Bed Friend

Bed Friend
Cinta Yang Suci


__ADS_3

Darren tampak melirik pada seorang gadis manis yang duduk di sampingnya. Seolah paham jika sosok di sampingnya tengah mengamatinya, Shakila pun juga mulai merasa canggung. Perlahan, dia pun melirik pada Darren, kemudian mulai menyunggingkan senyum tipisnya.


Semua orang yang ada di mejanya makan itu tampak asyik dengan menikmati makan malamnya masing-masing, hanya Darren dan Shakila yang kini mulai dihinggapi perasaan yang begitu berkecamuk di dalam hati mereka.


"Kakak," ucap Shakila dengan begitu lirih.


"Ada apa?"


"Bisakah aku bicara sebentar denganmu?"


"Bicara saja, di sini."


"Empat mata," rengek Shakila masih sambil berbisik.


"Di sini saja."


"Please."


"Maaf Shakila, malam ini aku ada urusan. Aku ada janji dengan temanku."


"Jangan bohong, Kak."


"Untuk apa aku membohongimu," jawab Darren lirih.


"Hai, apa yang sedang kalian bicarakan? Kenapa kalian berbisik-bisik seperti itu!" tegur Roy pada Shakila dan Darren. Seketika mereka berdua pun tampak gugup.


"Tidak ada apa-apa, Pa. Kami hanya sedang mengobrol tentang kuliah kami."


"Oh," jawab Roy. Dia kemudian menikmati makan malamnya kembali.


Saat mereka baru saja menyelesaikan makan malamnya. Tiba-tiba suara bel pun berbunyi. "Siapa yang datang malam-malam seperti ini?" kata Aini sambil mengerutkan keningnya.


"Mungkin Kak Dennis," jawab Tristan spontan.

__ADS_1


"Menyebalkan sekali jika aku harus bertemu dengan Kak Dennis," gerutu Darren.


Seorang pembantu rumah tangga lalu mendekat ke arah mereka. "Siapa yang datang, Bi?" tanya Aini. Belum saja pembantu rumah tangga tersebut menjawab pertanyaan Aini, tiba-tiba sebuah suara pun mengejutkan mereka semua.


"Selamat malam, semuanya!" sapa seorang wanita muda yang masuk ke dalam rumah itu.


"Jane!" panggil Aini.


"Selamat malam, Tante Aini, Om Roy, Tristan, Shakila, dan Darren," sapa gadis itu sambil menyunggingkan senyumnya. Nama terakhir yang disebutkan olehnya pun membuat hatinya terasa begitu bergetar. Darren yang melihat kedatangan Jane secara tiba-tiba pun hanya diam membisu.


"Selamat malam, Jane," jawab mereka bersamaan.


'Untuk apa dia datang ke rumah malam-malam seperti ini,' gumam Darren.


"Malam ini kau cantik sekali, Jane!" ucap Aini yang membuat Jane tersipu malu.


"Tante Aini, bisa saja. Tante juga sangat cantik," balas Jane.


"Kau pasti berdandan secantik ini karena ingin bertemu denganku kan, Jane?"


"Sejak tadi aku sudah menunggumu, Jane. Ayo kita pergi sekarang!" ucap Darren yang membuat Jane merasa begitu terkejut. Perasaannya pun terasa begitu campur aduk, meskipun masih terkejut mendengar perkataan Darren, tidak dapat dipungkiri jika Jane merasa sangat bahagia.


'Mungkinkah? Mungkinkah Darren sudah bisa mencintaiku lagi?' gumam Jane sambil mengigit bibir bawahnya.


"Oh, jadi kalian sudah kembali berpacaran?" tanya Aini disertai senyum bahagianya.


"Belum, Ma. Tapi mungkin kami akan menjalin hubungan kembali," jawab Darren sambil melirik pada Shakila yang kini tampak menundukkan wajahnya.


"Oh itu bagus sekali, Darren. Mama sangat menyetujui hubungan kalian."


"Iya Ma, kalau begitu kami pergi dulu sekarang," ucap Darren kemudian tangannya mulai menggenggam tangan Jane. Jane yang mendapat perlakuan begitu hangat dari Darren pun hanya menyunggingkan senyum manisnya, menutupi perasaannya yang kini terasa begitu berantakan. Menahan rasa bahagia karena perlakuan Darren yang tidak pernah dia duga sebelumnya.


