Bed Friend

Bed Friend
Badai Salju


__ADS_3

Ghea pun menelan ludahnya dengan kasar saat mendengar perkataan supervisornya. 'Apa yang harus kulakukan?' Harga diriku bisa jatuh jika Abimana melihatku dalam kondisi yang seperti ini, sedangkan dirinya sudah bersama wanita lain yang jauh lebih segala-galanya dibandingkan dengan diriku,' gumam Ghea.


"GHEA!! APA KAU TIDAK MENDENGAR KATA-KATAKU! CEPAT LAYANI PELANGGAN YANG BARU SAJA DATANG! CEPAT ATAU KAU AKAN KUPECAT SEKARANG JUGA!"


"Maaf saya sedang sedikit tidak enak badan jadi saya kurang fokus, saya akan melayani mereka sekarang," ucap Ghea kemudian berjalan ke arah meja tempat Abimana duduk, dia kemudian mengambil masker di celemeknya lalu memakaikannya di wajahnya. 'Untung saja aku selalu membawa masker saat aku pergi karena aku sudah mempersiapkan semua ini kalau saja ada tamu rumah makan ini yang mengenalku,' gumam Ghea saat mendekat ke arah meja Abimana.


"Selamat malam, ini menu makanannya," kata Ghea sambil memberikan daftar menu makanan pada Inara dan Abimana.


"Kau mau makan apa sayang?" tanya Abimana pada Inara.


'Sayang? Jadi benar dia istri dari Abimana? Beruntung sekali Abimana bisa bertemu dengan wanita kaya seperti dia? Apakah dia tidak tahu masa lalu Abimana yang pernah menjadi seorang tahanan?'


"Apa saja, kau saja yang pesankan untukku. Kau bisa memesan makanan yang tidak pernah kau makan selama menjalani masa tahananmu, Abimana."


'Jadi wanita ini juga sudah tahu kalau Abimana pernah ditahan? Mau-maunya dia menjadi istri dari Abimana.'


Abimana pun mengangguk lalu tampak sibuk memesan makanan untuk Inara, sedangkan Ghea kini begitu kesal melihat Inara yang duduk begitu manja sambil bergelayut pada tangan Abimana.


'Centil sekali wanita ini, dia tidak tahu kalau saat ini dia sedang bersama laki-laki yang menjadi bekas suamiku,' gumam Ghea sambil mendengus kesal.


🍒🍒🍒


Kenzo dan Cleo memasuki apartemen dengan sedikit tergesa-gesa. "Bukankah kita baru saja memasuki musim dingin tapi kenapa di luar sudah ada badai salju seperti ini, untung saja saat badai salju datang kita sudah ada di dalam apartemen ini.


"Cuaca memang seringkali berubah-ubah, Cleo."


"Untungnya aku sudah membeli makanan yang cukup untuk beberapa hari ke depan."


"Kau memang pintar."


"Tentu saja," ucap Cleo kemudian menutup mulutnya lalu tampak tersipu malu.


"Kenzo."


"Apa? Kenapa kau bersikap seperti itu?"


"Kenzo, ayo cium aku lagi. Bukankah tadi malam kau menciumku dengan sangat bergairah, kau pasti juga menyukaiku kan Kenzo, ayo katakan padaku jika kau mencintaiku. Apa kau bisa menolak wanita secantik diriku?"


Kenzo pun tersenyum. "Kenapa kau hanya tersenyum? Kau sebenarnya mencintaiku apa tidak?"


"Kau seharusnya sudah tahu jawabannya."


"Jadi kau mencintaiku kan?"


Kenzo pun mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sekarang cium aku lagi."


CUP CUP


Kenzo lalu mengecup bibir Cleo dua kali sambil tertawa.


"Kenapa kau hanya mengecupku saja? Aku ingin yang seperti tadi malam, Kenzo. Yang lebih menantang."


"Lebih menantang?"


"Ya."


"Baiklah!" ucap Kenzo kemudian memegang wajah Cleo dan mendaratkan bibirnya lalu mulai mel*mat bibir Cleo sambil memegang tengkuknya agar lebih mendekatkan kepala Cleo padanya sambil memainkan lidahnya di dalam mulut Cleo hingga mulai terdengar de*ahan dan e*angan disertai suara kecapan bunyi bibir basah diantara keduanya.


"Bagaimana? Apakah ini menantang?" ucap Kenzo di depan wajah Cleo sambil membelai pipinya.


