Mama," gerutu Cleo.


Vallen lalu mendekat ke arah Kenzo yang kini duduk di atas sofa.


"Kenzo, lalu kapan kalian akan menikah?"


"Secepatnya tante, bagaimana kalau minggu depan?"


"Itu terlalu cepat, Kenzo!" teriak Cleo kemudian duduk di samping Kenzo sambil menatap Kenzo dengan tatapan tajam.


"Memangnya kenapa? Bukankah lebih cepat itu lebih baik?"


"Mama setuju dengan Kenzo, Cleo. Lebih cepat itu lebih baik."


"Tapi tidak secepat itu ma! Bukankah menikah butuh persiapan?"


"Apa yang tidak bisa dilakukan oleh Kenzo Mahendrata, Cleo? Semua bisa kuurus dengan cepat."


"Benar kata Kenzo, semua bisa diurus dengan cepat Cleo! Dulu mama juga menikah dengan papamu tanpa persiapan."

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau satu minggu, banyak yang masih harus kuurus. Bagaimana kalau satu bulan?"


"Terlalu lama Cleo."


"Tiga minggu."


"Terlalu lama."


"Dua minggu," sahut Cleo lagi.


"Itu juga terlalu lama, Cleo."


"Baik satu setengah minggu, hahahaha. Bagaimana kalian berdua setuju kan?" ucap Vallen sambil tersenyum.


"Ya, aku setuju Tante. Satu setengah minggu atau sepuluh hari itu tidak terlalu lama. Iya kan Cleo?"


"Baiklah," gerutu Cleo. Di saat itulah ponsel Cleo pun kembali berbunyi. 'Nathan,' gumam Cleo.


"Aku mau angkat telepon dulu," ucap Cleo sambil berjalan ke arah depan rumahnya. Vallen lalu mendekat ke arah Kenzo.


"Kau ternyata sudah sangat tidak sabar untuk memberiku cucu lagi kan Kenzo? Setelah kalian menikah, hamili putriku lagi secepatnya. Aku ingin memiliki banyak cucu, hahahaha."


"Emmhhh iya tante," jawab Kenzo sambil meringis.


Sementara Cleo yang kini sudah ada di luar rumah kemudian mengangkat panggilan dari Nathan.


[Halo Nathan.]


[Halo Cleo sayang, besok pagi aku sudah sampai di Jakarta, kita bisa langsung bertemu kan? Aku sudah sangat merindukanmu.]


[Oh ya, aku juga ingin bertemu denganmu, ada yang ingin kubicarakan.]


[Kau juga pasti sudah merindukanku kan?]


[Aku ingin berbicara sesuatu hal yang penting, Nathan.]


[Apa kau ingin membicarakan pernikahan kita?]


[Nathan kita bicarakan besok, aku sedang bersama keluargaku, sampai bertemu besok.] sahut Cleo kemudian menutup teleponnya.


'Kenapa kau selalu saja dingin padaku, Cleo,' gumam Nathan saat Cleo menutup teleponnya.


NOTE:


Baca juga karya bestie aku ya, karya Kak Lena Laiha judulnya Terpaksa Menikah dijamin ceritanya seru abis, nyesel deh kalo ga mampir 😘😍🥰


__ADS_1



__ADS_2