"Aku juga ke kamar dulu," sela Shakila.

__ADS_1


"Tidur yang nyenyak Shakila sayang," jawab Aini. Shakila lalu bergegas meninggalkan mereka semua lalu naik ke lantai atas menuju ke kamarnya.


"Mama, Papa, kami pergi dulu."


"Iya hati-hati." jawab Aini dan Roy bersamaan.


Darren dan Jane kemudian berjalan keluar dari rumah itu. Saat mereka sedang berjalan ke arah mobil Darren, tanpa sengaja Darren melihat gorden kamar Shakila yang bergerak. Dia lalu menghentikan langkah Jane.


"Sebentar Jane," cegah Darren. Dia kemudian mendekatkan tubuhnya pada Jane lalu memeluknya.


'Astaga, ini rasanya seperti sebuah keajaiban. Darren, Darren memelukku,' gumam Jane sambil tersenyum simpul. Dia kemudian membalas pelukan Darren.


"Aku sangat merindukanmu, Darren," ucap Jane. Namun Darren tidak menjawabnya, hanya sebuah balasan berupa anggukan kepala darinya. Setelah cukup lama mereka berpelukan, akhirnya Darren pun melepas pelukan itu, namun tangannya dia lingkarkan pada pinggang Jane kemudian mulai menatap Jane dengan tatapan yang begitu dalam. Perlahan Darren pun mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya pada bibir Jane dan melummat bibir itu dengan begitu lembut.


Jane yang mendapat ciuman secara tiba-tiba dari Darren pun ikut membalas ciuman itu disertai perasaan yang begitu bahagia.


'Astaga, aku benar-benar tidak menyangka jika ini akan terjadi padaku. Aku pikir malam ini aku akan mendapat penolakan dari Darren seperti biasanya. Bahkan saat kami berpacaran dulu, dia pun tidak pernah mencium atau memelukku seperti ini,' gumam Jane sambil terus memmagut bibir Darren. Apalagi saat ini tangan kanan Darren mulai memegang wajah Jane, sedangkan tangan kirinya memegang tengkuknya hingga membuat ciuman diantara mereka semakin dalam.


Sementara itu, di balik jendela kamar di rumah tersebut, seorang gadis tengah menangis sambil menyenderkan tubuhnya pada tembok. Tangannya dia letakkan di atas dadanya sambil meremmas pakaiannya. Hatinya terasa begitu hancur melihat dua insan yang sedang saling bermesraan, berpelukan, dan saling memaggut di depan mata kepalanya.


'Kakak, tolong ajari aku untuk bisa mengabaikanmu seperti kau mengabaikanku. Ajari aku agar aku bisa meninggalkanmu seperti kau meninggalkan aku. Rasanya, aku hanya pernah jatuh cinta sekali seumur hidupku tapi rasanya seperti patah berkali-kali. Sehancur inikah aku? Serapuh inikah hatiku? Mengapa aku tidak pernah menyadari semua kesalahan ini? Dan bodohnya aku masih menganggap semua ini sebagai cinta yang suci,' gumam Shakila diiringi air mata yang mengalir deras membasahi wajahnya.


NOTE:


Hai dear, mampir juga dong ke karya terbaru adek bontot othor, ceritanya dijamin keren dan bikin baper deh.



Blurb:


Roy Xavier, Seorang pria dewasa berusia 36 tahun. Seorang pria yang bekerja sebagai Sekretaris Tuan muda Sean Agipratama. pemilik perusahaan SA Group. Dengan parasnya yang tampan dan gagah, Roy tidak pernah kekurangan pujian dari siapapun. Namun, pria itu memiliki sifat yang dingin dan kaku, yang tak pernah tersentuh.


Siapa sangka, Roy tertarik dengan seorang wanita yang sudah menendangnya di depan muka umum, dan menjebak wanita itu agar mau menikah dengannya.

__ADS_1


Keadaan semakin rumit saat orang ketiga datang, dan identitas Roy mulai terungkap. Akan kah Roy bisa meluluhkan hati wanita yang ia cintai? Lalu, siapa sebenarnya Roy?


__ADS_2