
Mendengar teriakkan Kenzo, keluarganya pun mendekat ke arahnya.
"Ada apa Kenzo?" tanya Rayhan sambil ikut bersimpuh di samping Kenzo yang kini begitu terisak.
"Cleo pa."
"Ada apa dengan Cleo, Kenzo?" tanya Amanda sambil menatap Vallen dan Firman secara bergantian, namun Vallen hanya diam sambil terus menangis.
"Cleo pergi, Cleo tiba-tiba pergi begitu saja tanpa memberikan alasan, dia juga memutuskan hubungannya dengan Kenzo."
"Tidak, ini tidak mungkin," ucap Amanda sambil memundurkan langkahnya. Tubuhnya pun sempoyongan hingga Sharen menegang tubuhnya.
"Tidak mungkin Cleo meninggalkan Kenzo begitu saja, aku mengenal Cleo dengan sangat baik, dan dia sangat mencintai Kenzo. Dia tidak mungkin meninggalkan Kenzo begitu saja tanpa alasan, pasti sesuatu telah terjadi pada Cleo,"ujar Sharen sambil menahan emosi yang kini mulai merasuki hatinya, apalagi melihat Kenzo yang kini terlihat begitu hancur.
"Aku setuju dengan yang kau katakan, Sharen. Pasti sesuatu telah terjadi pada Cleo, aku juga tahu sejak dulu dia sangat mencintai Kenzo, tidak mungkin dia pergi meninggalkan Kenzo tanpa alasan yang jelas. Dia memang terkadang ceroboh dalam mengambil keputusan apalagi saat dia sedang panik, dia terkadang tidak berfikir panjang," gerutu Vallen sambil menghembuskan nafas panjangnya dan mencoba untuk mengendalikan emosi yang ada di dalam hatinya.
"Aku tidak bermaksud menuduh seseorang tapi aku merasa jika Aleta adalah sumber masalah dari semua ini."
"Aleta?" tanya Vallen pada Sharen.
"Iya tante, Aleta menyukai Kenzo, karena itulah kami kemarin menyuruhnya pergi."
"A...Aleta menyukai Kenzo? Benarkah itu Amanda?" tanya Vallen.
Amanda kemudian menganggukkan kepalanya. "Maaf Vallen, aku pun baru mengetahuinya kemarin, aku benar-benar tidak tahu, ini memang salahku, aku sudah sangat ceroboh menjadikan Aleta sebagai asisten pribadiku tanpa menyelidiki siapa dirinya terlebih dulu. Dan kini aku harus merasakan imbas atas kebodohanku, aku memang benar-benar ceroboh," ucap Amanda sambil terisak.
Sharen dan Rayhan pun kini menenangkan Amanda. "Tapi apa yang telah Aleta katakan pada Cleo hingga menyebabkan Cleo terpengaruh oleh kata-katanya? Cleo bukanlah wanita bodoh yang mudah terpengaruh jika tidak disertai bukti yang jelas," gerutu Sharen.
Kenzo lalu berdiri, kemudian menatap semua orang ya g berkumpul di sekitarnya. "Apa tadi malam ada yang masuk ke kamarku lalu membuka laci mejaku?" tanya Kenzo. Namun semuanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sekarang aku tahu alasan Cleo pergi meninggalkan aku begitu saja," ucap Kenzo dengan tatapan mata kosong.
"Apa Kenzo, apa sebenarnya yang telah terjadi? Bukankah sejak kemarin hubungan kalian baik-baik saja?" tanya Vallen disertai raut wajah yang begitu cemas. Kenzo lalu mengambil sebuah cincin dari saku celananya.
"Sebenarnya hari ini aku berniat memberikan cincin ini pada Cleo, cincin dengan ukiran namaku dan namanya, K untuk Kenzo, dan A untuk Agatha, nama panggilan kecilku untuk Cleo. Pasti tanpa sepengetahuan kita dia bertemu dengan Aleta dan Aleta menghasut Cleo jika A yang ada di cincin tersebut adalah Aleta. Bukankah kalian tahu terkadang jika Cleo sudah panik maka dia tidak bisa berfikir jernih? Apalagi setelah mendapat hasutan dari Aleta, pasti dia menyangka jika inisial A yang ada di cincin ini adalah Aleta bukan Agatha."
