Bed Friend

Bed Friend
Hati Yang Harus Kujaga


__ADS_3

BYURRR


Siraman air dingin di wajah Nathan pun membuatnya terkejut. Dia kemudian mengamati sekelilingnya dan melihat kerumunan orang yang tengah mengelilinginya. Dia lalu melihat ke arah samping, tampak Sharen yang juga terlihat mulai membuka matanya, raut wajahnya pun tak kalah bingung dengan yang dirasakan oleh Nathan saat ini. Namun bukan itu yang kini membuatnya lebih merasa heran tapi keadaan tubuhnya.


Nathan lalu mengamati tubuhnya yang kini tengah bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek di kakinya, hal yang sama pun dialami oleh Sharen. Kini dia hanya mengenakan tanktop sedangkan kemejanya terlepas di sampingnya. Riuh teriak orang-orang pun mulai terdengar.


"HAI ANAK MUDA! BERANI-BERANINYA KALIAN BERZINA DI TEMPAT KAMI! KALIAN BENAR-BENAR LANCANG MENGGUNAKAN POS KAMLING INI UNTUK MENYALURKAN HASRAT TERLARANG KALIAN!"


"DASAR ME*UM!"


"PEZINA!"


Teriak beberapa orang yang ada di sekitar mereka, Sharen pun kini tampak menangis sambil mengenakan pakaiannya.


"Hentikan! Aku tidak melakukan apapun dengan wanita ini! Kami hanya berteman saja!"


"Tidak usah mengelak! Apa ini semua belum cukup bukti? Lihat tubuh kalian sudah hampir setengah telanjang di sini! Lalu itu apa? Tanda merah yang ada di tubuhmu? Tidak mungkin ada tanda merah seperti itu jika kalian tidak melakukan apapun disini."


'Astaga, ini tanda merah dari Clarissa bukan Sharen!' gumam Nathan.


"Kau mau mengelak apalagi?"


"Bukan wanita itu yang melakukannya!"


"Mau mengelak apa lagi kau dasar me*um! Sekarang lebih baik bawa mereka berdua ke kantor kelurahan! Lalu hubungi orang tua mereka!" teriak beberapa warga. Nathan dan Sharen pun hanya bisa pasrah, mereka tidak bisa mengelak apapun karena dikeroyok oleh hampir seluruh warga yang ada di pemukiman tersebut. Mereka akhirnya mengikuti keinginan warga menuju ke kantor kelurahan. Nathan dan Sharen lalu dipaksa untuk memanggil orang tua mereka, dengan terpaksa, mereka kemudian menghubungi orang tua masing-masing untuk datang ke kantor kelurahan tersebut.

__ADS_1


Tak jauh dari mereka kini berada, tampak seorang wanita sedang tersenyum sambil melihat Sharen yang kini terlihat sedang begitu frustasi. "Sharen, aku memang gagal membuatmu mengalami cacat seperti yang dialami oleh sahabatku, kau memang tidak merasakan penderitaan fisik seperti yang dialami oleh Aleta, kau tidak tahu kan bagaimana rasanya saat aku harus melihat Aleta kesulitan untuk bernafas, bahkan setiap hari aku harus melihat Aleta kesulitan untuk mengendalikan saraf motoriknya. Dan, di akhir hidupnya, hampir seluruh indranya sudah tidak bisa berfungsi, itu karenamu Sharen! Itu karenamu! Jika sekarang bukan balasan fisik yang kau dapatkan, sekarang kau harus merasakan penderitaan batin, hidup dalam bayang-bayang rasa malu dan hidup dengan laki-laki yang tidak mencintaimu. Aku yakin laki-laki itu pasti sudah memiliki kekasih karena beberapa kali aku melihat panggilan telepon dari seorang wanita, selain itu aku juga melihat tanda merah di beberapa bagian tubuh laki-laki itu, aku yakin dia pasti akan mengabaikan dirimu dan batinmu akan begitu terluka! Hahahaha!"


🍒🍒🍒


Nathan dan Sharen yang telah mengenakan pakaian mereka kembali hanya bisa duduk terdiam di tengah kerumunan warga yang kini sudah ada di kantor kelurahan. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, tapi kerumunan warga yang datang semakin ramai.


'BR*NGSEK! BR*NGSEK! BAJ*NGAN! SIAPA SEBENARNYA YANG SUDAH MELAKUKAN SEMUA INI PADAKU! TAK AKAN KUBIARKAN KAU HIDUP DASAR BRENG*EK! AKAN KUCINCANG-CINCANG TUBUHMU JIKA AKU BERHASIL MENEMUKANMU?' umpat Nathan berulangkali di dalam hatinya.


Tak berselang lama, Abimana dan Inara pun datang. Lalu di belakang mereka tampak Calista yang memasuki kantor kelurahan tersebut dengan begitu tergesa-gesa. Mereka kemudian berbicara pada salah seorang petugas kelurahan dan beberapa orang warga.


"Ijinkan kami berbicara dengan anak kami sebentar!" teriak Calista setelah berbicara dengan mereka.


