Bed Friend

Bed Friend
Suatu Saat Nanti


__ADS_3

Sharen lalu berjalan mendekat ke arah Clarissa, dia kemudian menaruh barang-barangnya dan bersimpuh di hadapan Clarissa lalu memeluknya diiringi air mata yang mengalir deras di wajahnya.


"Maafkan aku, Clarissa. Maafkan aku!" isak Sharen sambil mengencangkan pelukannya pada Clarissa.


"Sudahlah, Ka. Semuanya sudah berlalu, kau sudah mau menyadari semua kesalahanmu itu sudah cukup, semoga kau bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini, Kak. Lagipula aku juga ikut bersalah dalam masalah ini karena telah menutupi hubunganku dengan Kak Nathan, aku memang sangat ceroboh, aku tidak menyangka jika menutupi sebuah hubungan ternyata bisa berdampak fatal seperti ini."


"Terimakasih banyak sudah mau mengerti keadaanku Clarissa, kau tidak pernah bersalah dalam masalah ini. Aku hanya bisa berdoa semoga kalian bisa hidup bahagia selamanya, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua."


"Terimakasih banyak, Kak Sharen," jawab Clarissa. Sharen lalu mengalihkan pandangannya pada Nathan.


"Nathan, tolong maafkan aku. Aku tahu kesalahanku begitu besar padamu, aku juga tidak tahu bagaimana caranya agar kau mau memaafkan aku, tapi aku benar-benar menyesali semua perbuatanku. Sekali lagi maafkan aku, Nathan."


Mendengar perkataan Sharen, Nathan lalu tersenyum kecut. "Memaafkan itu mudah, Sharen. Tapi untuk bersikap biasa saja seolah tidak pernah terjadi apa-apa itu sulit untukku, dan aku butuh waktu untuk itu."


"Tidak apa, Nathan. Mendapatkan maaf dari kalian semua itu sudah cukup bagiku," ucap Sharen. Dia kemudian berjalan ke arah Leo dan Calista lalu meminta maaf pada mereka berdua dan mendapat pelukan hangat dari Calista. Setelah itu dia mendekat ke arah Inara dan Abimana.


"Kita Pulang, Pa, Ma," ujar Sharen.

__ADS_1


"Jangan panggil aku dengan panggilan Papa, aku tidak sudi!" bentak Abimana yang kemudian mendapat tatapan tajam dari Inara. "Jangan seperti itu, Abimana!" gerutu Inara.


Abimana dan Inara lalu berpamitan pada Leo dan Calista. Diikuti oleh Kenzo dan Cleo yang juga undur diri, setelah itu mereka semua keluar dari rumah tersebut. Sementara Calista menatap Nathan dan Clarissa. "Nathan, Clarissa, ini sudah malam, sebaiknya kalian menginap di sini saja!" perintah Calista.


"Iya Ma, kami juga berencana untuk menginap di rumah ini," jawab Nathan.


"Ya sudah, sebaiknya kalian cepat masuk ke dalam kamar. Ini sudah malam, kalian harus beristirahat. Sebentar lagi kalian akan melangsungkan resepsi pernikahan, jangan sampai kesehatan kalian terganggu."


"Iya Pa," jawab Clarissa dan Nathan. Nathan lalu menarik tangan Clarissa menuju ke kamarnya kemudian langsung mengunci pintu kamar tersebut.


Nathan kemudian langsung memeluk tubuh Clarissa. "Aku sangat merindukanmu," bisik Nathan. Clarissa kemudian melonggarkan pelukannya pada Nathan lalu menatap Nathan dengan tatapan yang begitu menggoda.


Desa*an dan tawa manja Clarissa kini pun memenuhi sudut kamar itu, apalagi saat Nathan mulai mendidih tubuh Clarissa. "Kak Nathan, pelan-pelan Kak!" teriak Clarissa. Tanpa mereka ketahui, seseorang ada di balik pintu kamar tersebut sambil meneteskan air matanya.


Dia kemudian berbalik lalu berjalan menjauhi kamar itu sambil mengusap air matanya dengan kasar. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar sebuah suara di belakangnya.


"Percayalah, suatu saat kau pasti akan bertemu dengan seseorang yang takut melihatmu tersakiti, seseorang yang datang tapi tidak akan pernah pergi, seseorang yang menerima kekuranganmu bukan memaksamu untuk terlihat sempurna. Percayalah waktu itu pasti akan tiba, Sharen. Bersabarlah, suatu saat kau pasti akan bertemu dengan jodohmu," ucap seseorang yang berada di belakang Sharen.

__ADS_1


Sharen lalu membalikkan tubuhnya. "Terimakasih banyak Vansh, terimakasih banyak, aku sudah menyadari semua kesalahanku, aku berjanji tidak akan pernah mengulangi semua kesalahanku," jawab Sharen.


"Bagus kalau kau sudah menyadari semua itu."


"Iya, Vansh. Aku pulang dulu," tambah Sharen. Dia kemudian berjalan meninggalkan Vansh.


"Bagaimana Sharen, apa kau sudah mengambil barangmu yang tertinggal?" tanya Calista saat melihat Sharen yang berjalan turun dari tangga.


"Emh belum, Tante. Pintu kamar Nathan sudah tertutup rapat, sepertinya mereka sudah tidur. Aku tidak mau menggangu mereka, besok aku bisa menghubungi Clarissa untuk menyimpannya terlebih dulu. Kapan-kapan aku bisa mengambilnya, lagipula itu juga barang yang tidak terlalu penting," jawab Sharen sambil menyunggingkan senyum manisnya.


"Oh ya sudah kalau begitu, kau bisa datang ke rumah ini kapanpun kau mau."


"Iya Tante Calista, Om Leo. Saya permisi pulang dulu," ucap Sharen kemudian keluar dari rumah Leo. Sementara Calista kini menatap Leo. "Aku sebenarnya merasa kasihan pada Sharen, tapi dia telah melakukan kesalahan yang begitu besar."


Leo pun hanya menganggukkan kepalanya.


...***...

__ADS_1


Maya berjalan keluar dari gang sempit lalu berdiri di depan gang tersebut untuk menunggu ojek online yang sudah dipesannya. Namun, tiba-tiba dia dikejutkan oleh sebuah mobil yang berhenti tepat di depannya. Maya pun begitu terkejut saat kaca mobil itu turun dan melihat sosok laki-laki di dalam mobil tersebut yang kini sedang menatapnya.


"K...Kau!" teriak Maya dengan suara yang terbata-bata.


__ADS_2