Bed Friend

Bed Friend
Jaminan Keamanan


__ADS_3

[Ya, halo Tante Calista.] jawab Sharen saat mengangkat panggilan telepon itu.


[Sharen, kau ada dimana?]


[Oh aku masih bersama Cleo, Tante.]


[Jadi kau masih bersama Cleo?]


[Oh.. E.. Iya Tante.]


[Sharen, bisakah kau pulang sekarang juga untuk menemani Vansh di rumah? Tante harus pergi ke kantor Om Leo untuk mengantar berkasnya yang tertinggal, bukankah kau sudah bertemu dengan Cleo cukup lama? Jadi, bisakah kau pulang sekarang?]


[Oh, O... Ya, baik aku pulang sekarang, Tante.] jawab Sharen, dia kemudian menutup panggilan telepon itu lalu berjalan ke arah Cleo yang masih duduk sambil memainkan ponselnya.


"Cleo, maaf sepertinya aku harus pulang sekarang," ucap Sharen.


"Kenapa terburu-buru sekali, Kak? Bukankah aku belum selesai membicarakan tentang Nathan dan Clarissa?"


"Sebaiknya kita bicarakan di lain kesempatan, Cleo. Aku sedang terburu-buru karena ada pekerjaan yang harus kuselesaikan saat ini juga," ujar Sharen sambil mengambil tasnya kemudian mencium pipi kanan dan kiri Cleo.


"Oh baiklah, hati-hati di jalan Kak Sharen," jawab Cleo. Sharen pun berjalan meninggalkan Cleo keluar dari cafe tersebut, sedangkan Cleo menatap kepergian Sharen sambil tersenyum kecut.


'Jadi benar dugaanku, kau pergi ke Bandung saat Nathan pulang ke Jakarta, bagaimana bisa tiba-tiba Kak Sharen baru saja pergi ke Bandung lalu malamnya kau mengalami kejadian tragis bersama dengan Nathan? Pasti Kak Sharen membuntuti Nathan saat dia pulang ke Jakarta lalu tiba-tiba ada beberapa orang yang mencegatnya dan Nathan yang melihat kejadian itu lalu berinsiatif menolongnya tapi pasti ada suatu hal yang terjadi yang belum bisa kuungkit kembali, aku harus menyelidiki lagi semua kejadian ini,' gumam Cleo. Dia kemudian mengambil ponselnya lalu menelepon Kenzo.


[Kenzo, tolong jemput aku sekarang.] Perintah Cleo pada Kenzo yang menunggunya tak jauh dari cafe tempat dia bersama Sharen bertemu.


[Baik, Cleo.]


Cleo pun tampak berjalan keluar dari cafe tersebut, tak berapa lama sebuah mobil pun berhenti di depannya.


"Bagaimana?" tanya Kenzo saat Cleo memasuki mobil tersebut.


"Benar dugaanku, Kak Sharen pergi ke Bandung di hari yang sama saat dia mengalami kejadian nahas itu. Jadi dugaanku, dia pergi ke Bandung untuk mengikuti Nathan tapi mungkin Nathan kembali ke Jakarta dan dia pun membuntuti Nathan yang ternyata pulang ke Jakarta, lalu di sini orang ketiga yang memberikan keuntungan bagi Sharen pun masuk. Dia pasti sengaja menyuruh beberapa orang preman untuk mengintimidasi Kak Sharen, aku mengambil kesimpulan seperti itu karena preman itu tidak mengambil satu pun barang berharga milik Kak Sharen."


"Orang ketiga? Apa maksudmu, Cleo?"


"Ya, orang ketiga yang memiliki dendam pribadi dengan Kak Sharen."

__ADS_1


"Tapi sepertinya Kak Sharen tidak memiliki musuh."


"Itu menurutmu, apa kau sudah lupa bagaimana sikap Maya dan keluarga Aleta pada Kak Sharen? Mereka sangat membenci Kak Sharen karena mereka selalu beranggapan jika kemalangan yang terjadi pada Aleta itu akibat dampak dari perbuatan Kak Sharen. Dan aku yakin salah seorang diantara keluarga Aleta ataupun Maya sendiri yang melakukan intimidasi pada Kak Sharen."


"Sepertinya kau benar, Cleo. Tapi sayangnya preman itu gagal melakukan aksinya dan saat Kak Nathan sedang menenangkan Kak Sharen, preman itu ataupun dalang dibalik intimidasi itu melakukan pemukulan pada Kak Sharen dan Kak Nathan. Begitu kan menurutmu?"


"Ya, dan keadaan itu sangat menguntungkan bagi Kak Sharen. Kenzo, bisakah kita pergi ke rumah Maya sekarang juga? Kita harus menemui Maya karena dia lah kunci di balik semua kejadian ini," ujar Cleo pada Kenzo.


Kenzo pun menganggukkan kepalanya. "Iya aku tahu rumah Maya, kita pergi sekarang Cleo?" tanya Kenzo yang dijawab anggukan kepala oleh Cleo. Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di sebuah rumah kecil di pemukiman padat penduduk yang ada di pinggiran kota. Kenzo lalu mengetuk pintu rumah itu, kemudian tampak seorang wanita paruh baya membuka pintu rumah itu sambil menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu.


