Bed Friend

Bed Friend
Pergi Sejauh Mungkin


__ADS_3

"Aku tidak punya urusan denganmu, Sharen! Bukankah saat aku berusaha mencelakaimu kau berhasil selamat? Lalu saat aku memukul kepalamu dan laki-laki itu kau belum benar-benar pingsan karena kau sempat mencekal pukulanku di kepalamu? Malam itu kita juga sudah membuat kesepakatan untuk tidak saling mengganggu hidup masing-masing? Kenapa kau sekarang malah menyekapku? Bukankah kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan untuk menikah dengan laki-laki tampan itu?"


"Ya, tapi ternyata rencanaku tidak berjalan mulus karena Nathan sekarang sudah menceraikan aku, kita perlu membuat kesepakatan lagi, Maya!" jawab Sharen. Maya pun tersenyum kecut mendengar jawaban dari Sharen.


"Kenapa kau tersenyum seperti itu? Kau sedang menghinaku?"


"Hahahaha, bukankah malam itu sudah kukatakan padamu? Percuma kau memaksakan kehendakmu pada laki-laki yang tidak mencintaimu. Kau hanya akan tersiksa batin saja, Sharen!"


'Ahahahaha aku memang sengaja malam itu menyepakati kesepakatan agar tidak saling mencampuri urusan masing-masing lagi denganmu karena aku tahu, saat menjadi istri dari laki-laki itu pasti batinmu akan tersiksa karena dia tidak pernah mencintaimu, sekarang kau lihat sendiri kan Sharen, baru saja satu minggu kalian menikah, dia sudah menceraikanmu,' gumam Maya sambil tersenyum menyeringai.


"Lebih baik kau diam dan turuti kata-kataku, jika tidak aku bisa saja menghabisimu sekarang juga!"


"Menghabisiku? Jangan pernah bermimpi, Sharen. Aku memiliki banyak bukti kejahatanmu di malam itu, kalau kau berani membunuhku itu sama saja kau bunuh diri karena jika aku mati secara tiba-tiba pasti polisi akan menggeledah kamarku dan menemukan semua bukti yang mengarah padamu."


"KAU MEMANG BENAR-BENAR BERDEBAH, MAYA!"


"Hahahaha, itulah akibatnya jika kau berbuat jahat Sharen. Kau terlalu berambisi mendapatkan laki-laki itu hingga kehilangan akal sehatmu, sama seperti Aleta. Kau seharusnya bisa mengambil hikmah dari apa yang Aleta alami akibat dari ambisinya."


"Cuihhh, jadi kau menyadari jika temanmu melakukan kesalahan pada Kenzo dan Cleo? Tapi kenapa kau masih membelanya?".


"Aku tidak pernah membela Aleta, aku menyadari jika dia memang melakukan kesalahan yang begitu besar pada Kenzo dan Cleo, hanya saja aku tidak terima dengan yang kau lakukan padanya, tidak sepantasnya kau berbuat seperti itu pada Aleta. Aku yakin kau berbuat seperti itu tidak sepenuhnya untuk membela adikmu, Kenzo kan? Tapi juga karena kau takut Cleo jatuh ke pelukan Nathan?"


"Apapun yang kulakukan pada Aleta itu bukan urusanmu, Maya!"

__ADS_1


"Tentu jadi urusanku karena Aleta adalah teman baikku, apa kau tahu bagaimana sulitnya kehidupan yang harus dia jalani akibat ulahmu, Sharen?"


"Itu bukan urusanku karena dia pantas mendapatkan itu. Apa kau tidak lihat bagaimana Aleta merusak hidup Kenzo yang hampir saja gila karena ditinggalkan oleh Cleo?"


