Bed Friend

Bed Friend
Kesempatan


__ADS_3

"Lancang sekali kata-katamu, Sharen! Bukankah kau tahu sejak awal pernikahan aku sudah mengatakan jika bagiku ini adalah pernikahan palsu! Bukankah kau juga tahu jika aku hanya mencintai Clarissa, dan kau sudah menyanggupi semua hal itu! Lalu kau ingin aku memberikan hak yang sama seperti yang Clarissa dapatkan? Jangan pernah bermimpi, Sharen!"


"Memangnya kenapa kalau aku meminta hak yang sama seperti yang Clarrisa dapatkan? Aku juga istrimu dan berhak mendapatkan nafkah darimu!"


"Nafkah? Bukankah sudah pernah kukatakan jika sampai kapanpun aku tidak pernah bisa memberikan nafkah batin bagimu? Aku bisa memberikan berapapun yang kau minta tapi sampai kapanpun aku tidak pernah bisa memberikan nafkah batin bagimu!"


"Karena kau berjanji jika hanya Clarissa wanita yang akan kau sentuh? Apa Clarissa sangat berarti dalam hidupmu hingga kau harus berjanji seperti itu padanya? Kau bisa mendapatkan berapapun wanita yang kau mau tapi kau harus menjanjikan hal seperti itu pada seorang wanita? Kau benar-benar bodoh, Nathan! Kau telah membuang banyak kesempatan dalam hidupmu hanya untuk seorang wanita!"


"Aku tidak peduli semua orang di dunia ini menganggapku bodoh, itu bukan hal yang penting bagiku karena kebahagiaan Clarissa itu jauh lebih penting daripada apapun di dunia ini!"


"Memang apa hebatnya Clarissa sampai kau begitu tergila-gila padanya? Bukankah dia sangat kekanak-kanakan, apakah dia bisa mengimbangimu? Bukankah usia kalian terpaut cukup jauh? Kau sama saja menikah dengan seorang anak kecil penyuka komik Doraemon, hahahaha. Lucu sekali!"


Nathan pun tersenyum kecut mendengar perkataan Sharen. "Sesempit itukah cara berfikirmu, Sharen? Asal kau tahu cara berfikir Clarissa sangatlah dewasa dalam memandang hidup ini! Dia yang selalu ada di sampingku saat seisi dunia menjauh dariku, dia yang membantuku bangun saat aku terjatuh, dan bagiku dia adalah pelangi yang begitu indah setelah badai kehidupan yang kualami! Jadi tolong jaga kata-katamu sebelum kesabaranku habis!"


"Kau bisa berkata seperti itu karena Clarissa diberi kesempatan untuk ada di sampingmu saat kau sedang terjatuh! Tapi tidak denganku! Bukankah kau tahu sejak awal kita bertemu aku sering mengirim pesan padamu tapi kau jarang sekali membalas semua pesanku, lalu saat aku berkunjung ke apartemenmu saat kita masih berada di London kau juga selalu menghindar dariku, kau tidak pernah memberikan kesempatan bagiku, Nathan!"

__ADS_1


"Maaf bukannya aku tidak mau memberimu kesempatan tapi aku hanya ingin kau tidak terlalu berharap banyak padaku, sejak awal kita berkenalan aku memang tidak pernah tertarik padamu, jadi tolong mengertilah kenapa sejak dulu aku selalu mengabaikanmu."


"Karena aku tidak secantik Cleo ataupun Clarissa kan? Jawab saja seperti itu, Nathan!"


"Ini bukan hanya sekedar fisik tapi ini juga tentang masalah hati. Sharen, aku tidak mau berdebat lebih jauh denganmu sebenarnya ada hal penting yang ingin kukatakan padamu."


"Apa?" tanya Sharen lirih sambil menatap Nathan dengan tatapan yang begitu dalam.


"Orang tuamu tadi datang ke rumah ini dan menemui kedua orang tuaku. Mereka sudah tahu keadaan yang sebenarnya tentang hubunganku dengan Clarissa, dan mereka tidak ingin kau ada diantara hubungan kami berdua..."


"Jadi mereka ingin kau menceraikan aku? Begitu kan maksudmu?" sahut Sharen saat Nathan belum menyelesaikan kata-katanya.


"Kau mau apa Sharen? Tolong hentikan langkahmu! Bukankah kau sudah tahu aku tidak akan menyentuh wanita selain Clarissa, jadi jangan coba-coba untuk mendekat ke arahku!"


Sharen pun menghentikan langkahnya tepat di depan Nathan. Perlahan dia pun mengikat rambutnya lalu membuka kancing pakaian yang dikenakan olehnya hingga kini tampak bu*h d*da yang mengintip dari balik kemeja yang dikenakan olehnya.

__ADS_1


"Sharen apa yang kau lakukan!" teriak Nathan sambil mengalihkan pandangannya hingga tidak melihat Sharen yang kini mulai melepaskan pakaiannya.


"Aku adalah istrimu, dan aku meminta hakku padamu! Nikmatilah tubuhku seperti yang sering kau lakukan pada Clarissa! Lihatlah tubuhku, bukankah tubuhku jauh lebih indah dibandingkan dengan Clarissa yang kurus itu!"


"HENTIKAN SHAREN! CEPAT KENAKAN PAKAIANMU KEMBALI!"


"TIDAK SEBELUM KAU MEMBERIKAN HAK YANG SEMESTINYA PADAKU SEPERTI YANG KAU BERIKAN PADA CLARISSA! AKU MINTA KAU MEMBERIKAN HAKKU, NATHAN! HAKKU SEBAGAI ISTRIMU!"


"TIDAK KARENA MULAI SAAT INI KAU BUKAN LAGI ISTRIKU! SHAREN DENGARKAN AKU, SHAREN BINTI ABIMANA DENGAN INI KUJATUHKAN TALAK PADAMU! DAN MULAI SAAT INI KAU BUKAN LAGI ISTRIKU! KAU BUKAN LAGI ISTRIKU, SHAREN!" teriak Nathan dengan begitu menggelar. Setelah mengucapkan kata talak Nathan kemudian melangkahkan kakinya pergi keluar dari rumah itu tanpa memandang sedikitpun ke arah Sharen yang kini sedang menangis dengan tubuh setengah te*anjang.


Mampir juga yuk ke novel bestie aku karya Kak Julia Fajar judulnya Sistem Kekayaan Pemulung, dijamin ceritanya keren banget loh



__ADS_1


Blurb:


Zero nama yang diberikan oleh Mak Salmah, wanita yang menemukan bayi merah diantara onggokan sampah. Dia dibesarkan, di perkampungan kumuh, tempat para pemulung tinggal. Tubuhnya yang bulat pendek, karena pertumbuhan yang tidak sempurna membuat dirinya dipanggil si kerdil oleh teman-temannya. Seiring berjalannya waktu, Zero tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat baik dan menjadi tulang punggung keluarga. Saat Zero sedang mengais sampah, dia menemukan sebuah ponsel jadul yang memberinya berbagai misi. Dari misi-misi itu Zero bisa menolong banyak orang dan akhirnya akan membuat Zero menjadi seorang yang kaya raya hingga bisa mengentaskan kemiskinan di sekitar tempat tinggalnya.


__ADS_2