Bed Friend

Bed Friend
Noda Lipstik


__ADS_3

Clarissa lalu menatap Nathan sambil mengerutkan kening dan menahan senyum di bibirnya. Namun Nathan bersikap pura-pura bodoh dan tampak mengobrol dengan Inara sambil terus memainkan tangannya pada tangan Clarissa di bawah meja. Sesekali Nathan melirik Clarissa dan mengucapkan "i love you" dari gerakan bibirnya yang membuat Clarissa tersenyum.


Nathan kemudian melepaskan tangan Clarissa lalu tampak mengetikkan sesuatu di ponselnya, setelah selesai mengetik, dia pun memberikan kode pada Clarissa untuk membaca pesan di ponselnya. Clarissa lalu mengambil ponselnya yang ada di atas meja dan membaca pesan yang dikirimkan oleh Nathan, dia pun kemudian tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Permisi, saya mau mencari keluarga saya sebentar," ujar Nathan pada beberapa orang yang ada di meja tersebut.


"Silahkan Nathan," jawab Inara.


Nathan kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu meninggalkan mereka. "Aku mau ke belakang sebentar," ucap Clarissa.


"Apa perlu kutemani, Clarissa?" tanya Sharen.


"Tidak usah Kak, perutku sedikit mulas. Aku takut kau terlalu lama menungguku, aku juga ingin sedikit merapikan riasanku," jawab Clarissa sambil meringis.


"Baiklah, jika perutmu tak kunjung membaik, lebih baik kau beristirahat saja Clarissa."


"Iya Tante Inara, permisi aku ke belakang dulu," ujar Clarissa. Dia kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan menuju keluar dari ballroom hotel, bukan ke toilet seperti yang dia katakan pada Inara dan Sharen.


"Ada-ada saja," gerutu Clarissa saat berjalan menuju ke sebuah kamar yang tertera pada pesan di ponselnya. Dia pun berhenti di sebuah kamar bernomor 512 seperti yang Nathan kirimkan di ponselnya. Perlahan, Clarissa pun membuka kamar tersebut.


'Sepi sekali,' gumam Clarissa saat memasuki kamar tersebut. Dia kemudian memasuki kamar yang terlihat sedikit gelap, satu-satunya penerangan berasal dari lampu tidur yang ada di samping ranjang. Saat netranya masih sibuk mencari keberadaan Nathan tiba-tiba sebuah dekapan hangat menempel di punggungnya.


"I miss you babe, soo miss you," bisik Nathan di telinga Clarissa.


"Kak Nathan, kau benar-benar mengagetkanku," jawab Clarissa sambil tersenyum.


Nathan kemudian membalikkan tubuh Clarissa kemudian memeluknya dengan erat. "Gadis cantik, aku sangat merindukanmu. Apa kau tidak merindukan aku?"


Clarissa pun tersenyum lalu melonggarkan pelukannya pada Nathan. "Kita baru dua hari tidak bertemu."


"Memangnya kenapa kalau baru dua hari? Memangnya ada batasan rindu? Apa kau tidak pernah merindukan aku?"


"Kak Nathan!" gerutu Clarissa.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku juga sangat merindukanmu," ucap Clarissa sambil tersipu malu. Nathan pun tersenyum kemudian memegang wajah Clarissa lalu menempelkan wajahnya pada wajah Clarissa yang membuat Clarissa memejamkan matanya sambil merasakan nafas hangat Nathan yang ada di wajahnya.


Nathan kemudian mengecup kening Clarissa kemudian bibirnya turun menjelajahi wajahnya lalu mengakhirinya dengan menempelkan bibirnya di bibir Clarissa dan menciumnya dengan begitu lembut. Clarissa pun balas mencium bibir Nathan. Keduanya pun kini tampak saling memagut satu sama lain dengan begitu bergairah hingga keduanya terjatuh di atas ranjang.


"Aku sangat merindukanmu, Clarissa."


"Jangan lakukan sekarang, Kak!"


"Aku tahu batasanku, kau tenang saja,"


Clarissa pun mengangguk, Nathan kemudian me*umat bibir Clarissa lagi lalu menciumi tengkuk dan lehernya yang membuat Clarissa mengeluarkan de*ahan lirih. Mendengar de*ahan lirih Clarissa, Nathan pun menyudahi ciumannya.