"Sangat menantang dan men*gairahkan, tapi aku mulai kedinginan, udaranya sangat dingin."


"Lebih baik kau masuk ke kamarmu saja, jangan lupa nyalakan pemanas ruangannya."


"Baiklah, aku ke kamarku dulu," ucap Cleo kemudian berlari menuju ke kamarnya. Namun beberapa saat setelah masuk kamar teriakkan Cleo pun kembali terdengar.


"Kenzoooo!!"


"Ada apa Cleo?" tanya Kenzo saat memasuki kamar Cleo.


Kenzo lalu berjalan ke arah pemanas ruangan yang ada di kamar Cleo kemudian mulai mengutak-atik pemanas ruangan tersebut. Cleo pun mulai mengamati sambil mengerutkan keningnya.


"Ada apa Kenzo?"


"Sepertinya pemanas ruangan ini rusak. Ini memang salahku, aku lupa tidak mengeceknya terlebih dulu sebelum musim dingin datang."


"Lalu aku harus bagaimana?"


"Malam ini kau tidur saja di kamarku."


"Lalu kau bagaimana?"


"Aku tidur di depan televisi."


"Tapi udaranya sangat dingin, Kenzo."


"Tidak apa-apa."


"Kita tidur di kamarmu saja, kita bisa tidur bersebalahan dengan menaruh guling diantara kita."

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita ke kamarku sekarang."


"Ya."


Mereka kemudian berjalan ke kamar Kenzo lalu mulai tidur di atas ranjang milik Kenzo.


"Kenzo, kenapa rasanya udaranya semakin dingin?"


"Sini biar kupeluk," ucap Kenzo sambil mengambil guling yang menjadi penghalang mereka lalu mulai memeluk tubuh Cleo dari belakang."


"Sekarang bagaimana?"


"Jauh lebih hangat."


Suasana malam di musim dingin yang kian merasuk ke dalam tubuh membuat Kenzo semakin mengencangkan pelukannya pada Cleo, apalagi saat ini Cleo terlihat begitu cantik dan seksi dengan baju tidur yang sedikit transparan semakin membuat Kenzo sulit mengendalikan naluri kelaki-lakiannya, dia pun kemudian mulai menciumi tengkuk Cleo sambil me*emas benda kenyal milik Cleo yang ada di dalam dekapannya. Cleo lalu membalikkan tubuhnya sambil menatap Kenzo dengan begitu dalam.


"Apa kau keberatan?"


Cleo lalu menggelengkan kepalanya.


"Apa kau mau melakukannya denganku? Maafkan aku Cleo, aku sepertinya sudah tidak bisa menahannya."


"Kita akan menikah kan?"


"Tentu saja."


Cleo pun menganggukkan kepalanya lagi. Kenzo pun mulai mel*mat bibir Cleo kembali sambil memasukkan tangannya ke dalam pakaian Cleo dan meremas benda kenyal milik Cleo yang kini mulai menegang. Kenzo lalu mulai membuka pakaian milik Cleo kemudian mulai memainkan dan me*gisap b*ah da*a miliknya yang membuat Cleo semakin mengeluarkan de*ahan dan e*angan yang memenuhi sudut kamar.


"Kau siap Cleo?"


Cleo pun mengangguk. Kenzo lalu mulai memasukkan a*etnya yang membuat Cleo mulai meneteskan air matanya.


"Sakit sekali, Kenzo."


"Tahan sebentar Cleo, sebentar lagi kau juga tidak merasakan sakit lagi."


"Kenzo sakit."


"Tahan Cleo, sekarang sudah masuk, bagaimana?"


"Sudah tidak terlalu sakit."


"Sekarang kita mulai," ucap Kenzo sambil memainkan ping*ulnya.


NOTE:

__ADS_1


Udah dulu ya lanjut besok 🤭


Eh othor disini bukan lagi ngajarin free se*s loh ya, cerita Kenzo & Cleo itu ada maknanya, agar kita tidak lebih berhati-hati meskipun sudah ada kejelasan dari masing-masing pihak, karena sebelum pernikahan semuanya masih bisa saja terjadi, kaya Cleo sama Kenzo yang udah berhubungan badan tapi akhirnya gagal nikah karena kesalahpahaman, akhirnya repot berdua kan? punya anak diluar nikah trs pisah 🤦


__ADS_2