
Cleo mengambil tespack yang ada di dalam kantong plastik lalu berjalan ke kamar mandi kemudian melakukan tes dengan menggunakan tespack tersebut. Air matanya kini mengalir dengan deras, dadanya pun terasa begitu sesak menahan sakit yang ada di dalam hatinya setelah melihat hasil tes pada tespack tersebut.
"Tidak," ucap Cleo saat melihat dua garis merah di tespack tersebut. Dia kemudian pun meluruhkan tubuhnya sambil sambil menjambak rambutnya.
'TIDAK! TIDAK!' gumam Cleo sambil menutup mulutnya disertai isak tangis yang kini begitu menyayat hati.
❣️❣️❣️
"Tante Vallen, dimana Cleo?" tanya Kenzo saat sedang merapikan baju yang dikenakannya untuk wisuda.
"Oh tadi Cleo ijin pada tante untuk berangkat terlebih dulu ke kampus katanya ada perpisahan kecil dengan teman-temannya."
"Oh ya sudah."
'Kenapa Cleo tidak bilang padaku?' gumam Kenzo. Dia kemudian masuk ke dalam kamarnya lagi untuk mengambil cincin yang ada di mejanya. Namun saat dia membuka laci di mejanya, Kenzo tidak menemukan kotak cincin di dalamnya. Dia kemudian melihat kotak cincin yang kini sudah terjatuh di lantai.
"Kenapa kotak cincin ini jatuh di lantai? Mungkin Papa atau Kak Sharen yang tidak sengaja menjatuhkan kotak cincin ini saat sedang mengambil parfum tadi pagi," ujar Kenzo sambil mengambil kotak cincin itu.
"Cleo Agatha, hari ini kau akan jadi milikku seutuhnya," ucap Kenzo saat melihat cincin tersebut sambil tersenyum. Setelah merapikan dirinya kembali, dia kemudian keluar dari kamar lalu menghampiri keluarganya serta kedua orang tua Vallen yang kini sudah bersiap pergi ke kampus.
"Kau sudah siap, Kenzo?"
"Ya, ayo cepat aku ingin bertemu dengan Cleo secepatnya," ucap Kenzo sambil menggandeng kedua orang tuanya.
Abimana yang melihat pemandangan yang ada di depannya pun hanya bisa tersenyum disertai tatapan yang begitu sendu. Inara kemudian menggenggam tangannya.
"Suatu saat kau juga merasakan kasih sayang dari Kenzo, Abimana. Seperti yang Kenzo berikan pada Rayhan."
__ADS_1
"Iya Inara, aku bisa melihat Kenzo di hari kelulusannya saja sudah membuatku bahagia."
Inara kemudian mengangguk sambil tersenyum. Mereka kemudian menuju ke kampus tempat Cleo dan Kenzo akan diwisuda. Setelah sampai di gedung wisuda, Kenzo pun mencari Cleo. Senyum pun mengembang di bibirnya saat melihat Cleo yang kini sedang berdiri bersama teman-temannya.
"Kau cantik sekali, Cleo," ujar Kenzo saat melihat Cleo yang kini sedang tersenyum. Namun saat Kenzo akan mendekat ke arah Cleo, sebuah suara pengumuman pertanda wisuda akan segera dimulai pun membuat Kenzo mengurungkan niatnya. Dia kemudian berjalan menjauhi Cleo lalu duduk di kursi yang telah disediakan untuk masing-masing peserta wisuda.
Setelah beberapa jam melakukan prosesi wisuda, Kenzo pun bergegas mencari Cleo. Namun saat sedang mencari Cleo tiba-tiba Amanda dan Rayhan memanggilnya untuk melakukan foto keluarga bersama-sama dengan Abimana dan Inara serta Sharen.
"Papa, Mama, aku mau mencari Cleo terlebih dulu," ucap Kenzo lalu pergi meninggalkan keluarganya kemudian berjalan ke arah Firman dan Vallen yang kini sedang berjalan ke arah mobil yang ada di parkiran.
"Tante Vallen, Om Firman, dimana Cleo?" tanya Kenzo.
"Tadi setelah kami foto bersama, Cleo mengatakan dia ingin menemuimu, jadi kau belum bertemu dengannya?"
Kenzo pun menggelengkan kepalanya, rasa panik kini mulai merasuk ke dalam hatinya.
"Astaga, kemana anak itu?" gerutu Vallen.
"Mungkin bertemu dengan teman-temannya lagi, setelah ini mereka akan terpisah jadi mungkin Cleo ingin menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya," jawab Firman.
Tiba-tiba saja, ponsel Vallen pun berdering. Vallen kemudian mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya lalu membaca sebuah pesan yang masuk ke ponselnya.
"Dari Cleo," ucap Vallen kemudian membuka pesan itu. Namun tiba-tiba raut wajah Vallen pun berubah, dia kemudian mengerutkan keningnya sambil menutup mulutnya. Kenzo kini pun semakin panik melihat Vallen yang kini mulai meneteskan butiran bening di wajahnya.
"Cleo," ucap Vallen lirih.
"Ada apa tante? Ada apa? Apa sebenarnya yang telah terjadi pada Cleo?" teriak Kenzo. Namun Vallen hanya terdiam, dia hanya bisa menangis sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Firman lalu mengambil ponsel milik Vallen.
__ADS_1
"Ada apa Om Firman?"
"Astaga, kenapa tiba-tiba kau jadi seperti ini Cleo?"
"Ada apa Om Firman?"
"Cleo, sudah pergi Kenzo. Dia mengatakan tidak bisa melanjutkan hubungan denganmu dan membutuhkan waktu untuk berfikir."
"TIDAK!!! CLEO TIDAK MUNGKIN BERKATA SEPERTI ITU! BAGAIMANA MUNGKIN CLEO BISA BERBUAT SEPERTI ITU? CLEO TIDAK MUNGKIN MENINGGALKAN AKU BEGITU SAJA!" teriak Kenzo.
Firman kemudian menepuk bahu Kenzo sambil memberikan ponsel milik Vallen. Kenzo lalu membaca pesan di ponsel tersebut.
"Mama, maafkan aku. Maaf jika di hari bersejarah seperti ini aku harus meninggalkan Papa dan Mama. Aku butuh waktu untuk mempertimbangkan hubunganku lagi dengan Kenzo, maaf untuk saat ini aku tidak bisa melanjutkan hubungan kami berdua, maaf jika untuk sementara aku harus meninggalkan kalian semua untuk jangka waktu yang belum bisa kupastikan, entah sampai kapan tapi dimanapun aku kini berada, kalian harus tahu kalau aku sangat menyayangi kalian berdua, tolong sampaikan maafku juga untuk Tante Amanda dan Om Rayhan."
^^^Aku sayang kalian semua.^^^
^^^Cleo^^^
Kenzo pun mulai meneteskan air matanya saat membaca pesan tersebut, dia kemudian menghubungi nomor Cleo kembali namun nomor tersebut sudah tidak aktif. Seketika Kenzo pun menjatuhkan tubuhnya ke atas tanah lalu berteriak.
"CLEOOOOOOOOO!!!!"
NOTE:
Mampir juga ke karya bestie aku yuk, karya Kak Cahyaning Fitri judulnya Gadis Hidden Rich Twins, dijamin ceritanya keren abis 😍🥰❤️
__ADS_1