Bed Friend

Bed Friend
Bencana


__ADS_3

'Apa maksud dari semua ini?' gumam Kenzo sambil menatap pesan tersebut.


"Ada apa Kenzo?" tanya Cleo saat melihat raut wajah Kenzo yang mulai terlihat cemas.


"Coba kau baca ini, Cleo," jawab Kenzo sambil memberikan ponselnya pada Cleo. Cleo lalu membaca pesan tersebut sambil mengerutkan keningnya.


"Ini seperti sebuah peringatan. Kenzo, siapa sebenarnya pasangan suami istri yang ada di foto ini? Bukankah bayi yang mereka gendong itu kau?"


"Pasangan suami istri itu adalah Tante Calista dan Om Leo. Mereka orang tua angkatku, dulu aku dan Mama sering mengunjungi mereka saat aku masih duduk di bangku SMA. Saat itu Mama menceritakan padaku kalau setelah aku lahir mereka lah yang mengasuhku karena saat itu Mama mengalami koma selama dua bulan. Mungkin juga saat itu Papa Abimana sudah bercerai dengan Mama jadi yang mengasuhku adalah Tante Calista dan Om Leo, karena dulu sanak saudara Mama tidak ada yang tinggal di Jakarta sedangkan Mamamu saat itu sedang mengandung dirimu, begitupula dengan Paman David yang baru memiliki seorang putra, jadi Mama menitipkanku pada Tante Calista."


"Oh lalu dimana Kak Sharen? Apa dia juga dirawat oleh mereka?"


"Tidak, saat itu Mama mengatakan kalau Kak Sharen diasuh oleh salah seorang sanak saudara kami, sedangkan kondisiku sedikit lemah jadi Tante Calista yang mengasuhku karena jika aku dirawat di luar kota bersama Kak Sharen, mereka takut sesuatu terjadi padaku."


"Oh, jadi apa maksud pesan ini sebenarnya, Kenzo? Apa ini ada hubungannya dengan masa lalumu yang memiliki hutang budi pada mereka yang sudah merawatmu saat kau masih bayi? Apakah Tante Calista dan Om Leo yang mengirimkan pesan ini agar kau membalas jasa mereka di masa lalu?"


"Entahlah, aku juga tidak mengerti. Aku mengenal Tante Calista dan Om Leo dengan baik, dan setahuku mereka bukan orang yang seperti itu. Mereka juga berasal dari kalangan yang berada, mereka tidak mungkin meminta imbalan dalam bentuk materi."


"Lalu apa maksud dari semua ini, Kenzo?"


"Entahlah, mungkin hanya sekedar keisengan belaka. Mereka meminta aku membalas budi pada mereka tapi mereka juga tidak menyebutkan apa yang mereka minta, aku benar-benar tidak mengerti."


"Lebih baik tidak usah kau pikirkan, abaikan saja pesan ini, lagipula jika Tante Calista meminta sesuatu padamu, dia juga tidak mungkin memintanya lewat sebuah pesan kan? Apalagi menggunakan nomor tak dikenal seperti ini."


"Kau benar Cleo."


Kenzo lalu mengerutkan keningnya. "Cleo, apa ini ada hubungannya dengan Nathan?"

__ADS_1


"Nathan? Bagaimana mungkin Kenzo, bagaimana bisa dia tahu masa lalumu, kalian juga tidak saling mengenal satu sama lain kan?"


"Semua kemungkinan bisa saja terjadi, Cleo. Bukankah katamu dia berasal dari keluarga terpandang?"


"Ya."


"Jika dia berasal dari keturunan yang terpandang, tidak sulit untuk mencari tahu masa lalu seseorang, apalagi masa laluku."


"Lalu jika itu benar perbuatan Nathan apa hubungannya Nathan dengan Tante Calista dan Om Leo? Bukankah kau berhutang budi pada Tante Calista tapi kenapa Nathan juga ikut menagih hutang budi padamu?"


Kenzo lalu menatap jalanan yang ada di depannya sambil tampak berfikir. "Cleo, coba kau cari di internet tentang biodata Leo Kalandra Saputra, pemilik Delta Corp."


Cleo lalu mengerutkan keningnya sambil menatap Kenzo. "Lakukan saja agar kita mendapat jawaban dari semua teka-teki ini," ucap Kenzo. Cleo lalu mengambil ponselnya lalu mengetikkan nama yang Kenzo sebutkan. Beberapa saat kemudian, Cleo pun memelototkan matanya sambil berteriak kecil.


"ASTAGA!"


