Bed Friend

Bed Friend
Suara Wanita


__ADS_3

"Tidak Leo, aku tidak setuju kau menjodohkan Nathan. Biarkan dia memilih, jika dia sudah mau membuka hatinya aku yakin itu bukan hal yang sulit bagi Nathan untuk mendapatkan wanita yang dia cintai. Aku tidak setuju karena perjodohan tidak sepenuhnya bisa berhasil."


"Bagaimana dengan Kenzo dan Cleo? Bukankah mereka juga dijodohkan?"


"Itu berbeda Leo, mereka sudah sejak kecil tumbuh bersama, sejak kecil mereka sudah saling menyukai satu sama lain, selain itu Cleo juga sangat cantik. Mustahil ada laki-laki yang tidak mau dijodohkan dengan wanita secantik Cleo."


"Wanita yang akan dijodohkan dengan Nathan juga sangat cantik, dia lulusan sekolah terbaik di Singapore."


"Cukup Leo! Aku tidak mau dan tidak akan pernah setuju kau menjodohkan putraku."


"Tapi Calista."


"Kalau kau terus merajuk aku yang akan pergi meninggalkanmu!" ucap Calista dengan nada yang mulai meninggi.


"Baik, baiklah jika itu maumu. Aku tidak akan menjodohkan Nathan dengan siapapun."


"Berjanjilah terlebih dulu!"


"Baik, baik aku akan berjanji. Aku tidak akan menjodohkan Nathan dengan siapapun."


"Bagus, itu baru namanya suamiku," jawab Calista sambil tersenyum. Aku akan menelepon Nathan sekarang dan menyuruhnya pulang."


"Ya, lebih baik kau telepon putramu itu."


Calista lalu mengambil ponselnya untuk menelepon Nathan.


"Kenapa Calista?" tanya Leo saat Calista melihat ponselnya.


"Ada suara wanita, Leo."


🍒🍒🍒


Nathan kini duduk di atas sebuah sofa bed sambil mendekap tubuh Clarissa, dia kemudian tersenyum sambil menatap wajah Clarissa yang kini terlihat sedang memejamkan matanya di atas dadanya.


"Apa kau merasa nyaman?"


"Sangat nyaman, jadi tolong jangan ganggu aku biarkan aku tidur di atas dadamu."


"Hahahaha, Clarissa apa kau mau menikah denganku?"


"Tidak mau!"

__ADS_1


"Kenapa tidak mau?"


"Aku masih kuliah Kak Nathan, aku belum ingin menikah, aku ingin lulus kuliah lebih dulu, biarpun nantinya aku hanya akan menjadi ibu rumah tangga saat menjadi istrimu tapi aku juga ingin jadi ibu yang pintar untuk anak-anakku apa kau mengerti?" gerutu Clarissa.


"Baiklah, aku akan menunggumu. Aku ingin melihatmu menjadi ibu yang pintar untuk anak-anak kita."


"Bagus," jawab Clarissa sambil terkekeh. Namun tiba-tiba Clarissa membuka matanya lalu bangun dan melepas pelukan Nathan.


"Kenapa kau tiba-tiba bangun? Bukankah tadi kau bilang merasa sangat nyaman? Kalau kau nyaman, cepat peluk aku lagi," ucap Nathan kemudian meringis sambil merentangkan kedua tangannya. Clarissa lalu memukul Nathan dengan bantal sofa yang ada di sampingnya.


BUGHHHH BUGHHHH


"Clarissa, kenapa kau malah memukulku?" gerutu Nathan.


"Kak Nathan! Aku baru sadar jika aku ternyata sangat bodoh!" gerutu Clarissa disertai raut wajah yang begitu kesal.


"Bodoh? Memangnya kenapa Clarissa?"


"Itu karena kau Kak!"


"Karena aku?" tanya Nathan sambil mengerutkan keningnya.


"Cla... Cla.. Clarissa, memangnya apa yang kulakukan padamu? Apa aku menyakitimu? Apa kau marah padaku? Tolong jangan marah Clarissa."


"Kak Nathan! Tentu saja aku marah padamu! Kau sudah memelukku sangat lama bahkan kau juga memintaku menjadi istrimu memangnya kau anggap aku ini apa?" gerutu Clarissa.


"Kau? Tentu saja pacarku?" jawab Nathan sambil tersenyum.


"Pacarmu? Enak saja kau berkata seperti itu!"


"Jadi kau tidak mau menjadi pacarku? Bukankah kau mengatakan jika kau sangat nyaman jika sedang bersamaku? Kenapa kau tiba-tiba jadi berubah seperti ini?"


"Ya, aku tadi berkata seperti itu tapi sikapmu yang sudah menganggapku sebagai pacarmu sungguh membuat aku kesal!" gerutu Clarissa sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Nathan.


"Ja.. Jadi kau tidak mau menjadi pacarku? Jadi kau tidak ingin hidup dengan nyaman denganku?" jawab Nathan dengan perasaan yang begitu tak menentu.


