
"Abimana, mendekatlah, duduklah di samping Kenzo. Nanti kau harus duduk di dekat Kenzo saat akad nikah berlangsung." ujar Amanda.
Inara lalu menatap Abimana sambil tersenyum. "Ayo duduk di sebelah Kenzo," ucap Inara sambil menarik tangan Abimana yang masih berdiri mematung di depan meja Amanda.
Perlahan Abimana pun melangkahkan kakinya lalu duduk di bangku kosong yang ada di samping kanan Kenzo. Kenzo pun hanya terdiam, namun Amanda menatapnya dengan tatapan tajam. Dia akhirnya mengalihkan pandangannya ke samping kanannya lalu tersenyum pada Abimana meskipun dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Abimana pun membalas senyum Kenzo.
"Semoga acaranya berjalan lancar, Kenzo."
"Terimakasih," jawab Kenzo singkat. Abimana kemudian menatap Kenzo, namun pandangannya tetap lurus ke depan, tanpa melirik sedikitpun ke arahnya.
"Dimana Cleo?" tanya Inara pada Amanda.
"Dia masih ada di ruang make up, setelah Cleo selesai acara akadnya akan dimulai. Penghulu yang akan menikahkan mereka juga sudah menunggu," jawab Amanda. Inara pun menganggukkan kepalanya, dia lalu melakukan perbincangan ringan dengan Amanda, Sharen dan juga Clarissa, sambil sesekali melihat ke arah Abimana dan Kenzo yang tampak terlihat canggung.
"Aku ke belakang sebentar," ucap Rayhan pada Abimana.
Abimana kemudian menatap Kenzo. "Boleh aku bicara denganmu sebentar? Disini saja."
Kenzo pun terkejut mendengar Abimana yang tiba-tiba mengeluarkan suaranya. Dia pun menganggukkan kepalanya meskipun dengan berat hati karena tidak mau membuat Amanda yang hari ini terlihat begitu bahagia kecewa pada sikapnya.
"Kenzo, mungkin kau sudah bosan mendengar permintaan maafku, aku memang tidak pantas kau maafkan, aku tahu itu. Aku tahu kesalahanku begitu besar padamu, aku tahu kau pasti malu memiliki seorang ayah yang berhati iblis sepertiku. Kenzo, aku minta maaf jika kehadiranku hari ini membuatmu merasa tidak nyaman, aku juga tahu saat itu kau meneleponku itu bukan karena keinginanmu, aku tahu sebenarnya kau tidak menginginkanku hadir di pernikahanmu ini kan?"
Abimana kemudian menghapus air mata yang mulai keluar di ujung matanya sebelum Amanda dan yang ada meja itu melihat tangisannya.
"Kenzo, maafkan aku. Aku mengerti bagaimana perasaanmu, karena itulah mulai hari ini aku tidak akan pernah mengganggu kehidupanmu lagi, setelah akad nikahmu berlangsung, aku akan pergi dari kehidupanmu, bisa melihat kau menikah dan menghadiri pernikahan ini sudah cukup membuatku merasa bahagia. Terimakasih banyak sudah mengundangku, Kenzo. Semoga kau bahagia dengan keluarga kecilmu, jadilah orang yang bertanggung jawab pada anak dan istrimu, dan aku yakin kau pasti bisa melakukan itu. Aku berjanji padamu, setelah hari ini kau tidak akan melihatku lagi, anggap saja aku sudah mati, dan anggap aku tidak pernah ada di dalam hidupmu. Sekali lagi, maafkan aku," ucap Abimana. Kenzo pun hanya terdiam, ingin rasanya dia melihat wajah sendu Abimana tapi tiba-tiba sebuah panggilan dari Amanda mengejutkan dirinya.
"Ayo Kenzo, Cleo sudah siap."
Kenzo lalu menganggukan kepalanya.
"Abimana, tolong kau temani Kenzo. Kami duduk di deretan keluarga pengantin di belakang mereka berdua."
Abimana kemudian tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dia kemudian mengikuti langkah Kenzo yang kini sedang berjalan mendekat ke arah meja akad nikah dan duduk di dekatnya. Beberapa saat kemudian, Cleo yang dituntun oleh Vallen lalu duduk di samping Kenzo dan acara akad nikah pun berlangsung.
__ADS_1
Kenzo mengucapkan ijab qabul dengan lancar, lalu dijawab teriakkan "SAH" oleh para saksi yang duduk di sekitar mereka. Kenzo kemudian memandang Cleo sambil tersenyum yang dibalas senyuman manja oleh Cleo yang membuat semua orang tertawa.
"Selamat Nak!" ucap Abimana.
"Terimakasih Pa," jawab Kenzo meskipun dengan begitu lirih. Abimana pun terkejut mendengar jawaban Kenzo, ingin dia kembali berbincang dengan Kenzo tapi dia teringat akan sesuatu yang sudah dia ucapkan pada Kenzo.
