
"Kenapa tiba-tiba aku memanggil papa?" ujar Kenzo dengan nafas tersengal-sengal.
"Ah mungkin aku merasa kehilangan karena sebentar lagi aku harus pergi ke London," ucap Kenzo sambil mengusap kasar wajahnya.
Sementara Abimana kini mulai meneteskan air matanya sambil menatap foto Kenzo. "Satu bulan lagi mereka pergi ke London, apa kau ingin berbicara dengan mereka? Amanda memberikan nomor ponsel mereka padaku, kau bisa melakukan panggilan video call jika kau mau."
"Tidak Inara, aku tidak mau. Melihat foto mereka saja itu sudah cukup bagiku. Bukankah sudah kukatakan jika sebaiknya mereka hanya mengenal Rayhan saja sebagai ayahnya, bukan aku."
"Tapi saat mereka menikah, mereka tetap harus tahu kebenaran itu karena saat melangsungkan ijab qabul bukan nama Rayhan yang akan diucapkan. Tapi namamu."
Mendengar perkataan Inara, Abimana pun hanya terdiam sambil meneteskan air matanya lagi.
❣️ Satu Bulan Kemudian ❣️
"Kami pergi dulu," ucap Sharen setelah mereka selesai berpamitan dengan keluarga mereka masing-masing, meskipun Cleo kini masih tampak bergelayut manja pada Vallen.
"Jaga adik-adik kalian Sharen."
"Iya ma," jawab Sharen.
"Kau jangan nakal Cleo, Kenzo tante titip Cleo ya, tolong kau jaga dia, kalian kan kuliah di tempat yang sama. Pergaulan di London sedikit berbeda dengan disini, kalian harus bisa menjaga diri kalian baik-baik."
"Iya Tante."
"Papa, mana, Cleo pamit ya," ucap Cleo sambil memeluk Vallen dan Firman.
"Ya, kami pasti akan sering berkunjung."
"Iya Pa."
__ADS_1
Mereka kemudian berjalan ke waiting room. Sharen berjalan di depan lalu di belakangnya tampak Kenzo dan Cleo yang berjalan beriringan.
"Kenzo, bagaimana perasaanmu?"
"Biasa saja."
"Kalau aku sangat bahagia, mulai hari ini kita akan tinggal bersama dalam satu apartemen."
"Semoga ini tidak menjadi bencana bagiku, kau begitu cerewet."
"Aku bukannya cerewet Kenzo aku hanya sangat memperhatikan dirimu," ucap Cleo sambil terkekeh. Mereka kemudian duduk di dalam waiting room. Kenzo kini mendengarkan musik melalui ponselnya sedangkan Sharen dan Cleo sedang asyik mengobrol. Tiba-tiba seorang laki-laki tampan yang usianya berjarak sekitar dua tahun dengan mereka mendekat ke arah Cleo.
"Hai," sapa lelaki tersebut.
"Bolehkah saya berkenalan dengan anda?"
Laki-laki tersebut lalu mengulurkan tangannya. "Nathan."
"Cleo."
Laki-laki itu kemudian menatap Sharen dan juga berkenalan dengan Sharen. Kenzo yang melihatnya pun hanya bisa menatap tajam ke arah mereka.
"Kalian mau kemana?"
"London, aku akan kuliah di LSE sedangkan Kak Sharen akan kuliah di London College of Fashion," jawab Cleo.
"Oh, wow kalian akan kuliah di Universitas yang bagus, aku juga sudah dua tahun kuliah di London tapi aku kuliah di UCL. Cleo, bolehkah aku meminta nomor ponselmu?"
"Oh ya tentu saja," jawab Cleo sambil memberikan nomor ponselnya. Melihat Cleo yang kini semakin dekat dengan pria yang baru saja dikenalnya, Kenzo pun bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah Cleo.
__ADS_1
"Permisi, saya harus bicara dengan pacar saya," ucap Kenzo, dia kemudian memberi kode pada Sharen lalu menarik tangan Cleo menjauhi laki-laki tersebut yang masih terkejut karena tiba-tiba menarik tangan Cleo. Kenzo kemudian mendudukkan Cleo di salah satu bagian ruangan waiting room yang sedikit jauh dari Sharen dan Nathan.
"Apa-apaan ini Kenzo? Kenapa kau selalu mengaku jika aku adalah pacarmu saat ada laki-laki yang mendekatiku?"
"Cleo, tidak baik berkenalan dengan sembarang orang. Kita tidak bisa memastikan orang tersebut benar-benar orang baik atau memiliki niat jahat padamu," ucap Kenzo sambil duduk di samping Cleo.
"Tapi kenapa kau membiarkan Kak Sharen mengobrol dengannya?"
"Itu karena Kak Sharen lebih dewasa, aku tidak perlu khawatir padanya, tidak seperti dirimu yang kekanak-kanakan."
"Apa kau cemburu?" ledek Cleo.
"Tidak, untuk apa aku cemburu. Bukankah tadi kau dengar sendiri jika orang tua kita menyuruhku untuk menjagamu, bukankah kau sangat manja dan kekanak-kanakan, bahkan lebih dewasa Alvaro adikmu dibandingkan dirimu, aku hanya tidak mau disalahkan jika sesuatu terjadi padamu,"
"Baiklah, aku terima alasanmu tapi bukankah lebih baik kalau kita sebaiknya berpacaran saja?"
"Aku tidak mau, kau sangat cerewet dan merepotkanku."
"Oh jadi aku merepotkanmu? Kalau aku merepotkanmu, lebih baik aku pergi saja pada laki-laki itu, sepertinya dia tidak merasa direpotkan olehku," ucap Cleo sambil bangkit dari tempat duduknya. Namun Kenzo kembali menarik tangannya.
"Jangan pergi, disini saja, kau tidak merepotkanku. Kita di sini saja sekarang, kita tunggu di sini sampai kita masuk ke dalam pesawat jangan mendekat ke arah mereka lagi, biar saja Kak Sharen bisa mengurus dirinya sendiri."
"Tapi aku mulai mengantuk."
"Bersandarlah di bahuku, lalu tidur. Itu jauh lebih baik dibandingkan kau berdekatan dengan laki-laki itu."
Cleo kemudian menaruh kepalanya di atas bahu Kenzo lalu mulai memejamkan matanya. 'Yes, akhirnya aku bisa tidur di bahumu,' gumam Cleo sambil memejamkan matanya. Sementara Nathan yang mengamati Cleo dari kejauhan hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya.
'Jadi laki-laki itu benar-benar pacarnya? Sepertinya aku sedikit terlambat tapi aku yakin aku masih memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan gadis itu. I will treat you better Cleo, better than he can.' gumam Nathan sambil tersenyum kecut.
__ADS_1