"Jika diteruskan aku tidak bisa mengendalikan diriku, aku sudah terlalu merindukanmu," ucap Nathan sambil membelai wajah Clarissa.


"Kita harus kembali ke pesta sekarang,"


"Kak Nathan, aku keluar dulu."


"Iya sayang," jawab Nathan.


"Kak Nathan," ucap Clarissa tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Ada apa? Kau masih merindukanku?"


"Jangan meledekku!" gerutu Clarissa.


"Lalu apa yang akan kau katakan?"


"Dua hari lagi aku ke Bandung, ada semester pendek selama dua minggu, maukah kau mengantarkanku pergi ke Bandung?"


Nathan pun tersenyum. "Tanpa kau minta, aku akan menemanimu kemanapun kau pergi."

__ADS_1


"Terimakasih Kak, aku keluar dulu."


Nathan pun mengangguk, kemudian Clarissa keluar dari kamar tersebut lalu menuju ke ballrom kembali tempat Kenzo dan Cleo mengadakan resepsi pernikahan mereka. Clarissa pun menghampiri Inara dan Sharen kembali, namun Inara dan Sharen tidak sendiri, kini terlihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik sedang duduk di samping Inara, di samping wanita itu tampak pula seorang wanita muda yang wajahnya mirip dengan Nathan. Clarissa pun bergegas mendekat ke arah meja tersebut. Melihat kedatangan Clarissa, Inara kemudian langsung mengenalkannya pada kedua wanita tersebut.


"Clarissa, perkenalkan dia Tante Calista. Dia dan suaminya Om Leo adalah orang tua angkat dari Kenzo, dan yang ada di sebelahnya adalah putrinya Nala. Dan Calista, perkenalkan dia adalah putri bungsu dari Amanda dan Rayhan, namanya Clarissa. Dia masih kuliah di Bandung."


Clarissa lalu tersenyum pada Calista dan Nala, dia kemudian mengalami mereka.


"Senang berkenalan denganmu, Clarissa," sapa Nala.


"Clarissa, kau cantik sekali, dulu Tante pernah bertemu denganmu saat kau masih bayi, sekarang kau sudah besar Nak," ujar Calista saat bersalaman dengan Clarissa.


"Terimakasih Tante, Nala. Tante dan Nala juga sangat cantik, senang berkenalan dengan kalian," sahut Clarissa. Calista lalu menatap Clarissa dari ujung kepala sampai ujung kaki.


'Gadis yang sangat manis dan menarik, pantas saja putraku tergila-gila padanya,' gumam Calista sambil tersenyum.


Tak berapa lama, Nathan pun mendekat ke arah meja mereka lalu duduk di samping Calista.


"Kau darimana saja Nathan! Mama mencarimu dari tadi, kau tiba-tiba menghilang begitu saja!" ucap Calista sambil sedikit berteriak pada Nathan yang kini duduk di sampingnya.


"Tadi aku bertemu dengan salah seorang temanku, jadi aku mengobrol sebentar dengannya."


Clarissa yang baru mengetahui jika Calista adalah orang tua dari Nathan, pun kini terlihat salah tingkah. 'Pantas saja Nala sangat mirip dengan Nathan, ternyata dia adalah kembaran Nathan yang dia ceritakan, lalu apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku sekarang jadi begitu salah tingkah,' gumam Clarissa sambil mengigit bibir bawahnya apalagi Calista saat ini tampak sedang mengamatinya. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara Nala yang kini terlihat mengamati wajah Nathan dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Kau kenapa Nala? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Nathan.


"Nathan, sebenarnya apa yang telah kau lakukan? Kenapa kau terlihat berantakan sekali!" teriak Nala.


"Berantakan?" tanya Nathan.


"Ya, kenapa di sekitar bibirmu banyak noda berwarna merah muda? Seperti noda lipstik. Ya, itu noda lipstik. Kenapa ada banyak noda lipstik yang menempel di bibirmu Nathan!" teriak Nala yang membuat semua orang yang ada di meja tersebut terkejut. Calista kemudian ikut menatap Nathan sambil tersenyum kecut disertai sebuah gelengan kepala.


'Astaga, dasar anak nakal!' gumam Calista.

__ADS_1


__ADS_2