Bed Friend

Bed Friend
Salah


__ADS_3

Amanda kemudian melihat orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tampak Firman dan Rayhan menggelengkan kepalanya, sedangkan Vallen meringis padanya.


"Emhhh Kenzo! Jangan kau tanyakan itu pada Mamamu!" teriak Vallen memecah keheningan yang terjadi.


"Kenapa Mama Vallen?"


"Hahahaha, apa kau lupa setelah melahirkanmu Mamamu langsung koma, Mamamu tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Kau seharusnya bertanya padaku, saat aku mengambilmu dari rahim Mamamu, dia langsung koma setelah kau lahir karena kondisinya sudah sangat kritis akibat penyakit jantung yang dideritanya. Saat itu hubungan Mamamu dan Abimana memang sudah memburuk, mereka sedang mengurus perceraian mereka. Saat itu Abimana juga menunggu kelahiranmu, bahkan setelah kau lahir Abimana langsung menemuiku," jawab Vallen sambil tersenyum.


'Abimana memang menemuiku, Kenzo. Tapi bukan karena ingin berjumpa denganmu ataupun merawatmu tapi untuk membuangmu, membuangmu ke dalam hutan,' gumam Vallen sambil menahan perasaan yang begitu sesak saat mengingat semua kejadian dua puluh lima tahun silam hingga tanpa sadar Vallen meneteskan air matanya.


"Mama Vallen, kenapa tiba-tiba Mama Vallen menangis?"


Beberapa orang yang ada di dalam ruangan tersebut lalu saling berpandangan. Amanda lalu menatap beberapa orang yang ada di ruangan itu sambil menggelengkan kepalanya disertai tatapan yang begitu memelas. "Kenzo, Mama Vallen hanya sedang sedih mengingat masa lalu, karena saat itu Amanda mengalami masa-masa terberat dalam hidupnya. Dia mengalami koma saat hubungannya dengan Abimana sedang tidak baik-baik saja, selama Mamamu koma, Rayhan yang merawatnya hingga Mamamu sadar, sedangkan Abimana memang beberapa kali menjenguknya, karena saat itu Abimana sudah hidup bersama dengan Ghea, jadi waktunya tersita pada Ghea, juga Sharen. Tapi percayalah Kenzo, Abimana juga menyayangimu," jawab Firman yang membuat Kenzo tersenyum.


"Iya Papa Firman, aku tahu. Aku tahu sejak dulu Papa Abimana pasti sangat menyayangiku," ucap Kenzo. Semua orang yang ada di ruangan itu pun terlihat salah tingkah, kecuali Cleo dan Kenzo yang saat ini saling berpandangan sambil tersenyum.


"Kenzo, kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? Apa ada sesuatu yang sedang mengusikmu?" tanya Rayhan karena merasa mulai cemas dengan pertanyaan Kenzo.


Kenzo dan Cleo lalu saling berpandangan. "Sebaiknya kita ceritakan saja!" bisik Cleo di telinga Kenzo.


"Kenapa kalian malah berbisik-bisik di depan kami, apa ada yang sedang kalian sembunyikan?" tanya Vallen sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Emhhh begini semuanya, sebenarnya ada sesuatu yang kalian tidak ketahui."


"Tidak kami ketahui? Apa itu Cleo? Cepat katakan pada kami semua!" teriak Vallen pada Cleo.


"Emmmh begini. Emmmh sebenarnya saat aku berhubungan dengan Kenzo, ada seseorang yang menyukaiku dan dia mengambil kesempatan saat aku sedang terpuruk, dia yang menggiringku untuk meninggalkan kalian semua untuk pergi ke Paris, dia juga menyuruh seseorang untuk mencuri ponselku sehingga aku tidak bisa menghubungi kalian semua."


"APAAAAA KURANG AJAR SEKALI LAKI-LAKI ITU! CEPAT KATAKAN PADA MAMA SIAPA YANG SUDAH BERANI MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU PADA HUBUNGAN KALIAN! KUPIKIR YANG MENGHANCURKAN HUBUNGAN KALIAN HANYA ALETA! TAPI TERNYATA ADA LAKI-LAKI TIDAK TAHU DIRI YANG SUDAH BERANI MENCAMPURI KEHIDUPAN PUTRIKU!" teriak Vallen.


