Bed Friend

Bed Friend
Cinta Masa Lalu


__ADS_3

'Ah, mungkin hanya perasaanku saja, bukankah tadi gadis berkuncir kuda itu itu jelas-jelas mengatakan jika kue ini adalah kue buatannya? Mungkin aku terlalu memikirkan gadis pembawa kotak kue itu jadi pikiranku sampai sejauh ini,' gumam Vansh sambil mengerutkan keningnya.


'Memikirkan? Kenapa aku harus memikirkannya? Astaga, kenapa aku bersikap seperti orang bodoh seperti ini?' gumam Vansh sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dia kemudian beranjak dari tempat duduknya lalu berpamitan pada teman-temannya.


"Aku pulang dulu, sampai bertemu besok," ujar Vansh pada teman-temannya. Vansh kemudian masuk ke dalam mobilnya sambil tersenyum.


'Kenapa aku ingin memakan kue itu lagi? Hmmm benar-benar aneh,' gumam Vansh sambil tersenyum kecut.


...***...


Vansh mengamati sekotak kue yang ada di tangan gadis yang ada di depannya sambil mengerutkan keningnya.


"Sudah seminggu kau memberi kue ini terus menerus padaku, apa sebenarnya arti dari semua ini?"


"Oh, e... Ini, aku hanya ingin memberikan untukmu saja," ucap Queen dengan begitu terbata-bata.


"Apa kau menyukaiku sehingga selalu memberi kue cokelat ini untukku? Terus terang saja, aku juga sangat menyukai kue itu. Selain rasanya sangat enak, saat memakan kue itu, rasanya hatiku terasa bergetar. Aku yakin, seseorang yang membuat kue itu pasti membuatnya dengan penuh perasaan cinta. Dan, sepertinya aku jatuh cinta pada pembuat kue itu. Andai saja pembuat kue itu seorang wanita muda, mungkin aku akan menjadikannya sebagai pacarku, tapi sepertinya yang membuat kue itu tampak seperti seseorang yang sudah sangat profesional."


'Jadi, Kak Vansh menyukai orang yang membuat kue cokelat itu? Hmmm aku harus bisa membuat Kak Vansh percaya padaku. Apapun akan kulakukan agar Kak Vansh percaya padaku,' gumam Queen sambil menatap Vansh, dia kemudian membuka suaranya dan menjawab pertanyaan Vansh.

__ADS_1


"Kakak, bukankah sudah kukatakan padamu jika akulah yang membuat kue itu untukmu. Aku yang membuat kue itu untukmu, Kak."


"Benarkah?" tanya Vansh sambil mengerutkan keningnya.


"Tentu saja, jadi kau berfikir jika aku membohongimu?" jawab Queen dengan begitu tenang meskipun jantungnya begitu berdegup kencang. Vansh pun tersenyum kecut.


"Apa kau masih meragukanku jika akulah pembuat kue cokelat itu?"


"Apa kau bisa membuktikannya padaku?"


"Owhhh.., e baiklah. Aku pasti akan membuktikannya padamu, Kak."


"Iya Kak, sekarang aku permisi pulang dulu," ucap Queen kemudian pergi meninggalkan Vansh yang kini menatap kepergiannya sambil memegang sekotak kue cokelat di tangannya. Tak lama kemudian Vansh pun berjalan keluar dari area sekolah sambil mengambil liontin yang ada di saku bajunya.


"Aku ingin memberikan liontin ini pada gadis itu, gadis pembawa kotak kue yang selalu lewat di depan sekolah ini. Entah ini apa artinya, aku pun tidak mengerti. Aku pun tidak bisa menafsirkan perasaanku sendiri. Aku tidak tahu sebenarnya bagaimana perasaanku. Aku memang menyukai seseorang yang membuat kue cokelat itu. Tapi entah mengapa, aku juga tidak bisa mengalihkan perhatianku sedikitpun dari gadis pembawa kotak kue itu. Ah, kenapa aku tiba-tiba jadi seperti ini? Sungguh sangat membingungkan, ternyata masalah hati itu sangat rumit," ucap Vansh sambil tersenyum kecut. Tiba-tiba netranya tertuju pada seorang gadis pembawa kotak kue yang sering dilihat olehnya.