Kenzo yang sedang mengendarai mobil lalu melirik ke arah Cleo. "Ada apa Cleo?"


"Jadi benar seperti dugaanku?"


"Ya, Nathan adalah anak kandung dari Om Leo dan Tante Calista!" teriak Cleo.


"Kenzo jadi kau adalah adik angkat Nathan? Jadi yang ada di foto itu adalah kau, Nathan dan saudara kembar Nathan, Nala?"


"Ya, aku juga baru tahu semua ini, Cleo. Dan aku yakin, dia pasti akan menjadikan ini sebagai senjata untuk membuatku takluk padanya."


"Astaga! Lalu kita harus bagaimana, Kenzo?"

__ADS_1


"Cleo, kau tenang saja, aku mengenal baik Om Leo dan Tante Calista. Aku akan membicarakan tentang semua ini pada mereka."


"Apa kau yakin?"


"Ya, kita berdoa saja semoga mereka bisa mengerti posisiku, semoga mereka bisa memahami hubungan kita dan membantu memberikan penjelasan pada Nathan."


"Dan yang terpenting, semoga mereka tidak meminta balas budi darimu agar kau mau melepaskanku dan memintaku untuk menikah dengan Nathan."


Kenzo lalu tersenyum. "Kita turun dulu, nanti kita bicarakan lagi semua ini di dalam," ucap Kenzo sambil memarkirkan mobilnya di depan rumah milik Cleo. Mereka kemudian turun dari mobil lalu bergegas masuk ke dalam rumah.


"Kenapa rumahmu sepi sekali Cleo? Kemana Mama Vallen? Bukankah biasanya dia sudah pulang ke rumah? Lalu aku juga tidak mendengar suara Shane," ujar Kenzo sambil melihat ke sekeliling rumah yang tampak sepi. Mereka lalu berjalan ke arah kamar Cleo yang ada di lantai atas.


"Oh tadi Mama memberitahu kalau dia dan Mama Amanda mengajak Shane pergi jalan-jalan ke Mal. Papaku dan Papa Rayhan serta Alvaro juga ikut pergi bersama mereka. Mereka baru saja berangkat beberapa menit yang lalu," jawab Cleo saat memasuki kamar mereka.


Mendengar perkataan Cleo, Kenzo lalu tersenyum sambil menatap Cleo dengan tatapan nakal. "Kenapa kau melihatku seperti itu, Kenzo?"


Kenzo lalu mendekatkan tubuhnya pada tubuh Cleo. "Tidak usah berpura-pura," bisik Kenzo di telinga Cleo.


"Aku benar-benar tak mengerti!" jawab Cleo. Kenzo lalu mulai menciumi bahu dan tengkuk Cleo sambil menanggalkan pakaian yang dikenakan oleh Cleo.


"Kenzo kau nakal sekali, ini masih sore Kenzo!"


"Memangnya kenapa?" jawab Kenzo kemudian mulai melu*at bibir Cleo. Cleo lalu ikut melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Kenzo. Tanpa Cleo sadari, ponsel di saku celana milik Kenzo ternyata sedang berdering. Gesekan tangan Cleo saat membuka celana milik Kenzo pun membuat panggilan di ponsel itu terangkat.


Seseorang yang ada di ujung sambungan telepon pun mendengar desa*an dan e*angan yang keluar dari bibir Kenzo dan Cleo yang saat ini sedang saling melakukan permainan panas mereka di atas ranjang, sesekali terdengar teriakan kecil dari bibir Cleo yang membuat seseorang yang ada di dalam sambungan telepon itu semakin merasa kesal, emosi yang menyelimuti hatinya membuatnya berteriak begitu saja.


"BRE*GSEK! APA MAKSUD MEREKA MELAKUKAN SEMUA INI PADAKU! APA MEREKA SENGAJA AGAR AKU MENDENGAR APA YANG SEDANG MEREKA LAKUKAN!" teriak Nathan, dia kemudian melempar bantal sofa di kamar perawatan tempat Clarissa dirawat. Namun tiba-tiba sebuah teriakkan kembali mengejutkan Nathan.

__ADS_1


"KAK NATHAAAAANNNN! APA MAKSUDMU MELEMPAR WAJAHKU DENGAN BANTAL INI! LALU APA MAKSUDMU MENGATAIKU DENGAN KATA BRE*GSEK!"


Mendengar teriakkan Clarissa, Nathan pun hanya menelan ludahnya dengan kasar. 'Astaga, aku lupa aku masih bersama wanita galak ini, setelah ini pasti akan terjadi bencana lagi.'


__ADS_2