Bed Friend

Bed Friend
Siapa Laki-laki Itu?


__ADS_3

"Iya Pa," jawab Kenzo. Amanda lalu melirik pada Inara sambil tersenyum dan memegang dadanya. Inara pun mengangguk. Setelah memeluk Kenzo cukup lama, Abimana kemudian melepaskan pelukannya. Kenzo kemudian tersenyum padanya.


"Sekali lagi terimakasih."


Kenzo menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, kemudian dia duduk di samping Cleo kembali. "Jadi ini alasannya Kak Sharen sekarang tinggal bersama kalian? Ternyata bukan untuk menemani Tante Inara seperti yang Kak Sharen katakan padaku? Tapi karena Kak Sharen sudah tahu kakak adalah anak kandung Papa Abimana dengan kekasihnya dulu."


"Iya Kenzo, aku sudah mengetahuinya sejak aku meninggalkan kalian berdua di London, aku anak Papa Abimana dan Mama Ghea, mereka sudah menikah setelah Papa bercerai dengan Mama Amanda, tapi kondisi perekonomian Papa yang memburuk membuat Mama Ghea meninggalkan Papa. Kenzo, aku telah banyak berhutang budi pada Mama Amanda dan Papa Rayhan, aku merasa sungkan jika aku terus menerus tinggal di rumah ini dan merepotkan mereka, posisi kita berbeda, Kenzo. Kau adalah anak pertama Mama Amanda, anak kandung dan pewaris Mahendrata Grup, sedangkan aku hanyalah anak angkat yang dirawat Mama Amanda hanya karena kebaikan hatinya, tapi meskipun aku tidak tinggal lagi bersama kalian, aku sangat menyayangi kalian semua," ucap Sharen kemudian memeluk Amanda yang ada di sampingnya.


"Mama juga sangat menyayangimu, Sharen," balas Amanda sambil membelai rambut Sharen.


"Aku tahu itu Kak," jawab Kenzo sambil tersenyum, dia kemudian memandang Cleo. "Cleo, tahukah kau saat kau pergi meninggalkan kami semua, Kak Sharen lah yang memberikan pelajaran pada Aleta."


"Memberi pelajaran?" tanya Cleo sambil mengerutkan keningnya.


"Hanya tamparan dan luka di beberapa bagian tubuhnya, tapi aku sebenarnya belum puas karena dia berhasil melarikan diri," gerutu Sharen sambil mendengus kesal.


"Lalu bagaimana kabar Aleta sekarang?"


"Tidak ada yang tahu keberadaannya, setelah kejadian itu dia pun menghilang bagai ditelan bumi. Semua barang-barangnya yang masih ada di kantor pun tidak ada yang dia ambil, termasuk ijazahnya. Mama memang pernah mencoba datang ke rumahnya, tapi ternyata Aleta dan keluarganya sudah pindah dari rumah itu."


"Sudah tolong jangan bicarakan dia lagi, aku sangat muak mendengar namanya, dia adalah sumber masalah dalam hidupku," gerutu Kenzo.


"Kau tidak boleh berbicara seperti itu, Kenzo."


"Memang itulah kenyataannya, Cleo. Jika dia tidak berulah, sekarang pasti kita sudah menikah, kau tidak perlu menanggung kehamilanmu sendiri, dan Shane tidak perlu terlambat mendapatkan kasih sayang dari kami semua," jawab Kenzo dengan sedikit kesal.


"Kenzo, yang terpenting sekarang kau dan Cleo sudah hidup bersama, dua tahun itu sebentar, Nak. Kau tahu Papa bahkan harus menunggu selama dua puluh tahun untuk bisa bersatu dengan Tante Inara."


"Dua puluh tahun? Memangnya ada apa Pa sampai harus menunggu sampai selama itu?"


Mendengar pertanyaan Kenzo, Abimana pun tampak gugup. "Emh, kami terpisah oleh keadaan, Kenzo. Orang tua Tante tidak menyetujui hubungan kami, sedangkan kami saling mencintai, jadi kami saling berkomitmen untuk menjaga perasaan ini sampai takdir mempertemukan kami dalam sebuah ikatan pernikahan."

__ADS_1


"Dan kalian menunggu selama dua puluh tahun untuk bisa bersatu?" tanya Kenzo.


