
"Apa melepaskan? Apa anda tidak sedang salah bicara, Tuan Zack? Anda masih waras kan?" tanya Nala sambil mengerutkan keningnya saat Zack mengatakan dia akan melepaskan Laurie.
Meskipun Zack merasa kesal dengan celotehan Nala yang menyebalkan, dia mulai terbiasa dan memilih tidak menanggapinya. Zack kemudian menggelengkan kepalanya perlahan.
"Tidak ini adalah keputusan paling tepat yang aku ambil."
'Yes,' batin Nala di dalam hati.
"Tapi kenapa tiba-tiba anda berpikir seperti itu Tuan Zack? Apa sesuatu telah terjadi pada diri anda?" tanya Nala disertai raut wajah pura-pura panik. Zack kemudian terdiam, dia lalu menghembuskan nafas panjangnya.
"Bukankah memang seharusnya sudah sejak lama aku mengambil keputusan ini? Bahkan, sebenarnya ini sudah terlambat."
"Sebenarnya apa maksud anda, Tuan? Saya benar-benar tidak mengerti."
"Caca, memang benar cinta tidak bisa dipaksakan. Aku selalu berusaha memaksakan cintaku pada Laurie, tapi apa yang kudapat? Aku tidak pernah mendapatkan apapun. Semua yang kulakukan hanya membuat Laurie semakin membenciku, tidak ada sedikitpun rasa yang dia berikan padaku. Kau memang benar, sejak awal aku sudah salah dalam mengambil hati Laurie. Aku hanya memperlihatkan kebringasanku tanpa menunjukkan kelembutan hatiku yang akhirnya berdampak sampai saat ini. Di mata Laurie, aku hanya seorang laki-laki yang begitu menyebalkan. Di mata Laurie, aku hanyalah seorang suami kejam dan tidak berperikemanusiaan. Ya itulah aku dan selamanya anggapan Laurie akan seperti itu padaku. Aku memang memiliki tubuhnya tapi tidak hatinya, dan ternyata aku sudah membuatnya terluka. Baik luka batin ataupun fisik, dan itu tidak hanya satu kali tapi berkali-kali. Aku sudah membuat Laurie menjadi koma lalu saat ini setelah dia sadarkan diri, Laurie melarikan diri dari dari rumah sakit."
"What?" teriak Nala.
"Laurie melarikan diri?"
"Ya, dia merlarikan diri saat dia sudah sadarkan diri. Sebegitu takutnya dia kah padaku Caca?"
__ADS_1
"Ini sungguh sangat keren."
"Kau bilang apa Caca? Keren?"
"Maaf maksud saya begini Tuan Zack. Coba anda pikir, Laurie melarikan diri setelah dia baru saja sadar. Suguh itu hal yang sangat luar biasa kan? Tenaganya pasti sangat besar, makanya aku sebut Nyonya Laurie dengan sebutan keren."
Mendengar perkataan Nala, Zack pun tampak menududukan kepalanya. "Karena itulah Ca, kondisinya belum pulih dan dia sudah memaksakan keadaannya untuk melarikan diri dari rumah sakit agar tidak bertemu denganku, aku sungguh merasa sedih. Aku tidak tahu bagaimana kondisinya di luar sana. Dia pasti kelaparan dan dia pasti juga kedinginan, tapi dia lebih memilih semua itu dibandingkan bertemu denganku. Sebegitu burukkah aku di matanya Ca?"
"Memang sangat buruk."
"Apa katamu?"
"Kau benar, karena itulah aku sadar cintaku ternyata telah membuatnya begitu terluka. Cintaku ternyata telah membuatnya begitu tersakiti, dan mulai saat ini aku tidak mau membuat Laurie terluka dan tersakiti kembali."
"Wow itu kata-kata kata-kata yang sangat keren, Tuan. Mungkin bisa diabadikan di kamus bahasa Indonesia."
"Kau jangan terus meledek Ca."
"Maaf Tuan, saya tidak meledek. Saya hanya sedang menghibur anda, saya tidak ingin anda sedih. Kalau anda sedih, saya juga sedih, kalau anda tidak enak makan, saya juga tidak enak makan. Bukankah anda tahu saya menumpang di rumah anda. Jadi anda harus terlihat bahagia agar saya juga ikut bahagia, karena itulah mulai saat ini tersenyumlah. Sambutlah kehidupan baru anda Tuan Zack. Sambut kehidupan baru ada tanpa rasa cinta yang hanya menimbulkan rasa sakit di hati anda. Anda harus membuka lembaran baru yang lebih bahagia."
"Ya, kau benar. Aku harus membuka lembaran baru yang lebih bahagia."
__ADS_1
"Dan saya akan menemani anda Tuan. Sekarang anda dengarkan saya, suatu saat nanti anda akan bertemu dengan orang yang anda butuhkan. Bukan orang yang anda inginkan, dan kelak anda akan menyadarinya saat semesta telah mengirimkan pilihan terbaiknya bukan atas pilihanmu, bukan atas paksaanmu, akan tetapi pilihan yang paling tepat untukmu."
"Ternyata kau tidak seburuk yang aku pikirkan, terima kasih," ucap Zack sambil tersenyum.
"Karena aku memang cantik, tidak buruk rupa, hehehe...."
"Kalau begitu, aku mau menghubungi mertuaku dulu. Aku akan mengajukan gugatan cerai pada Laurie secepatnya."
"Iya Tuan, itu ide yang bagus."
"Tapi kenapa kau tampaknya senang sekali aku bercerai dari Laurie?"
"Itu karena saya ingin anda bahagia, Tuan."
Zack pun tersenyum. "Tuan Zack, bolehkah aku mengatakan sesuatu?"
"Kau mengatakan apa?"
"Saya senang anda masih hidup, karena saya pikir tadi anda sudah mati bunuh diri! Bukankah sangat memalukan seorang pimpinan mafia bunuh diri karena patah hati? Bisa-bisa seluruh dunia bukannya menangis tapi malah menertawakan anda. Termasuk saja!" ucap Nala, dia kemudian keluar dari kamar Zack dengan begitu terburu-buru sebelum mendapat amukan dari Zack.
"DASAR WANITA SILUMAN!"
__ADS_1