Bed Friend

Bed Friend
Bertemu Denganku


__ADS_3

Nala menatap Zack dengan tatapan sinis. "Kalau aku tidak mau, bagaimana?"


"Cih! Dasar wanita siluman! Apa kau sudah lupa ancamanku padamu, hah! Asal kau tahu, kau tidak akan pernah bisa pergi dari sini sebelum kau mengatakan siapa sebenarnya kekasih dari Laurie? "


"Hahahahahaha, kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Bukankah kau yang mengatakan kalau kau sudah mengikhlaskan Laurie? Kenapa kau tiba-tiba penasaran pada kehidupan Laurie?"


"Memangnya kenapa? Kenapa kalau aku penasaran dengan kehidupan Laurie? Bukankah dia mantan istriku? Aku berhak tahu saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan siapa."


"Lalu setelah kau tahu, kau akan menggangu hubungan mereka lagi? Jangan pernah bermimpi Zack, karena aku tidak akan pernah membiarkan kau menggangu kehidupan Laurie lagi!"


"Kau jangan selalu berpikiran buruk padaku!"


"Kau yang membuatku berpikiran buruk padamu, apa kau tidak sadar bagaimana sikapmu itu, hah?"


"Bukankah kau tahu aku sudah mengikhlaskan Laurie? Aku hanya ingin tahu siapa laki-laki itu, laki-laki yang menjadi pacar Laurie?"


"Aku tidak akan memberitahumu, setidaknya sampai mereka berdua menikah!"


"Kau memang benar-benar keras kepala!"


"Asal kau tahu, aku tidak takut pada ancamanmu!"


"Baiklah kalau begitu jangan harap kau bisa pergi dariku! Karena kau akan tetap selamanya menjadi bagian dari hidupku! Kau yang sudah masuk dalam hidupku dan jangan pernah berharap bisa pergi semaumu begitu saja! Kau harus bekerja denganku selamanya, Nala!"


"Apa kau bilang? Jangan harap aku mau bekerja untukmu, karena aku tidak mau hidup dengan laki-laki seperti dirimu!"

__ADS_1


"Hahahaha dasar siluman wanita, kau pikir kau siapa? Apa kau sudah lupa kau berhadapan dengan siapa? Kau selamanya tidak akan pernah kulepaskan! Ingat, kau yang memulai semua ini dan jangan harap bisa mengakhiri dengan mudah!"


"Memangnya aku berhadapan dengan siapa? Memangnya kau siapa? Lihat dirimu sendiri Zack, bukankah saat ini kau begitu lemah?"


"DASAR SILUMAN WANITA!"


"Lihat Zack, kau pasti juga kesulitan kan untuk bangkit dari atas brankar itu?"


"Bajingan kau! Apa kau sudah lupa? Aku memiliki banyak anak buah yang bisa saja menangkapmu dimanapun kau berada!"


"Apa anak buah? Lihat ini!"


Nala kemudian mengambil ponsel Zack yang ada di atas nakas kemudian membanting ponsel tersebut. "Hei apa yang kau lakukan, BRENGSEKKK!"


"Bukankah kau mengatakan kalau kau punya anak buah? Sekarang cepat hubungi anak buahmu! Tidak bisa kan? Lihat keadaanmu, kau bahkan sangat lemah di hadapanku. Kau tidak bisa terlalu lama meninggalkan brankar itu dan tidak bisa menghubungi anak buahmu kan? Kau sangat lemah, Zack! Sekarang aku pergi dulu!" teriak Nala, dia kemudian pergi dari ruang perawatan Zack. Melihat Nala yang pergi meninggalkannya begitu saja, Zack pun merasa sangat marah.


