Bed Friend

Bed Friend
Tujuan Kedatangan


__ADS_3

Mobil Inara pun berhenti, lalu Abimana dan Inara pun keluar dari mobil itu. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah Leo.


Abimana dan Inara pun begitu terkejut karena di dalam rumah itu tampak begitu ramai orang-orang terdekatnya yang sedang berkumpul, apalagi saat melihat Sharen yang menangis dalam pelukan Calista.


"Kalian semua ada di sini?" tanya Abimana.


"Sharen, kenapa kau menangis? Apa sesuatu telah terjadi padamu?" tanya Inara. Namun semua orang hanya terdiam, hanya senyum tipis yang mengembang dari bibir mereka masing-masing.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa kalian semua diam?"


"Kak Leo, Kak Calista, ada apa ini sebenarnya?" tanya Inara. Cleo lalu menggenggam tangan Kenzo sambil menganggukkan kepalanya. Kenzo kemudian bangun dari tempat duduknya lalu mendekat ke arah Abimana dan Inara.


"Papa, Mama, aku akan menjelaskan tentang semuanya yang telah terjadi, kita bicara di depan saja," ucap Kenzo.


Mereka kemudian berjalan keluar rumah, lalu duduk di kursi yang ada di teras rumah tersebut. " Ada apa sebenarnya, Kenzo?" tanya Abimana sambil mengerutkan keningnya.


Kenzo kemudian menghembuskan nafas panjangnya lalu menatap Abimana dan Inara secara bergantian.


"Papa, Mama, aku akan menceritakan semua kejadian yang sebenarnya diantara Kak Nathan dan Sharen, sebelumnya aku minta maaf jika ini pasti akan menyakitkan bagi Papa dan Mama, tapi aku harus menceritakan semua kejadian ini pada kalian berdua."


"Iya Kenzo, ceritakan saja. Kami akan menerima apapun kemungkinan buruk yang terjadi, kami siap jika itu hal yang menyakitkan bagi kami berdua."

__ADS_1


"Iya Pa," jawab Kenzo. Dia pun mulai menceritakan semua kejadian yang sebenarnya secara rinci, diawali sejak kepergian Sharen pergi ke Bandung, sampai konspirasi antara Sharen dan Maya di malam itu, termasuk semua bukti kejahatan Sharen yang mereka kumpulkan. Abimana dan Inara yang mendengar semua cerita dari Kenzo tampak begitu syok.


Abimana hanya bisa termenung dengan tatapan mata kosong, satu butir air mata lalu jatuh di atas pipinya. Sedangkan Inara yang tampak begitu syok, tubuhnya pun tumbang ke atas lantai diiringi isak tangis sambil menutup mulutnya.


"Mama Inara!" teriak Kenzo lalu menyenderkan tubuh Inara ke tubuhnya.


"Kenzo, kenapa Kenzo? Kenapa Sharen bertindak sebodoh itu? Kenapa Kenzo?" ucap Inara dengan suara yang sedikit tercekat menahan perasaan sakit di dalam dadanya. Kenzo pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil mengelus punggung Inara. Air mata kini pun semakin membanjiri wajah Inara.


Abimana yang tidak sanggup lagi menahan emosi dan perasaannya yang begitu campur aduk lalu masuk ke dalam rumah diikuti oleh Kenzo dan Inara di belakangnya. Dia kemudian mendekat sambil menatap tajam pada Sharen yang berada di pelukan Calista.


Abimana lalu berdiri di depan Sharen dan Calista, dadanya tampak naik turun dengan begitu cepat menahan emosi yang ada di dalam hatinya. Sharen yang mendapat tatapan tajam dari Abimana lalu bangun dari pelukan Calista dan duduk sambil menundukkan kepalanya.


"Papa, maafkan aku Pa," ucap Sharen lirih.


PLAKKKK PLAKKKK


"DASAR MEMALUKAN!"


"KAU BENAR-BENAR MEMALUKAN, SHAREN! DAN AKU SANGAT AMAT MALU MEMILIKI SEORANG PUTRI SEPERTI DIRIMU! DENGARKAN AKU MULAI HARI INI AKU TIDAK AKAN MENGANGGAPMU LAGI SEBAGAI PUTRIKU! KAU BENAR-BENAR MEMALUKAN!" bentak Abimana dengan begitu menggelar yang membuat semua orang yang ada di ruangan itu terkejut.


Inara yang yang mendengar perkataan Abimana lalu menutup mulutnya. "Oh tidak," ucap Inara. Dia kemudian mendekat ke arah Abimana dan memegang tangannya.

__ADS_1


"Abimana, apa kau sadar dengan apa yang kau katakan? Kau tidak boleh berkata seperti itu pada Sharen, bagaimanapun juga dia adalah putrimu!"


"AKU TIDAK SUDI MEMILIKI SEORANG PUTRI YANG BEGITU MEMALUKAN SEPERTI DIRINYA! APA KAU TIDAK BISA MELIHAT TINGKAHNYA, INARA? TINGKAHNYA BENAR-BENAR MEMALUKAN! DAN MULAI HARI INI TOLONG JANGAN KAU SEBUT DIA LAGI SEBAGAI PUTRIKU!"


"Papa," ucap Sharen lirih dengan tatapan memelas.


"APA KAU BILANG, PAPA? JANGAN PERNAH SEBUT LAGI AKU SEBAGAI PAPAMU, KARENA HARI INI DAN SETERUSNYA KAU BUKAN LAGI PUTRIKU! SEJAK DULU KAU DIBESARKAN OLEH AMANDA, SEHARUSNYA KAU MEMILIKI SIKAP DAN PERILAKU YANG BAIK, TAPI NYATANYA? KAU SAMA SEPERTI IBUMU, SIKAPMU BENAR-BENAR MEMALUKAN DAN MENJIJIKAN, SHAREN! SELAMA KAU TINGGAL DENGANKU BEBERAPA TAHUN TERAKHIR INI, AKU JUGA TIDAK PERNAH MENGAJARIMU UNTUK BERBUAT HAL YANG MENJIJIKAN SEPERTI INI KAN? KAU BENAR-BENAR MEMALUKAN!"


"Abimana, tenangkan dirimu, berfikirlah secara jernih dan jangan bertindak gegabah, apa kau sudah lupa apa tujuan kedatangan kita ke rumah ini?" ucap Inara sambil mengelus punggung Abimana.


Calista dan Leo lalu saling berpandangan. "Memangnya apa tujuan kedatangan kalian ke rumah ini?"


NOTE:


Wajib bangettt mampir ke sini juga ya, karya Kak Mekha_chan yang keren abis



BEKERJA DENGAN BOSS YANG UMURNYA LEBIH MUDA DARIMU, MEMBUATMU MERASA HARUS LEBIH DIHORMATI? TIDAK DENGAN BOSS SATU INI, DIA ADALAH BOSS YANG LEBIH DINGIN DARI SEBONGKAH ES.


Indira Pertiwi, seorang janda berusia 30 tahun mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dan anak satu-satunya.

__ADS_1


Awalnya Indi ditolak di perusahaan Wijaya yang dipimpin oleh Arya Wijaya, namun pada akhirnya Indi diterima juga di perusahaan Arya. Walaupun harus menghadapi Boss yang super dingin, tapi demi pekerjaan Indi tetap bertahan. Sampai suatu saat ada benih-benih rasa tumbuh dan berkembang.


Bagaimana kelanjutan cerita Indi? Dan apakah Indi akan bahagia pada akhirnya saat menjalin hubungan dengan seorang Arya Wijaya?


__ADS_2