"Bagaimana kau memiliki pemikiran seperti itu Kenzo?"
"Karena yang tahu tentang cincin ini adalah Aleta, ma. Bukankah kemarin sudah kukatakan jika Aleta mengikuiku ke toko perhiasan dan hanya dia yang tahu tentang ukiran di cincin itu. Setelah itu saat aku akan pulang dari toko perhiasan, tiba-tiba dia memelukku dan berusaha menciumku. Lalu tadi pagi aku menemukan cincin ini sudah tergeletak di atas lantai. Sudah pasti Aleta yang melakukan semua ini, dia pasti sudah menemui Cleo tanpa sepengetahuan kita dan menghasutnya!"
"DASAR WANITA BRENG*EK!!" umpat Sharen. Sedangkan Amanda dan Vallen kini hanya bisa diam dan menangis.
"Ini semua gara-gara aku, aku yang membawa benalu dalam kehidupan kita hingga membuat hidup anakku berantakan, semua yang sudah kurencanakan dan kuimpikan pun hancur begitu saja," ucap Amanda sambil terisak.
"Sudah ma, jangan terlalu menyalahkan diri mama. Aleta memang wanita yang kurang ajar, dia wanita yang kurang ajar dan tidak tahu berterima kasih!"
"Vallen kau tidak boleh seperti itu."
"Biarkan saja Firman, memang kenyataannya seperti itu. Dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Cleo. Dasar wanita tidak tahu diri! Aku benar-benar ingin membuat perhitungan dengannya!" gerutu Vallen.
"Biar saya saja, tante. Aku akan membuat perhitungan dengannya sekarat juga!" ucap Sharen lalu berlari meninggalkan mereka semua.
"SHAREN!" teriak semua orang yang ada di sana. Kenzo pun kemudian ikut berlari mengejar Sharen. Sedangkan Sharen yang kini sudah meninggal komplek kampus tampak mengambil ponselnya di dalam tasnya lalu menghubungi seseorang sambil terus berlari.
[Halo, bukankah sudah kuperintahkan kalian untuk mengawasi wanita sialan itu kenapa tadi malam kalian lengah dan membuat wanita itu berulah?]
[Maaf Sharen, tadi malam kami ketiduran.]
[Kalian benar-benar kecolongan, apa kalian tahu gara-gara kecerobohan kalian, adikku sekarang jadi menderita?]
__ADS_1
[Maafkan kami, Sharen.]
[Sudah terlambat kalian meminta maaf, sekarang katakan dimana wanita ba*ingan itu, aku harus menemuinya sekarang juga!]
[Baik Sharen, kami akan mengirimkan alamat hotel tempat dia menginap.]
[Cepat!]
[Iya Sharen.]
Sharen lalu menutup panggilan telepon itu lalu bergegas masuk taksi yang sudah menunggu di depannya.
"Kemana Kak Sharen?" gerutu Kenzo saat keluar dari komplek kampusnya.
🍒🍒🍒
Aleta tampak keluar dari sebuah hotel berbintang tiga dengan langkah kaki yang tergesa-gesa, namun baru saja dia keluar dari hotel tersebut, dua orang laki-laki bule mendekat ke arahnya lalu menempelkan pisau di dekat perutnya.
"Ikut kami,"
"Mau apa kalian? Aku tidak mengenal kalian!"
"Ikut kami jika kau masih sayang dengan nyawamu, pisau ini bisa kutusukkan kapanpun aku mau di perutmu!" ujar pria bule itu sambil membawa Aleta masuk ke sebuah mobil.
"Jangan macam-macam denganku, kenapa kalian berbuat seperti ini padaku? Aku tidak mengenal kalian!" teriak Aleta saat berada di dalam mobil.
"Tapi kau mengenalku Aleta!" ucap sebuah suara yang duduk di kursi depan mobil tersebut.
"Ka.. Kau!"
__ADS_1