Abimana pun mengangguk sambil tersenyum. "Aku tidak menyangka, Papa ternyata orang yang sangat luar biasa, Papa sangat berprinsip dan setia pada Tante Inara, aku sangat bangga memiliki orang tua seperti Papa," ucap Kenzo sambil tersenyum. Abimana pun tersenyum mendengar perkataan Kenzo. "Terimakasih Kenzo."


'Jika kau tahu yang sebenarnya, apakah kau bisa berkata seperti ini padaku, Kenzo?' gumam Abimana sambil menatap senyuman di wajah Kenzo dan Cleo.


"Amanda, Rayhan, Kenzo, dan semuanya, kami pamit pulang dulu, ini sudah malam. Vallen terimakasih atas jamuannya di rumahmu."


"Kenapa terburu-buru sekali, Abimana?"


"Ini sudah malam, Vallen. Kenzo dan Cleo pasti ingin beristirahat, mereka pasti lelah mempersiapkan pernikahan mereka hari ini. Aku bisa datang ke sini lagi besok untuk menemui cucuku."


"Ya, kau harus menemuinya lagi besok Abimana, dia sangatlah lucu dan mirip dengan Kenzo saat dia masih kecil dulu, ini kesempatan bagus untukmu, dulu kau tidak pernah melihat Kenzo saat dia masih kecil kan karena kau terkurung...."


Vallen kemudian menghentikan kata-katanya karena melihat semua orang yang mulai menatap dirinya.


"Terkurung?" tanya Kenzo.


"Oh, ya aku bisa memahami bagaimana perasaan Papa, ditinggal oleh orang yang kita cintai itu memang tidak mudah," sahut Kenzo yang membuat Abimana sedikit salah tingkah.


"Iya Kenzo, sekarang Papa pulang dulu."


"Iya."


Abimana, Inara, dan Sharen lalu berpamitan. Amanda dan Rayhan juga berniat pulang ke rumah mereka. "Kenzo, ayo kita pulang."


"Sebentar ma, aku ingin bertemu dengan Shane terlebih dulu, hari ini aku belum bertemu dengannya, aku sangat merindukan Shane."


"Oh baiklah."


"Biarkan saja dia menginap di sini, Amanda, aku akan mengawasi mereka agar tidak berbuat hal yang tidak-tidak, aku tahu bagaimana perasaan Kenzo, kenyataan yang baru saja dia ketahui pasti tidak mudah baginya, biarkan Cleo dan Shane menemaninya malam ini agar Kenzo tidak merasa overthinking."

__ADS_1


Mendengar perkataan Vallen, Kenzo pun tersenyum. "Benarkah aku boleh menginap di sini, Tante?"


"Ya, tapi hanya untuk malam ini saja, dan ingat pintu kamar Cleo tidak boleh ditutup agar kami bisa mengawasi kalian berdua,"


"Terimakasih ma!" teriak Cleo sambil menciumi Vallen. Amanda kemudian mengangguk. "Aku titip Kenzo, Vallen. Cleo tolong kau tenangkan Kenzo, aku juga tahu menerima kenyataan tentang ayah kandungnya memang tidak mudah."


"Iya Tante tenang saja," jawab Cleo dengan begitu centil sambil mengedipkan sebelah matanya. Amanda dan Rayhan kemudian pulang dari rumah Vallen. Diikuti oleh Vallen yang masuk ke dalam kamar, menyisakan Kenzo dan Cleo yang kini sedang duduk di atas sofa. Cleo menyenderkan kepalanya di bahu Kenzo sambil saling menggengam tangan Kenzo.


"Bagaimana perasaanmu?"


"Aku memang sangat terkejut dan masih merasa sedikit syok dengan semua kenyataan ini, aku benar-benar tidak menyangka jika Papa Abimana adalah ayah kandungku."


"Apa kau kecewa ayah kandungmu bukan Papa Rayhan?"


"Tidak, aku bangga dengan Papa Abimana. Dia orang yang sangat baik dan luar biasa."


"Bagus jika kau merasa seperti itu."


"Cleo, sebenarnya ada hal lain yang lebih mengganggu pikiranku."


"Apa?"


"Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?"


"Tentu saja, tanyakan saja apa yang ingin kau tahu, bukankah tidak boleh ada rahasia diantara kita berdua?"


"Ya, sekarang tolong kau jawab pertanyaanku, siapa sebenarnya laki-laki itu?"


"Laki-laki? Laki-laki yang mana Kenzo?"


"Laki-laki yang pernah menjadi tunanganmu?"

__ADS_1


Cleo pun kini terlihat begitu salah tingkah.


__ADS_2