'Mungkin aku terlalu percaya diri, mungkin sebenarnya Clarissa tidak mencintaiku?' gumam Nathan dalam hati.


"Bukan itu Kak! Sekarang kutanyakan padamu, apa kau pernah memintaku untuk menjadi pacarmu? Kenapa tiba-tiba kau menganggapku sebagai pacarmu? Bahkan memintaku untuk menjadi istrimu!"


Mendengar perkataan Clarissa, Nathan pun tersenyum. "Baiklah Clarissa sayang, sekarang aku bertanya padamu apakah kau mau menjadi pacarku?"

__ADS_1


"Tidak!"


Nathan pun memelototkan matanya mendengar jawaban Clarissa. "Clarissa, jadi kau tidak mau jadi pacarku?"


"Kau bahkan tidak mengatakan alasannya kenapa kau memintaku untuk menjadi pacarku, lalu haruskah aku menjawab pertanyaanmu itu? Benar-benar tidak meyakinkan!"


"Astaga," ujar Nathan sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Dia pun kemudian tersenyum lalu membalikkan tubuh Clarissa agar menghadap padanya dan menggenggam tangannya lalu memandang Clarissa dengan tatapan mata yang begitu dalam.


"Clarissa dengarkan aku, aku mencintaimu. Aku ingin selamanya kau ada di sampingku, menemani hari-hariku dan menjadi milikku seutuhnya. Clarissa sayang, apakah kau mau menjadi pacarku?"


"Seperti ini jauh lebih bagus," jawab Clarissa. Nathan kemudian menepuk dahinya.


"Clarissa aku menunggu jawabanmu tapi kenapa kau malah menjawab seperti itu?"


"Bukankah kau sudah tahu jawabannya? Kenapa aku harus menjawabnya?" ucap Clarissa sambil terkekeh.


"Astaga Clarissa! Jadi kau mempermainkanku!"


"Hahahaha.... Hahahaha, bukankah seharusnya memang seperti itu Kak? Kau harus menyatakan perasaanmu terlebih dulu? Hahahaha."


Melihat Clarissa yang kini tertawa terbahak-bahak, Nathan kemudian mendekatkan tubuhnya dan memeluk tubuh Clarissa lalu menatapnya dengan tatapan tajam disertai senyuman yang menghiasi bibirnya. Perlahan dia mendekatkan wajahnya lalu mulai menempelkan bibirnya di bibir Clarissa lalu mulai melu*at bibir Clarissa dengan begitu bergairah, namun tiba-tiba Clarissa melepaskan ciuman mereka.


"Kak Nathan apa yang harus kulakukan? Aku baru pernah melakukan ini?"'


"Lakukan seperti yang kulakukan padamu, seperti ini!" jawab Nathan kemudian mulai menempelkan bibirnya kembali di bibir Clarissa, lalu mulai mema*ut bibir Clarissa yang perlahan mulai dibalas pa*utan oleh Clarissa.


"Hahahaha, ternyata ini sangat menyenangkan, ayo lakukan lagi," ujar Clarissa saat mereka melepaskan ciuman mereka. Namun tiba-tiba ponsel Nathan berbunyi. Nathan kemudian mengambil ponselnya dan melihat nama Calista di layar ponselnya.


"Mama," ucap Nathan kemudian mengangkat panggilan telepon itu.


"Siapa Kak?" tanya Clarissa. Namun Nathan menempelkan jari telunjuknya di atas bibirnya.


NOTE :


Dear readers kesayangan aku jangan lupa mampir juga ke karya bestie aku ya, novelnya Kak EuRo40 judulnya Cinta Suci Yang Ternoda, dijamin ceritanya keren abis, nyesel loh kalo ngga mampir 🥰😍



Blurb:


Suci yang ingin bunuh diri karena diperkosa, ditolong oleh seorang pria bernama Alby. Dia tinggal dan bekerja di rumahnya sebagai seorang koki. Namun, nasib malang selalu mengikutinya dia diperkosa kembali oleh Alby. Pria itu dalam pengaruh obat perangsang yang sengaja dimasukkan ke dalam minumannya oleh sang adik ipar. Alby bersedia bertanggung jawab dan menikahinya. Tetapi pernikahan mereka tidak cukup kuat untuk menahan angin yang datang. Suci di fitnah selingkuh dan di ceraikan oleh Alby, padahal saat itu Suci ingin mengatakan kalau dia hamil anak Alby. Suci pergi tanpa pernah mengatakan tentang kehamilannya. Dia pingsan di jalan dan di tolong oleh orang yang memfitnahnya seorang pria bernama Adit. Mereka semakin dekat. Ada juga Bayu tetangga mereka yang menyukai Suci. Pada siapa hati Suci berlabuh? Mantan suami, atau pria yang membuatnya bercerai dengan suaminya atau Bayu pria yang juga menolongnya saat dia jatuh.

__ADS_1


__ADS_2