"Ya, aku tahu kesalahan Aleta begitu besar tapi dia sudah menyadari kesalahan itu dan minta maaf pada mereka berdua. Lalu sekarang, Kenzo dan Cleo sudah hidup bahagia kan? Sedangkan Aleta? Dia harus meregang nyawanya itu karena dirimu, Sharen. Bahkan kau tahu Aleta mengalami kecelakaan yang sangat parah tapi kau tidak menolongnya sama sekali saat itu, dimana hati nuranimu, Sharen?"


"CUKUP MAYA! AKU TIDAK MAU MEMBICARAKAN HAL ITU LAGI! BUKANKAH MASALAH ITU SUDAH SELESAI KITA BICARAKAN MALAM ITU? MASALAHKU DENGANMU SEKARANG ADALAH TENTANG KEJADIAN MALAM ITU!" bentak Sharen. Dia pun kini terlihat mengatur nafasnya sambil mengendalikan emosi yang ada di dalam dadanya.


"Dengarkan aku, untuk sementara waktu sebaiknya kau pergi dari kota ini, pergilah sejauh mungkin sampai situasinya dirasa cukup aman bagiku. Aku akan memberikan berapapun yang kau minta asalkan kau pergi sejauh mungkin untuk sementara waktu."


"Aku tidak butuh uangmu, Sharen! Hidupku tidak bisa kau bayar dengan uangmu."


"Jadi kau berani menolak perintahku? Seberapa besar nyalimu? Kau hanyalah seorang wanita miskin yang menggantungkan hidupnya pada keluarga orang tua angkatku."


"Meskipun aku miskin setidaknya aku memiliki harga diri untuk tidak memaksakan kehendakku pada orang lain, apalagi sampai menyakiti hatinya, aku banyak mendapatkan pelajaran dari hidup Aleta. Kau seharusnya juga seperti itu, Sharen. Jika laki-laki itu tidak mau denganmu lebih baik kau mundur saja, biarkan dia bahagia dan kau carilah kebahagiaanmu sendiri."


Mendengar perkataan Sharen, Maya pun hanya bisa terdiam. Di saat itulah, ponsel Sharen pun berbunyi. Sharen lalu mengambil ponselnya dan melihat nama Cleo di layar ponsel miliknya.


[Halo Kak Sharen.]


[Iya Cleo.]


[Aku sudah menunggumu di Infinite Cafe, Kak. Bisakah kau kesini sekarang juga?]

__ADS_1


[Baik Cleo, aku akan menyusulmu sekarang juga. Tunggu sebentar lagi aku pasti datang.]


[Iya Kak.]


Sharen lalu menutup teleponnya kemudian mendekat ke arah Maya. "Aku akan memberimu waktu untuk berfikir, Maya. Jangan membuang kesempatan yang kuberikan padamu, berfikirlah secara jernih. Buang semua egomu dan pikirkan keselamatanmu dan keluargamu, apa kau mengerti?" tanya Sharen pada Maya yang kini masih menatapnya dengan tatapan tajam.


NOTE:


Mampir yuk ke karya bestie aku Kak Nezha Ageha judulnya Pesona Sang Diva



Blurb:


Seorang bayi perempuan dibuang dan beruntung di adopsi oleh keluarga yang baik hati.


Nama gadis itu Kasih, dia tumbuh dengan baik dan menjadi gadis tercantik di desanya, namun naas saat berusia 17 tahun ada insiden penyiraman air keras yang mengakibatkan wajahnya rusak.


Entah ini berkat atau kesialan, tetapi secara tak terduga dia malah menemukan fakta yang membuatnya mengubah tujuan hidupnya.


Kasih bukanlah bayi yang sengaja di buang. insiden tragis di masa lalu menjadi penyebab meninggalnya orangtuanya juga terpisahnya dia dari saudara kandungnya.


Mampukah Kasih melawan para serigala dan rubah licik yang siap menerkam hidup dia juga saudaranya? Bagaimana caranya pulang? Apakah keluarganya masih mengenali dia dengan wajah baru?

__ADS_1


Salam Cinta,


Nezha Ageha


__ADS_2