
[Halo.]
Berulangkali Kenzo menjawab panggilan telepon itu tapi tidak ada jawaban, dia kemudian menutup panggilan teleponnya.
"Aneh sekali, tidak ada suaranya sama sekali."
Cleo lalu menatap Kenzo dengan tatapan tanda tanya. "Cleo, aku memiliki firasat jika yang menelpon adalah Nathan."
"Bagaimana mungkin, Kenzo. Bagaimana bisa dia memiliki nomor ponselmu?"
"Mencari nomorku tidaklah sulit, Cleo. Dia bisa saja bertanya ke salah seorang rekan bisnisku ataupun ke karyawanku."
"Kau benar, Kenzo."
"Kita harus berhati-hati, Cleo. Sepertinya dia juga dendam karena kau memutuskan hubungan kalian begitu saja."
"Lalu kita harus bagaimana?"
"Apakah kau sudah lupa? Kita tadi sudah memiliki sebuah rencana untuk Nathan agar beberapa hari ini dia tidak menggangu kita."
"Kau menyuruhku untuk menghubunginya? Dan mengajaknya bertemu di cafe?" tanya Cleo sambil mengerutkan keningnya.
"Ya."
"Jadi, besok aku harus menemuinya?"
"Tentu saja tidak, Cleo sayang. Aku memang menyuruhmu untuk menghubunginya, tapi tidak untuk menemuinya," ucap Kenzo sambil terkekeh.
"Lalu siapa yang akan menemuinya besok?"
__ADS_1
"Kita lihat saja besok. Sekarang kita tidak usah memikirkan Nathan kembali," ucap Kenzo sambil mematikan ponselnya. Dia kemudian mengangkat tubuh Cleo ke dalam gendongannya lalu membawanya ke lantai atas, ke dalam kamar Cleo. "Apa kau yakin kuat mengangkat tubuhku sampai ke lantai atas?"
"Sangat yakin, kau sekarang sedikit kurus Cleo, tidak seperti dulu. Pasti berpisah denganku membuatmu tertekan, iya kan?"
Cleo pun hanya tersenyum. Kenzo lalu membawa tubuh Cleo ke atas ranjang kemudian mulai melepaskan pakaian mereka. "Kau mau apa, Kenzo?"
"Bukankah mamamu tadi bilang, aku boleh melakukan apapun padamu?"
"Tapi aku mau mandi dulu."
"Aku mandikan. Kita mandi bersama."
"Hahaha, Kenzo! Kau nakal sekali!" teriak Cleo saat Kenzo membawa tubuhnya ke dalam kamar mandi.
Sementara di ujung sambungan telepon, tampak seorang wanita sedang menangis. "Bisa mendengar suaramu saja itu sudah cukup bagiku, Kenzo," ucap wanita tersebut sambil meneteskan air matanya, hingga tiba-tiba sebuah tepukan di bahunya membuyarkan lamunannya.
"Kenapa kau menangis, Aleta. Apa kau masih memikirkan, Kenzo?"
"Jadi mereka akan segera menikah?"
"Ya, kudengar begitu, tidak lama lagi mereka menikah bahkan kudengar hanya dalam hitungan hari saja."
"Syukurlah kalau begitu, aku turut bahagia mendengarnya, aku sangat bahagia jika mereka kembali bersatu May, itu bisa menebus rasa bersalahku pada mereka. Jika mereka terpisahkan selama-lamanya aku tentu akan merasa bersalah seumur hidupku, dulu aku memang begitu bodoh dan ambisius, aku melakukan semuanya tanpa berfikir panjang. Aku tidak berfikir jika semua yang kulakukan hanyalah sebuah kesia-siaan karena apapun yang kulakukan Kenzo tidak akan pernah jatuh cinta padaku ."
"Syukurlah jika kau menyadarinya Aleta, Kenzo tidak mungkin jatuh cinta padamu karena yang ada di hatinya hanya ada Cleo, kau tidak pernah ada di hatinya sama sekali. Jadi lebih baik kau tidak usah memikirkan Kenzo lagi, lupakan dia untuk selama-lamanya, Aleta."
