
"Masuk!" jawab Nathan.
Perlahan pintu kamar perawatan itu pun terbuka, Kenzo lalu masuk ke ruangan itu dan melihat Nathan yang kini sedang berdiri di samping Clarissa. Kenzo lalu menatap Clarissa dan memberikan kode untuk tetap bersandiwara. Clarissa pun menganggukan kepalanya. Sementara Nathan menatap Kenzo dengan tatapan tajam.
"Bagaimana kau tahu aku ada di sini?" tanya Nathan disertai emosi yang kini mulai merasuk ke dalam hatinya.
"Itu bukan urusanmu bagaimana caranya aku bisa menemukanmu, aku hanya ingin berbicara empat mata denganmu, Kak Nathan," jawab Kenzo. Mendengar perkataan Kenzo, Nathan pun tersenyum kecut. "Kau menganggapku sebagai kakakmu?"
"Ya, bagaimanapun juga kau adalah kakakku, kakak angkatku. Lebih baik kita tidak bicara di sini, aku ingin bicara empat mata denganmu, Kak."
Nathan lalu menganggukan kepalanya, dia lalu menatap Clarissa. "Aku pergi sebentar, nanti aku kembali lagi ke sini, tenang saja. Aku tidak akan pergi dari tanggung jawabku," ucap Nathan yang dijawab anggukan kepala oleh Clarissa.
Kenzo lalu keluar dari kamar perawatan Clarissa, diikuti oleh Nathan di belakangnya, dan tanpa keduanya ketahui, Clarissa mengikuti mereka dengan langkah sedikit mengendap-endap. Mereka akhirnya sampai di salah satu taman yang terlihat sepi yang terletak di salah satu pojok rumah sakit tersebut. Kenzo lalu duduk di salah satu bangku taman kemudian Nathan ikut duduk di sampingnya.
"Kak Nathan, aku hanya ingin menyelesaikan permasalah diantara kita. Om Leo ingin agar hubungan kita tetap terjalin dengan baik tanpa ada permusuhan dan kebencian diantara kita berdua."
"Kalau kau ingin hubungan kita terjalin dengan baik lebih baik kau mengalah padaku, ingat Kenzo kau memiliki hutang budi yang sangat besar pada kedua orang tuaku!"
"Aku tahu itu, Kak Nathan. Aku tahu aku memiliki hutang budi yang tak ternilai pada Om Leo dan Tante Calista. Tapi maaf, aku dan Cleo saling mencintai satu sama lain, tolong mengertilah. Kami juga sudah memiliki seorang putra. Kau laki-laki yang sangat tampan dan kaya, Kak. Pasti diluar sana kau bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih cantik dan lebih baik untuk dirimu dibandingkan dengan Cleo."
__ADS_1
Mendengar perkataan Kenzo, Nathan hanya terdiam. Hanya deru nafas yang begitu cepat yang kini mulai terdengar. "Kau yang sebenarnya telah mengacaukan hubunganku dan Cleo, Kenzo! Sejak kami berada di Paris, kami sudah bertunangan tapi kau merebut Cleo begitu saja dariku! Kau benar-benar laki-laki yang tidak tahu diri, Kenzo! Kau sudah merebut apa yang sudah bukan menjadi milikmu! Memangnya kau pikir kau siapa? Kau hanyalah laki-laki pecundang yang tidak tahu diri! Kau pikir siapa yang menemani Cleo saat dia merasa terpuruk? Siapa yang menemani Cleo saat dia menangis karena ulahmu!"
"Kak Nathan, semua yang terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman, dan kami sudah menyadari kesalahan kami masing-masing!"
"Kesalahpahaman katamu? Dasar laki-laki BREN*SEK!"
"Kak Nathan, tidak usah berpura-pura, aku sudah tahu semua yang kau lakukan pada Cleo agar kami terpisah kan? Kau sengaja memata-matai kami, lalu kau yang mengirimkan pesan berupa lamaran pekerjaan itu setelah Cleo bertengkar dengan Aleta, kemudian kau juga kan yang memerintahkan anak buahmu untuk mencopet ponsel milik Cleo agar tidak bisa menghubungi keluarganya. Setelah itu kau menjadi tetangga Cleo di Paris, dan menjadi laki-laki yang selalu ada di sampingnya agar Cleo simpati padamu, semua yang kau lakukan memang sangat luar biasa, Kak. Tapi kau lupa, perasaan cinta itu tidak bisa dipaksakan."