"Sabar Ma, aku belum selesai menceritakan semuanya."


"YA SUDAH CEPAT CERITAKAN! MAMA SUDAH TIDAK SABAR MENDENGAR CERITAMU!"


"APA?? JADI KAU PERNAH MENERIMA LAMARAN DARI ORANG LAIN? KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN CLEO! KAU SUDAH MEMPERMAINKAN PERASAAN LAKI-LAKI ITU!"


"Maafkan aku Ma!" ucap Cleo sambil meneteskan air matanya.


"Vallen, Cleo tidak sepenuhnya bersalah karena laki-laki itu yang sudah menciptakan kondisi yang membuat Cleo mengikuti skenario permainannya, dia yang terlalu memaksakan keadaan. Aku yakin dia pasti juga membuat Cleo merasa terpojok hingga terpaksa menerima lamarannya. Benar kan Cleo? Siakapnya pasti sangat baik padamu saat kau sedang merasa terpuruk, seolah-olah dia menjadi pahlawan atas semua yang terjadi di hidupmu."


"Ya, benar Ma. Semua yang dikatakan Mama Amanda benar, aku benar-benar merasa terpojok dan selalu mengikuti alur permainannya."


"LICIK SEKALI!" sahut Rayhan sambil menahan rasa marah di dadanya.

__ADS_1


"Apakah dia masih mengganggu hubungan kalian berdua? Lalu apa kaitannya semua ini dengan masa lalumu? Kenapa tiba-tiba kau menanyakan tentang Calista dan Abimana?" tanya Amanda pada Cleo dan Kenzo.


"Mama, laki-laki itu adalah Nathan, laki-laki yang menyukai Cleo sekaligus pernah menjadi tunangan Cleo saat berada di Paris adalah Nathan, putra dari Om Leo dan Tante Calista," jawab Kenzo.


"Lalu tadi sore Kenzo mendapat sebuah pesan berisi peringatan tentang balas budi yang harus dia lakukan pada Tante Calista dan Om Leo," tambah Cleo yang membuat semua orang terlihat panik.


"Astaga!" ucap Amanda sambil menutup mulutnya. Vallen dan Firman pun saling berpandangan. "Firman mereka bukan dari keluarga sembarangan. Kak David pernah mengatakan jika kekuasaan Leo sangatlah besar, dia juga memiliki anak buah yang sangat loyal padanya, anak kita sudah benar-benar melakukan kesalahan karena sudah berani mempermainkan keluarga mereka," bisik Vallen pada Firman.


"Lalu kita harus bagaimana? Apakah kita perlu membicarakan semua ini dengan Kak David? Bukankah hubungan dia dengan Leo cukup dekat?"


"Kak David tidak bisa pulang dalam waktu dekat, Firman." jawab Vallen sambil menggigit bibir bawahnya.


Kenzo dan Cleo lalu saling berpandangan melihat orang-orang yang ada di ruangan itu tampak kebingungan. Amanda kini menutup wajahnya sambil memijit keningnya, lalu Rayhan berulangkali mengusap wajahnya dengan kasar disertai raut wajah yang begitu cemas dia juga tampak menghembuskan nafas panjangnya sambil memejamkan matanya. Kemudian Vallen dan Firman yang tampak berbisik-bisik disertai raut wajah yang sedikit pucat.


"Cleo, kenapa semua tampak begitu cemas?" tanya Kenzo.


"Entahlah, apakah Tante Calista dan Om Leo bukan orang sembarangan?"


"Mungkin, mereka tampak sangat cemas, tadi Mama Vallen yang sangat berapi-api pun kini terlihat ketakutan. Jika mereka bukan orang sembarangan, jadi kita juga sudah salah menganggap enteng seorang Nathan?"


"Kenzo, kita bukan hanya salah menganggap enteng seorang Nathan tapi kita juga sudah salah mengumpankan Clarissa pada Nathan. Bagaimana nasib Clarissa selanjutnya, Kenzo? Aku benar-benar merasa cemas akan nasib Clarissa," jawab Cleo yang membuat Kenzo semakin panik.

__ADS_1


__ADS_2