
Aleta pun hanya tersenyum sambil merasakan dongkol dia dalam hatinya. Dia kemudian menganggukkan kepalanya lalu mendekat ke arah Amanda.
"Oh kau sudah membawa semua berkasnya kan Aleta?"
"Iya Nyonya, bahan meeting kita besok semuanya sudah siap."
"Bagus."
Melihat Aleta yang datang bersama rombongan keluarganya, Kenzo pun mengerutkan keningnya.
"Aleta menjadi asisten Mama?" tanya Kenzo.
"Ya, dia asisten pribadi mama. Apa kau mengenalnya?"
"Ya, dia teman SMP ku."
Amanda kemudian memelototkan matanya. "Jadi dia teman SMP mu? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku, Aleta?"
"Oh itu, saya hanya tidak enak sebelum Kenzo yang mengatakan pada Nyonya."
"Oh kau bisa saja, lalu apa kau sudah mengenal Cleo?"
Aleta kemudian menggelengkan kepalanya.
"Kenalkan dia Cleo, calon istri Kenzo. Bagaimana mereka sangat serasi kan Aleta? Cleo gadis yang sangat cantik dan pintar, sangat pantas bersanding dengan Kenzo dan menjadi menantuku. Kau tahu aku bahkan sudah menjodohkan mereka sebelum Cleo lahir."
Mendengar perkataan Amanda, Aleta pun merasa begitu kesal namun dia tetap tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Cleo.
"Aleta."
"Cleo."
"Mereka memang sangat serasi Nyonya Amanda."
__ADS_1
"Ya tentu saja."
Aleta pun hanya bisa berpura-pura tersenyum sambil memandang Kenzo dan Cleo yang kini saling berpandangan sambil membisikkan sesuatu lalu keduanya tampak tertawa.
'Aku tidak menyangka jika Cleo secantik ini, pantas saja Kenzo sepertinya begitu tergila-gila padanya tapi lihat saja, aku pasti bisa membuat mereka berpisah untuk selama-lamanya dan hanya ada aku di dalam kehidupan Kenzo,' gumam Aleta sambil menatap keduanya dengan tatapan tajam.
Melihat Aleta yang kini menatap Cleo dengan tatapan mencurigakan, Sharen pun mendekat kembali ke arahnya kemudian menarik tangan Aleta ke salah satu pojok bagian apartemen.
"Oh jadi kau teman Kenzo waktu kalian SMP? Lalu kenapa kau melihat Kenzo dan Cleo dengan tatapan seperti itu? Apa kau menyukai adikku?"
Aleta pun kini terlihat gugup.
"Oh... E.. "
"Cepat jawab!"
"Emh tidak mungkin Nona Sharen, saya sadar siapa saya, saya tidak mungkin menyukai Kenzo. Kami tidak sebanding dan saya tidak pantas bersanding dengan Kenzo."
Aleta pun menganggukkan kepalanya, kemudian Sharen berjalan menjauhinya sambil memelototkan matanya.
'Memangnya kau siapa Sharen? Aku tidak pernah takut dengan ancamanmu!' gumam Aleta sambil duduk di sebuah kursi meja makan. Dia kemudian melihat Cleo yang kini menyenderkan kepalanya di bahu Kenzo sambil berbincang dengannya.
"Jadi dia yang bernama, Aleta?"
"Ya."
"Sepertinya dia memang menyukaimu."
"Tapi aku hanya menyukaimu, jangan dipikirkan lagi Cleo karena yang terpenting adalah kita. Apa kau mengerti," ucap Kenzo pada Cleo sambil membelai pipinya.
'Kenapa aku harus melihat hal seperti ini, aku benar-benar sudah sangat muak!' gumam Aleta. Dia kemudian mendekat ke arah Amanda.
"Nyonya Amanda, bisakah saya beristirahat sekarang?"
__ADS_1
"Oh ya, tentu saja. Sharen, bisakah kau tunjukkan kamar untuk Aleta?"
"Iya Ma," jawab Sharen.
"Ayo ikut," ucap Sharen pada Aleta kemudian mengantarkannya pada sebuah kamar sempit berukuran 2x3 meter dengan sebuah ranjang kecil di dekat pintu.
"Kau tidur di sini saja, tidak ada kamar kosong lagi cuma ada ruangan ini, dulu tempat ini untuk menyimpan buku-bukuku dan desainku tapi sejak aku pindah ke Manchester, ruangan ini sudah tidak terpakai."
"Disini? Jadi ini adalah gudang?" tanya Aleta sambil mengerutkan keningnya.
"Memangnya kenapa? Apa kamar di rumahmu lebih bagus daripada tempat ini! Dasar tidak tahu diri! Kau bisa sampai di sini saja itu adalah sebuah keberuntungan, lalu kau mau meminta lebih?" gerutu Sharen.
"Oh tidak Nona Sharen, ini kamar yang bagus, ini sudah lebih dari cukup," jawab Aleta. Sharen pun hanya terdiam mendengar perkataan Aleta, dia kemudian meninggalkan Aleta dengan tatapan sinis.
"Dasar wanita menyebalkan," gerutu Aleta saat Sharen sudah berjalan meninggalkannya. Dia kemudian menutup pintu kamar itu lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memainkan ponselnya hingga akhirnya dia pun terlelap. Setelah tertidur selama satu jam, akhirnya Aleta pun membuka matanya kemudian melihat arloji di tangannya.
"Oh sudah pukul dua siang, pantas saja perutku terasa lapar," ujar Aleta. Dia kemudian beranjak dari atas ranjangnya lalu keluar dari kamar itu.
"Sepi sekali," gerutu Aleta saat keluar dari kamar itu.
"Ah mungkin mereka sedang beristirahat atau jalan-jalan, sebaiknya aku makan siang saja. Perutku sudah sangat lapar."
Aleta kemudian berjalan ke arah meja makan, namun sebelum dia sampai di meja makan tiba-tiba dia melihat Kenzo yang keluar dari kamarnya.
"Kenzo rapi sekali, dia mau kemana?" ucap Aleta saat melihat Kenzo yang kini berjalan ke arah pintu.
"Sepertinya dia tidak pergi bersama Cleo, ini benar-benar kesempatan bagus, aku harus mengikuti Kenzo pergi, aku tidak mau membuang-buang kesempatan sebagus ini. Ya, aku harus mengikutinya sekarang juga," ucap Aleta yang kini mulai berjalan mengendap-endap mengikuti langkah Kenzo.
NOTE:
Mampir juga ke karya bestie aku yuk dear, karya Kak Nirwana Asri judulnya Maafkan Adikku ceritanya dijamin seru abis 😘🥰😍
__ADS_1