Bed Friend

Bed Friend
Hak Yang Sama


__ADS_3

"Apa putraku sudah datang ke kantor ini?" tanya Leo pada sekretarisnya.


"Sudah, Tuan Nathan sudah ada di ruangannya."


Leo pun menganggukan kepalanya lalu berjalan ke ruangan Nathan yang kini tampak sibuk dengan berkas yang ada di depannya.


"Perkembangan yang bagus dari anak manja seperti dirimu!" ucap Leo saat masuk ke dalam ruangan Nathan.


"Bukankah ini yang Papa inginkan? Papa sudah menyanggupi kemauanku untuk segera menikahkanku dengan Clarissa secepatnya, jadi aku ingin menepati janjiku pada Papa."


"Bagus sekali, rupanya kau cukup tau diri."


"Tolong jangan meledekku terus, Pa. Papa datang ke ruangan ini untuk mengecek keberadaanku kan? Tenang saja Pa, aku akan menepati janjiku, aku akan mengabdikan diriku di perusahaan ini, selamanya."


Leo pun tersenyum kecut mendengar perkataan Nathan. "Sebenarnya tidak hanya itu yang ingin kubicarakan denganmu, ada hal lain yang ingin kubicarakan, ini tentang Sharen."


"Hal lain? Hubungannya dengan Sharen? Yang terpenting jangan sekalipun menyuruhku untuk pulang ke rumah selama masih ada Sharen di rumah kita."


"Bukan itu, Nathan. Bukan itu, aku hanya ingin kau menemui Sharen secepatnya."


"Tidak Pa! Aku malas bertemu dengannya karena aku tidak ingin memberikan harapan apapun padanya."


"Nathan kau sudah memotong pembicaraan Papa. Papa ingin kau menemuinya untuk segera menceraikan dia secepatnya. Tadi Abimana dan Inara datang ke rumah dan mereka meminta pada kami untuk mengatakan hal ini padamu, jadi temuilah Sharen lalu ceraikan dia secepatnya."


"Benarkah yang Papa katakan? Jadi aku tidak perlu menunggu waktu sebulan untuk menceraikan Sharen seperti yang Mama minta agar tidak terlalu cepat menceraikannya?"


"Tidak, tidak usah kau dengarkan lagi kata-kata Mamamu itu, ceraikan saja Sharen secepatnya agar tidak menjadi beban bagimu."


"Terimakasih Pa, aku pergi dulu," ujar Nathan sambil bergegas bangkit dari tempat duduknya.


"Kau mau kemana?"


"Bukankah Papa yang sudah bilang agar aku menceraikan Sharen secepatnya?"


"Tapi tidak sekarang! Selesaikan saja dulu pekerjaanmu!"

__ADS_1


"Aku sudah tidak bisa menunggu lagi, setiap detik itu sangat berharga bagiku. Aku pergi dulu, Pa. Terimakasih banyak," ucap Nathan sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan Leo.


"Ck, dasar anak nakal!"


🍒🍒🍒


Mendengar perkataan Clarissa, Sharen pun hanya terdiam. Perlahan dia pun mendekat ke arah Clarissa sambil menatapnya dengan tatapan begitu tajam.


PLAKKKK


"KAK SHAREN LEBIH BAIK KAK SHAREN PERGI DARI SINI KARENA AKU MASIH INGIN MENGHORMATIMU SEBAGAI KAKAKKU SEBELUM AKU BERTINDAK LEBIH JAUH PADAMU!" bentak Clarissa sambil memegang pipinya.


"LANCANG SEKALI KAU BERSIKAP SEPERTI ITU PADAKU, CLARISSA! BAGAIMANAPUN JUGA AKU ADALAH KAKAKMU!"


"TAPI KAU JUGA SUDAH BEGITU LANCANG PADAKU KARENA KAU SUDAH MENAMPARKU! AKU ADALAH ISTRI SAH DARI KAK NATHAN YANG DIAKUI OLEH SEMUA ORANG! SEDANGKAN KAU? JIKA KAU MEMBUKA JATI DIRIMU DI DEPAN SEMUA ORANG! KAU HANYA AKAN MENDAPAT MALU KAK! KARENA KAU HANYA AKAN MEMBUKA AIBMU SENDIRI!"


