
Cleo tampak berdiri mondar mandir di dalam apartemennya, dia lalu melihat ke arah meja makan yang kini sudah penuh dengan berbagai hidangan.
"Aku sudah membeli berbagai macam makanan kesukaan Kenzo, semoga dia mau memaafkan aku dan memakan semua hidangan ini bersamaku," ucap Cleo sambil melihat ke arloji di tangannya.
"Tapi kenapa Kenzo juga belum juga pulang. Di luar bahkan langit sudah mulai gelap, ini sudah memasuki musim dingin, udara di luar juga pasti sangat dingin. Bagaimana kalau Kenzo sakit, ah tidak. Ini semua memang salahku, aku tidak mau mendengarkan kata-katanya dan langsung marah-marah padanya tanpa alasan, padahal dia belum menjelaskan apapun padaku. Bukankah selama ini Kenzo selalu berusaha menjagaku dengan baik, kenapa aku bersikap seperti itu padanya?"
Cleo lalu menghembuskan nafasnya kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa. "Kenzzooooo," gerutu Cleo sambil menutup wajahnya. Saat dia mulai membuka wajahnya, tiba-tiba Cleo pun mendengar suara pintu yang terbuka. "Itu pasti Kenzo," kata Cleo sambil beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah pintu. Senyum pun terukir di bibirnya saat melihat Kenzo yang mulai masuk ke dalam rumah, meskipun senyuman itu tidak mendapat balasan.
"Kenzo, kau baru pulang? Aku sudah lama menunggumu, kau pasti lapar karena sudah pergi seharian. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu, ayo kita makan bersama. Kenzo tolong maafkan aku."
Namun Kenzo tetap terdiam, dia hanya berjalan memasuki kamarnya lalu menutup pintu kamar itu. Cleo yang mengikuti di belakangnya pun hanya bisa berdiri di depan pintu.
"Kenzo tolong maafkan aku, maafkan aku Kenzo."
"Kenzo maafkan aku," ucap Cleo berulang-ulang di depan pintu sambil menangis. Hingga beberapa saat kemudian, pintu itu pun terbuka.
"Kenzo tolong maafkan aku," ucap Cleo saat Kenzo keluar dari kamarnya, dia lalu mengikuti langkah Kenzo ke dapur.
"Kenzo kau mau membuat kopi? Biar kubuatkan saja."
Namun Kenzo tetap diam sambil terus membuat secangkir kopi, dia lalu berjalan ke arah balkon apartemen sambil membawa kopinya. Saat mulai menyesap kopi itu tiba-tiba sebuah dekapan hangat mendarat di tubuhnya.
"Kenzo, maafkan aku," ucap Cleo sambil memeluk tubuh Kenzo dari arah belakang, hembusan nafasnya pun begitu terasa di punggung Kenzo yang membuat hatinya kian bergejolak.
"Kenzo, tolong maafkan aku. Tolong kau jangan bersikap seperti ini, lebih baik kau berkata ketus padaku seperti yang biasa kau lakukan daripada kau diam seperti ini. Aku sudah terbiasa mendengar bentakanmu, dengusan kesalmu ataupun kata-kata kasarmu padaku, aku terbiasa mendengar semua itu tapi tolong jangan kau perlakukan aku seperti ini. Aku tahu kesalahanku begitu besar padamu, aku tahu kau telah menjagaku dan selalu berusaha melindungiku tapi aku memang bodoh. Aku tidak bisa melihat kebaikan yang kau lakukan padaku karena aku terlalu menuruti egoku saja. Tolong maafkan aku, apapun akan kulakukan agar kau mau memaafkan aku."
__ADS_1
Cleo lalu mengambil nafas sambil menghapus air matanya.
"Kenzo, sekarang cepat katakan padaku, apa yang harus kulakukan agar kau memaafkan aku. Tolong katakan padaku Kenzo, aku tidak sanggup jika kau terus menerus bersikap seperti ini padaku," ucap Cleo dengan begitu terisak.
Kenzo lalu menaruh kopinya di tepi dinding balkon itu kemudian membalikkan tubuhnya sambil melepaskan pelukan Cleo. Dia kemudian memajukan langkahnya sambil menatap Cleo dengan tatapan tajam, Cleo pun memundurkan tubuhnya ke arah belakang hingga tubuhnya menempel pintu balkon tersebut. Kenzo lalu memegang wajah Cleo dengan kedua tangannya kemudian mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Cleo yang membuat Cleo begitu terkejut.
'Astaga Kenzo,' gumam Cleo sambil menikmati ciuman Kenzo yang begitu menggetarkan hatinya, perlahan Cleo pun membalas ciuman Kenzo yang kini menciumnya dengan begitu bergairah. Beberapa saat kemudian, Kenzo pun melepaskan ciumannya lalu menempelkan wajahnya pada wajah Cleo disertai alunan nafasnya yang begitu tersengal-sengal.
"Cleo, tolong jangan lakukan itu lagi, tolong jangan pergi dariku. Bukankah aku sudah mengatakan padamu agar kau selalu di sampingku. Tahukah kau rasanya aku hampir tidak bisa bernafas saat tahu kau pergi sendirian. Tahukah kau perasaanku begitu kacau saat itu apalagi saat aku harus melihat ada laki-laki lain yang akan menyentuhmu. Hatiku begitu sakit, Cleo. Hatiku begitu sakit."
Kenzo lalu menjauhkan wajahnya dari wajah Cleo.
"Tolong jangan lakukan itu lagi, kau mengerti kan?"
Cleo pun menganggukkan kepalanya dengan begitu cepat. "Jadi kau sudah memaafkan aku?"
"Tidak aku mengatakan semua itu karena aku sedang marah padamu, bagiku hanya kau yang ada di dalam hatiku meskipun kau sangat menyebalkan."
Kenzo pun kembali tersenyum. "Aku memang sangat menyebalkan tapi aku adalah calon suamimu, suatu saat aku pasti akan menikahimu."
"Karena mamamu yang menyuruhmu?"
"Tidak tapi karena keinginanku, aku sangat menginginkanmu."
"Benarkah?"
__ADS_1
"Ya."
"Kalau begitu lakukan lagi."
"Apa?"
"Cium aku lagi, aku mau lagi Kenzo."
Kenzo pun menatap Cleo dengan tatapan begitu dalam.
"Kenapa kau melihatku seperti itu, bukankah tadi kau mengatakan jika kau menginginkanku?"
Kenzo pun mengangguk.
"Baiklah, kalau kau diam biar aku saja yang melakukannya," ucap Cleo sambil mendekatkan wajahnya pada Kenzo. Namun belum sempat Cleo mencium Kenzo, bibir Kenzo sudah terlebih dulu mendarat dan menciumnya kembali dengan begitu bergairah.
"Hahahaha Kenzzooooo," teriak Cleo saat mereka selesai berciuman.
"Lihat bibirku sampai membesarkan seperti ini," gerutu Cleo sambil memegang bibirnya.
"Hahahaha tapi kau sangat menikmatinya kan?"
Cleo pun mengangguk. "Lebih baik kau cepat makan malam lalu tidur agar besok kita bisa kembali berangkat ke kampus seperti biasa, kau besok harus berangkat karena beberapa hari lagi sudah memasuki liburan musim dingin."
"Iya, aku mau makan. Kau mau menyuapi aku kan?"
__ADS_1
Kenzo pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, di saat itulah tiba-tiba ponselnya pun berbunyi.
"Tante Inara," ucap Kenzo saat melihat sebuah nama di ponselnya.