"Aku tahu May, tapi aku tidak tahu kenapa rasanya sangat sulit melupakan seorang Kenzo, sebenarnya aku sangat sadar aku tidak akan pernah bisa memilikinya, dulu saja saat aku masih memiliki fisik yang sempurna, Kenzo tidak pernah menyukaiku apalagi saat ini. Kaki sebelah kiriku hanya tinggal setengah setelah diamputasi, begitupula dengan tubuh bagian kiriku yang sudah tidak berfungsi karena kerusakan saraf, bagiku jatuh cinta pada siapapun rasanya sama saja karena tidak mungkin ada orang yang menyukaiku dengan fisikku yang penuh kekurangan seperti ini. Mencintai Kenzo dan mengaguminya dari jauh itu sudah cukup bagiku, biar saja aku hidup dalam kenanganku yang indah dengannya dulu saat dia memberikan begitu banyak perhatiannya padaku."
"Hah, Aleta. Kapan kau bangun dari mimpimu itu? Sejak dulu Kenzo hanya kasihan padamu, dia hanya mencintai Cleo, Aleta."
__ADS_1
"Ya, aku tahu itu," ucap Aleta sambil meraba kakinya yang terpotong lalu menatap tubuh sebelah kirinya yang sudah lama mati. Dia kemudian meneteskan air matanya.
"Apa kau tidak ingin balas dendam pada Sharen?"
"Untuk apa? Sharen tidak bersalah karena ini hanyalah sebuah kecelakaan, semua terjadi karena kesalahpahamanku, bukan orang lain."
"Tapi karena Sharen lah hidupmu jadi seperti ini, dia yang sudah menculikmu, jika Sharen tidak menculikmu pasti kau tidak akan mengalami kecelakaan itu kan?"
"Cukup Maya, ini sudah malam, lebih baik kau pulang saja sekarang, semua yang terjadi dalam hidupku ini sepenuhnya karena kesalahanku, biar saja aku hidup seperti ini, aku bahagia dengan hidupku saat ini tolong jangan kau usik lagi masa lalu yang pernah kualami."
"Baik jika itu maumu, Aleta. Aku pulang dulu."
Maya kemudian berjalan meninggalkan Aleta lalu masuk ke dalam rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Aleta. Sedangkan Aleta menatap bintang di atas gelapnya langit malam sambil meneteskan air matanya.
"Meskipun cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi bagiku kau adalah bintang kehidupanku, Kenzo. Bayangan senyuman di wajahmu bagaikan sinar bintang yang bersinar di langit yang gelap, aku masih sangat mencintaimu, Kenzo Mahendrata."
🍒🍒🍒
Nathan terlihat mendengus kesal sambil mengusap wajahnya dengan kasar, beberapa kali dia mencoba menghubungi nomor Kenzo tapi nomor tersebut sudah tidak aktif.
"Sial! Kenzo mematikan ponselnya, jangan-jangan malam ini dia menghabiskan malam bersama dengan Cleo! Brengsek, kau Kenzo! Sia-sia saja aku mencari tahu nomor ponselmu pada salah seorang rekan bisnis Papa!"
Nathan lalu menghembuskan nafas panjangnya. Dia kemudian merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dengan perasaan yang begitu tak menentu. "Lebih baik kuhubungi besok pagi saja, aku masih bisa menerornya esok hari!" gerutu Nathan, dia kemudian memejamkan matanya. Namun saat dia mulai memejamkan matanya, suara dering ponselnya pun terdengar.
Nathan kemudian membuka matanya dengan sedikit kesal, tapi rasa kesal itu tiba-tiba hilang saat melihat nama seseorang yang mengirimkan pesan ke ponselnya.
"Cleo? Cleo mengirimkan pesan padaku dan memintaku untuk bertemu dengannya besok? Wowww ini benar-benar seperti sebuah keajaiban, mungkin saja Cleo mengurungkan niatnya untuk kembali pada Kenzo, sudah seharusnya kau sadar Cleo, jika aku jauh lebih baik daripada Kenzo sialan itu!" ucap Nathan. Dia kemudian membalas pesan dari Cleo tersebut disertai senyuman dan perasaan yang bahagia di dalam hatinya.
Sementara itu di kamar milik Cleo, tampak Cleo dan Kenzo sedang tertawa melihat balasan pesan dari Nathan ke ponsel Cleo.
__ADS_1
"Hahahaha, dulu kau mengerjaiku selama dua tahun lamanya, Nathan. Sekarang rasakan pembalasan kecil dariku," ucap Cleo sambil terkekeh.