"DASAR BREN*SEK KAU CLARISSA!" teriak Sharen sambil mendekat ke arah Clarissa kembali. Clarissa pun sudah bersiap jika sewaktu-waktu mendapat serangan mendadak dari Sharen, tapi di saat itu juga ponsel Sharen pun berdering pertanda sebuah pesan masuk ke ponselnya. Sharen kemudian mengambil ponsel yang ada di tasnya sambil terus menatap Clarissa dengan tatapan tajam. Saat melihat nama Nathan di ponselnya, senyum pun mengembang di bibirnya.


'Nathan ingin bertemu denganku?' gumam Sharen. Dia kemudian menatap Clarissa yang masih berdiri di depannya.


"Berbicara tentang Kak Nathan? Untuk apa Kak? Apa kau belum juga sadar jika yang kau lakukan saat ini adalah sebuah kesia-siaan? Percuma saja kau mencintai Kak Nathan, dia tidak akan pernah jatuh cinta padamu karena hanya ada aku yang ada di hatinya."


"Aku tidak ada waktu untuk meladenimu, Clarissa! Lihat saja nanti, jangan terlalu jumawa dengan posisimu saat ini!"


"Silahkan berbicara apapun yang kau mau, perlu kau ingat suamiku tidak akan pernah berpaling padamu!" sahut Clarissa yang membuat Sharen mendengus kesal. Dia pun akhirnya keluar dari apartemen Clarissa dengan perasaan yang begitu dongkol, kemudian memasuki sebuah taksi online yang dia pesan. Beberapa saat kemudian, dia pun sudah sampai di rumah milik Calista.


Sharen membuka pintu rumah itu. "Sepi sekali? Kemana Tante Calista?" ujar Sharen saat memasuki rumah itu. Dia pun berjalan ke dalam rumah dan melihat Nathan yang sedang menunggunya di ruang tengah rumah tersebut. Sharen kemudian bergegas mendekat ke arah Nathan sambil menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Apa kau sudah lama menunggu?"


"Belum, aku belum lama menunggumu. Kau darimana, Sharen?"


"Oh...E.. Aku, aku baru saja dari rumah temanku," jawab Sharen dengan sedikit gugup.


"Kau tidak berbohong padaku kan?"

__ADS_1


"Tidak, tentu saja aku tidak berbohong padamu. Kenapa kau berbicara seperti itu? Apa kau tidak percaya padaku?"


"Bagaimana aku bisa percaya padamu jika Pak Ahmad mengatakan jika kau pergi ke apartemen tempat aku dan Clarissa tinggal? Kenapa kau membohongiku? Apakah ada sesuatu yang kau lakukan pada istriku di apartemen itu?"


"Tidak Nathan, Pak Ahmad pasti sudah berbohong, aku tidak pergi ke apartemen kalian."


"Sayangnya Pak Ahmad sedang pergi mengantarkan Mama, jika dia ada di sini pasti sudah kuminta dia bersaksi di depanmu, sebaiknya kau tidak usah berbohong lagi padaku, kau baru saja pergi ke apartemen itu lalu menemui Clarissa kan? Kenapa kau harus berbohong padaku? Pasti kau telah melakukan sesuatu pada istriku! Awas jika sesuatu terjadi pada istriku, aku tidak akan memaafkanmu, Sharen!"


"Apa kau bilang? Istrimu? Aku juga adalah istrimu?"


"Sharen! Bukankah sudah kubilang jika pernikahan ini hanyalah palsu! Aku sama sekali tidak pernah menganggapmu sebagai istriku!"


"Tapi janji pernikahan yang kau ucapkan itu sah dimata agama, Nathan! Dan sekarang aku minta hakku sebagai istrimu! Hak yang sama seperti Clarissa karena kedudukan kita sama! Beri aku hak yang sama seperti yang kau berikan pada Clarissa!"


NOTE:


Bestie jangan lupa mampir juga ya ke karya othor kita yang satu ini Kak Yanktie Ino judulnya Kesandung Cinta Anak Bau Kencur dijamin ceritanya keren banget deh



Blurb:


Kesandung Cinta Anak Bau Kencur


Steve pemuda ganteng yang telah dua kali di sakiti karena pengkhianatan. Dia lalu menjauh dari lawan jenis.


Namun siapa sangka dia malah tertarik pada gadis kecil adik temannya.


Gadis kecil yang sulit dia dapat karena mengira Steve beda keyakinan, sebab sejak ibunya meninggal memang steve ikut omanya.


Saat mereka mulai dekat, ada saja batu sandungan dari pemuja Steve


Mampukah Steve memiliki cinta anak bau kencur itu?


Mampukah si kecil bertahan terhadap badai kiriman pemuja Steve?

__ADS_1


__ADS_2