Bed Friend

Bed Friend
Pergi Bersamaku


__ADS_3

Olivia begitu terkejut saat membaca pesan dari Nala yang mengatakan kalau Zack mengurungkan niatnya untuk pergi ke Macau. Dia pun merasa heran darimana Nala bisa tahu kalau Zack mengurungkan niatnya itu. Namun, saat dia menanyakan itu pada Nala, dia mengatakan kalau dia bertemu dengan Zack di Bandara saat dia sedang menjemput temannya. Meskipun terdengar aneh, tapi Olivia percaya pada perkataan Nala.


Setelah dia selesai membaca pesan itu, die mendekat ke arah Laurie. "Ada apa, Ma? Kenapa mama terlihat cemas?" tanya Laurie.


"Zack... "


"Zack? Ada apa dengan Zack, Ma?"


"Zack mengurungkan niatnya untuk pergi ke Macau, Laurie. Nala mengatakan tadi dia bertemu dengan Zack di Bandara yang menunda kepergiannya ke Macau."


"Astaga, apa yang harus kulakukan, Ma?"


"Laurie, mau tak mau kau harus berpura-pura koma lagi, Sayang."


"Astaga..."


"Maaf Laurie, kau pasti lelah, dan itu tidak mudah bagimu. Iya kan?"


"Bukan seperti itu, Ma. Tidak masalah aku harus berpura-pura koma tapi yang menjadi masalah besar bagiku adalah saat harus menahan emosi ketika Zack berada di dekatku. Itu bukan hal yang mudah, Ma. Rasanya aku ingin mencakar wajahnya, aku juga merasa jijik saat dia mencium keningku."


Olivia tersenyum mendengar perkataan Laurie. "Tapi Laurie, seburuk apapun Zack saat ini dia adalah suamimu. Kau jangan berkata seperti itu, padanya. Dia berhak untuk menyentuhmu, termasuk mencium keningmu. Anggap saja itu perwujudan rasa sayang darinya padamu, Nak."


Laurie pun menundukkan wajahnya. "Mama, lalu kapan aku bisa bebas dari Zack?"


"Sabar Laurie, kami pasti akan mencari cara untuk membantumu lepas dari jerat Zack."


"Rasanya hidupku yang sekarang seperti sebuah kutukan."


"Laurie, tolong jangan bicara seperti itu. Pasti kita punya cara untuk melepaskan dirimu dari Zack, Sayang."


"Tapi sampai kapan, Mommy?"

__ADS_1


Saat Olivia akan menjawab pertanyaan Laurie, tiba-tiba sebuah suara pun terdengar dari ambang pintu. "Laurie, apa kau mau pergi denganku?" ucap sebuah suara dari ambang pintu yang seketika membuat Laurie dan Olivia terkejut. Mereka berdua pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan melihat Alvaro yang sedang berdiri.


Perlahan dia mendekat ke arah Laurie dan Olivia. "Laurie, waktu kita tidak banyak. Kalau kau mau, pergilah bersamaku, Laurie."


"Apa?"


"Ya, pergilah bersamaku. Kita pergi ke sebuah desa. Tempat ayahku tinggal dulu. Kau tenang saja, aku tidak akan berbuat jahat padamu. Aku hanya ingin membantumu lepas dari Zack. Hanya itu yang bisa kita lakukan sambil menunggu proses perceraian berlangsung. Bagaimana Laurie?"


"Tapi ini juga akan membahayakan nyawamu, Alvaro."


"Tidak, karena aku yakin saat Zack menyadari kau pergi. Pasti dia menyoroti kehidupan keluargamu, bukan aku. Jika Zack tahu kau pergi dari rumah sakit ini, aku yakin dia tidak akan mencariku. Dia pasti fokus mencari keberadaanmu dengan menyelidiki orang-orang terdekatmu. Terutama saudaramu dan keluargamu."


Olivia lalu menatap Laurie. "Laurie, sepertinya itu ide yang bagus. Nanti aku minta pada Leo agar menyuruh anak buahnya untuk mengawasi kalian berdua selama berada di desa."


Mendengar perkataan Alvaro dan Olivia, sebenarnya Laurie ingin mengiyakan permintaan itu. Tapi ada rasa ragu yang merasuk dalam hatinya, dia takut akan keselamatan Alvaro. Apa yang terjadi pada Derick seolah menjadi sebuah trauma bagi Laurie.


"Bagaimana Laurie? Kita tidak punya banyak waktu?" tanya Alvaro. Laurie kemudian memandang Olivia yang saat ini menganggukkan kepalanya, anggukan kepala Olivia pun membuat Laurie merasa yakin.


