Bed Friend

Bed Friend
Sweet Kiss In This Morning


__ADS_3

"Oh jadi kau tinggal di Panti?"


"Iya, Tuan Kenzo."


"Maaf."


"Tidak apa-apa, Tuan. Saya yang seharusnya meminta maaf karena sudah terlambat."


"Tidak apa-apa, saya paham Dea. Jadi kau lulusan Diploma, dan sedang melanjutkan kuliahmu di sore hari?"


"Iya Pak, karena siang hari saya harus bekerja untuk membantu keuangan Panti, lalu sore saya melanjutkan kuliah saya."


"Bagus, kau wanita yang baik."


"Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan para pengurus panti. Saya sudah ada di panti tersebut sejak saya masih bayi, Pak. Jadi saya ingin membalas kebaikan mereka. Tanpa mereka, saya tidak bisa seperti ini Pak Kenzo."


"Ya, bagus sekali Dea. Besok-besok saya akan datang ke pantimu. Aku ingin memberikan sedikit oleh-oleh untuk anak-anak panti."


"Terima kasih, Pak Kenzo."


"Sama-sama, sepertinya perkenalan kita cukup. Silahkan mulai bekerja!"


"Iya Pak," jawab Dea sambil tersenyum pada Kenzo.


"Kenapa kau masih berdiri saja di situ Dea? Mejamu ada di luar."


"Oh, emhhh iya. Maaf."


Dea kemudian keluar dari ruangan Kenzo sambil menutup mulutnya. 'Astaga, aku benar-benar salah tingkah,' batin Dea.


Dia kemudian membalikkan tubuhnya kembali sebelum keluar dari ruangan tersebut. 'Pak Kenzo,' batin Dea.


***


Sementara itu, Luna yang sedang menyiapkan sarapan tampak begitu terkejut saat sebuah tangan melingkar di pinggangnya.


"Selamat pagi, istriku!" ujar Devano sambil meringis.

__ADS_1


"Apa-apaan ini, Devano?" bentak Luna.


"Galak sekali, bukankah sejak dulu aku selalu bersikap manis seperti ini padamu? Saat kau jadi sekretarisku kau tidak seperti ini, Luna! Kau bahkan langsung menciumku saat aku memelukmu!"


"Keaadaannya sudah berbeda, Devano! Lebih baik sekarang kau sarapan! Ini sudah siang! Bisa-bisa kau dimarahi Papa!"


"Dasar galak! Aku bangun kesiangan seperti ini juga karenamu!"


"Jangan banyak bicara!"


Devano kemudian menyantap sarapannya sambil melirik Luna yang kini juga sedang menikmati sarapannya.


'Sombong sekali kau, Luna! Mentang-mentang ada Dokter Vallen yang selalu membelamu, kau jadi bersikap seperti ini padaku?' batin Devano.


"Devano, jangan menatapku seperti itu. Aku tahu kau pasti sedang mengumpat karena sikapku, kan?"


"Jangan berfikiran buruk padaku, Luna. Aku hanya sedang memperhatikan buah dadamu!"


"Dasar me*um!" umpat Luna.


"Aku tidak me*um Luna, aku hanya ingin mendapatkan hakku sebagai suami yang tidak kau penuhi! Tolong berikan hakku Luna! Tahukah kau semalaman aku sampai tidak bisa tidur!" keluh Devano.


"Itu bukan urusanku!"


"Aku tidak peduli! Carilah pacar sebanyak yang kau mau, Devano! Aku hanya kasihan pada tunanganmu itu!"


"Jangan sebut dia, melihat wajahnya saja aku belum pernah! Sedangkan Shakila, dia juga sudah punya pacar!" gerutu Devano.


"Itu bukan urusanku!"


"Luna, tolong jangan bersikap seperti ini padaku!"


"Aku mau ke kamar Devano, aku mau istirahat!" ujar Luna. Dia kemudian bangkit dari tempat duduknya. Namun, saat akan berjalan menuju ke kamar tiba-tiba Devano mengikutinya lalu memeluknya.


"Apa-apaan ini, Devano?"


Devano terdiam, dia kemudian mencengkram pundak Luna lalu membalikkan tubuhnya. Dia kemudian memandang wajah Luna dengan tatapan begitu dalam.

__ADS_1


"One kiss, Please. One kiss as you be my wife! Please," ujar Devano.


Luna kemudian menghembuskan nafasnya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Devano, dan mengecup pipinya.


Mendapat kecupan di pipi. Devano pun tersenyum. "Thanks, thanks a lot!" ujar Devano.


Luna pun tersenyum. "Cepat berangkat, ini sudah siang!"


Devano pun menganggukan kepalanya, lalu perlahan mencuri kecupan di bibir Luna dan kemudian berlari sebelum Luna marah padanya.


"Devano! Lancang sekali!" teriak Luna. Namun Devano hanya terkekeh sambil memeletkan lidahnya.


"Dasar!" gerutu Luna. Dia kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya sambil tersenyum dan memegang bibirnya.


"Thanks for sweet kiss in this morning!" ujar Luna.


NOTE:


mampir juga ya ke karya bestie othor novelnya Kak Dhevy Yuliana, dijamin ceritanya keren abis loh.



Blurb:


ayo Masuk, kita senang senang di dalam," seorang gadis dengan alis tebal, tengah menarik tangan gadis cantik bermata biru dan berkulit putih, untuk masuk kedalam bangunan Diskotik.


mereka berdua, berjalan memasuki ruangan yang menyuguhkan musik yang memekkan telinga. dan juga,sorot dari lampu disko yang menggoda iman.


mereka berdua, masuk ke dalam, dan bergabung dengan teman teman yang lain. dan kedatangan mereka, disambut baik oleh seluruh teman temannya.


"Maira, yaampun, loe cantik banget sih malam ini, udah kayak model," seru salah satu dari mereka dengan tatapan mendamba dan memuja.


"ish paan sih," ucapnya mendegus kesal. gadis itu tidak menyukai yang namanya berlebihan. bahkan, untuk tempat tinggalpun, Maira levih menyukai tinggal di rumah sederhana daripada tinggal di rumah orang tuanya yang merupakan, seorang pengusaha.


"alah, dasar Muna!!" hardik salah satu dari mereka yang bernama Nabila Maharani itu. tentu saja, hal itu tidak berani di lakukan oleh mereka di depan Maira.


karena mereka semua, akan memainkan akting sebaik yang mereka lakukan

__ADS_1


"sstt, nanti dia dengar," ucap salah satu yang bernama Kinanta.


akhirnya, semua orang yang ada di sana, berlagak bak superhiro


__ADS_2