"Gadis itu? Gadis itu? Oh tidak!" gerutu Vansh. Dia kemudian menjatuhkan kotak kue itu dan memasukkan liontin ke dalam saku seragamnya lalu berlari keluar dari komplek sekolah menuju ke arah gadis pembawa kotak kue yang beberapa minggu terakhir begitu menarik perhatiannya.


Sementara Queen yang begitu kesal mendengar perkataan Vansh, keluar dari komplek sekolah dengan begitu terburu-buru. Dia kemudian bergegas masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan kesal dan marah.

__ADS_1


'Sekarang apa yang harus kulakukan agar Kak Vansh percaya padaku? Apakah aku harus belajar membuat kue pada Maya? Ah menyebalkan sekali. Tapi hanya itu satu-satunya cara yang bisa kulakukan agar Kak Vansh percaya padaku,' gumam Queen sambil masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan begitu kesal hingga tak mendengar suara teriakkan Maya yang sedang berlari ke arahnya.


Mobil Queen pun melaju begitu saja, sementara Maya yang saat ini masih berlari mengejar mobil Queen tanpa melihat ke arah sekelilingnya. Tiba-tiba dia mendengar sebuah teriakkan di dekatnya.


"AWAS! Ada mobil!" teriak seseorang sambil menarik tubuh Maya hingga terhempas ke atas aspal dan membiarkan tubuh lelaki itu tertabrak mobil yang hampir saja menabrak Maya.


BRAKKKK


"MAYA!!" teriak Vansh saat membuka matanya.


"Hufttt, hufttt, hufttt!" ucap Vansh dengan nafas begitu tersengal-sengal, keringat dingin pun keluar dari seluruh tubuhnya. Dia pun kemudian mengusap wajahnya dengan kasar lalu lalu menghembuskan nafas panjangnya.


"Hufttt, ternyata hanya sebuah mimpi?"


Dia kemudian memejamkan matanya sambil memegang kepalanya. "Oh tidak, ini bukan mimpi. Ini adalah masa laluku, aku sudah mengingat tentang semua masa laluku. Dulu kepalaku begitu sakit ketika aku berusaha mengingat tentang semua itu, ternyata karena rasa traumaku, trauma saat kecelakaan itu. Itulah sebabnya Queen selalu mencegahku untuk mengingat tentang masa laluku, dan sekarang sepertinya aku sudah bisa lepas dari rasa trauma itu. Ya, aku sekarang sudah mengingat tentang masa laluku sekaligus mendapat semua jawabannya."


Vansh pun kemudian menghembuskan nafas panjangnya lagi. "Maya, ternyata gadis itu adalah Maya, gadis pembawa kotak kue yang pernah kuselamatkan saat ada mobil yang hampir saja menabraknya. Gadis pembawa kotak kue yang sudah mencuri perhatianku, gadis yang akan kuberikan liontin sebagai pertanda cintaku padanya dan lucunya dia sudah mengambil liontin itu sebelum aku memberikan padanya," ucap Vansh sambil tersenyum kecut.


"Dan ternyata inilah jawabannya mengapa hatiku selalu berdetak tak karuan saat memakan kue cokelat itu. Ada sebuah kerinduan, kehangatan, dan rasa cinta pada kue itu karena ternyata yang membuat kue itu adalah kau Maya? Dan aku pun sekarang tahu jawabannya mengapa aku selalu merasa bingung saat Queen mengatakan jika dialah pembuat kue itu tapi saat aku memakan kue itu bayangan gadis pembawa kotak kue itu yang selalu terlintas di dalam benakku. Ah, ternyata ini semua jawabannya dan bodohnya aku selama ini tidak menyadari itu, aku memang tidak peka! Lelaki macam apa aku ini yang tidak bisa merasakan cinta masa lalunya padahal sudah berulang kali melewatkan waktu bersama dengannya."

__ADS_1


'Arghhhh, sebaiknya aku menemui Maya sekarang juga. Aku tidak boleh membuang waktuku, aku harus pergi menemui Maya secepatnya, aku harus menceritakan kisah masa lalu yang sebenarnya terjadi, dan yang paling penting, aku harus mengungkapkan rasa cintaku padanya. Cinta masa lalu yang sudah lama terpendam,' gumam Vansh sambil berlari meninggalkan kamar tersebut.


__ADS_2