"Kalau begitu ayo cepat kita pergi sekarang!" perintah Alvaro. Laurie kemudian menganggukkan kepalanya. Dia dibantu Olivia dan Alvaro turun dari atas brankar lalu menaiki kursi roda.


"Tapi Alvaro, bagaimana kalau Zack melacak dengan mengecek CCTV yang ada di rumah sakit ini?"


"Kau tenang saja, aku sudah minta petugas CCTV untuk mematikan CCTV selama setengah jam kedepan."


Laurie pun tersenyum. "Kau cerdik sekali."


"Ayo kita pergi sekarang, kita sudah tidak punya banyak waktu. Tante Olivia, sebaiknya Tante Olivia di sini saja sampai Zack datang."


"Aku di sini saja sampai Zack datang? Apa maksudmu, Alvaro."


"Begini Tante..."

__ADS_1


Alvaro pun tampak berbicara pelan pada Olivia yang membuat Olivia terkekeh. "Ide yang bagus, Alvaro. Terima kasih banyak."


Olivia kemudian mendekat pada Laurie, lalu memeluknya erat. "Hati-hati sayang, yakinlah kau pasti bisa lepas dari jerat Zack. Kami akan selalu membantumu, dan mengawasimu dari jauh karena untuk sementara waktu kami tidak mungkin mendekat padamu, Sayang."


"Iya Ma, aku mengerti. Aku pergi dulu."


"Kami pergi dulu, Tante."


Olivia lalu menatap Laurie yang didorong oleh Alvaro keluar dari ruang perawatan itu. Sebenarnya Olivia merasa sedih harus berpisah kembali dari Laurie. Tapi, ini semua demi kebaikannya."


"Huftttt... "


Olivia pun menghembuskan nafas panjangnya, lalu menghapus air mata yang mulai keluar dari sudut matanya. Tiba-tiba pintu perawatan itu pun terbuka. Mendengar pintu yang terbuka, Olivia lalu berpura-pura menangis sambil berteriak.


"LAURIE!" teriak Olivia histeris sambil berlinang air mata.


"LAURIE! KENAPA KAU MENINGGALKANKU, NAK! LAURIIIEEEEEE, hu.., hu.., hu..," isak Olivia sambil melirik ke arah Zack yang kini terlihat panik. Dia kemudian mendekat ke arah Olivia yang saat ini terlihat menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai sambil terus menangis dan berteriak.


"Mama, apa yang sebenarnya telah terjadi, Ma?" tanya Zack. Olivia pun melirik ke arah Zack, lalu menatapnya dengan tatapan sinis.


"INI GARA-GARA KAU! INI GARA-GARA KAU LAKI-LAKI BIADAB!"


"Mama, tolong katakan padaku apa yang sebenarnya telah terjadi. Dimana Laurie, Ma? Kenapa dia tidak ada di atas brankar itu?"


"KAU TANYA PADAKU DIMANA LAURIE, HAH? SEMUA INI TERJADI KARENAMU! SEMUA TERJADI KARENAMU! SEKARANG DIA PERGI, LAURIE PERGI KARENA TIDAK MAU BERTEMU DENGANMU! LAURIE PERGI KARENA INGIN LEPAS DARIMU!"


"Apa maksud, Mama? Jadi Laurie sudah sadarkan diri?"


"Ya, dia sudah sadarkan diri tapi dia pergi dari rumah sakit ini! Dan semua ini terjadi karenamu! Dia melakukan semua itu karena ingin lepas darimu! Apa kau belum juga sadar, kau sebenarnya telah menyakiti putriku! Kau telah membuat putriku tertekan hingga melarikan diri seperti ini! Coba pikir bagaimana nasib Laurie? Saat ini dia pasti sedang lontang-lantung di jalanan. Dia bahkan tidak membawa uang sepeser pun. Coba kau pikir, bagaimana menderitanya putriku di luar sana? Hidup kelaparan dan tidak punya tempat untuk berteduh, tapi dia lebih memilih semua penderitaan itu daripada hidup denganmu! Sekarang kau mengerti kan bagaimana menderitanya putriku hidup bersamamu!"


Mendengar perkataan Olivia, Zack pun hanya bisa terdiam cukup lama, hingga beberapa saat kemudian suara lirih pun terdengar dari bibirnya. "Maafkan aku, Ma," ucap Zack lirih. Dia kemudian berjalan meninggalkan ruang perawatan itu dengan tatapan kosong.

__ADS_1


__ADS_2