Bed Friend

Bed Friend
Perjodohan Konyol


__ADS_3

"Apa kau yakin akan menjodohkan Vansh dan Alexa?" tanya Olivia sambil menatap Kenan dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Tentu saja, kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu, Olive?"


"Kenan, bukankah kau tau Vansh itu sangat sulit untuk jatuh cinta? Apa kau sudah lupa, sepanjang hidupnya hanya Queen satu-satunya wanita yang dia cintai. Lalu kau akan memaksakan kehendakmu untuk menjodohkan Vansh dan Alexa? Itu bukan hal yang mudah Kenan."


"Kenapa kau sudah berkata seperti itu padahal kita belum mencobanya, Olive?"


"Bagaimanapun juga, aku adalah ibu dari Vansh. Perasaanku kuat jika berhubungan dengan putraku, dan aku tidak yakin dia mau menerima perjodohan itu."


"Vansh anak yang baik, sejak dulu dia tidak pernah membangkang pada kita, Olive."


"Maksudmu, Vansh pasti mau menerima perjodohan itu? Kalaupun dia mau menerima perjodohan itu, dan dia menerima dengan terpaksa dan hidupnya tidak bahagia. Apa kau mau bertanggung jawab atas keegoisanmu itu, Kenan?"


"Olive, kenapa kau berbicara ketus sekali padaku? Aku hanya ingin yang terbaik bagi Vansh."

__ADS_1


"Terbaik bagimu, tapi tidak bagi Vansh."


"Tapi kita belum membicarakan hal ini dengan Vansh, sebaiknya kau tidak usah mengambil kesimpulan dulu, Olive."


Mendengar perkataan Kenan, Olivia pun terdiam. Dia kemudian mengambil nafasnya lalu mengehembuskannya. "Baik, aku akan pulang sekarang. Aku akan menemui Vansh sekarang juga. Tapi jika Vansh tidak mau menerima keputusan ini, tolong jangan paksa putraku. Beberapa tahun terakhir ini, bukankah hal yang mudah bagi Vansh karena dia sudah sangat sabar menemani dan begitu berlapang dada menerima Queen saat sedang sakit. Lalu dia dihadapkan pada kenyataan pahit saat Queen meninggal di hari pernikahannya. Dan satu tahun terakhir ini adalah masa-masa tersulit bagi Vansh karena dia harus membangun mentalnya, lalu saat dia sudah mulai bangkit, kau mau menambah beban pikiran Vansh dengan perjodohan konyol yang akan kau lakukan itu, Kenan? Kau benar-benar egois!" bentak Olivia.


Dia kemudian berjalan meninggalkan Kenan yang kini sedang memanggil namanya. "Olive, dengarkan aku Olive!" panggil Kenan yang diabaikan begitu saja oleh Olivia. Dia lalu berjalan ke kamar Darren.


TOK TOK TOK


Olivia lalu mengetuk pintu kamar Darren.


"Iya Tante, buka saja!" jawab Darren. Olivia lalu membuka pintu kamar itu. Dia kemudian mendekat ke arah Darren yang sedang memainkan ponselnya di atas sofa.


"Ada apa Tante?"

__ADS_1


"Darren, besok pagi Tante pulang ke Jakarta. Kau mau ikut pulang dengan Tante atau tetap di sini bersama Om Kenan dan Laurie sambil menunggu waktu wisudamu?"


Darren pun tampak berfikir sejenak. "Nanti kupikirkan lagi, Tante."


"Iya Darren, tante ke kamar dulu untuk memesan tiket dan bersiap-siap. Kabari tante secepatnya."


"Iya Tante," jawab Darren. Olivia lalu pergi keluar dari kamar Darren meninggalkan Darren yang masih termenung. Dia kemudian memejamkan matanya sambil menahan sesak yang ada di dalam dadanya.


"Aku sebenarnya sangat merindukannya, aku tahu sebenarnya perasaan ini salah tapi aku tidak tahu bagaimana caranya membuang perasaan ini. Sudah dua tahun aku mengambil program master di sini, tapi aku juga tak kunjung melupakannya. Tuhan, aku telah begitu bersalah telah menyukai adikku sendiri. Ini adalah sebuah kesalahan dan dosa besar, Tuhan."


Bayangan dua tahun lalu ketika dia akan pergi ke Australia pun kembali terlintas di benak Darren.


"Shakila ini sebuah kesalahan, kita tidak seharusnya seperti ini!"


"Tapi Kak, aku ingin malam ini menjadi perpisahan termanis kita Kak," ucap Shakila diiringi air mata yang mengalir deras membasahi wajahnya.

__ADS_1


NOTE:


Ada yang inget ga Shakila itu anaknya siapa? Kok tiba-tiba jadi adiknya Darren sih? Terus Olive kira-kira mau bantu Vansh ga ya 🙄 ga tau deh, pusing 😂 yang jelas tetep pantengin cerita ini ya, karena othor masih tetep bagi² GA, buat awal bulan depan. Penilaian kali ini dari top fans ya, 2 top fans akan dapet uang tunai masing-masing senilai 50 ribu rupiah. Terima kasih ❤️😘


__ADS_2