"LEBIH BAIK KAU DIAM DAN JANGAN SEMBARANGAN MENUDUHKU, BRE*GSEK!"
"Maafkan aku Kak Nathan, aku tidak sembarang menuduhmu karena aku memiliki semua bukti itu Kak. Kak Nathan, tolong bersikaplah lebih dewasa dan bijaksana. Kau lebih tua dariku, aku sangat menghormatimu sebagai kakakku, dan juga orang tuamu sebagai orang tua angkatku. Kalian semua orang yang sangat berjasa dalam hidupku, tolong mengertilah keadaan kami, Kak."
"Kak Nathan tolong mengertilah, kami sebenarnya sudah menikah. Beberapa hari yang lalu kami sudah menikah secara siri. Kak Nathan, maafkan aku. Tolong lupakan Cleo dan hapuskan rasa benci diantara kita, lebih baik kita menjalin hubungan baik sebagai dua orang saudara, Kak."
"APA KAU BILANG? SAUDARA KATAMU? KAU YANG SUDAH MEREBUT CLEO DARIKU LALU APA ITU PANTAS DISEBUT DENGAN SAUDARA? ORANG TIDAK TAHU DIRI SEPERTI DIRIMU LEBIH PANTAS MATI, KENZO! ORANG TUAKU TERLALU BAIK TELAH MENYELAMATKAN MANUSIA SEPERTI DIRIMU YANG LEBIH PANTAS MATI DI TENGAH HUTAN SAAT AYAH...."
Belum sempat Nathan melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba terdengar sebuah teriakkan.
"NATHAAAAANNNN!" teriak Leo yang kini mendekat ke arah mereka. Leo lalu berdiri di depan Nathan kemudian menatapnya dengan tatapan tajam, sementara Calista berdiri di belakangnya sambil mengelus punggungnya mencoba untuk menenangkan Leo yang kini tampak begitu marah. Tiba-tiba Leo mengangkat tangannya secepat kilat lalu menghempaskan tangannya ke pipi Nathan dengan begitu keras.
__ADS_1
PLAAAAAAKKKKKKKKK
Nathan pun begitu terkejut mendapat tamparan tiba-tiba dari Leo. Dia kemudian memegang pipinya sambil menatap Leo disertai mata yang kini mulai berembun.
"Papa," ucap Nathan lirih disertai bibir yang bergetar.
"Kau sudah sangat keterlaluan, Nathan! Aku baru tahu ternyata kelakuanmu sangat memalukan! Jadi kau telah membuat skenario agar Cleo dan Kenzo terpisah agar kau bisa mendekat pada Cleo? Bukankah sudah pernah papa katakan kalau cinta itu tidak pernah bisa dipaksakan, Nathan!
"Tapi Pa, saat itu aku juga sudah bertunangan dengan Cleo dan dia merebut Cleo begitu saja dariku, kami sudah bertunangan Pa tapi laki-laki tidak tahu diri ini yang membuat ulah sehingga Cleo kembali padanya."
"Bukankah tadi sudah Papa bilang jika cinta tidak bisa dipaksakan. Memangnya kau pikir Papa main-main dengan kata-kataku sendiri? Papa sudah pernah mengalami apa yang kau rasakan saat ini Nathan. Kau pernah bertunangan dengan seorang wanita, lalu wanita itu mencintai laki-laki lain kan? Papa juga pernah merasakan itu tapi Papa tidak pernah berbuat hal menjijikan seperti dirimu! Sebagai seorang laki-laki kau seperti tidak ada harga dirinya, Nathan!"
"Papa kenapa Papa membela anak papa yang tidak tahu diri itu dibandingkan dengan diriku yang anak kandung Papa? Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menganggapnya sebagai adikku, lebih baik saat itu Papa tidak usah menyelamatkan anak tidak tahu diri itu saat ayahnya membuangnya ke dalam hutan!"
"NATHAN!" bentak Calista dan Leo bersamaan.
PLAKKKKK PLAKKKK PLAKKKK
Kenzo pun hanya termenung mendengar perkataan Nathan. "Ayahku membuangku di dalam hutan?" ucap Kenzo dengan begitu lirih.
__ADS_1