"Nathan, Nathan, apa yang sebenarnya telah terjadi? Apa yang terjadi pada kalian berdua? Apa yang telah kalian lakukan Nak?"


"Mama, kami tidak melakukan apapun. Saat aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, tiba-tiba aku melihat Sharen yang sedang dikeroyok oleh preman, lalu aku menolongnya, saat aku sedang menenangkan Sharen tiba-tiba ada yang memukul kepala kami, dan saat kami bangun, kami sudah dalam keadaan setengah telanjang Ma. Sungguh aku tidak berbohong! Mama tahu kan siapa wanita yang kucintai? Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu pada Sharen karena sejak dulu kami sudah berteman."


"BRE*GSEK! Pasti ada yang menjebak kalian berdua, aku akan melakukan perhitungan dengan orang itu! Aku tidak akan pernah bisa terima putriku dipermalukan seperti ini!" teriak Abimana.


Mendengar teriakkan Abimana para warga pun terlihat semakin emosi. Inara dan Calista kemudian menenangkannya.


"Mama, tolong aku. Om Abimana, Tante Inara sungguh aku tidak melakukan apapun pada Sharen. Saat ini aku sedang mencintai seorang wanita, dan aku tidak mungkin mengkhianati wanita itu dengan bermain api di belakangnya dengan wanita lain, apalagi dengan Sharen yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri."


"Iya Nathan, kami paham. Kami paham Nathan tapi kita semua dalam kondisi yang sulit, mau tidak mau kita harus menuruti keinginan mereka."


"Maksud Mama aku menikahi Sharen? Itu tidak mungkin Ma, aku tidak mau melakukan itu!" teriak Nathan.

__ADS_1


"Nathan, hanya itu jalan satu-satunya untuk saat ini. Apa kau mau dilaporkan pada Polisi?"


Nathan kemudian terdiam. "Nathan, tolong pahami situasi ini, yang terpenting kalian bisa bebas dari sini sekarang juga, setelah itu kau boleh menentukan masa depanmu dengan Sharen."


"Baik, tapi satu bulan saja. Aku minta satu bulan saja, tidak lebih."


Calista lalu memandang Abimana dan Inara yang kini terlihat begitu pasrah.


"Inara, Abimana, maafkan kami. Sebenarnya dua bulan lagi Nathan akan menikah, dan persiapan pernikahan mereka sudah berjalan, aku tidak menyangka jika akan ada kejadian seperti ini. Tolong maafkan kami, untuk malam ini kita harus menuruti keinginan warga tapi aku tidak bisa memaksakan kehendak ini pada putraku, pernikahan yang mereka lakukan hanya sebagai jalan keluar atas masalah yang terjadi malam ini saja, tidak lebih, bagaimana? Katakan saja jika kalian keberatan?"


Abimana dan Inara lalu saling berpandangan. Perlahan Abimana pun menganggukkan kepalanya. "Ya, kita tidak punya pilihan. Aku juga ingin menyelamatkan harga diri putriku," jawab Abimana lirih.


Akad nikah dengan begitu sederhana dengan memanggil seorang pemuka agama pun dilangsungkan di kantor kelurahan tersebut. Nathan mengucapkan ijab qabul dengan begitu berat disertai perasaan yang begitu sakit.


'Maafkan aku Clarissa,' gumam Nathan sambil meneteskan air matanya saat mengucapkan ijab qabul tersebut. Setelah selesai, Nathan kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu mengusap wajahnya dengan kasar disertai air mata yang masih berlinang.


'Maafkan aku Clarissa, maafkan aku. Aku hanya mencintaimu, Clarissa!'


Para warga pun sudah membubarkan diri, kini Calista dan Abimana sedang berbicara dengan pemuka agama dan petugas kelurahan tersebut. Sedangkan Inara menenangkan Sharen yang masih menangis. Nathan kemudian mendekat ke arah Calista.


"Mama, ini sudah selesai kan? Ayo kita pulang sekarang."


Calista pun menganggukkan kepalanya lalu berpamitan. Saat mereka melewati Sharen, Nathan melirik ke arahnya. "Sharen, bagiku ini hanyalah sebuah pernikahan palsu, sebaiknya kau pulang saja ke rumahmu, kita tidak perlu tinggal dalam satu atap karena ada hati yang harus kujaga," ucap Nathan sambil berjalan meninggalkan Sharen dan orang tuanya.


NOTE:

__ADS_1


BED FRIEND artinya adalah Teman Tidur, dan saya disini tidak mengajarkan untuk melakukan s*x bebas tapi lewat kisah ini kita harus bisa mengambil hikmah dan kesimpulan, melakukan hubungan badan di luar pernikahan selain sebuah dosa besar tapi juga dapat menimbulkan masalah karena kita tidak tahu apa saja yang akan terjadi pada hidup kita. Jangan terlalu yakin akan sebuah hubungan dengan melakukan sebuah perzinahan meskipun tanggal pernikahan sudah ditentukan karena sesuatu hal yang buruk masih bisa terjadi.


Keep calm tim Nathan & Clarissa, ini hanya sebuah proses agar hubungan mereka jauh lebih baik lagi.


__ADS_2