Bed Friend

Bed Friend
Menikah Secepatnya


__ADS_3

Leo lalu mengangkat panggilan telepon itu.


[Halo Om Leo.]


[Halo, ada apa Kenzo?]


[Om, beberapa hari yang lalu, bukankah Om Leo mengatakan padaku jika Maya ijin beberapa hari padaku karena dia sedikit mengalami cidera.]


[Ya, Vansh mengatakan padaku jika beberapa hari yang lalu Maya diserang oleh beberapa preman dan Vansh lah yang menolongnya dan membawanya ke rumah sakit.]


[Jadi Kak Vansh yang menceritakan semua itu pada Om Leo?]


[Iya Kenzo, memangnya kenapa?]


[Begini Om, saat ini aku melihat Maya dan Kak Vansh sedang bersama. Apa mereka memiliki hubungan khusus? Terus terang saja, aku sedikit sungkan jika Maya saat ini bekerja di kantorku, sedangkan ternyata dia adalah pacar dari Kak Vansh. Om tahu kan maksudku? Kekayaan keluarga Kak Vansh tidaklah main-main.]


[Iya Kenzo, aku mengerti maksudmu. Kau pasti sungkan mempekerjakan Maya jika ternyata dia berpacaran dengan Vansh kan?]


[Iya Om. Pasti Om tahu bagaimana rasanya berada di posisiku.]


[Iya aku mengerti Kenzo, tapi masalahnya aku juga tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Aku juga tidak tahu apakah saat ini Vansh berpacaran dengan Maya atau tidak karena Vansh belum mengatakan apapun padaku.]


[Oh, jadi Om Leo juga belum tahu bagaimana hubungan Maya dan Kak Vansh?]


[Belum Kenzo.]


[Oh baiklah Om, kalau begitu kututup dulu teleponnya. Aku harus kembali ke kantor.]


[Iya Kenzo.]

__ADS_1


Leo lalu menutup panggilan telepon itu lalu tersenyum kecut pada Calista. "Ada apa Leo?"


"Benar kan apa yang kukatakan, Calista?"


"Tentang Vansh?"


"Ya, dia sudah memiliki seorang pacar."


"Benarkah? Astaga, aku sangat bahagia, Leo. Akhirnya dia bisa melupakan masa lalunya," teriak Calista sambil menutup mulutnya.


"Jangan senang dulu Calista."


"Memangnya kenapa?"


"Karena Vansh ternyata berpacaran dengan Maya."


"Ma.. Ma.. Maya itu? Yang kita tolong tempo hari?"


"Astaga," ujar Calista sambil menggigit kukunya.


"Kau mengerti kan?"


"Ya, aku mengerti. Kenan?"


Leo lalu menganggukan kepalanya. "Iya Calista, aku tidak yakin Kenan mau merestui hubungan Maya dengan Vansh."


"Kau benar Leo, aku juga tidak yakin Kenan mau menerima Maya. Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Hal ini sebenarnya bukan urusan kita berdua, tapi ada baiknya kita tanyakan dulu pada Vansh dan Maya. Nanti setelah Nathan pulang dari kantor, kita pergi ke rumah Vansh."

__ADS_1


"Iya Leo."


"Aku ingin tahu bagaimana hubungan mereka sebenarnya, aku harus menanyakan tentang semua ini pada mereka berdua. Kalau hubungan mereka belum dalam, mungkin ini hal yang mudah untuk memberikan penjelasan pada mereka berdua jika Kenan tidak menyetujui hubungan mereka. Tapi jika hubungan mereka sudah dalam, itu tentu bukan hal yang mudah."


"Itu artinya, mau tidak mau harus ada yang mengalah kan?"


"Ya, antara Kenan atau Vansh. Mereka harus bisa menurunkan ego masing-masing."


"Aku benar-benar tidak mengerti, mengapa sekarang Kenan menerapkan standar yang tinggi untuk bisa menikah dengan putra-putrinya, dan kini dia harus dihadapkan kenyataan jika apa yang ditakutkan olehnya akhirnya terjadi."


"Entahlah Calista, mungkin pergaulan dengan sesama rekan bisnisnya. Selama ini dia juga melebarkan sayap bisnisnya di luar negeri. Mungkin ada kesenjangan tersendiri. Jadi dia menerapkan standar agar yang menjadi bagian dari keluarga mereka, harus berasal dari kalangan berada."


"Mungkin, tapi itu sebenarnya tidak etis Leo."


Leo pun hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya.


...***...


"Siapa yang menelepon, Olive?" tanya Kenan saat Olivia baru saja menutup panggilan teleponnya.


"Laras."


"Ada apa? Apa ada sesuatu dengan Vansh?"


"Tidak Kenan, dia baik-baik saja. Laras hanya mengatakan jika ada hantu di rumah kita."


"Hantu? Mustahil," ucap Kenan sambil tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya.


"Entahlah, Dennis yang mengatakannya pada Laras."

__ADS_1


"Lalu kau percaya dengan perkataan Dennis?"


Olivia lalu menggelengkan kepalanya. Kenan lalu mendekat pada Olivia. "Sayang, lebih baik kau pulang sekarang. Pikiranmu sudah tidak ada di sini, tapi dengan Vansh. Lebih baik kau pulang dan mulai perkenalkan Vansh dengan Alexa. Aku ingin Vansh dan Alexa bisa menikah secepatnya," ucap Kenan.


__ADS_2