Sementara itu, Nala yang baru saja keluar dari ruangan Zack, tampak mengamati sekeliling rumah sakit tersebut, sambil berjalan mengendap-endap agar tidak bertemu dengan anak buah Zack. Meskipun saat ini Zack tidak bisa menghubungi anak buahnya, Nala tetap mencoba untuk berhati-hati. Hingga akhirnya, dia pun sudah sampai di pintu keluar rumah sakit lalu mendekat ke arah taksi yang ada di depan rumah sakit tersebut.


"Huftttt akhirnya," gerutu Nala saat baru saja menempelkan tubuhnya di atas jok taksi tersebut. Dia kemudian menatap rumah sakit itu sambil tersenyum sinis. "Selamat tinggal Zack, sekarang aku bisa membuktikan kalau manusia sepertimu sebenarnya sangatlah lemah!"


Dia kemudian mengutak-atik ponselnya dan baru menyadari ada panggilan masuk dan pesan dari Calista yang mengatakan kalau dia dan Leo saat ini sedang pergi ke Tiongkok.


"Astaga, jadi karena ini? Jadi inilah alasannya Zack tahu siapa jati diriku yang sebenarnya karena dia tadi mengangkat panggilan telepon dari Mama?" gerutu Nala.


"Ah, biarkan saja. Aku sudah tidak peduli lagi, yang terpenting saat ini aku sudah berhasil keluar dari sarang harimau itu, aku tidak mau bertemu dengan laki-laki menjijikan seperti itu lagi. Cukup, aku tidak mau melakukan kebodohan itu lagi!"

__ADS_1


Setelah hampir satu jam lamanya menempuh perjalanan, Nala pun akhirnya sudah sampai di rumahnya. Namun, rumah itu tampak sepi. Ya, memang tadi Calista menghubungi Nala saat dia sedang tidur dan mengabarkan dia dan Leo sedang pergi ke Tiongkok. Sebenernya, Nala merasa sedih, orang tuanya tidak ada di rumah karena bagaimanapun juga saat ini dia benar-benar membutuhkan mereka. Tapi, itu jauh lebih naik daripada jika dia harus hidup dengan Zack. Dan, di rumah itu pun dia merasa aman karena ada anak buah Leo yang selalu menjaganya. Selain itu, kepulangan Nala saat tidak ada Leo dan Calista setidaknya juga tidak menimbulkan kecurigaan karena penampilan Nala yang saat ini tampak begitu berantakan. Dia kemudian masuk ke dalam kamarnya, lalu membersihkan diri, dan tidur di atas ranjangnya.


Saat sedang memainkan ponselnya di atas ranjang, tiba-tiba ponsel itu berbunyi. Nala kemudian melihat layar ponselnya dan melihat nama Laurie pada layar tersebut. Meskipun ragu, Nala akhirnya menjawab panggilan telepon itu.


[Halo Laurie.]


[Halo Nala, kau ada dimana?]


[Aku ada di rumah, ada apa Laurie?]


[Nala, beberapa hari lagi aku pulang ke rumah. Apa aku bisa bicara empat mata denganmu?]


Deg


'Apa yang mau Laurie katakan?' batin Nala.


[Nala, kenapa kau diam.]


[Emh-e tentu saja Laurie, tentu saja.]


[Baiklah, kalau sudah sampai di rumah, nanti kukabari.]


Nala kemudian menutup panggilan telepon itu, lalu menghembuskan nafas panjangnya. "Apa yang akan Laurie katakan? Apa ini ada hubungannya dengan Alvaro?"


***

__ADS_1


Sementara itu, Zack yang saat ini sudah bisa memanggil anak buahnya setelah memencet tombol emergency di ruangannya, kini tampak begitu kesal.


"Tolong dengarkan perintahku baik-baik! Cepat cari tahu siapa laki-laki yang saat ini menjadi kekasih Laurie, dan temukan wanita siluman itu! Lalu bawa mereka secepatnya bertemu denganku! Aku ingin bertemu dengan mereka secepatnya! Mereka tidak tahu, siapa yang sedang mereka hadapi!"


__ADS_2