"Ya, kami ingin bertemu dengan Maya," jawab Kenzo.


"Maya belum pulang dari tempat kerjanya, dan maaf saya kurang paham jam berapa dia pulang ke rumah karena sejak tadi Maya sulit untuk dihubungi, mungkin dia sedang sibuk."


Mendengar jawaban dari wanita paruh baya tersebut, Kenzo pun mengerutkan keningnya. "Baiklah kalau begitu, kami permisi pamit pulang saja, mungkin di lain kesempatan kami bisa bertemu dengan Maya."


Wanita itu pun mengangguk sambil tersenyum, Kenzo kemudian menarik tangan Cleo pergi menjauhi rumah itu berjalan ke arah mobil mereka.


"Ada apa Kenzo? Kenapa kau tampak sangat panik?"


"Kenzo, lebih baik kau telepon Om Leo sekarang juga!"


Kenzo pun mengambil ponselnya lalu menelpon Leo. Cleo yang melihat raut wajah Kenzo yang terlihat tegang pun kini ikut merasa cemas.


"Bagaimana Kenzo?" tanya Cleo saat Kenzo menutup teleponnya.


"Cleo, saat ini Om Leo dan Kak Nathan sedang menunggu kedatangan Maya, sebaiknya kita pergi ke kantor Om Leo sekarang juga untuk memberikan bukti yang kau miliki tentang pengakuan Kak Sharen saat dia pergi ke Bandung."


"Iya Kenzo, kita pergi ke kantor Om Leo sekarang!"


***


Maya dan dua orang anak buah Leo kini tampak turun dari sebuah taksi online lalu masuk ke sebuah gedung perkantoran yang kini mulai tampak sepi. Jarum jam memang menunjukkan sudah pukul lima sore, beberapa karyawan yang ada di kantor tersebut pun sudah banyak meninggalkan kantor itu. Hanya tinggal beberapa orang yang sedang terlihat lembur dan beberapa petugas keamanan dan OB yang masih terlihat ada di dalam kantor tersebut.


"Kau masuklah ke ruangan itu!" perintah salah seorang anak buah Leo pada Maya. Maya pun mengangguk kepalanya, dia kemudian berjalan ke arah ruangan itu dengan perasaan yang begitu tak menentu, tangannya kini terasa begitu dingin, jantungnya pun berdegup semakin kencang apalagi saat dia sudah berdiri di depan pintu itu."

__ADS_1


TOK TOK TOK


"Masuk!" sahut suara yang ada di dalam ruangan tersebut. Perlahan, Maya pun membuka pintu itu, tampak di dalamnya dua orang laki-laki sedang menunggunya duduk di atas sebuah sofa.


'Laki-laki itu? Bukankah dia laki-laki yang disukai oleh Sharen?' gumam Maya saat mendekat ke arah mereka berdua.


"Duduklah!" perintah salah seorang laki-laki setengah baya yang masih terlihat tampan. Maya pun menganggukkan kepalanya lalu duduk di atas sofa tersebut. Saat baru saja menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, tiba-tiba pintu ruangan itu pun kembali terbuka. Seorang wanita paruh baya yang sangat cantik pun masuk ke ruangan itu disertai senyuman pada dua laki-laki yang kini duduk di depan Maya.


"Apa Mama terlambat?" tanya wanita itu.


"Belum Calista, dia juga baru saja datang,"


Calista lalu menatap Maya sambil tersenyum. "Hai, aku Calista, ini putraku Nathan dan suamiku, Leo," ujar Calista pada Maya.


"Namamu Maya kan?" tambah Calista lagi. Maya pun menganggukkan kepalanya.


"Jangan takut Maya, kami tidak bermaksud jahat padamu, kami hanya ingin kau menceritakan tentang semua kejadian malam itu pada kami, dan kami akan memberikan jaminan keamanan padamu "


NOTE:


Jangan lupa tinggalin jejak oy, inget GA akhir bulan yak 🤣🤣


Mampir ke sini juga ya gaes novelnya Kak Amandaferina06 judulnya Obsesi Kakakku Kepadaku



Blurb:


Obsesi yang tidak pantas seorang kakak terhadap adiknya sendiri. Viktor Alexander Aganta, itulah nama lengkap dari sosok abang yang begitu kejam dan sangat terobsesi dengan adiknya, Quenna Anezka Aganta.


Viktor selalu menggunakan penutup wajah setelah tragedi kelam beberapa tahun lalu hingga tidak sekalipun yang mengetahui rupa tampan dari sosok Viktor, bahkan Quenna sendiri.


Quenna tidak pernah melihat wajah sang Abang bertahun-tahun lamanya usai insiden yang menjadi kunci utama hancurnya hidup Quenna karena obsesi abangnya.


Kematian seluruh keluarganya dan obsesi abangnya telah membuat Quenna percaya bahwa ia berada dibawah kendali Viktor, ia menjadi budak Viktor abangnya sendiri.


"Hentikan perbuatan tidak pantas ini Kak, aku adik mu, adik kandung mu!!"

__ADS_1


"Kenapa aku harus mengehentikan? Aku bahkan bisa lebih dari ini, membuat mu mengandung anak ku, misalnya?"


__ADS_2