Bed Friend

Bed Friend
Kue Cokelat


__ADS_3

"Ada apa Maya?"


"Ja... Jadi dia masih hidup?" ucap Maya lirih.


"Dia laki-laki itu? Laki-laki yang kalian cintai? Bukankah tadi aku sudah mengatakan jika Queen menikah dengannya. Tapi sayangnya Queen meninggal di hari pernikahan mereka, karena itulah aku menyebut semua ini dengan karma, Maya."


"Tante, karma itu tidak ada di dalam agama kita," ucap Maya sambil menenangkan Reni yang kini mulai meneteskan air matanya dengan begitu deras.


"Ya, kau benar. Sebut saja ini sebagai balasan atas apa yang dilakukan oleh Queen. Dia melakukan sebuah kesalahan dan kebohongan yang mengakibatkan dampak yang begitu besar pada kalian bertiga."


"Tante, sudahlah. Itu semua sudah berlalu. Lagipula jika dia tahu aku yang selalu mengirimkan kue kesukaan laki-laki itu, belum tentu dia juga mau menerima cintaku."


"Sayangnya kau salah, Maya. Dia sebenarnya menyukai wanita yang hampir setiap hari membuatkan kue cokelat untuknya, dan kesalahan besar yang dilakukan oleh Queen adalah mengaku jika dirinyalah yang selalu membuatkan kue itu untuknya. Picik sekali pemikiran putriku, dan setelah kecelakaan itu, yang dia tahu Queen adalah kekasihnya karena dia kehilangan sebagian ingatannya," ucap Reni diiringi air mata yang kini mengalir deras membasahi wajahnya. Maya kemudian melihat kue fudge brownies yang dibawakan olehnya.


'Jadi, benar dugaanku. Queen mengaku jika kue cokelat yang selalu kuberikan untuk laki-laki itu adalah buatannya sendiri? Queen, kenapa kau tega sekali berbuat seperti itu padaku?' gumam Maya sambil memegang dadanya, perasaannya kini pun terasa begitu sesak. Kejadian dua belas tahun silam pun kimi kembali terlintas di kepalanya.


...***...

__ADS_1


Maya tampak mengusap peluh yang ada di wajahnya sambil sesekali mengamati beberapa murid yang keluar dari sebuah sekolah saat dia berdiri di depan sebuah komplek sekolah elit. Senyum pun tersungging di bibirnya saat melihat seorang wanita cantik dengan rambut dikucir kuda sedang berjalan ke sebuah mobil yang terparkir di depan komplek sekolah itu.


"Queen!" panggil Maya.


"Maya, kau ada di sini? Ada apa Maya? Bukankah kau bisa menungguku di rumah?"


"Queen, sebenarnya aku ingin meminta tolong padamu. Maukah kau memberikan kue cokelat ini pada seorang laki-laki yang satu sekolah denganmu?"


Queen lalu menatap sekotak kue yang ada di tangan Maya. "Laki-laki? Laki-laki yang mana May, sekolahku sangat luas, bukankah kau tau sekolah tingkat menengah pertama dan tingkat menengah atas di sekolahku ada di dalam satu komplek yang sama?"


"Ya, aku tau. Kalian memang bersekolah di tempat yang mahal, tidak sepertiku."


"Emh..E.. Sebenarnya dia murid SMA, bukan masih SMP seperti kita," jawab Maya sambil meringis dan terlihat malu-malu.


"Oh, baiklah. Lalu mana laki-laki yang kau sukai?"


"Itu!" jawab Maya sambil malu-malu menunjuk seorang laki-laki yang sedang bermain bola basket bersama beberapa orang teman-temannya di lapangan basket yang terletak di samping sekolah tersebut.

__ADS_1


"Dia? Dia laki-laki yang kau sukai?" tanya Queen. Maya pun perlahan menganggukkan kepalanya sambil tersipu malu.


"Kau tahu kan, aku tidak sepadan dengan kalian, aku juga bukan murid di sekolah ini, jadi aku malu memberikan kue ini untuknya. Lebih baik kau saja yang memberikan padanya Queen," ucap Maya dengan penuh harap. Queen lalu mengerutkan keningnya sambil menatap kue cokelat itu di tangan Maya.


"Baiklah, aku akan membantumu, aku akan memberikan kue cokelat ini pada laki-laki itu. Kau tunggu di sini sebentar ya."


Maya kemudian menganggukan kepalanya sambil menatap Queen yang kini sedang berjalan ke arah lapangan basket.


'Aku tidak tahu siapa namamu, tapi mulai saat ini aku akan menyebutmu sebagai ksatriaku,' gumam Maya sambil tersenyum.


...***...


NOTE:


Mampir juga ya ke karya bestie aku ya, punya Kak CovieVy, dijamin ceritanya keren dan seru abis deh


__ADS_1



__ADS_2