'Apa aku tidak salah dengar? Dia memanggilku dengan sebutan Papa?' gumam Abimana sambil melihat Kenzo dan Cleo yang kini sedang mendapat ucapan dari keluarga dan kerabat mereka. Abimana pun hanya tersenyum.
'Selamat menjalani kehidupan yang baru putraku, aku berjanji setelah ini aku tidak akan ada lagi di kehidupanmu, panggilan Papa darimu sudah cukup membuatku merasa bahagia hari ini,' gumam Abimana lagi. Dia kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan hiruk pikuk keramaian di pesta tersebut.
"Kau mau kemana, Abimana?" panggil Amanda.
Abimana kemudian memalingkan wajahnya pada Amanda yang kini berjalan menghampirinya.
"Tempatku bukan disini Amanda."
"Tidak, kau harus menemaniku berdiri di pelaminan. Kau adalah ayah kandung Kenzo, kau berhak berdiri di atas sana Abimana."
"Siapa yang berkata seperti itu, Abimana? Aku tidak mau tahu kau tetap harus ada di samping Kenzo sampai pesta ini usai, kalau tidak aku tidak mau mengenalmu dan Inara lagi."
"Baiklah Amanda, tapi tolong jangan memaksaku untuk berdiri di sampingmu di atas pelaminan, aku tidak mau merusak hari bahagia Kenzo. Dia pasti tidak nyaman dengan kehadiranku di sampingnya. Biarkan Rayhan saja yang menggantikan aku berdiri di sampingmu. Biarkan semua orang menganggap Kenzo adalah putra dari Rayhan, biarkan selamanya tetap seperti itu karena aku tahu aku tidak akan pernah ada di hati Kenzo."
"Baiklah, baik. Tapi tolong kau jangan pergi meninggalkan pesta ini."
Abimana kemudian menganggukan kepalanya. "Ya, aku tidak akan pergi dari pesta ini," jawab Abimana.
"Ternyata kalian ada di sini!" sahut Inara yang berjalan mendekat ke arah Abimana.
"Inara aku sedang membujuk Abimana untuk berdiri di atas pelaminan tapi dia tidak mau, jadi tolong temani Abimana, kalian tidak boleh pulang sebelum pesta ini selesai."
"Iya Amanda, tentu saja kami akan ada di sini sampai pestanya usai."
"Terimakasih banyak Inara, sekarang kita naik ke atas pelaminan, kita harus foto bersama."
__ADS_1
Inara pun mengangguk sambil menarik tangan Abimana. Abimana pun mengikuti langkah mereka meskipun dengan perasaan yang berkecamuk.
🍒🍒🍒
Nathan yang datang ke pesta tersebut bersama dengan kedua orang tuanya dan saudara kembarnya, Nala, kini tampak sibuk mencari seseorang. Setelah menyalami Kenzo dan Cleo yang ada di atas pelaminan, Nathan lalu bergegas turun meninggalkan pelaminan tersebut sementara kedua orang tuanya masih ada di atas pelaminan tampak sedang melakukan obrolan ringan dengan Amanda dan Rayhan.
Netranya kemudian tertuju pada seorang wanita cantik yang mengenakan gaun bridesmaids berwarna pink sedang duduk di meja VIP yang disediakan khusus untuk keluarga. Nathan kemudian tersenyum lalu mendekat ke arah meja tersebut.
"Selamat siang semuanya, bolehkah saya duduk bersama kalian di sini!" sapa Nathan pada beberapa orang yang ada di meja tersebut, termasuk Sharen dan Inara. Clarissa yang terkejut dengan kedatangan Nathan hanya bisa diam sambil terlihat salah tingkah.
"Tentu saja, duduklah anak muda, kau tampan sekali," jawab Inara.
"Nathan, kau ada di sini?" sapa Sharen.
"Ya, orang tuaku memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Tante Amanda dan Om Rayhan," jawab Nathan kemudian duduk di samping Clarissa. Tangan nakal Nathan kemudian menggenggam tangan Clarissa yang ada di bawah meja.
"Gadis cantik, aku sangat merindukanmu. I love you," bisik Nathan pada Clarissa sambil memainkan tangannya di bawah meja.
NOTE:
Dear, mampir juga ya ke karya bestie othor karya Kak Dhevy Yuliana judulnya Story of Yulianika dijamin ceritanya seru banget, recommend banget deh.
Blurb:
kisah Cinta dari pasangan muda yang berawal perjodohan, sepwrtinya berbuah manis.
namun, masalah justru datang dari orangtua Ika.
lebih tepatnya, sang mama yang mendadak menolak pernikahan mereka, hanya karena hasutan dari masalalu Ika.
akankah mereka menyerah atau mempertahankan,?
__ADS_1